mengasah otak kanan

13 + 1 Cara Mengasah Otak Kanan

“Mulailah dengan yang kanan.”

“Gunakan lajur kanan untuk mendahului.”

Right artinya kanan atau benar. Left artinya kiri atau tertinggal”

Coba baca ungkapan di atas sekali lagi, tapi kali ini rubah kata ‘kanan’ menjadi ‘otak kanan’ dan kata ‘kiri’ menjadi ‘otak kiri’. Setelah itu Anda boleh tertawa bersama-sama saya.

melatih otak kanan

Apa sih otak kanan?

Beberapa tahun terakhir mungkin kita sering mendengar ataupun membaca mengenai keajaiban otak kanan.

Bagi Anda yang belum pernah mendengar, bahwa otak kita memiliki belahan kanan dan kiri. Dan setiap belahan memiliki fungsi masing-masing, yang semuanya sama-sama penting kita gunakan.

Oke, saya akan jujur. Belahan kanan dan kiri itu secara fisik hanya fiktif, namun lebih secara fungsional saja. Fungsi-fungsi tertentu dari otak kita di kelompok-kelompokkan menjadi kanan dan kiri.

Namun karena pendidikan dan lingkungan yang kita tinggali kebanyakan hanya menekan kita untuk mengembangkan fungsi otak bagian kiri saja, terjadilah tidak keseimbangan.

Otak kanan tidak pernah tereksplorasi, maka muncullah istilah keajaiban otak kanan dan sejenisnya. Padahal seharusnya yang kita katakan ajaib itu adalah hal yang normal kita kuasai.

Lantas apa sih bedanya otak kanan dan otak kiri?

Lebih enaknya gini, sifat otak kanan itu kreatif dan lebih ekspresif sedangkan otak kiri itu bersifat analitis dan kritis.

Coba Anda lihat perbandingan berikut ini…

tabel perbedaan otak kanan dan otak kiri

Sudah jelaskan? Kita dididik selama berapa tahun hanya pada bagian otak kiri saja, otak kanan jarang di manfaatkan ataupun di latih. Padahal orang tergenius abad 19 Albert Einstein mengatakan

“Imagination more important than knowledge. (Imajinasi lebih penting daripada pengetahuan)” Click To Tweet

“Logic Will get you from A to B, Imagination will take you everywhere. ( Logika akan membawamu dari A ke B, Imajinasi akan membawamu ke mana pun)”

Brainyquote

Namun begitu kita juga tetap membutuhkan otak kiri. Poin yang saya tekankan adalah bahwa kita harus menjaga keseimbangan di antara keduanya, memanfaatkan keduanya sesuai kebutuhan.

 

“Mas penulis! mau tanya, bagaimana cara mengukur apakah saya dominan otak kanan atau dominan otak kiri?”

“Ah, itu gak pentinglah (menurut saya). Mau dominan otak kanan ataupun otak kiri Anda masih perlu melatih otak kanan.”

“Lha kok bisa? bukannya malah mubazir waktu dan tenaga kalau ternyata saya udah dominan otak kanan?”

“Emang kalo C. Ronaldo latihan sepak bola itu mubazir ya?”

“Hehe, iya saya paham. Oke mas penulis, saya tertarik untuk mengasah otak kanan, lantas apa yang harus saya lakukan?”

 

Jadi dominan yang kanan atau kiri tetap latih dan gunakan otak kanan Anda!

Mengasah Otak Kanan? Begini caranya…

Karena menurut saya yang paling yahut ilmu otak kanannya di Indonesia ini adalah Pak Ippho Santosa. Maka akan lebih mudah akan saya berikan cara-cara mengasah otak kanan menurut beliau. Lebih spesifik lagi dari bukunya “13 wasiat otak kanan” plus satu trik dari saya pribadi.

Monggo disimak!

13 plus 1 Wasiat Otak Kanan …

Baiklah, bukan niat saya untuk menjiplak. Tapi ini memang pengetahuan-pengetahuan saya dapat dari buku “13 wasiat otak kanan” karya bung Ippho. Lagi pula beliau selalu menyuruh para pembaca untuk meminjamkan buku-buku beliau. Nah, mungkin ini cara saya meminjamkan kepada lebih banyak orang, kan itung-itung praktik ilmu kreatif hehe (alasan).

Baca juga :

13 Buku Ippho Santosa PhG, Si Pakar Otak Kanan Indonesia ( Review )

Saya sarankan Anda membeli juga bukunya, karena masih banyak hal-hal yang di bahas secara mendetail disana. Kalau gak mampu, menabung!

