belajar cara membaca pikiran orang

Panduan Sistematis Cara MEMBACA PIKIRAN ORANG (Psikologi, Bahasa Tubuh & Trik Pikiran)

Selamat datang di seri panduan Cara Membaca Pikiran Orang oleh Bacapikiran.com

Panduan ini akan saya susun se-efektif dan se-lengkap mungkin. Mungkin lebih tepat di sebut course/ kursus cara membaca pikiran orang lain dari 0 hingga expert. Semuanya gratis, jadi mohon perhatikan secara menyeluruh.

* Panduan ini bersifat bertahap, jadi jangan lupa subscribe agar saya bisa memberi tahu anda update panduan selanjutnya.

Cara-cara Membaca Pikiran Orang Lain

Untuk bisa membaca pikiran orang lain tentunya banyak aspek yang di gunakan. Kalau biasanya anda mendapati sebuah artikel sejenis, saya jamin hanya akan membahas satu aspek saja.

Namun disini akan saya bahas secara menyeluruh aspek bidang-bidang yang di perlukan agar kita bisa membaca pikiran orang lain. Dan memang hanya dengan satu aspek saja, atau bahkan hanya dengan sebagian kecil dari aspek tersebut sudah bisa anda terapkan untuk membaca isi pikiran orang yang anda hadapi.

Tapi jika ada semuanya mengapa tidak, bukan?

Berikut aspek-aspek ilmu yang bisa anda gunakan untuk membaca pikiran.

A. Psikologi

Kita semua tahu apa itu psikologi, namun kebanyakan orang memberikan kesan bahwa psikolog sudah pasti bisa membaca pikiran.

Padahal tidak demikian, karena ilmu psikologi sendiri sangat luas bidangnya. Memang ada bagian-bagian yang mempelajari cara berpikir manusia, dan itu bisa kita gunakan untuk membaca pikiran mereka.

Namun anda tidak perlu mempelajari semua ilmu psikologi, karena semua tingkah laku, kebiasaan, cara berpikir, kejiwaan dan lain sebagainya di pelajari dalam psikologi. Akan terlalu lama bagi anda untuk menguasainya.

Dan itupun tidak serta merta membuat anda jago membaca pikiran.

Ada pengalaman saya dengan para calon psikolog.  Pada sekitar tahun 2015 saya di ajak teman saya ke kampusnya. Dia jurusan psikologi Universitas Brawijaya malang (UB).

singkat cerita kami disana menggelar sebuah stand Tarot, di fakultas nya. Saya memberikan jasa pembacaan kartu tarot kepada mahasiswa-mahasiswa psikologi UB. Yang saya lakukan disitu murni menggunakan teknik psikologi, agar seakan-akan saya bisa membaca kondisi mereka saat ini, masalah-masalah mereka. Dan kemudian memberikan ramalan (saya sendiri tidak suka menyebut kata ramalan) berdasarkan keputusan logic.

Yang berkesan adalah, ternyata saya bisa menipu ( tidak se-kasar itu juga sih) mahasiswa psikologi dengan ilmu mereka sendiri. Eksperimen berhasil.

Kembali ke psikologi, berikut pengertian psikologi yang saya cuplik dari situs

Psikoma.com (Psikologi Maniak)

Psikologi sendiri berasal dari bahasa latin, yaitu “psyche” dan “logos”. Psyche berarti jiwa, sedangkan logos berarti pengetahuan. Dengan melihat ini, berarti pengertian psikologi adalah ilmu yang mempelajari tentang kejiwaan. Namun demikian, pengertian psikologi ini sudah banyak bergeser karena saat ini Psikologi lebih banyak mempelajari tentang perilaku manusia.

Morgan (1987) mengatakan bahwa psikologi adalah ilmu yang mempelajari tentang perilaku manusia dan binatang, serta penerapannya pada permasalahan manusia. Pengertian psikologi ini dibuat berdasarkan percobaan dari beberapa ahli sebelumnya, seperti Skinner, Pavlov, dan tokoh lain yang membuat kerangka teori berdasarkan penelitian terhadap hewan.

Poin dari aspek psikologi ini adalah :

  1. Anda tidak perlu mempelajari semua bidang psikologi.
  2. Karena psikologi adalah ilmu tentang perilaku manusia, mulai saat ini anda bisa belajar mengamati orang-orang di sekitar anda. Setidaknya hal ini akan menambah data pada pikiran bawah sadar anda melalui pengalaman dan pengamatan.
  3. Kita fokus pada ilmu psikologi yang dapat kita manfaatkan untuk membaca pikiran. Psikologi disini berperan sebagai penerjemah atas tindakan seseorang.

Materi Psikologi :

Baca juga :

Pikiran SADAR dan Pikiran BAWAH SADAR

Cara Cepat Memprogram Pikiran Agar Melupakan Kenangan Tertentu

B. Bahasa Tubuh

Bahasa tubuh

Mengapa saya menyendirikan bahasa tubuh dengan psikologi? karena pada umumnya orang beranggapan bahwa bahasa tubuh termasuk dalam bagian ilmu psikologi.

