gaya belajar

Cara Belajar Super Efisien Dengan 5 Gaya Belajar Manusia

Ingin belajar super cepat dan mudah? yuk kenali gaya atau style belajarmu

Halo guys! pernahkah kalian mendengar kalau seseorang bisa belajar dengan lebih cepat dan sangat mudah mengerti isi pelajarannya jika menggunakan gaya belajar yang benar?

Nah, kalau belum kalian baru saja mendengarnya atau lebih tepatnya membacanya ya, hahaha (nggak penting)

Setiap orang di dunia ini memiliki cara dan metode belajarnya sendiri.

Ada yang lebih senang belajar sendiri, kelompok, mendengar , belajar dengan cara melihat atau mengerjakan sesuatu agar sesuatu yang ia pelajari dapat diingat dan dipahaminya dengan baik. Untuk memaksimalkan potensi yang ada dalam diri kita, tentu ada baiknya kita terlebih dulu mengerti dan mengetahui bagaimana sebenarnya tipe belajar kita sendiri.

Dan bagi yang sudah menjadi orang tua sangat wajib mengetahui jenis dan gaya atau cara belajar anak-anak, tujuannya tidak lain adalah agar mampu membantu anak untuk menemukan gaya pembelajaran yang tepat untuk dirinya. Karena pada saat anak nyaman dalam pembelajaran akan mempermudah anak dalam menangkap pelajaran yang dia pelajari.

Trik membaca masa depan

Namun, sebelum kita membahas ke beberapa macam-macam cara belajar seseorang yang efisien, ada baiknya kita tau  dan paham secara menyeluruh apasih yang dimaksud gaya belajar itu.

5 jenis gaya belajar manusia
Sumber: www.buckets.co

1. Pengertian Gaya Belajar

Setiap manusia yang terlahir ke dunia ini berbeda satu dengan yang lainnya. Baik bentuk fisik, tingkah laku, sifat, maupun berbagai kebiasaan lainnya. Tidak ada satupun manusia yang memiliki bentuk fisik, tingkah laku dan sifat yang sama walaupun kembar sekalipun.

Suatu hal yang perlu kita ketahui bersama adalah bahwa setiap manusia memiliki cara menyerap dan mengolah informasi yang diterimanya dengan cara yang berbeda satu sama lainnya.

Hal ni sangat tergantung pada gaya atau cara belajarnya. “Seperti yang dijelaskan dalam pepatah yang mengatakan lain ladang, lain ikannya, lain orang lain laik otaknya. Artinya,  lain orang, lain pula gaya belajarnya.

Peribahasa tersebut memang pas untuk menjelaskan fenomena bahwa tak semua orang punya gaya belajar yang sama. Termasuk apabila mereka bersekolah disekolah yang sama atau bahkan duduk dikelas dan bangku yang sama.

Gaya belajar adalah cara yang konsisten yang dilakukan oleh seorang dalam menangkap stimulus atau informasi, cara mengingat, berpikir, dan memecahkan soal.

Menurut DePorter & Hernacki (2008) gaya belajar adalah suatu kombinasi dari bagaimana ia menyerap, dan kemudian mengatur serta mengolah informasi.

Gaya atau model belajar juga merupakan kecenderungan siswa untuk mengadaptasi strategi tertentu dalam belajarnya sebagai bentuk tanggung jawabnya untuk mendapatkan satu pendekatan belajar yang sesuai dengan tuntutan belajar di kelas/sekolah maupun tuntutan dari mata pelajaran.

Sebagian orang, misalnya, dapat belajar dengan baik dengan cahaya yang terang, sedang sebagian yang lain menggunakan pencahayaan yang suram.

Ada orang yang belajar paling baik secara berkelompok, sedang yang lain lagi memilih adanya figur otoriter seperti orang tua atau guru, yang lain merasa bahwa bekerja sendirilah yang paling efektif bagi mereka.

Sebagian orang memerlukan musik sebagai latar belakang, sedang yang lain tidak dapat berkonsentrasi kecuali dalam ruangan sepi.

Ada orang-orang yang memerlukan lingkungan kerja yang teratur dan rapi, tetapi yang lain lebih suka menggelar segala sesuatunya supaya semua dapat terlihat.

Pertama, bagaimana kita menyerap informasi dengan mudah (modalitas) dan kedua, cara kita mengatur dan mengolah informasi tersebut (dominasi otak).