-13%
Buku ke-10 dari No.1 Creative Marketer in Indonesia, Memecahkan Rekor MURI

Lihat Harga

Berikut ini 13 triknya =

Wasiat #1 Gurauan (Humor)

Meracik dan menyantap gurauan, itulah keistimewaan otak kanan. Hebatnya ketika kita tertawa, selain menyenangkan ternyata juga melatih otak kanan kita, Kok bisa?

Karena pada saat Anda tertawa, otak kiri Anda tidak dapat berpikir. (wuih mantap ya!, seperti kata pepatah sambil renang ngeluarin air pula wkwkwk )

Bisa jadi kita artikan Lord of the ring dan Die Hard jadi Juragan cincin dan Gak ada Matinya,  alih-alih tertawa,  orang golongan kiri yang berpikir apa adanya malah memprotes, “ Huh, dasar nggak bisa bahasa inggris apa! “.

Mungkin mereka anggap tertawa hanya buang-buang waktu saja.

Rumah Sakit Dharma Graha di Tangerang pun sudah mengadakan terapi tertawa mulai sejak 1999.

Tertawa pun selain berdampak baik bagi psikologis ternyata juga berdampak pada biologis. Dan masih banyak lagi deh penemuan-penemuan tentang tertawa. Jika Anda se-serius golongan kiri, maka Anda harus mencari seluruh penelitian itu, baru mau menerapkannya. Kelamaan.

diagram tawa
Grafik jenis-jenis bentuk tawa di facebook. Credit : facebook.com

Nah, Jika tidak ada teman untuk diajak tertawa bareng, Cobalah ajak diri Anda sendiri untuk tertawa.

(tenang saya sudah pengalaman kok, senyum-senyum sendiri. Jadi Anda tidak sendirian… hehehe)

Gini lho, Sesekali bolehlah meniru anak kecil — mereka itu cenderung lebih dominan otak kanan —  dapat tertawa tanpa tahu menahu sebabnya.

Tertawa, iya ,tertawa. gak perlu sebab ini dan itu. Bukankah gembira tidak memerlukan bersyarat?

Untuk terakhir ikutilah wejangan seorang ekonom humoris pada suatu saat akan membuka forum,” Berpikirlah secara global, Tertawalah secara lokal!” Click To Tweet

Sudahlah, jangan malu-malu. Temani saya tertawa kali ini. Toh, ane nggak ngetawain ente!

 

Wasiat #2 Permainan

Menurut ikon genius masyarakat modern Albert Einstein, Permainan atau game adalah bentuk investasi paling tinggi. (Bisa saja Anda menang berdebat dengan saya, tetapi Anda tidak mungkin menang bantah-bantahan dengan Albert Einstein. Jadi, Anda harus setuju, titik).

Pada sebuah penelitian di beberkan, bahwa begitu Anda berkecimpung main game tertentu (ingat, game tertentu), maka Anda mempertajam kemampuan otak kanan.

Terutama saat memecahkan masalah yang meniscayakan pola. Benar, identifikasi pola adalah bagian kerja otak kanan. Enggak usah malu-malu, toh orang dewasa main game sudah jadi hal umum belakangan ini. Malahan sudah ada juga cita-cita jadi gamer hahaha.

Kalo kita teliti lebih jauh lagi, game kerap kali tak bisa dipisahkan dari gurauan, cerita, kreativitas, imajinasi, dan intuisi yang pada intinya semua itu berakar pada otak kanan. Malah pada sebuah konferensi akademis, game itu adalah seni.

Sri Ravi Shankar – nominator peraih Nobel Perdamaian 2006 – bahkan menyatakan dengan bangga bahwa dirinya anak-anak. Didukung oleh suatu penelitian pula yang menyatakan, apa yang di pelajari saat perkuliahan S-3  bahkan tidak lebih banyak dari apa yang di pelajari oleh anak-anak.

Suatu kali, Nobita , Doraemon, dan Shizuka sedang ribut-ribut di kamar. Ibu Nobita pun melongok ke dalam kamar.

“Kalian ini sedang apa sih ? kok begitu ributnya, sampai-sampai terdengar dari luar?” Tanya ibu Nobita Heran.

“Bu, kami sedang main sekolah-sekolahan. Doraemon jadi ketua kelasnya, ”Jawab Nobita sekenanya.

