25 metode pembelajaraan
Sains -

25+ Macam Metode Pembelajaran ( Pengertian Dan Penjelasan Terlengkap )

Dalam  suatu kegiatan belajar mengajar hal yang terpenting adalah Proses, karena proses inilah yang menentukan ketercapaian suatu pembelajaran. Keberhasilan  proses belajar mengajar dapat ditandai dengan adanya perubahan tingkah laku. Perubahan tingkah laku tersebut dapat berupa perubahan bersifat pengetahuan (kognitif), keterampilan (psikomotor), maupun menyangkut nilai sikap (afektif ).

Dalam proses belajar-mengajar ada banyak faktor yang mempengaruhi tercapainya tujuan pembelajaran diantaranya pendidik, peserta didik, lingkungan, serta metode pembelajaran.

Metode pembelajaran adalah teknik atau cara yang digunakan oleh pendidik dalam menyampaikan materi pelajaran kepada siswa baik di ruang kelas ataupun di lapangan. Dalam pembelajaran, mengaplikasikan metode yang tepat  jelas diperlukan, sebab metode pembelajaran ini memiliki peranan yang besar dan berpengaruh terhadap pencapaian tujuan pendidikan yang diiginkan.

Teknik atau cara yang digunakan tentu sangat menentukan keberhasilan suatu proses pembelajaran.  Untuk itu pendidik dapat menentukan metode pembelajaran tepat yang sifatnya konkrit sesuai dengan karakter dan mudah dimengerti oleh peserta didik. Jika metode pembelajaran dapat difungsikan secara tepat dan professional, maka dapat dipastikan proses pembelajaran akan berjalan efektif.

Dalam dunia pendidikan khususnya di Indonesia ada sejumlah metode pembelajaran yang mendasar yang sering digunakan, sedangkan selebihnya adalah kombinasi atau modifikasi dari metode dasar tersebut. Berikut akan dijelaskan secara lengkap 25 metode pembelajaran beserta kelebihan dan kekurangannya.

Baca Juga: Model Pembelajaran Discovery Learning (Pengertian, Jenis, Langkah-langkah, Kelebihan dan Kekurangan) Lengkap!

Kecerdasan Buatan (AI) Berpotensi Menghancurkan Manusia?

Model Pembelajaran Kooperatif (Pengertian, Tujuan, Teknik, Kelebihan dan Kekurangan) Lengkap!

Model Pembelajaran Inquiry, Pengertian dan Langkah-langkahnya Menurut Para Ahli (Terlengkap)

10 Model Pembelajaran, (Pengertian Dan Langkah-Langkahnya, Terlengkap)

1. Metode Pembelajaran ceramah

Ceramah adalah metodologi pembelajaran yang penyampaian informasi pembelajaran kepada murid dilakukan dengan cara lisan. Sebagian para ahli menyebut metode ini sebagai “one man show method” adalah suatu cara penyampaian bahan pelajaran secara lisan oleh guru di depan kelas atau kelompok. Metode ini juga dapat disebut dengan metode konvensional, yaitu dengan menyampaikan informasi secara lisan kepada siswa dan sangat cocok diterapkan dengan jumlah pendengar yang cukup besar. Menurut Gilstrap dan Martin 1975 : ceramah berasal dari bahasa latin yaitu Lecturu, Legu ( Legree, lectus) yang berati membaca kemudian diartikan secara umum dengan mengajar sebagai akibat dari guru menyampaikan pelajaran dengan membaca dari buku dan mendiktekan pelajaran dengan penggunaan buku. Metode ceramah dianggap sebagai metode yang paling praktis dan ekonomis, namun terdapat beberapa kekurangan di dalamnya.

Ada banyak tujuan dari metode pembelajaran ini.  Salah tujuannya adalah bisa membantu murid untuk belajar tanpa harus memiliki buku pembelajaran. Akan tetapi, metode pembelajaran ini juga memiliki beberapa kekurangan dan keunggulan, berikut ini penjelasannya.

a. Keunggulan Metode Ceramah

  • Tenaga pengajar dapat mengendalikan kelas sepenuhnya.
  • Mendorong siswa agar berusaha melatih fokus.
  • Proses pembelajaran lebih mudah dilakukan.
  • Kegiatan belajar dapat diikuti banyak peserta didik.
  • Mudah mempersiapkan dan melaksanakannya.
  • Guru mudah menerangkan pelajaran dengan baik

Selain terdapat keunggulan yang baik, metode ceramah ini juga memiliki beberapa kelemahan. Dalam menggunakan metode ini maka kondisi kelas akan dipegang dan di atasi sepenuhnya oleh guru. Bahkan guru juga menjadi kurang tahu perkembangan anak didiknya secara pasti. Dengan menggunakan metode ceramah ini proses timbal balik dan pemahaman seorang anak akan berbeda. Bahkan lebih parahnya anak tidak dapat memahami materi yang disampaikan oleh guru dengan baik.

b. Kekurangan Metode Ceramah

  • Peserta didik lebih pasif karena hanya mendengarkan pengajar dan lebih mudah menjadi verbalisme (pengertian kata-kata)
  • Kegiatan belajar mengajar cenderung membosankan dan terlalu lama.
  • Beberapa siswa yang lebih menyukai belajar visual akan kesulitan menerima pelajaran, sedangkan yang auditif (pendengar) dapat dengan mudah menerimanya.
  • Proses pengajaran lebih fokus pada pengertian kata-kata saja.
  • Guru menyimpulkan bahwa siswa mengerti dan tertarik pada ceramahnya, ini sukar sekali.

