cara menghipnotis orang

Struktur dan Cara Menghipnotis Orang, Lengkap

Sejauh ini saya yakin Anda sudah paham tentang hipnosis dan pikiran manusia yang berhubungan dengannya. Jika belum, artinya Anda belum membaca mulai dari bab awal. Untuk itu silakan baca dahulu di sini

4 Langkah Belajar Hipnotis Untuk Pemula Hingga Berhasil.

Karena tujuan kita, untuk belajar cara menghipnotis orang. Maka kita harus melakukannya setahap-setahap agar hasil maksimal.

 

Struktur yang dimaksud adalah sebuah alur bagaimana sebuah proses hipnosis terjadi. Dan secara umum struktur ini menggambarkan proses hipnosis konvensional atau beberapa orang menyebutnya sebagai hipnosis formal.

Bukan berarti hipnosis modern tidak menggunakan struktur ini. Masih tetap berpegang dari struktur ini, namun lebih fleksibel dan variasinya pun tergantung dari kreativitas masing-masing.

Mereka tidak melulu harus melengkapi setiap proses untuk mencapai tujuan yang di inginkan.

Oleh karena itu tetap penting bagi Anda untuk mempelajari keseluruhan struktur ini. Dan setelah Anda selesai membacanya, Anda akan langsung mempraktikkan hipnosis sesuai struktur berikut.

Agar lebih mudah di pahami, saya bagi struktur ini menjadi tiga bagian utama :

  • Induction, Adalah proses di mana kita membawa subjek dari kondisi sadar menuju trance. Trance sendiri sudah saya bahas di  gelombang otak.
  • Suggestion, Di tahap ini kita memberikan sugesti yang berupa kalimat-kalimat yang telah kita susun sedemikian rupa agar subjek dapat menerimanya dengan baik.
  • Post-Hypnotic, Setelah sugesti di berikan maka di tahap ini kita akan melihat efek dari sugesti yang kita berikan kepada subjek.

Cukup mudah di pahami bukan?

Dari setiap struktur dasar yang telah saya sebutkan terdapat aturan dan tahap masing-masing. Meskipun tidak semua hipnotis menggunakan alur yang sama. Namun setidaknya secara garis besar tetap memenuhi ketiga bagian tersebut.

Kita akan kupas satu persatu, dan tolong Anda ingat bahwa setiap yang saya tulis ini saya rangkum sedemikian rupa.

Hanya bagian-bagian terpenting saja yang saya kemukakan, agar Anda dapat segera mempraktikkannya tanpa terbebani teori yang begitu banyaknya.

 

 

 A. Induction

Seperti yang sudah saya jelaskan tadi, induction atau induksi merupakan gerbang awal yang harus kita jalani. Di sinilah peran kita sebagai hipnotis untuk dapat membawa subjek menuju trance dimulai.

Beberapa orang dapat langsung memberikan induksi secara cepat. Namun, untuk Anda saya harap lebih mempersiapkannya dengan matang.

Sebelum induksi inti di mulai, kita harus membuat suasana menjadi kondusif.

Subjek tidak takut/ menolak dan percaya sepenuhnya dengan kita.

Jangan berharap Anda dapat menghipnosis orang yang tidak percaya bahwa Anda dapat menghipnotis.

 

1. Langkah ini di sebut pre-induction.

Jadi gunakan kreativitas Anda, bagaimana caranya agar subjek percaya dengan Anda. Cara yang termudah adalah bayangkan, jika Anda bertemu dengan seseorang yang berkata mampu menghipnotis, seperti apa tingkah lakunya? cara bicaranya? dan pembawaannya?

Kemudian Anda tiru untuk Anda terapkan pada subjek Anda. Yang terpenting timbulkan kesan bahwa Anda seorang hipnotis yang kompeten.

Walaupun pada waktu itu pertama kali Anda mencobanya. Karena tidak ada seorang pun yang mau menjadi bahan percobaan, kan?

Jadi berpura-puralah menjadi ahli hipnotis

Dan setelah memberikan kesan yang benar. Kita yakinkan subjek bahwa hipnotis itu aman, hilangkan seluruh keraguan.

Kalau perlu berikan pengertian kepada subjek tentang hipnosis. Bahwa hipnosis itu hal alamiah yang terjadi kapan pun ketika kita fokus, seperti ketika menonton film dan membaca buku.

Gunakan kreativitas Anda berbekal dengan pemahaman tentang hipnosis seperti yang sudah saya jelaskan pada

Penjelasan Hipnosis.

Namun, tidak perlu secara menyeluruh juga.

 

2. Langkah selanjutnya, Tes Sugestibilitas.

Tes sugestibilitas bertujuan untuk mencari subjek yang pas dan mudah kita hipnosis. Tes ini sangat penting karena selain sebagai latihan subjek untuk menerima sugesti, dapat di gunakan juga sebagai eliminator peserta calon subjek kita. Terutama jika Anda ingin melakukan pertunjukan.

Maka lebih banyak calon subjek lebih baik, sehingga minimal ada beberapa orang yang sukses menjalani tes ini.

Untuk hipnotis yang lebih berpengalaman biasanya mampu membedakan tingkat sugestibilitas seseorang hanya dengan melihatnya. Namun untuk Anda sebaiknya ikuti tesnya terlebih dahulu.