Selanjutnya, jika seseorang telah akrab dengan gaya belajarnya sendiri, maka dia dapat membantu dirinya sendiri dalam belajar lebih cepat dan lebih mudah.

 

macam macam gaya belajar
Sumber: www.teachermagazine.com.au

Hasil-hasil penelitian tentang belajar melalui gambar dan kata atau visual dan verbal menyimpulkan bahwa stimulus visual membuahkan hasil belajar yang lebih baik untuk tugas-tugas seperti mengingat, mengenali, mengingat kembali dan menghubungkan fakta dan konsep.

Perbandingan memperoleh hasil belajar melalui indra pandang dan indra dengar sangat menonjol perbedaannya kurang lebih 90% hasil belajar seseorang diperoleh melalui indra pandang (visual), dan hanya sekitar 5% diperoleh melalui indera dengar (auditorial), dan 5% lagi dengan indera lainnya (kinestetik).

Sementara itu, hasil belajar melalui indera pandang (visual) berkisar 75%, melalui indera dengar (auditorial) sekitar 13% dan melalui indera lainnya (termasuk dalam kinestetik) sekitar 12%.

Baca Juga  Kenali Tanda ADHD Pada Anak Sejak Dini

Seluruh definisi gaya belajar di atas tampak tidak ada yang bertentangan, melainkan memiliki kemiripan antara yang satu dengan yang lainnya. Definisi-definisi gaya belajar tersebut secara subtansial tampak saling melengkapi.

Oleh karena itulah pemahaman, pemikiran, dan pandangan orang satu dengan orang lain dapat berbeda, walaupun kedua anak tersebut tumbuh pada kondisi dan lingkungan yang sama, serta mendapat perlakuan yang sama.

Baca Juga: 13 + 1 Cara Mengasah Otak Kanan

2. Macam Macam Gaya Belajar

Secara umum gaya belajar manusia dibedakan ke dalam tiga kelompok besar, yaitu gaya belajar visual, gaya belajar auditorial dan gaya belajar kinestetik. Namun dalam perkembangannya terdapat puluhan gaya atau cara belajar. Tapi, Bacapikiran.com secara garis besar akan membahas 5 gaya atau style belajar yang umumnya dimiliki orang.

A. Gaya Belajar Visual

Gaya belajar visual adalah gaya belajar dengan cara melihat, mengamati, memandang, dan sejenisnya. Kekuatan gaya belajar ini terletak pada indera penglihatan. Bagi orang yang memiliki gaya ini, mata adalah alat yang paling peka untuk menangkap setiap gejala atau stimulus (rangsangan) belajar. Orang dengan gaya belajar visual cenderung senang mengikuti ilustrasi, membaca instruksi, mengamati gambar-gambar, meninjau kejadian secara langsung.

Hal ini sangat berpengaruh terhadap pemilihan metode dan media belajar yang dominan mengaktifkan indera penglihatan (mata). Style belajar visual adalah style belajar dengan cara melihat sehingga indera mata sangat memegang peranan yang penting. Style belajar secara visual dilakukan seseorang untuk memperolah informasi seperti melihat gambar, giagram, peta, poster, grafik, dan sebagainya.

gaya belajar visual
Sumber: www.wayswelearn.com

Baca juga: 25+ Macam Metode Pembelajaran ( Pengertian Dan Penjelasan Terlengkap ) 

Bisa juga dengan melihat data teks seperti tulisan dan huruf. Seorang yang bertipe gaya belajar visual, akan lebih mudah mempelajari bahan-bahan yang disajikan secara tertulis, bagan, grafik, gambar. Pokoknya mudah mempelajari bahan pelajaran yang dapat dilihat dengan alat penglihatannya. Sebaliknya akan sangat sulit belajar apabila dihadapkan bahan-bahan bentuk suara, atau gerakan.

Dari beberapa pengertian di atas dapat di ambil kesimpulan bahwa orang yang menggunakan gaya belajar visual memperoleh informasi dengan memanfaatkan alat indera mata. Orang dengan gaya belajar visual senang mengikuti ilustrasi, membaca instruksi, mengamati gambar-gambar, meninjau kejadian secara langsung, dan sebagainya.

B. Gaya Belajar Auditori

Gaya belajar auditori adalah gaya belajar dengan cara mendengar. Orang dengan style belajar auditori ini, lebih dominan dalam menggunakan indera pendengaran untuk melakukan aktivitas belajar. Dengan kata lain, ia mudah belajar, mudah menangkap stimulus  apabila melalui alat indera pendengaran (telinga).