2. Metode Tanya jawab

Metode Tanya jawab adalah mengajukan pertanyaan kepada peserta didik. Metode ini dimaksudkan untuk merangsang berfikir dan membimbing dalam mencapai kebenaran. Memberikan pengertian kepada seseorang dan memancingnya dengan umpan pertanyaan agar melatih menuju kepada arah berfikir yang logis. Proses tanya jawab terjadi apabila ada ketidak tahuan atau ketidakpahaman akan sesuatu masalah.

Dalam proses belajar mengajar, tanya jawab dijadikan salah satu metode untuk menyampaikan materi pelajaran dengan cara guru bertanya kepada peserta didik atau peserta didik bertanya kepada guru.

Adapun tujuan metode tanya jawab antra lain

  • Mengecek dan mengetahui sampai sejauh mana kemampuan anak didik terhadap pelajaran yang dikuasainya.
  • Memberi kesempatan kepada peserta didik untuk mengajukan pertanyaan kepada guru tentang sesuatu masalah yang belum dipahaminya.
  • Memotivasi dan menimbulkan kompetisi belajar.
  • Melatih anak didik untuk berpikir dan berbicara secara sistematis berdasarkan pemikiran yang orisinil.

Adapun kelebihan metode tanya jawab adalah sebagai berikut

a. Kelebihan Metode Tanya Jawab

  • Pertanyaan dapat menarik dan memusatkan perhatian peseta didik, sekalipun ketika itu peserta didik sedang ribut, yang mengantuk kembali segar dan hilang kantuknya.
  • Merangsang pesesrta didik untuk melatih dan mengembangkan daya pikir, termasuk daya ingatan. Baca juga Cara Mudah Mengingat Dengan Mind Palace
  • Mengembangkan keberanian dan ketrampilan peserta didik dalam menjawab dan mengemukakan pendapat.

b. Kelemahan Metode Tanya Jawab

  • Peserta didik meras takut, apalagi bila guru kurang dapat mendorong siswa untuk berani, dengan menciptakan suasana yang tidak tegang, melainkan akrab.
  • Tidak mudah membuat pertanyaan yang sesuai dengan tingkat berfikir dan mudah dipahami pesesrta didik.
  • Waktu sering banyak terbuang, terutama apabila peserta didik tidak dapat menjawab pertanyaan sampai dua atau tiga orang dan terjadi perdebatan.
  • Dalam jumlah peserta didik yang banyak, tidak mungkin cukup waktu untuk memberikan pertanyaan kepada setiap pesesrta didik.

3. Metode Diskusi

Metode diskusi merupakan salah satu cara memecahkan masalah yang dihadapi, baik dua orang atau lebih yang masing-masing mengajukan argumentasinya untuk memperkuat pendapatnya. Diskusi pada dasarnya ialah tukar menukar informasi, pendapat dan pengalaman untuk mendapat pengertian bersama yang lebih jelas dan lebih teliti tentang suatu masalah. Ada jenis metode diskusi di sekolahan yang dilihat dari orang yang berperan di dalam diskusi, sebagai berikut:

1. Guru berperan sebagai pusat diskusi, yaitu guru memiliki peran yang lebih dominan di dalam diskusi dibanding dengan muridnya. Biasanya peran murid dalam metode ini akan cenderung lebih sedikit.

2. Murid sebagai pusat diskusi, yaitu murid memiliki peran yang cukup besar di dalam jalannya diskusi. Para murid dituntut lebih aktif pada jenis diskusi jenis ini.

a. Keunggulan  Metode Diskusi

  • Melatih peserta didik mengembangkan ketrampilan bertanya, berkomunikasi, menafsirkan dan menyimpulkan bahasan
  • Melatih dan membentuk kestabilan sosio-emosional
  • Mengembangkan kemampuan berpikir sendiri dalam memecahkan masalah sehingga tumbuh konsep diri yang lebih positif.
  • Mengembangkan keberhasilan peserta didik dalam menemukan pendapat
  • Melatih peserta didik untuk berani berpendapat tentang sesuatu masalah
  • Merangsang kreativitas anak didik dalam bentuk ide, gagasan, prakarsa dan trobosan baru dalam pemecahan suatu masalah
  • Mengembangkan sikap menghargai pendapat orang lain
  • Memperluas wawasan.
  • Membina untuk terbiasa musyawarah untuk mufakat dalam memecahkan masalah

Pada umumnya hasil dari diskusi ini adalah berupa kesimpulan dari masalah akan dapat dengan mudah diingat oleh peserta didik. Hal itu terjadi karena, para peserta didik mengikuti alur berdiskusi dan mendapatkan hal-hal yang menurut mereka menarik.

b. Kelemahan Metode Diskusi

  • Pembicaraan terkadang menyimpang sehingga memerlukan waktu yang panjang
  • Tidak dapat dipakai pada kelompok yang besar
  • Peserta didik mendapat informasi yang terbatas
  • Mungkin dikuasai oleh orang-orang yang suka berbicara atau ingin menonjolkan diri.

Dalam metode ini pastinya setiap peserta dituntut untuk aktif, dan tentu tidak semua peserta didik mampu mengikuti metode tersebut. Metode ini lebih cenderung diisi oleh peserta didik yang memang dianggap pandai dan para murid yang berani berbicara. Maka dari itu, bagi peserta didik  yang kurang berani, mereka akan memiliki peluang yang kecil untuk bisa berpartisipasi dalam jalannya diskusi.

Baca juga  Apa Itu Introvert? (Wajib Baca)

Berbeda lagi jika seorang guru memang mewajibkan setiap peserta didik untuk bicara. Jika guru tidak mampu mengatur jalannya diskusi, maka arah perdiskusian tidak akan terarah dengan baik dan bisa jadi jalannya diskusi akan keluar dari pembahasan. Maka dapat disimpulkan bahwa metode diskusi membutuhkan banyak waktu bahkan bisa jadi tidak berjalan dengan efektif.