“Masak di sekolah ribut begitu ?” Ibu nobita meragukan.

tantowi-yahya
Tantowi yahya, credit :merdeka.com

“Kan sedang tidak ada gurunya,” sahut Nobita tidak mau kalah.
Ah, ada-ada saja. Tetapi walau bagaimanapun, bermain itu baik. (seperti rinso saja, berani kotor itu baik, katanya.)

Banyak sekali kisah kesuksesan-kesuksesan dari permainan. Seperti Tantowi Yahya menjadi host di beragam permainan – tepatnya kuis – di stasiun TV. Bahkan pernah pula di bayar 1 Milyar untuk jadi MC seminggu. Penghargaan Panasonic Award berturut-turut dan sebagainya.

By the way, masih ingat kisah Nabi Ibrahim dengan Raja Namrud yang zalim di kerajaan Babylon ?

Yah, saat saja Raja Namrud tercengang karena semua berhala di ruang persembahannya tanpa kepala, dan yang tersisa dan utuh adalah berhala yang paling besar dengan kapak menggantung pada pundak.

Raja Namrud menuduh Nabi Ibrahim. tapi dengan tenang Nabi Ibrahim  menjawab,” Sepertinya, berhala yang besar itu deh yang melakukan. Coba engkau tanya saja dia.”

Dan masih panjang lagi, namun Anda pasti tahu lanjutan ceritanya.

Sidang pembaca yang budiman. Yang jelas, ada satu pesan yang tersirat bagi kita semua, bahwa Nabi sekalipun menggunakan gurauan dan permainan dalam menjalankan misi kenabiannya. Jadi, gurauan dan permainan bukanlah hal tabu sebagaimana prasangka kebanyakan orang.

Let’s make it right!!  Dan kata penutupnya adalah

“Bermainlah dengan Raja Namrud”. Click To Tweet

 

Wasiat #3 Story

Iya, cerita adalah wilayah kekuasaan otak kanan. Jika Anda amati, sudah ada beberapa cerita yang saya cuplik kan dari  buku 13 wasiat terlarang, karena di sana banyak sekali cerita-cerita yang lucu dan asyik.

Anda tahu Jk Rowling? menjadi kaya-raya hanya dengan bercerita, cerita Harry Potter. Oprah winfrey, presenter terkenal dan kaya raya. Kalau Anda tahu dia, pasti tahu kalau dia kurang cantik. Jadi, tak perlu cantik, berceritalah …

Cerita erat kaitannya dengan imajinasi dan kreativitas yang sama-sama menggunakan fungsi otak kanan.

Nah, cara paling enak untuk melatih Anda agar menjadi pencerita yang ulung adalah mendengar/ membaca cerita dan bercerita…

Iya, Jangan ditunda lagi.

 

Wasiat #4 Metaphor

Metafora adalah kiasan, dengan sebuah kiasan maka sebuah ungkapan akan lebih “menggigit” dan akan lama bersemayam di ingatan. Kiasan tentu juga meninggalkan kesan yang lebih, maka cenderung bersifat high context atau bisa dikatakan komunikasi secara tidak langsung.

Jika Anda teliti banyak kalimat-kalimat kiasan di dalam berbagai kitab suci. Produk-produk yang besar pun memiliki tagline yang berisi kiasan-kiasan yang mampu merasuk di pikiran masyarakat. Tidak percaya? silakan buktikan kalau ini salah, hehehe. (jangan serius-serius ya)

Untuk meningkatkan otak kanan Anda bisa sekali-kali menikmati puisi atau menghayati lirik lagu yang Anda dengarkan. Karena di situlah salah satu gudang kiasan.

Dan kata pamungkasnya adalah, “berkiaslah seperti binatang jalang”.

 

Wasiat #5 Creativity

Kreatif? tidak jarang menganggap bahwa kata ini adalah bahaya, menganggap bahwa diri sendiri bukan orang yang kreatif. Padahal sudah pasti semua dari kita adalah pribadi yang kreatif. Tidak percaya? silakan.

Tuhan itu maha kreatif, kita manusia juga mendapat warisan dari sifat kreatif itu. Saya bukan penemu, di mana kreatifnya?

gini lho, kreatif itu tidak hanya tentang membuat ide baru, tetapi juga tentang berburu solusi, tentang cara pandang, menggebrak perubahan, dan sejenisnya.