Menurut saya sendiri bahasa tubuh berbeda dengan psikologi, jika psikologi itu lebih kepada tindakan maka bahasa tubuh lebih kepada gerakan.

Misalnya,

Tiba-tiba seseorang diam karena sebuah guruan temannya.

Dalam psikologi, kita mengamati karakter orang tersebut dan memberikan kesimpulan kalau dia tersinggung dengan gurauan mengenai suatu hal tertentu. Mungkin karena ada pengalaman buruk mengenai hal itu dsb.

Sebaliknya dengan bahasa tubuh, kita bisa mengamati gerakan-gerakan tubuhnya yang menandakan dia tidak nyaman, tersinggung atau merasa marah.

Dari contoh diatas saya menyimpulkan bahwa mereka adalah dua hal yang sedikit berbeda. Dan dalam rangkaian panduan ini akan saya bedakan.

Hal yang paling umum bagi seseorang yang belajar bahasa tubuh adalah untuk mengetahui seseorang berkata jujur atau bohong. Singkatnya biasa di gunakan untuk mendeteksi kebohongan.

Nah untuk kita, bahasa tubuh bisa kita gunakan untuk menangkap emosi yang sedang di rasakan orang tersebut, kemudian di kaitkan dengan pokok permasalahan saat itu. Sehingga kita bisa menebak apa isi pikiran orang tersebut.

Tentunya jika di tambah dengan pengetahuan sifat psikologis orang tersebut, membuat keakurasian kesimpulan kita semakin tinggi.

Sampai sini mungkin anda bisa paham, kalau membaca pikiran tidak cukup kita belajar psikologi saja atau bahasa tubuh saja. Karena toh bisa juga terdapat false signal  (sinyal palsu) dari bahasa tubuh orang yang kita hadapi.

Materi Bahasa Tubuh :

C. Deduksi

bacapikiran dengan deduksi

Mengenai deduksi ini saya dapatkan dari sebuah kisah klasik tentang seorang detektif terkenal Sherlock Holmes, novel karangan Sir Arthur Conan Doyle. Walaupun berasal dari sebuah cerita fiktif, namun Conan Doyle tidak sembarangan. Semua masih bisa dibenarkan secara logis.

Berikut penjelasan deduksi dari

Sherlocked.org

Deduksi berarti penarikan kesimpulan dari keadaan yang umum atau penemuan yang khusus dari yang umum. Metode deduksi akan membuktikan suatu kebenaran baru berasal dari kebenaran-kebenaran yang sudah ada dan diketahui sebelumnya (berkesinambungan ). Metode deduksi umumnya dipakai pada bidang matematika untuk membuat turunan-turunan rumus yang lebih simpel.

Yang di maksud dengan deduksi adalah kita menyimpulkan alasan apa yang dapat menimbulkan kejadian saat ini. Jadi intinya menarik sebuah fakta saat ini mundur ke belakang sehingga kita bisa memperoleh gambaran awal kejadian fakta tersebut.

Berikut contoh sederhana tentang gambaran deduksi

ada pulpen di lantai. (fakta)

Kita tarik kesimpulan, ada dua kemungkinan yaitu,

Terjatuh atau sengaja di letakkan (deduksi)

Nah untuk mengeliminasi mana yang benar kita lihat fakta pelengkapnya.

Pulpen tersebut berada di lorong. Dengan posisi acak.

Kemudian kita simpul-kan kalau pulpen itu terjatuh (kesimpulan).

Tentu saja pada praktiknya kita tidak selalu bisa melakukan deduksi sesederhana itu. Banyak sekali cabang-cabang kemungkinan yang akan kita hadapi saat menarik kesimpulan.

Semakin beragam kemungkinan yang kita pikirkan semakin bagus. Apalagi jika di tambah semakin banyak data untuk menguji kemungkinan-kemungkinan kita tersebut.

Deduksi tidak hanya berguna dalam membaca pikiran seseorang, tetapi juga bisa kita manfaatkan untuk melihat alasan dari setiap kejadian-kejadian yang ada di sekitar kita.

Untuk contoh-contoh deduksi bisa anda dapatkan dalam serial-serial film bernuansa detektif seperti sherlock(pastilah), the mentalist, lie to me dan lain sebagainya.

Materi Deduksi :

D. Trik Pikiran

belajar cara membaca pikiran orang

Yang saya maksud trik pikiran ini adalah trik-trik untuk membaca pikiran. Iya trik, artinya kita membuat seoalah orang percaya bahwa kita bisa membaca pikirannya.

Kelemahannya adalah kita hanya seolah-olah bisa membaca pikiran. Namun,

Kelebihannya adalah kita bisa mengatakan isi pikiran mereka secara spesifik sekali. Sehingga bukan hanya hasil analisis kita saja. Namun pada beberapa trik kita bisa membaca persis apa isi pikiran mereka.

