pexels.com

Daya Berpikir KREATIF meningkat hingga 693%, mau? Lakukan 4 Hal ini!

Banyak orang setuju berpikir kreatif itu penting. Namun, banyak orang pula meyakini bahwa dirinya bukan orang yang kreatif.

berpikir kreatif

Padahal kita memiliki volume otak yang sama, memiliki struktur dan bagian-bagian otak yang sama, bahkan jumlah sel yang sama.

Bukankah berarti kita juga memiliki potensi untuk berpikir kreatif sama dengan yang orang lain dapat pikirkan.

Menurut saya pribadi, yang membedakan isi pikiran kita dengan orang lain adalah pola pikir.

Pola pikir, terbentuk dari pengalaman kita sejak kecil. Seorang pemberani mungkin berasal dari keluarga yang mengajari untuk tidak takut pada suatu hal pun. Dari pola pikir pun akan membentuk pengalaman baru yang berbeda dari orang lain.

Misal orang pemberani di atas, berani mencoba tantangan-tantangan baru akhirnya semakin banyak pengalaman. Akhirnya sinapsis (sel-sel otak yang saling terhubung) semakin banyak, membuat otak semakin “lebih terpakai”. Ini masih dari pola pikir berani mencoba tantangan, belum lagi pola pikir untuk selalu ingin tahu, pola pikir bahwa yang orang lain bisa lakukan maka saya juga bisa dll.

Dari berbagai pengalaman itu, muncul beberapa hal yang membuat dirinya tertarik. Nah, rasa tertarik inilah yang mampu mengeluarkan seluruh potensi otak kita.

Contoh paling gampang, ketika Anda tertarik dengan seseorang maka seakan-akan muncul berbagai cara untuk mendapatkan informasi tentang dia, cara agar dekat dengan dia dan bahkan seperti tidak ada rasa capek untuk melakukan hal-hal itu. Ayolah, mengangguk saja kali ini. 

Intinya, waktu semasa sekolah dulu jika kita tertarik pada suatu pelajaran. Maka rasa-rasanya mudah sekali pelajaran itu masuk ke kepala kita.

Jika saya boleh menuliskan rumus asumsi saya ini maka hasilnya seperti ini :

pola pikir

Jadi, untuk melangkah ke pembahasan selanjutnya kita harus sama-sama sepakat bahwa …

Kita harus tertarik untuk menjadi pribadi yang kreatif Click To Tweet

1. Membenahi Pola Pikir

Seperti yang saya sebutkan pada paragraf awal tadi, banyak orang memiliki pola pikir yang membuat kreativitasnya tidak dapat keluar.

Oleh karena itu, perlu di benahi atau di tambahi dengan pola-pola pikir berikut ini …

  • Kreatif itu mudah.
  • Setiap hal harus di lakukan dengan se-kreatif mungkin.
  • Saya adalah orang yang kreatif.

Tanamkan keyakinan-keyakinan itu ke dalam diri Anda. Sudahlah jangan banyak dipikirkan, seperti apa benar kreatif itu mudah? dsb. Karena walaupun kreatif itu sulit Anda tidak akan di olok-olok dengan pola pikir seperti itu.

Beneran! karena yang namanya pola pikir hanya terdapat di dalam pikiran, orang lain tak kan pernah tahu.

Apalagi kalau di tambah fakta bahwa manusia adalah makhluk paling kreatif di dunia ini. Sudah pasti Anda memiliki benih kreatif. Ini sudah Mutlak.

Mengapa hal ini saya letakkan di awal?

Karena dengan memiliki pola pikir sejenis ini maka keseluruhan diri Anda akan seragam untuk mewujudkan hal itu.

Potensi yang Anda sadari maupun potensi yang tidak Anda sadari, yang bergerak di luar area kesadaran kita. Itu salah satu kekuatan pikiran bawah sadar, Anda dapat membaca ulasan saya mengenai…

Pikiran sadar dan Pikiran Bawah Sadar.

 

2. Di Luar Kebiasaan

Kreatif itu adalah berpikir dan bertindak di luar kebiasaan. Jadi sekali-kali lakukan hal dengan cara yang berbeda dengan biasanya. Dan pikirkan suatu hal yang kira-kira tidak pernah di pikirkan orang lain. Tenang cuma kira-kira, jadi tidak harus benar 100% cukup perkiraan menurut Anda.

Dengan melakukan cara ini, Anda akan terlatih untuk menemukan cara, ide atau hal baru.

Ingat! Kreatif itu sudah ada benihnya, Anda tinggal menumbuhkan saja Click To Tweet

Jadi, bebaskan pikiran Anda silakan berpikir seliar mungkin namun bertindak sebaik mungkin. Jangan menyalahi norma dan keyakinan Anda.

Intinya jangan mau menjadi ‘biasanya’ di setiap waktu.

Sekali-kali cari udara segar dengan suatu hal baru, ide baru, cara baru, kegiatan baru. Mudah kan? masih susah? oke beberapa poin di bawah mungkin membantu Anda.