Baca Juga  Diskriminasi: Pengertian, Jenis, Tipe dan Dampak, Lengkap!!

4. Metode Penugasan

metode belajar penugasan
Source: Kaboompics .com

Metode tugas adalah suatu cara mengajar yang dicirikan oleh adanya kegiatan perencanaan antara peserta didik dengan guru mengenai suatu persoalan atau problema yang harus diselesaikan dan dikuasai oleh peserta didik dalam jangka waktu tertentu yang disepakati bersama antara peserta didik dan guru. Ada langkah-langkah yang harus di ikuti dalam penggunaan metode tugas atau resitasi yaitu:

  • Fase pemberian tugas. Tugas yang diberikan kepada sisiwa hendaknya mempertimbangkan: Tujuan yang akan dicapai, Jenis tugas yang jelas dan tepat sehingga anak mengerti apa yang ditugaskan tersebut, Sesuai dengan kemampuan siswa, dan ada petunjuk/sumber yang dapat membantu pekerjaan siswa. Sediakan waktu yang cukup untuk mengerjakan tugas tersebut.
  • Langkah pelaksanaan tugas. Diberikan bimbingan/pengawasan oleh guru, diberikan dorongan sehingga anak mau bekerja, diusahakan/dikerjakan oleh siswa sendiri, tidak menyuruh orang lain, dianjurkan agar siswa mencatat hasil-hasil yang ia peroleh dengan baik dan sistematik.
  • Fase mempertanggung jawabkan tugas. Hal yang harus dikerjakan pada fase ini: Laporan siswa baik lisan/tertulis dari apa yang telah dikerjakannya, ada tanya jawab/diskusi kelas. Penilaian hasil pekerjaan siswa baik dengan tes maupun non tes atau cara lainnya. Fase mempertanggung jawabkan tugas inilah yang disebut “resitasi”. Metode tugas dan resitasi mempunyai beberapa keunggulan dan kelemahan antara lain:

a. Keunggulan Metode Penugasan

  • Lebih merangsang siswa dalam melakukan aktivitas belajar individual ataupun kelompok.
  • Dapat mengembangkan kemandirian siswa diluar penguasaan guru.
  • Dapat mengembangkan kreativitas siswa.
  • Mendorong siswa untuk melatih cara menulis yang baik.
  • Siswa cenderung lebih mengingat materi pelajaran yang disampaikan guru.
  • Melatih siswa untuk bertanggungjawab dan mengambil inisiatif.

b. Kelemahan Metode Penugasan

  • Siswa sulit dikontrol, apakah benar ia yang mengerjakan tugas ataukah orang lain.
  • Khusus untuk tugas kelompok, tidak jarang yang aktif mengerjakan dan menyelesaikannya adalah anggota tertentu saja, sedangkan anggota lainnya tidak berpartisipasi dengan baik.
  • Tidak mudah memberikan tugas yang sesuai dengan perbedaan individu siswa.
  • Sering memberikan tugas yang monoton (tidak bervariasi) dapat menimbulkan kebosanan siswa.
  • Sulit untuk mengevaluasi apakah siswa benar-benar memahami resume yang telah dibuatnya.

5. Metode Demosntrasi

Metode pembelajaran demontrasi merupakan metode pembelajaran yang sangat efektif untuk menolong siswa mencari jawaban atas pertanyaan-pertanyaan seperti: Bagaimana cara mengaturnya? Bagaimana proses bekerjanya? Bagaimana proses mengerjakannya. Demonstrasi sebagai metode pembelajaran adalah bilamana seorang guru atau seorang demonstrator (orang luar yang sengaja diminta) atau seorang siswa memperlihatkan kepada seluruh kelas sesuatau proses. Misalnya bekerjanya suatu alat pencuci otomatis, cara membuat kue, dan sebagainya.

a. Keunggulan Metode Demonstrasi :

  • Perhatian siswa dapat lebih dipusatkan.
  • Proses  belajar siswa  lebih terarah pada materi yang sedang dipelajari.
  • Pengalaman dan kesan sebagai hasil pembelajaran lebih melekat dalam diri siswa.
  • Informasi lebih mudah dimengerti karena melalui praktik langsung.
  • Dapat meminimalisir kemungkinan kesalahan pengertian karena bukti konkret terlihat.
  • Siswa lebih mudah memahami informasi yang disampaikan pengajar.

Kelemahan metode Demonstrasi :

  • Siswa kadang kala sukar melihat dengan jelas benda yang diperagakan.
  • Sukar dimengerti jika didemonstrasikan oleh pengajar yang kurang menguasai apa yang didemonstrasikan.
  • Tidak semua materi pelajaran dapat didemonstrasikan.
  • Tenaga pengajar harus orang yang sangat paham mengenai materi yang diajarkan.
  • Hanya efektif bila siswa tidak terlalu banyak

6. Metode Karyawisata

Ini adalah metode belajar dengan memanfaatkan lingkungan atau tempat-tempat tertentu yang memiliki sumber ilmu bagi siswa. Metode ini harus mendapat pengawasan langsung dari guru. Metode karyawisata juga merupakan suatu bentuk mengajar di mana dalam menyampaikan pelajaran, pendidik mengajak peserta didik untuk mengunjungi dan mengamati secara langsung kepada objek yang akan dipelajari yang terdapat di luar kelas. Selain peserta didik mempelajari objek mereka juga sekaligus rekreasi.