Tentunya ini menggunakan teknik-teknik yang di pakai pesulap, lebih spesifik lagi sulap yang beraliran mentalism atau mind magic. Yaitu seni sulap yang bermain-main berhubungan dengan pikiran dan kondisi mental.

Kalau disalahgunakan anda bisa saja di anggap sebagai dukun, hehe. (Banyak juga kok dukun yang pakai teknik ini)

Untuk trik pikiran ini hanya kita lakukan kalau tujuan kita membaca pikiran adalah untuk anda tunjukkan kepada orang lain, sebagai hiburan.

Namun demikian pada trik pikiran ini terkadang membutuhkan unsur-unsur psikologi dan bahasa tubuh. Di tambah pada beberapa trik membutuhkan teknik kecepatan tangan ala sulap.

Namun jangan khawatir, nantinya yang akan saya ajarkan adalah trik-trik yang mudah untuk anda praktikkan namun juga bisa menghasilkan efek yang memuaskan.

 

Tujuan Belajar Membaca Pikiran Orang

Ada berbagai macam motivasi anda dalam belajar membaca pikiran orang. Untuk lebih mudahnya anda baca terlebih dahulu. Anda termasuk yang mana, agar nantinya anda tidak perlu membuang waktu untuk mempelajari semua hal diatas.

  1. Penasaran dengan cara kerja pikiran. Bagi anda yang tertarik dengan cara bagaimana sebuah pikiran muncul, dari mana datangnya, mengapa bisa berpikiran seperti itu. Anda sebenarnya hanya perlu mempelajari psikologi saja.
  2. Untuk berhati-hati dalam berhubungan dengan manusia. Jika anda takut dibohongi pasangan, rekan kerja atau orang lain. Apabila anda ingin mengetahui niat sebenarnya dari seseorang. Saya sarankan anda lebih fokus pada bahasa tubuh.
  3. Untuk bisa memahami orang lain.  Sebaiknya anda belajar psikologi dan bahasa tubuh.
  4. Ingin menjadi detektif atau sejenisnya. Saya sarankan pelajari dan latih ilmu deduksi anda. Di tambah dengan pemahaman psikologis dan bahasa tubuh untuk interogasi.
  5. Untuk menunjukkan kemampuan anda dan untuk bersenang-senang. saya sarankan belajar bagian trik pikiran saja, karena kebutuhan akan pengetahuan psikologi nya pasti sudah saya cantumkan sekaligus.
  6. Memanfaatkan baca pikiran dalam setiap lini kehidupan. Untuk semua hal yang anda ingin kan mengenai pikiran orang lain dalam berhubungan, bekerja, berbisnis, atau dalam kehidupan sehari-hari. Anda dapat mempelajari semua hal diatas.

Cara Belajar Membaca pikiran Orang Yang Efektif

Hal ini penting untuk anda perhatikan. Berkaitan dengan skill baru yang akan segera anda dapatkan. Berikut yang harus anda jalani:

  • Belajar dengan sabar. Jangan sekaligus melahap banyak informasi, malah membuat sampah-sampah di pikiran anda. Semakin sedikit setiap sesi yang anda pelajari semakin baik.
  • Skill butuh praktik, bukan hanya pengetahuan. Ilmu ini butuh praktek agar anda mendapatkan feel–nya. Pelajari sedikit saja, kemudian beri waktu bagi anda untuk mempraktikannya. Misal seminggu sekali belajar, dalam seminggu mempraktikkan apa yang sudah anda pelajari.
  • Jangan takut salah. Karena ini bukan matematika jangan takut salah. Hal itu lumrah, dari kesalahan itu otak bawah sadar anda akan memperoleh data baru. Sehingga secara otomatis kesalahan merupakan guru terbaik anda.
  • Sering-sering lah mengamati. Mengamati orang lain dan diri anda sendiri, bagaimana anda berpikir.

Baca juga :
Cara Bangun Pagi dengan aturan 20/20/20 – Gerakan Jam 5 Pagi

Sumber-sumber Dalam Belajar Membaca Pikiran

  • Tentu saja sumber pertama anda adalah seri panduan ini, namun anda harus bersabar mengikuti step-stepnya. Karena panduan ini juga saya susun agar anda punya waktu untuk berlatih dan praktik, sehingga enggak sekarang membaca satu step besoknya step selanjutnya. Sabar, dan nikmati saja prosesnya. Masih ada banyak waktu buat Anda.
  • Orang lain, untuk belajar membaca pikiran tentu anda perlu pikiran yang akan di baca. Entah interaksi secara langsung atau hanya mengamati dari jauh.
  • Partner diskusi. Lebih baik lagi jika anda mengajak orang lain untuk mengikuti panduan ini, lalu anda jadikan sebagai teman diskusi dan review dalam belajar.
  • Sumber-sumber lainnya. Bisa berupa buku atau video-video mengenai beberapa aspek diatas.

 

<——->

Materi Psikologi

<—–>

Materi Bahasa Tubuh

<—–>

Materi Deduksi :

Digiprove sealCopyright protected by Digiprove © 2017

Diskusikan Pikiranmu