Orang dengan gaya belajar auditorial memiliki kekuatan pada kemampuannya untuk mendengar. Oleh karena itu, mereka sangat mengandalkan telinganya untuk mencapai kesuksesan belajar, misalnya dengan cara mendengar seperti ceramah, radio, berdialog, dan berdiskusi. Selain itu, mereka bisa juga mendengarkan melalui nada (nyanyian/lagu).

Anak yang bertipe auditorial, mudah mempelajari bahan-bahan yang disajikan dalam bentuk suara (ceramah), begitu guru menerangkan ia cepat menangkap bahan pelajaran, disamping itu kata dari teman (diskusi) atau suara radio/casette ia mudah menangkapnya.

Pelajaran yang disajikan dalam bentuk tulisan, perabaan, gerakan-gerakan yang ia mengalami kesulitan.

Dari beberapa pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa orang dengan style belajar auditori memperoleh informasi dengan memanfaatkan alat indera telinga. Untuk mencapai kesuksesan belajar, orang yang menggunakan style belajar auditorial bisa belajar dengan cara mendengar seperti ceramah, radio, berdialog, dan berdiskusi.

gaya belajar auditori
Sumber: www.wayswelearn.com

C. Gaya Belajar Kinestetik

Gaya belajar kinestetik adalah gaya belajar emnggunakan cara bergerak, bekerja, dan menyentuh dengan mengutamakan indera perasa dan gerakan-gerakan fisik. Orang dengan gaya belajar kinestetik jauh lebih mudah menangkap pelajaran apabila dia bergerak, meraba, atau mengambil tindakan. Misalnya, ia baru memahami makna halus apabila indera perasanya telah merasakan benda yang halus.

Individu yang bertipe ini, mudah mempelajari bahan yang berupa tulisan-tulisan, gerakan-gerakan, dan sulit mempelajari bahan yang berupa suara atau penglihatan. Selain itu, belajar secara kinestetik juga berhubungan dengan praktik atau impression belajar secara langsung.

Baca Juga  Manajemen Karir Karyawan: Pengertian, Tujuan, Manfaat, Dampak Pada Perusahaan

Dari pengertian di atas dapat disimpulkan  bahwa orang yang menggunakan gaya belajar kinestetik memperoleh informasi dengan mengutamakan indera perasa serta gerakan fisik.

Individu yang mempunyai gaya belajar kinestetik mudah menangkap pelajaran apabila ia bergerak, meraba, atau mengambil tindakan. Selain itu dengan cara praktik atau pengalaman belajar secara langsung.

gaya belajar kinestetik
Sumber: www.wayswelearn.com

D. Gaya Belajar Global

Gaya belajar global adalah dimana seseorang cenderung pola berfikirnya/cara belajarnya dengan cara menyeluruh, dia lebih suka belajar dengan menyimak secara keseluruhan dan juga biasanya si anak mampu menghubungan anrara nasalah satu ke masalah lainnya,dalam istilah pendidikannya disebut”’Global learning style”.

Orang yang memiliki style Belajar global cenderung melihat segala sesuatu secara menyeluruh, dengan gambaran yang besar, namun demikian mereka dapat melihat hubungan antar satu bagian dengan bagian yang lain. Orang dengan style belajar ini juga dapat melihat hal-hal yang tersirat, serta menjelaskan permasalahan dengan kata-katanya sendiri. Mereka dapat melihat adanya banyak pilihan dan dapat mengerjakan beberapa tugas sekaligus.

Sumber: www.whatismylearningstyle.com

Apabila orang global mengerjakan satu tugas, lalu ada tugas baru yang muncul, maka dia akan mulai mengerjakan tugas kedua, meskipun tugas pertamanya belum selesai. Untuk mengatasi keadaan ini sebaiknya mereka bekerja sama dengan orang lain, dengan janji saling menolong dalam menyelesaikan tugas sebelum mengerjakan yang lain. Mereka akan mudah berkonsentrasi bila ada seseorang yang bekerja bersamanya.

Pikiran orang dengan style belajar global sangat dominan tidak pernah bisa terfokus pada satu masalah, pikirannya dapat pergi ke banyak arah sepanjang waktu.

Penundaan merupakan godaan nyata bagi orang global , mereka membutuhkan dorongan semangat untuk memulai tugas mereka. Oleh sebab itu jika kalian termasuk ciri orang style belajar global mengerjakan sesuatu sekarang, cobalah menawarkan untuk bekerja dengannya setidak-tidaknya untuk membuat dia memulai pekerjaannya.