Keunggulan Metode Karyawisata

  • Memiliki prinsip pengajaran modern yang memanfaatkan lingkungan nyata dalam pengajaran.
  • Menjadikan pelajaran di sekolah lebih relevan dengan kenyataan dan kebutuhan di masyarakat.
  • Merangsang kreativitas siswa.
  • Informasi sebagai bahan pelajaran lebih luas.
  • Memanfaatkan interaksi langsung dengan lingkungan alam dan tempat-tempat tertentu.
  • Kegiatan pengajaran lebih menyenangkan dan menarik.
  • Merangsang siswa untuk lebih kreatif dalam berpikir dan menyampaikan pendapat.

Kelemahan Metode Karyawisata

  • Membutuhkan biaya yang cukup besar.
  • Kegiatan harus direncanakan dengan matang.
  • Harus melalui persetujuan dari banyak pihak, baik pihak sekolah, orang tua, dan pihak lainnya.
  • Faktor keselamatan menjadi hal yang sangat penting untuk diperhatikan.
  • Banyak siswa yang lebih mengutamakan tujuan rekreasi ketimbang tujuan pembelajaran.
  • Memerlukan koordinasi dengan guru serta bidang studi lain agar tidak terjadi tumpang tindih waktu dan kegiatan selama karyawisata.

7.  Metode Latihan

Metode yang dapat digunakan untuk menyampaikan materi pelajaran atau informasi melalui bentuk latihan-latihan. Metode latihan mendidik murid ini berfungsi untuk melatih keterampilan fisik serta mental. Metode latihan memiliki berbagai tujuan. salah satu tujuannya adalah  untuk melatih mental setiap murid untuk terbiasa dalam hal-hal tertentu. Sedangkan latihan adalah teknik mendidikan murid agar memiliki dan mengembangkan keterampilan.

Dalam penerapan metode latihan ini, perlu diperhatian beberapa hal, misalnya saja sebagai berikut:

Jenis latihan yang digunakan berbeda dengan latihan sebelumnya. Situasi yang berbeda bisa jadi memberikan kondisi respon yang berbeda pula. Untuk mengetahui tujuan dari adanya latihan, perlu dikaitkan dengan nilai latihan serta keseluruhan pelajaran di sekolah. Manfaatnya adalah untuk mengetahui seberapa jauh pengaruh latihan terhadap hasil proses belajar mengajar. Metode ini sangat berkaitan dengan pembentukan kecerdasan motorik anak seperti kecerdasan dalam menyelesaikan permasalahan pada situasi dan kondisi tertentu. Untuk dapat mencapai tujuan pembelajaran dengan baik, seorang pengajar harus senantiasa memperhatikan muridnya. Terutama terkait perhatian dan minat mereka terkait materi yang sedang dipelajari.

a. Keunggulan Metode Latihan Keterampilan

  • Metode latihan keterampilan dapat membangun kecerdasan motorik
  • Memberikan stimulus keterampilan-keterampilan yang dimiliki murid
  • Memudahkan peserta didik menghafal sesuatu
  • Cenderung meningkatkan peserta didik mendapatkan kecerdasan mental.
  • Membangun kebiasaan-kebiasaan yang baik, serta bisa meningkatkan ketepatan dan kecepatan dalam mengerjakan sesuatu.

b. Kelemahan Metode Latihan Keterampilan

  • Mengurangi ide, kreatifitas dan inisiatif seorang murid
  • Selalu diarahkan untuk sesuai dengan apa yang diinginkan gurunya.
  • Cenderung menghambat bakat murid karna etiap siswa yang sudah terbiasa dengan rutinitasnya bisa saja jenuh
  • Bahkan efek yang paling buruk adalah kesulitan dalam menyesuaikan lingkungan baru.

8. Metode Perancangan

Metode pembelajaran dengan cara memberikan tugas pada setiap murid. Tugas yang diberikan guru adalah untuk merancang sebuah proyek yang nantinya akan diteliti sebagai obyek kajian murid. Hal ini dilakukan dengan tujuan untuk memancing para murid supaya bisa menciptakan suatu hal baru.

a. Keunggulan Metode Perancangan

  • Metode perancangan ini adalah untuk mengajarkan kepada murid agar membuka cakralawa berpikir yang lebih luas.
  • melatih murid melihat sudut padang yang baru, murid akan lebih mudah dalam menyelesaikan suatu permasalahan.
  • Murid akan belajar dalam mengaplikasikan setiap keterampilan, pengetahuan, dan sikap yang terpadu sampai menjadi kebiasaan.

b. Kelemahan Metode Perancangan

  • Membutuhkan dukungan negara dalam penerapannya.
  • Untuk menerapkan metode ini juga membutuhkan orang yang ahli untuk menjalankan metode ini.
  • Terkendala masalah biaya
  • Pembahasan materi harus senantiasa dicocokan dengan kebutuhan murid
  • Kemungkinan untuk selalu berubah-ubah cukup besar, bisa jadi akan jauh dari pokok pembahasan materi.

9. Metode Percobaan

Pengertian metode percobaan adalah jenis metode pembelajaran dengan bentuk memberikan kesempatan kepada murid untuk mengerjakan suatu percobaan. Metode percobaan ini bisa dilakukan perorangan atau kelompok. Untuk mengerjakannya pun juga dibutuhkan beberapa kali dengan menggunakan alat dan tempat yang dikhususkan.

Misalnya saja melakukan percobaan di dalam laboratoriun kimia. Dalam mengerjakan metode ini, setiap murid mengerjakan percobaan dengan beberapa proses. Seperti penyiapan bahan dan alat, percobaan, pengamatan dan pencatatan hasil dari percobaan. Kemudian hasil akhirnya akan diserahkan kepada guru.  Dan biasanya dengan melakukan presentasi hasil percobaan tiap individu atau kelompok.