2.1. Sudut Pandang Baru

sudut-pandang
credit: blog.ninapaley.com

Karena biasanya kita berpikir dan menilai sebagai diri kita sendiri. Untuk memancing pikiran baru coba Anda bayangkan sebagai orang lain. Bisa jadi pihak lawan Anda (jika berkompetisi), figur panutan Anda, atau orang yang Anda nilai ahli di bidang yang Anda pikirkan itu.

Tidak tahu caranya? begini …

Tutup mata Anda dan bayangkan Anda adalah orang tersebut.

Rasakan bahwa Anda benar-benar telah menjadi dia, bayangkan bagaimana gerak geriknya, bagaimana dia bertindak, berbicara dan semua hal mengenai dia.

Lihat, dengarkan dan rasakan maka Anda sudah mulai dapat berpikir sebagaimana dia berpikir.

Iya! hanya segampang itu, dan Anda siap berpikir sebagaimana dia berpikir.

2.2. Cepat Berpikir Lama Memutuskan

Jadi semakin Anda cepat dan tanggap memikirkan suatu hal lebih baik. Namun jangan terlalu cepat membuat keputusan. Coba pikirkan dan uji pemikiran Anda dahulu. Jangan mudah berprasangka, telaah dengan cermat. Siapa tahu prasangka awal Anda akan berubah di tengah-tengah pikiran. Dan uji setiap ada perubahan pikiran.

Tunda dulu dalam memutuskan atau berasumsi, hal ini akan menarik keluar pikiran-pikiran lainnya Anda.

Selalu jaga diri Anda agar senantiasa terus penasaran dan bertanya-tanya.

Ingat ya! ini tidak berlaku untuk hal-hal yang membutuhkan reaksi spontan Anda. Misal Anda mau menabrak orang, jangan berpikir lagi, langsung belokkan setir Anda.

Jangan mudah menerima, tapi jangan mudah menolak Click To Tweet

2.3. Anak Kecil Atau Masa Kecil?

Berpikirlah dengan meniru cara Anak kecil berpikir. Rasa ingin tahunya, kepekaannya, dan kebebasannya. Maka Anda akan banyak menemukan masalah-masalah baru dan tentunya stimulus untuk memecahkan masalah itu.

Bayangkan apa jadinya industri kreatif seperti film, komik dan sejenisnya tanpa pikiran seperti halnya Anak kecil? pasti akan garing, sulit untuk di minati.

Untuk yang lebih serius. Misalnya pesawat terbang, tanpa keinginan gila ingin bisa terbang sudah pasti tidak akan muncul pesawat terbang di dunia ini. Dan pikiran gila itu pastilah di bawa dari imajinasi sewaktu anak-anak.

Caranya berpikir seperti anak-anak?

  • Jangan membenci atau menganggap bodoh pikiran dan khayalan anak kecil.
  • Perhatikan dan jangan sungkan untuk menanyakan pendapat mengenai suatu hal kepada Anak kecil.
  • Lupakan sejenak hukum-hukum yang Anda ketahui saat dewasa. Seperti hukum gravitasi, hukum ‘punya uang dulu baru bahagia’ dan sebagainya.
  • Selalu buka mata dan indra Anda untuk suatu hal yang menarik. Jangan membatasi diri dengan umur, sehingga tidak muncul pernyataan ‘untuk seumurku sudah tidak layak seperti ini’.
  • Ingat, saya tidak ingin menjadikan Anda bertingkah seperti anak kecil namun ingin membuat Anda mampu berpikir bebas seperti mereka.

Nah, Anda pasti berpikir bahwa pikiran Anak kecil itu tidak masuk logika, dan untuk menjadikan sesuatu menjadi nyata maka hal itu harus bisa di logikakan? benar.

Berpikir seperti Anak kecil hanya untuk mendapatkan IDE yang bebas dan liar tanpa aturan, Click To Tweet

Langkah selanjutnya adalah melogikakan sesuatu yang tidak masuk logika. Setelah IDE-nya diperoleh, kerahkan pikiran dewasa Anda untuk mewujudkannya. Berikut ini caranya …

2.4 Mewujudkan Yang Tidak Masuk Akal

Anda tahu kenapa ada teknologi baru? ada pertunjukan sulap? ada metode-metode baru (dalam bidang apapun).

Hal-hal tersebut bisa ada karena manusia memiliki kemampuan untuk melogikakan sesuatu yang di luar logika saat ini. Karena pada dasarnya logika manusia selalu bergerak searah dengan pengetahuannya.

Coba Anda bawa smartphone Anda saat ini ke tahun 101 Masehi misalnya, logika mereka tidak akan sanggup menerima bahwa ada kaca yang bisa memunculkan gambar bergerak dan bersuara.

Itu pasti Sihir! seperti saat kita menonton koran milik Harry potter bukan?

Yang menjadi pembahasan kita adalah, bagaimana mewujudkan hal itu?

berpikir kreatif

 

Karena semua orang sebenarnya hanya melihat solusi dan masalah besarnya, maka beberapa hal terlihat mustahil untuk dilakukan. Nah dengan berpikir kreatif kita bisa melakukannya.