E. Gaya Belajar Analitik

Gaya belajar analitik adalah cara seseorang dalam memandang sesuatu cenderung lebih terperinci, spesifik dan teratur. Namun mereka kurang bisa memahami masalah secara menyeluruh. Dalam belajar secara analitik seorang memandang sesuatu cenderung ditelaah terlebih dahulu secara terperinci, spesifik, terorganisisr, dan teratur.

Orang analitik dalam mengerjakan suatu hal secara bertahap dan dan sangat sistematis. Mereka membutuhkan waktu yang cukup untuk menyelesaikan tugas mereka, karena mereka tidak ingin ada satu bagian yang terlewat.

Sumber: www.whatismylearningstyle.com

Orang yang memiliki cara berpikir secara analitik seringkali memikirkan sesuatu berdasarkan logika. Selain itu mereka menilai fakta-fakta yang terjadi melebihi perasaannya. Mereka dapat menemukan fakta-fakta namun seringkali mereka kurang mengetahui gagasan utamanya, sehingga kadang dia tidak mengerti maksud dan tujuan dia dalam mengerjakan sesuatu.

Orang analitik dominan dapat bekerja maksimal bila ada metode yang konsisten dan pasti dalam mengerjakan sesuatu, apalagi bila dia bisa menciptakan sistem sendiri dalam belajar. Untuk itu jadwal harian sangat membantu orang jenis ini merasakan adanya struktur dan hal-hal yang bisa diramalkan, sehingga mereka dapat menentukan dan memenuhi sasaran-sasaran yang jelas.

Baca Juga: Hippocrates : 4 Karakter Manusia (Melankolis, Koleris, Plegmatis & Sanguinis) Pengertian dan ciri-cirinya!

3. Ciri-Ciri Gaya Belajar

Pada dasarnya, dalam diri setiap manusia terdapat tiga gaya belajar. Akan tetapi ada di antara gaya belajar yang paling menonjol pada diri seseorang. Disini saya akan membahas tiga ciri gaya belajar, yaitu ciri gaya belajar Visual, Auditorial dan Kinestetik.

A. Ciri-ciri yang menonjol dari mereka yang memiliki tipe belajar Visual

  • Senang kerapian dan ketrampilan.
  • Jika berbicara cenderung lebih cepat.
  • Ia suka membuat perencanaan yang matang untuk jangka panjang.
  • Sangat teliti sampai ke hal-hal yang detail sifatnya
  • Mementingkan penampilan, baik dalam berpakaian maupun presentasi
  • Lebih mudah mengingat apa yang di lihat, dari pada yang di dengar
  • Mengingat sesuatu dengan penggambaran (asosiasi) visual
  • Ia tidak mudah terganggu dengan keributan saat belajar (bisa membaca dalam keadaan ribut sekali pun)
  • Ia adalah pembaca yang cepat dan tekun
  • Lebih suka membaca sendiri dari pada dibacakan orang lain
  • Tidak mudah yakin atau percaya terhadap setiap masalah atau proyek sebelum secara mental merasa pasti
  • Suka mencoret-coret tanpa arti selama berbicara di telepon atau dalam rapat.
  • Lebih suka melakukan pertunjukan (demonstrasi) dari pada berpidato.14)Lebih menyukai seni dari pada musik
  • Sering kali mengetahui apa yang harus dikatakan, akan tetapi tidak pandai memilih kata-kata
  • Kadang-kadang suka kehilangan konsentrasi ketika mereka ingin memperhatikan
Baca Juga  5 Alasan Kenapa Kamu Diwajibkan Konsultasi Psikologis

Ciri-ciri bahasa tubuh yang menunjukkan seseorang style belajar Visual yaitu biasanya duduk tegak dan mengikuti penyaji dengan matanya.

Bca Juga: 2 Tips Untuk Upgrade Skill Membaca Bahasa Tubuh

B. Ciri-ciri yang menonjol dari mereka yang memiliki tipe belajar Auditorial

  • Saat bekerja sering berbicara pada diri sendiri
  • Mudah terganggu oleh keributan atau hiruk pikuk disekitarnya
  • Sering menggerakkan bibir dan mengucapkan tulisan dibuku ketika membaca
  • Senang membaca dengan keras dan mendengarkan sesuatu
  • Dapat mengulangi kembali dan menirukan nada, birama, dan warna suara dengan mudah
  • Merasa kesulitan untuk menulis tetapi mudah dalam bercerita
  • Biasanya ia adalah pembicara yang fasih.8)Lebih suka musik dari pada seni yang lainnya
  • Lebih mudah belajar dengan mendengarkan dan mengingat apa yang didiskusikan dari pada yang dilihat
  • Suka berbicara, berdiskusi, dan menjelaskan sesuatu dengan panjang lebar
  • Lebih pandai mengeja dengan keras dari pada menuliskannya.