Tujuan dari pelaksanaan metode percobaan adalah agar setiap murid secara mandiri berusaha untuk mencari solusi permasalah yang sedang dihadapi. Dengan adanya metode ini juga bermanfaat agar murid terbiasa berpikir secara kritis, sistematis dan ilmiah.

Baca Juga  Mengkupas Tuntas Model Pembelajaran Kooperatif Dari A-Z

a. Kunggulan Metode Percobaan

  • Membuat murid menjadi lebih berani dapat memberikan suatu kesimpulan atau kebenaran.
  • Murid  juga dapat mengembangkan sikap dalam mengeksplorasi mengenai ilmu yang telah didapatnya.
  • Hasil yang diinginkan dengan menggunakan metode ini adalah supaya kelak para murid dapat menemukan hal-hal baru

b.Kelemahan Metode Percobaan

  • Terbatasnya sarana dan prasarana seperti alat alat percobaan
  • Eksperimen atau percobaan membutuhkan waktu yang cukup banyak
  • Murid harus meninggalkan percobaan atau eksperimen tersebut untuk mengejar materi yang belum disampaikan.
  • Metode ini hanya tepat digunakan pada beberapa bidang saja seperti teknologi modern dan sains dan penggunaannya terbatas.

10. Metode Debat

Dalam metode ini, siswa saling beradu argumentasi, baik secara perorangan maupun berkelompok. Debat tersebut dilakukan secara formal dengan aturan tertentu dimana tujuannya untuk membahas suatu permasalahan dan cara penyelesaian masalah.

a. Keunggulan Metode Debat

  • Melatih kerjasama dan kerja kelompok para siswa.
  • Melatih siswa untuk menyampaikan dan mempertahankan argumentasinya.
  • Mendorong siswa untuk mencari informasi untuk memperkuat argumentasinya.
  • Melatih kemampuan menyampaikan pendapat dan rasa percaya diri siswa.

b. Kelemahan Metode Debat

  • Seringkali menimbulkan argumentasi yang tidak ada penyelesaiannya.
  • Hanya siswa tertentu saja yang melakukan kegiatan debat.
  • Pendapat yang disampaikan seringkali tidak memiliki intisari dan hanya berisi sanggahan.

11. Metode Skrip Kooperatif

metode belajar kooperatif
Source : pexels.com (@startup-stock-photos)

Metode pembelajaran ini memasangkan siswa dan menuntut siswa untuk menyampaikan intisari dari materi pelajaran secara lisan. Pada akhir sesi, guru akan memberikan kesimpulan dari pokok materi pelajaran.

a. Keunggulan Metode Skrip Kooperatif 

  • Melatih siswa dalam mendengarkan, menyimpulkan, dan menyampaikan intisari dari materi.
  • Melatih siswa untuk lebih berani dan percaya diri di dalam kelas.
  • Siswa lebih aktif berpartisipasi secara keseluruhan.

b. Kelemahan Metode Skrip Kooperatif

  • Metode ini hanya dapat diterapkan pada bidang studi tertentu.
  • Hanya bisa dilakukan dengan dua group dan dua orang berpasangan.

12. Metode Pembelajaran Mind Maping

Metode ini menerapkan cara berpikir yang runtun terhadap suatu permasalahan, bagaimana terjadinya masalah, dan bagaimana penyelesaiannya. Dengan metode ini, siswa dapat meningkatkan daya analisis dan berpikir kritis sehingga memahami masalah dari awal hingga akhir.

a. Keunggulan Metode Mind Maping

  • Metode pembelajaran ini dianggap lebih efektif dan efisien.
  • Munculnya ide baru yang digambarkan dalam diagram.
  • Alur berpikir siswa lebih efektif sehingga bermanfaat bagi kehidupannya.

b. Kelemahan Metode Mind Maping

  • Dibutuhkan pengetahuan dengan banyak membaca sebelum membuat mapping.
  • Tidak semua siswa dapat terlibat dalam kegiatan.
  • Beberapa detail informasi mungkin akan hilang dari dalam mapping.
  • Kemungkinan besar orang lain tidak mengerti mind mapping yang dibuat temannya karena hanya berisi poin inti.

13. Metode Pembelajaran Inquiry

Metode pembelajaran ini dapat mendorong para siswa untuk menyadari apa saja yang telah diperoleh selama belajar. Dalam metode ini melibatkan intelektual dan mendorong siswa memahami bahwa apa yang telah dipelajari adalah sesuatu yang berharga.

a. Keunggulan Metode Inquiry

  • Terjadi peningkatan kemampuan ingatan dan pemahaman terhadap materi pembelajaran oleh siswa karena pengetahuan atau informasi yang mereka peroleh berdasarkan pengalaman belajar mereka yang otentik.
  • Model pembelajaran inkuiri meningkatkan keterampilan siswa dalam pemecahan masalah pada situasi-situasi baru dan berbeda yang mungkin mereka dapati pada saat-saat lain (mendatang).
  • Model pembelajaran inkuiri membantu guru secara simultan meningkatkan motivasi belajar siswa.
  • Siswa dalam model pembelajaran inkuiri akan belajar bagaimana mengatur diri mereka sendiri untuk belajar.
  • Konsep-konsep dasar suatu materi pembelajaran akan dapat diingat dan mengendap dengan baik dalam memori siswa.
  • Langkah-langkah model pembelajaran inkuiri memungkinkan siswa mempunyai waktu yang cukup untuk mengasimilasi dan mengakomodasi setiap informasi yang relevan yang mereka peroleh.
  • Model pembelajaran inkuiri memberikan dorongan secara tidak langsung kepada siswa untuk bekerja sama, bersikap objektif, jujur, percaya diri, penuh tanggung jawab, berbagi tugas dan sebagainya.