Studi kasus dan penjelasannya

Masalah besarnya : seorang pesulap ingin mengubah koin PERAK menjadi koin EMAS.

 

Pecahan-pecahan masalah dan solusinya :

Cara mengubah koin PERAK dengan EMAS dengan menukarnya. Bagaimana menukarnya?

Dengan menyiapkan dua koin tersebut. Bukankah akan terlihat?

Memperlihatkan koin PERAK dan menyembunyikan koin EMAS. Bagaimana cara menyembunyikan koin EMAS?

Dengan teknik pa****g (sory, rahasia pesulap 😀 ), sehingga penonton tidak akan melihat keberadaan koin EMAS. Bagaimana cara menggantikan posisi PERAK dan EMAS?

Dengan melakukan Fal** T***sf** (sory lagi ya, hehe) membuat penonton mengira koin PERAK ada di sana padahal sudah bertukar tempat dengan koin EMAS. Bagaimana cara menyingkirkan koin PERAK, sehingga hanya tersisa koin EMAS?

Lakukan pa****g koin PERAK, sehingga tersembunyi dari penonton.

 

Solusi besarnya : Penonton hanya melihat koin PERAK di tangan pesulap, lalu pesulap menggenggamnya dan ketika di buka yang terlihat adalah koin EMAS.

 

Ajaib bukan? hal ini dapat Anda lakukan untuk mengetahui alur pikiran pembuat PESAWAT, pencipta RADIO, TELEPON dan lain sebagainya..

Tentu Anda menyadari bahwa ada beberapa kata yang saya sensor di atas. Hal itu menunjukkan bahwa untuk menjadi kreatif pun perlu mempelajari teori-teori dasar. Teori atau teknik-teknik dasar itu kita gunakan untuk memecahkan setiap bagian-bagian kecil masalah.

Nah, teori atau teknik tersebut pada dasarnya dahulu di ciptakan dengan konsep yang sama. Dia menjadi masalah besar, lalu di pecah-pecah agar lebih mudah di cari solusinya.

Untung bagi kita, hanya tinggal mempelajari teknik-teknik yang sudah ada untuk membuat masalah-masalah yang lebih besar dan lebih mustahil lagi.

 

3. Bedakan antara Sempit dan Fokus, Anda harus Luas!

Apa yang membuat kita sering kali susah mengatasi masalah ataupun bertindak kreatif adalah berpikiran sempit. Bukan berarti pikiran kita sempit, tapi kita menyempitkan pikiran kita. Kenapa hal ini bisa terjadi?

Biasanya karena terbawa suasana/ perasaan. Jadi perlu membuat diri Anda nyaman dan meluaskan pikiran. Jika Anda fokus terus-menerus pada masalah atau ide yang ingin Anda atasi atau dapatkan, maka Anda hanya akan memikirkan hal-hal yang memiliki keterkaitan terdekat dengan masalah/ ide itu.

fokus membuat tidak jelas
Terlalu mem-Fokus-kan pikiran, malah membuat solusi di depan mata terlihat kabur bahkan sering tidak terlihat. (credit: pexels.com)

Sesekali alihkan perhatian Anda agar tidak terlalu fokus pada hal itu, Anda pasti sering mendengar banyak ilmuan atau seniman sering mendapatkan ilham ketika melakukan hal-hal yang bahkan tidak ada kaitannya dengan masalah yang tengah ia kerjakan.

Archimedes misalnya, ketika ia mandi malah memperoleh solusinya dan berteriak eurika yang sontak lari menghadap raja dalam kondisi telanjang. Tapi jangan di tiru ya,

Kesimpulannya begini, yang perlu Anda fokuskan adalah tujuan Anda. Bukan pikiran Anda. Ketika sedang mengerjakan suatu hal atau mencari suatu ide dalam suatu hal. Usahakan ada cukup waktu untuk Anda berpikir mengenai hal-hal lain yang mungkin ada kaitannya (walaupun jauh) dengan apa yang sedang Anda kerjakan.

Dengan memfokuskan tujuan, akan membuat otak bawah sadar Anda selalu berusaha mencari kaitan-kaitan tentang apapun yang Anda alami, lakukan dan pikirkan dengan tujuan Anda. Semakin luas bidang yang Anda alami, lakukan dan pikirkan maka semakin banyak pula sumber daya yang berpotensi menyelesaikan masalah Anda.

4. Nikmati Kreativitas

Langkah terakhir, buat diri Anda sesering mungkin menikmati hasil kekreativitasan orang lain. Hal ini secara otomatis membuat Anda tertular olehnya.

Dan satu lagi, latih otak kanan Anda – dapat Anda pelajari dalam …

13+1 cara mengasah Otak Kanan

 

PS :

Kenapa judul ini menggunakan Angka 693% ? Angka ini tidak melewati suatu penelitian apapun dengan cara ilmiah maupun yang tidak ilmiah. Angka itu muncul hanya karena keinginan saya memilih Angka itu. Tidak kurang tidak lebih.

 

Digiprove sealCopyright protected by Digiprove © 2016-2017

Pikiran Para Pembaca

Ingin mendiskusikan pikiran?

Diskusikan Pikiranmu