Jadi semakin Anda banyak masalah. Semakin Anda kreatif, hahaha

Kreatif itu berhubungan dengan tindakan-tindakan di luar kebiasaan, bertolak belakang dari rutinitas. Kalo biasanya Anda bermain gitar pakek tangan, bolehlah sekali-kali menggunakan lidah. hehehe

Tanpa di bungkus kreativitas, sebuah produk akan terlihat garing dan tidak menarik. Apalagi hidup Anda? sekali-kali carilah jalan kreatif untuk menikmati hidup. dan bersorak “hidup ke kurang-ajaran”. Ini slogan punya Einstein loh …

 

Wasiat #6 Visual

Diagram blok lebih disukai dari pada tabel. Film lebih disukai daripada novel. Gedung berdesain lebih disenangi daripada gedung biasa-biasa. Dan inilah wasiat ke enam, visual.

Hal ini penting loh. Tampilan visual toko penting, logo perusahaan penting, dan masih banyak lagi.

Perbanyaklah menikmati desain-desain visual dan sekali-kali menggambarlah untuk melatih otak kanan kita.

 

Wasiat #7 Music

“Tulislah hukum-hukum, namun izinkan saya menulis lagu. Pastilah kelak saya akan memerintah negara Anda.” Patriot Skotlandia, Andrew Fletcher. Music memang sangat berpengaruh pada jiwa manusia, kalau Anda sering-sering mendengar lagu galau jangan kaget jika Anda juga sering galau dan sebaliknya.

Saya kira untuk ini tidak perlu di jelaskan lagi, hampir setiap orang menyukai musik. Iya kan? itu saya lihat Anda mengangguk barusan.

 

Wasiat #8 Intuition

Melihat yang tidak terlihat Click To Tweet

Adalah kata yang pas untuk menggambarkan intuisi, pasalnya manusia memiliki kemampuan ini. Menghitung yang tidak terhitung, bagaimana seorang jenderal perang memperhitungkan kemungkinan menangnya. Anda merasakan sesuatu yang sangat jelas namun samar, ambigu ya.. hehe

Intuisi pokoknya berkaitan dengan perasaan dan imajinasi. Intuisi/ bisikan hati/ ilham atau terserah Anda menyebutnya apa, sering terjadi di level bawah sadar.

Kapan bawah sadar kita dominan aktif? saat-saat beribadah, meditasi, melamun dan sejenisnya. Jadi tidak heran kalau banyak para ahli agama dan praktisi meditasi sering mendapat intuisi. Anda bisa baca lebih lanjut tentang…

Pikiran SADAR dan Pikiran BAWAH SADAR

 

Wasiat #9 Synthesis

Di dalam buku tersebut di sebutkan lima jenis manusia sintesis yaitu generalist, crosser, tricker, connector, dan detector. Berikut penjelasannya :

  • Generalist, orang yang sifatnya menyeluruh. Dia mengetahui hampir semua hal, namun tidak secara mendalam. Kehebatannya bisa di katakan di segala bidang.
  • Crosser, saya lebih mengartikannya seseorang yang menyeberang ke suatu hal baru. Orang seperti ini sering membuat perubahan total, ganti arah.
  • Tricker, Dari namanya Anda pasti sudah tahu, tipe ini adalah tipe yang mampu memanipulasi keadaan. Mengakali keadaan, dia tidak bisa di kerangkeng dalam aturan. Usaha butuh modal, hal itu tidak berlaku bagi tricker.
  • Connector, Adalah penghubung. Dia mampu mengaitkan sesuatu yang kelihatannya tidak terhubung. Jika Anda amati, banyak kan? iklannya kayak apa, produknya kayak apa? Orang lari-lari di gunung apa hubungannya dengan rokok, misal. Nah, yang itu tuh hasil-hasil pemikiran sang connector.
  • Detector, Orang yang sangat jeli mengurai hal-hal yang jarang terdeteksi orang biasa.  Dapat mendeteksi perubahan-perubahan kecil, sehingga mampu memberikan kesimpulan apa yang akan terjadi. Mungkin akan dianggap berbicara ngawur, padahal didasari pada analisis mendalam.

Sifat-sifat di atas adalah orang-orang yang menggunakan otak kanannya, berpikir secara menyeluruh, serentak dan acak ( holistik, paralel dan lateral). Hal-hal di atas perlu Anda racik ke dalam jati diri Anda. dan poin wasiat ini, Sintesis.

 

Wasiat #10 Empathy

Empati itu adalah merasakan apa yang dirasakan orang lain, simpati mengetahui perasaan orang lain. Jadi bedanya empati dan simpati adalah mengalami dan mengetahui. Beda bukan? maka sering-seringlah mengimajinasikan perasaan yang di alami lawan bicara Anda.