B. Kelemahan Metode Inquiry

  • Permasalahan dengan waktu yang dialokasikan. Apabila guru dan siswa belum begitu terbiasa melaksanakan model pembelajaran inkuri, maka ada kemungkinan yang besar waktu tidak dapat dimanajemen dengan baik.
  • Pembelajaran inkuri yang dilakukan oleh siswa dapat melenceng arahnya dari tujuan semula karena mereka belum terbiasa melakukannya. Seringkali siswa justru mengumpulkan informasi yang tidak relevan dan tidak begitu penting.
  • Pada akhir suatu pembelajaran yang menerapkan model pembelajaran inkuri, bisa saja setelah segala upaya dan kerja keras yang dilakukan oleh siswa dan kelompoknya ternyata membuahkan hasil yang salah, keliru, kurang lengkap, atau kurang bagus.
  • Akan terjadi hambatan dalam pelaksanaan model pembelajaran inkuiri ini pada siswa-siswa yang telah terbiasa menerima informasi dari guru. Siswa-siswa yang tidak terbiasa akan ragu-ragu dalam bertindak sehingga seringkali pembelajaran macet di tengah jalan. Kesabaran guru di awal-awal pelaksanaan model pembelajaran ini sangat diperlukan.
  • Jika jumlah siswa di dalam kelas terlalu banyak, maka guru mungkin akan mengalami kesulitan untuk memfasilitasi proses belajar seluruh siswa.

14. Metode Pembelajaran Discovery

Metode discovery dilakukan dengan cara mengembangkan cara belajar siswa aktif, mandiri, dan memiliki pemahaman yang lebih baik. Dalam hal ini, siswa mencari jawaban terhadap pertanyaannya sendiri sehingga mengingatnya lebih baik.

a. Keunggulan Metode discovery

  • Mengembangkan kemampuan kognitif siswa.
  • Siswa dapat berpikir lebih luas dan lebih mandiri.
  • Meningkatkan motivasi dan rasa percaya diri siswa melalui penemuan yang dilakukannya.
  • Meningkatkan hubungan timbal-balik antara siswa dan guru.

b. Kelemahan Metode Discovery

  • Metode ini hanya cocok untuk kelas yang kecil.
  • Siswa harus memiliki persiapan metal dalam proses belajar.
  • Siswa lebih memperdulikan penemuannya ketimbang memperhatikan keterampilan dan sikap.
  • Tidak semua penemuan dapat memecahkan masalah.

15. Metode Berbagi Peran

Metode pembalajaran dengan cara berbagi peran (role playing) dilakukan dengan melibatkan siswa untuk memerankan suatu karakter atau situasi tertentu. Metode ini dapat melatih komunikasi siswa dalam berinteraksi dengan orang lain.

a. Keunggulan Metode Berbagi Peran

  • Siswa dapat mempraktikkan materi pelajaran secara langsung.
  • Melatih rasa percaya diri siswa dengan melakukan peran tertentu di depan kelas.
  • Siswa lebih memahami materi pelajaran.

b. Kelemahan Metode Berbagi Peran

  • Sebagian siswa tidak menyukai metode seperti ini.
  • Siswa yang introvert umumnya sulit mengikuti metode role playing.

16. Metode Pembelajaran Jigsaw

Pembelajaran kooperatif tipe jigsaw adalah suatu tipe pembelajaran kooperatif  yang terdiri dari beberapa anggota dalam satu kelompok yang bertanggung jawab atas penguasaan bagian materi belajar dan mampu mengajarkan bagian tersebut kepada anggota lain dalam kelompoknya. Model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw merupakan model pembelajaran kooperatif, dengan siswa belajar dalam kelompok kecil yang terdiri dari 4-6 orang secara heterogen dan bekerjasama saling ketergantungan yang positif dan bertanggung jawab atas ketuntasan bagian materi pelajaran yang harus dipelajari dan menyampaikan meteri tersebut kepada anggota kelompok yang lain.

a. Keunggulan Metode Jigsaw

  • Mempermudah pekerjaan guru dalam mengajar, karena sudah ada kelompok ahli yang bertugas menjelaskan materi kepada rekan-rekannya.
  • Mengembangkan kemampuan siswa mengungkapkan ide atau gagasan dalam memecahkan masalah tanpa takut membuat salah.
  • Dapat meningkatkan kemampuan sosial: mengembangkan rasa harga diri dan hubungan interpersonal yang positif.
  • Siswa lebih aktif dalam berbicara dan berpendapat karena siswa diberikan kesempatan untuk berdiskusi dan menjelaskan materi pada masing-masing kelompok.
  • Siswa lebih memahami materi yang diberikan karena dipelajari lebih dalam dan sederhana dengan anggota kelompoknya.
  • Siswa lebih menguasai materi karena mampu mengajarkan materi tersebut kepada teman kelompok belajarnya.
  • Siswa diajarkan bagaimana bekerja sama dalam kelompok
  • Materi yang diberikan kepada siswa dapat merata.
  • Dalam proses belajar mengajar siswa saling ketergantungan positif

b. Kelemahan Metode Jigsaw

  • Siswa yang tidak memiliki rasa percaya diri dalam berdiskusi maka akan sulit dalam menyampaikan materi pada teman.
  • Siswa yang aktif akan lebih mendominasi diskusi, dan cenderung mengontrol jalannya diskusi.
  • Siswa yang memiliki kemampuan membaca dan berpikir rendah akan mengalami kesulitan untuk menjelaskan materi apabila ditunjuk sebagai tenaga ahli.
  • Siswa yang cerdas cenderung merasa bosan.
  • Siswa yang tidak terbiasa berkompetisi akan kesulitan untuk mengikuti proses pembelajaran.
  • Penugasan anggota kelompok untuk menjadi tim ahli sering tidak sesuai antara kemampuan dengan kompetensi yang harus dipelajari.
  • Keadaan kondisi kelas yang ramai, sehingga membuat siswa kurang bisa berkonsentrasi dalam menyampaikan pembelajaran yang dikuasainya.
Baca Juga  Cara Belajar Super Efisien Dengan 5 Gaya Belajar Manusia