Ciri-ciri bahasa tubuh yang menunjukkan seseorang style belajar auditori yaitu sering mengulang dengan lembut kata-kata yang di ucapkan penyaji, atau sering menggunakan kepalanya saat fasilitator menyajikan informasi lisan. Seseorang dengan tipe ini sering “memainkan sebuah kaset dalam kepalanya” saat ia mencoba mengingat informasi. Jadi, mungkin ia akan memandang ke atas saat ia melakukannya.

C. Ciri-ciri yang menonjol dari mereka yang memiliki tipe belajar Kinestetik

  • Berbicara dengan perlahan
  • Menyentuh orang untuk mendapatkan perhatian mereka
  • Berdiri dekat ketika berbicara dengan orang
  • Selalu berorientasi dengan sifik dan banyak bergerak
  • Menghafal dengan cara berjalan dan melihat
  • Menggunakan jari sebagai penunjuk ketika membaca
  • Banyak menggunakan isyarat tubuh
  • Tidak dapat duduk diam untuk waktu lama
  • Memungkinkan tulisannya jelek
  • Ingin melakukan segala sesuatu
  • Menyukai permainan yang menyibukkan

Ciri-ciri bahasa tubuh yang menunjukkan seseorang gaya belajar Kinestetik yaitu sering menunduk saat ia mendengarkan.

D. Ciri-ciri yang menonjol dari mereka yang memiliki tipe belajar Global

  • Dapat bekerjasama dengan orang lain, peka terhadap perasaan orang lain dan fleksibel
  • Mereka senang bekerja keras untuk menyenangkan orang lain
  • Senang memberi dan menerima pujian
  • Memerlukan lebih banyak dorongan semangat dalam memulai mengerjakan sesuatu
  • Mereka menerima kritikan secara pribadi
  • Kesulitan bila harus menjelaskan sesuatu setahap demi setahap
  • Biasanya kurang memiliki kerapian.

Ciri-ciri bahasa tubuh yang menunjukan gaya belajat global adalah tempat belajar dan perilaku yang sedikit berantakan. Meskipun sebenarnya mereka memiliki keinginan untuk merapikan tempat belajarnya, namun seringkali keinginannya tidak terlaksana, akhirnya kertas-kertas tetap berantakan.

E. Ciri-ciri yang menonjol dari mereka yang memiliki tipe belajar Analitik

  • Dalam mengerjakan tugas yang dibebankan kepadanya
  • Orang analitik  akan mengerjakan tugasnya secara teratur, dari satu tahap ke tahap berikutnya
  • Memiliki kecenderungan untuk mengerjakan satu tugas dalam satu waktu
  • sangat sulit belajar bila ada gangguan
  • Pikirannya hanya terfokus pada satu masalah saja
  • Berfikir secara logika
  • Tidak menyukai jika ada bagian yang terlewatkan dalam suatu tugas.
  • Menyukai cara belajar konsisten dan menetap

Baca Juga: Belajar Membaca BAHASA TUBUH Bisa Bikin Ketagihan – Begini caranya!

Ciri-ciri bahasa tubuh yang menunjukan style belajar analitik adalah selalu merasa cemas, menggaruk-garuk kepala dan mengerutkan dahi saat membaca atau memikirkan sesuatu. Akan memilih tempat yang sepi secara tiba-tiba jika lingkungan menganggu konsentrasinya.

Yaa, itulah  penjelasan dari masing-masing perbedaan 5 style belajar. Bagaimana? Apakah sudah lebih memahami tipe belajar kalian lebih baik lagi? Semoga dengan memahami style belajar  masing-masing secara tepat, bisa belajar secara lebih efektif lagi ya!!

 

Sumber : Kajian Teoritika  3 Gaya Belajar Anak Visual, Auditorial dan Kinestetik

Gaya Belajar dan Motivasi Belajar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Check Also

Kumpulan Cerita Motivasi Penyemangat Kerja Terbaru 2019

1. Jangan Pernah Meremehkan Pekerjaan Dua orang pemuda yang tak berpengalaman mendapatkan …