Dalam teknik persuasi(bujuk rayu) pun sangat penting empati, karena kita tidak dapat membujuk seseorang dengan sudut pandang kita. Kita harus berbicara sesuai dengan Apa yang orang lain sedang rasakan. Dan hanya empati caranya.

 

Wasiat #11 Hospitality

Hospitality adalah keramahtamahan, intinya ya itu. Ramah-tamah termasuk budaya emas masyarakat Indonesia. Anda anggap kenapa para turis bolak balik ke Indonesia?

booking tiket ke bali dan jogja, Anda akan mengetahuinya…

 

Wasiat #12 Gratitude

angan sekedar meminta, bersyukurlah. Iya bersyukur, dengan bersyukur Anda akan memunculkan gelombang berkecukupan. Membuat hidup lebih tenang dan bahagia, lihatlah semua medan perasaan muncul hanya dengan bersyukur. Otak kanan kita pun akan menguat.

Semakin menurut Anda hidup sengsara, semakin tinggi nilai syukur Anda. Bukankah semakin sulit soalnya, jika benar semakin besar nilainya… Jangan tunda-tunda lagi, bersyukurlah…

 

Wasiat #13 Meaning

Wasiat penutupnya adalah pemaknaan hidup. Di sini kita belajar untuk membuat makna hidup kita, jangan hanya sekedar mengejar materi lalu mati. Apa makna keberadaan kita selama di dunia ini, bisa di contohkan seorang pengusaha yang tidak hanya mencari untung saja namun juga rajin menyumbang di panti yatim piatu dsb.

Jika Anda bayangkan pencarian kita adalah keajaiban dalam hidup. Maka tingkat materialitas adalah harry potter sedangkan spiritualitas adalah tongkat Nabi Musa. Memiliki makna (meaning).

Ya, mari kita ayunkan tongkat Nabi Musa…

 

Bonus +1 Mengasah Otak Kanan

Kelar sudah saya mengurai sesingkat mungkin isi kitab wasiat tersebut, saatnya saya memberikan beberapa tips tambahan, iya beberapa bukan satu. Tapi anggap saja ini hanya sebagai senjata cadangan.

Namun bukankah senjata cadangan adalah penentu kemenangan? pembeda antara kita dan musuh Click To Tweet

Langsung saja, berikut ini tips-nya

self-talk
Credit: www.freepik.com
  • Mengaktifkan anggota tubuh bagian kiri, dari ilmu biologis di dapati saraf otak bagian kiri mengontrol tubuh bagian kanan dan syaraf bagian kanan mengontrol bagian kiri. Walaupun secara fungsional otak kanan bukanlah syaraf bagian kanan ini, Anda tetap akan mendapatkan keasyikan untuk melatih tubuh bagian kiri. Seperti menulis dengan tangan kiri, gosok gigi tangan kiri. Namun jangan yang bertentangan dengan keyakinan Anda.
  • Jangan berbuat apa pun. Anda melamun, bermeditasi, berzikir, merenung dan sejenisnya akan merangsang imajinasi Anda. Coba Anda rasakan, jangan lakukan apa pun dan jangan berpikir apa pun. Mungkin tiba-tiba Anda akan mendapatkan sebuah ilham, solusi masalah, ide baru dan banyak lagi.
  • Olahraga, tentu otak adalah bagian dari fisik juga. Jika fisik sehat maka kinerja otak juga akan sehat.
  • Self Talk, Berbicara dengan diri sendiri. Enggak, saya enggak mengajak Anda untuk gila berjamaah. Self talk penting loh dalam psikologi, pokoknya sekali-kali ajaklah Anda mengobrol dengan diri Anda sendiri. Ngobrol apa aja deh, dan rasakan hasilnya.

Apa gunanya Anda membaca semua isi artikel ini? tentu tidak ada gunanya kecuali orang-orang yang memanfaatkan.

Jadi jangan banyak alasan, dan jangan mencari-cari lagi. Membuka pintu tidak cukup hanya dengan mencari tahu cara membukanya, tapi perlu menggerakkan tangan Anda untuk meraih gagangnya. Dan selamat datang di dunia Kanan!

Digiprove sealCopyright protected by Digiprove © 2016-2017

Pikiran Para Pembaca

Ingin mendiskusikan pikiran?

Diskusikan Pikiranmu