17. Metode Team Teaching

Pada dasarnya ialah metode mengajar dua orang guru atau lebih bekerja sama mengajar sebuah kelompok siswa, jadi kelas dihadapi beberapa guru. Sistem regu banyak macamnya, sebab untuk satu regu tidak senantiasa guru secara formal saja, tetapi dapat melibatkan orang luar yang dianggap perlu sesuai dengan keahlian yang dibutuhkan. Hal-hal yang harus diperhatikan dalam pelaksanaan metode Team Teaching adalah harus ada program pelajaran yang disusun bersama oleh team tersebut, sehingga betul-betul jelas dan terarah sesuai dengan tugas masing-masing dalam team tersebut. Selain Itu Guru harus embagi tugas tiap topik kepada guru tersebut, sehingga masalah bimbingan pada siswa terarah dengan baik.

18. Metode Problem Solving (metode pemecahan masalah)

Metode problem solving bukan hanyasekadar metode mengajar, tetapi juga merupakan suatu metode berpikir, sebabdalam problem solving dapat menggunakan metode-metode lainnya yang dimulaidengan mencari data sampai pada menarik kesimpulan. Metode problem solving merupakan metode yang merangsang berfikir dan menggunakan wawasan tanpa melihat kualitas pendapat yang disampaikan olehsiswa. Seorang guru harus pandai-pandai merangsang siswanya untuk mencoba mengeluarkan pendapatnya.

a. Keunggulan Metode Problem Solving

  • Membuat pendidikan di sekolah menjadi lebih relevan dengan kehidupan, khususnya dengan dunia kerja
  • Membiasakan siswa menghadapi masalah dan memecahkan masalah tersebut secara terampil baik di dalam keluarga, masyarakat, dan jika bekerja kelak.
  • Merangsang kemampuan pengembangan kemampuan berfikir siswa secara kreatif dan menyeluruh.

b.  Kelemahan Metode Problem Solving

  • Memerlukan keterampilan guru dalam mementukan suatu masalah yang tingkat kesulitannya sesuai dengan tingkat berfikir siswa, tingkat sekolah dan kelasnya, serta pengetahuan dan pengalaman siswa.
  • Memerlukan waktu yang panjang

19. Project Method

Project Method adalah metode perancangan adalah suatu metode mengajar dengan meminta peserta didik merancang suatu proyek yang akan diteliti sebagai obyek kajian. bisa disebut jug yaitu suatu metode mengajar dimana pendidik harus merancang suatu proyek yang akan diteliti sebagai obyek kajian.

a. Keunggulan Metode Perancangan (Project Methode)

  • Dapat merombak pola pikir anak didik dari yang sempit menjadi lebih luas dan menyuluruh dalam memandang dan memecahkan masalah yang dihadapi dalam kehidupan.
  • Melalui metode ini, anak didik dibina dengan membiasakan menerapkan pengetahuan, sikap, dan keterampilan dengan terpadu, yang diharapkan praktis dan berguna dalam kehidupan sehari-hari.

b. Kelemahan Metode Perancangan (Project Method)

  • Kurikulum yang berlaku di negara kita saat ini, baik secara vertikal maupun horizontal, belum menunjang pelaksanaan metode ini.
  • Organisasi bahan pelajaran, perencanaan, dan pelaksanaan metode ini sukar dan memerlukan keahlian khusus dari guru, sedangkan para guru belum disiapkan untuk ini.
  • Harus dapat memilih topik unit yang tepat sesuai kebutuhan anak didik, cukup fasilitas, dan memiliki sumber-sumber belajar yang diperlukan.
  • Bahan pelajaran sering menjadi luas sehingga dapat mengaburkan pokok unit yang dibahas.

20. Metode Bagian (Taileren Method)

Teileren Method yaitu suatu metode mengajar dengan menggunakan sebagian-sebagian,misalnya ayat per ayat kemudian disambung lagi dengan ayat lainnya yang tentusaja berkaitan dengan masalahnya

21. Metode Global (ganze method)

yaitu suatu metode mengajar dimana siswa disuruh membaca keseluruhan materi, kemudian siswa meresume apa yang dapat mereka serap atau ambil intisaridari materi tersebut.

22. Metode Ceramah Plus

Metode ceramah plus adalah metode mengajar yang menggunakan lebih dari satu metode, yakni metode ceramah gabung dengan metode lainnya.Dalam hal ini akan menguraikan tiga macam metode ceramah plus yaitu :

a. Metode ceramah plus tanya jawab dan tugas (CPTT)

Metode ini adalah metode mengajar gabungan antara ceramah dengan tanya jawab dan pemberian tugas. Metode campuran ini idealnya dilakukan secar tertib, yaitu :

  • Penyampaian materi oleh guru
  • Pemberian peluang bertanya jawab antara guru dan siswa.
  • Pemberian tugas kepada siswa

b. Metode Ceramah plus diskusi

Metode ini dilakukan secara tertib sesuai dengan urutan pengkombinasiannya, yaitu pertama guru menguraikan materi pelajaran, kemudian mengadakan diskusi, dan akhirnya memberi tugas.

c. Metode ceramah plus demonstrasi dan latihan (CPDL)

Metode ini dalah merupakan kombinasi antara kegiatan menguraikan materi pelajaran dengan kegiatan memperagakan dan latihan (drill).

23. Metode CTL (Contextual Teaching Learning)

Menurut Jonhson dalam Sugiyanto (2007) CTL adalah sebuah proses pendidikan yang bertujuan untuk menolong para siswa melihat siswa melihat makna didalam materi akademik yang mereka pelajari dengan cara menghubungkan subyek-subyek akademik dengan konteks dalam kehidupan keseharian mereka. Maka dapat disimpulkan bahwa CTL adalah konsep belajar yang membantu guru mengkaitkan antara materi yang diajarkanya dengan situasi dunia nyata siswa dan mendorong siswa membuat hubungan antara pengetahuan yang dimilikinya dengan penerapan dalam kehidupan sehari-hari.

a. Keunggulan Metode  CTL

  • Pembelajaran lebih bermakna, artinya siswa melakukan sendiri kegiatan yang berhubungan dengan materi yang ada sehingga siswa dapat memahaminya sendiri.
  • Pembelajaran lebih produktif dan mampu menumbuhkan penguatan konsep kepada siswa karena pembelajaran CTL menuntut siswa menemukan sendiri bukan menghafalkan
  • Menumuhkan keberanian siswa untuk mengemukakan pendapat tentang materi yang dipelajari.
  • Menumbuhkan rasa ingin tahu tentang materi yang dipelajari dengan bertanya kepada guru.
  • Menumbuhkan kemampuan dalam bekerjasama dengan teman yang lain untuk memecahkan masalah yang ada.
  • Siswa dapat membuat kesimpulan sendiri dari kegiatan pembelajaran.

b. Kelemahan Metode CTL

  • Bagi siswa yang tidak dapat mengikuti pebealajaran, tidak mendapatkan pengetahuan dan pengalaman yang sama dengan teman lainnya karena siswa tidak mengalami sendiri.
  • Perasaan khawatir pada anggota kelompok akan hilangnya karakteristik siswa karena harus menyesuaikan dengan kelompolnya.
  • Banyak siswa yang tidak senang apabila disuruh bekerjasama dengan yang lainnya, karena siswa yang tekun merasa harus bekerja melebihan siswa yang lain dalam kelompoknya.

24. Metode Problem Terbuka (OE, Open Ended)

Pembelajaran dengan problem (masalah) terbuka artinya pembelajaran yang menyajikan permasalahan dengan pemecahan berbagai cara (flexibility) dan solusinya juga bisa beragam (multi jawab, fluency). Pembelajaran ini melatih dan menumbuhkan orisinilitas ide, kreativitas, kognitif tinggi, kritis, komunikasi-interaksi, sharing, keterbukaan, dan sosialisasi. Siswa dituntut untuk berimprovisasi mengembangkan metode, cara, atau pendekatan yang bervariasi dalam memperoleh jawaban, jawaban siswa beragam. Selanjutnya siswa juga diminta untuk menjelaskan proses mencapai jawaban tersebut.

a. Keunggulan Open Ended

  • Mengedepankan  proses daripada produk yang akan membentuk pola pikir, keterpasuan, keterbukaan, dan ragam berpikir.
  • Kaya makna secara matematik dan kontekstual (gunakan gambar, diagram, table)
  • Mengembangkan permasalahan sesuai dengan kemampuan berpikir siswa, kaitkan dengan materi selanjutnya
  • Melatih kemandirian siswa
  • Terlatih dalam menyajikan masalah, pengorganisasian pembelajaran, perhatikan dan catat respon siswa, bimbingan dan pengarahan, membuat kesimpulan.

b. Kelemahan Open Ended

  • Terlalu sulit untuk beberapa siswa yang pasif
  • Terlalu banyak memakan waktu
  • Kurang teliti dalam memperhatikan gejala respon siswa

25.  Probing-prompting Method

Teknik probing-prompting adalah metode pembelajaran dengan cara guru menyajikan serangkaian pertanyaan yang sifatnya menuntun dan menggali sehingga terjadi proses berpikir yang mengaitkan pengetahuan setiap siswa dan pengalamannya dengan pengetahuan baru yang sedang dipelajari. Selanjutnya siswa mengkonstruksi konsep-prinsip-aturan menjadi pengetahuan baru, dengan demikian pengetahuan baru tidak diberitahukan.Dengan model pembelajaran ini proses tanya jawab dilakukan dengan menunjuk siswa secara acak sehingga setiap siswa mau tidak mau harus berpartisipasi aktif, siswa tidak bisa menghindar dari proses pembelajaran, setiap saat ia bisa dilibatkan dalam proses tanya jawab. Kemungkinan akan terjadi suasana tegang, namun demikian bisa dibiasakan. Untuk mengurangi kondisi tersebut, guru hendaknya serangkaian pertanyaan disertai dengan wajah ramah, suara menyejukkan, nada lembut. Ada canda, senyum, dan tertawa, sehingga suasana menjadi nyaman, menyenangkan, dan ceria. Jangan lupa, bahwa jawaban siswa yang salah harus dihargai karena salah adalah cirinya dia sedang belajar, ia telah berpartisipasi.

 

 

Sekian macam-macam metode pembelajaran yang ada. Semoga anda bisa memanfaatkan artikel ini dengan baik dan bisa memahami atau mempraktekkan beberapa dari sekian banyak metode di atas. Share ke teman anda jika bermanfaat.

Daftar Pustaka : Jurnal Metode Pembelajaran – Universitas Pendidikan Indonesia

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Check Also

4 Dampak Buruk Eksistensi Budaya Patriarki di Indonesia Bagi Perempuan

A. Apa Itu Budaya Patriarki? Patriarki merupakan sebuah sistem sosial yang menempatkan pri…