Contoh skrip tes sugestibilitas. Contoh ini menggunakan teknik arm catalepsy.

silakan tutup mata Anda….., luruskan lengan kanan Anda ke depan sambil mengepalkan tangan…. tutup mata…..Saat ini …. bayangkan di pikiran Anda bahwa lengan kanan Anda menjadi kuat sekali seperti sebatang besi.…, besi yang sangat keras…. dan kaku….., sehingga tidak dapat di bengkokkan oleh siapa pun….. semakin Anda berusaha membengkokkan lengan Anda…., lengan Anda menjadi semakin keras dan kaku….”

Tentu saja skrip di atas tidak perlu Anda contoh persis. Modifikasi dan berikan sedikit perulangan untuk menyugesti bahwa lengannya lurus dan kaku.

Dan kata yang saya tebalkan merupakan kata-kata yang perlu Anda beri sedikit penekanan ketika mengucapkannya. Agar otak bawah sadar si subjek mengenali maksud sugesti kita.

Setelah itu, minta subjek untuk mencoba membengkokkan tangannya.

Untuk membuat orang lain percaya, maka Anda harus percaya terlebih dahulu. Click To Tweet

Yakini, kalau sugesti Anda berhasil. Jangan pernah sedikit pun menampakkan wajah dan gerik keraguan dan tanda tanya. Ini kesalahan yang saya alami dahulu ketika baru belajar. Saya tidak ingin Anda mengulanginya.

Jika kebetulan subjek Anda mudah, maka tangannya akan benar-benar kaku.

Jika tidak berhasil jangan khawatir, dan juga jangan mengatakan bahwa dia tidak bisa tadi hipnosis.

Cukup katakan bahwa tesnya berhasil sesuai dengan rencana. Yakinkan dia bahwa hal itulah yang benar. Dan dia telah siap untuk proses lebih lanjut. (Jika Anda praktik tes sugestbilitas ke satu orang, namun jika ke banyak orang pilih yang berhasil dalam tes ini saja).

Macam tes sugestibilitas pun banyak, namun yang perlu Anda pahami di sini adalah memberikan subjek tes berupa sugesti tanpa adanya induksi terlebih dahulu. Semakin baik responsnya dengan sugesti yang di berikan, semakin tinggi tingkat sugestibilitasnya.

Anda juga bisa meniru tes-tes yang di lakukan di tv atau di video-video. Mungkin nanti akan saya tuliskan daftar contoh, sebagai bonus.

 

3. Sekarang kita mulai Induksi.

Induksi ini adalah proses yang paling menakjubkan bagi orang awam. Mungkin Anda pernah melihat seorang hipnotis yang akan bersalaman dengan subjek lalu menarik tangannya dengan keras. Tidur!!!

Subjek-pun tergeletak lemas tertidur.

Atau sang hipnotis berkata, jika subjek melihat api akan tertidur. Api dinyalakan dan subjek tergeletak tidur. Itulah induksi.

Teknik induksi sangat banyak sekali. Namun pada dasarnya di bagi menjadi dua, induksi cepat dan induksi lambat.

Untuk induksi cepat seperti contoh yang telah saya deskripsikan, itu dapat berlaku pada orang-orang yang tingkat sugestibilitasnya tinggi. Untuk mengetahuinya, lakukan tes sugestibilitas.

Kali ini akan saya berikan skrip induksi yang lambat, agar Anda tidak terpaku untuk mencari orang yang tingkat sugestibilitasnya tinggi.

Dan sebagai bahan latihan untuk Anda dalam mengucapkan skrip.

Induksi dengan membingungkan pikiran,

” Baiklah…. saya akan menghitung mundur mulai dari angka 100 ke 99 dan seterusnya… saya minta Anda untuk menutup mata saat hitungan genap dan membuka mata saat hitungan ganjil. Cukup mudah bukan?

100… tutup mata Anda… tarik napas yang dalam… dan rileks… 99 buka mata… tarik napas yang dalam … 98 tutup mata Anda… bagus sekali. 97 buka mata … 96 tutup mata Anda … dan rasakan Anda berada dalam kondisi yang lebih rileks… 95 buka mata … 94 tutup mata Anda … rasakan setiap kali Anda menutup mata, Anda jauh lebih rileks 93 buka mata… dan kini Anda mulai merasakan kelopak mata Anda menjadi sangat berat … 92 tutup mata Anda… bagus sekali … niatkan untuk masuk lebih dalam lagi … lebih rileks  … saat Anda lupa untuk mengingat … atau mengingat untuk lupa… mata Anda akan tetap terkunci rapat … dan Anda merasakan kondisi dua kali lipat lebih rileks daripada sebelumnya… 91 silakan tutup mata Anda lagi… karena Anda menyukai kondisi ini… 90 tutup mata Anda dan masuk semakin dalam … 89 … 87 … 86 dan setiap kali Anda lupa untuk mengingat atau mengingat untuk lupa, buka atau tutup mata, ganjil atau genap… Anda masuk lebih dalam dan semakin dalam 82, 81 tidurlah… 80 tidur lebih lelap sambil tetap mendengar suara saya …”

Jangan menggerutu karena panjangnya skrip ini. Ini masih belum panjang, lagi pula mau panjang atau tidak tetaplah bukan masalah. Karena yang perlu Anda lakukan adalah baca dan pahami skripnya, lalu gunakan bahasa Anda sendiri.

Jangan terlalu kaku menjiplak sepenuhnya. Pahami setiap konsep yang terdapat pada skrip.

Tujuan dari skrip di atas adalah membuat otak subjek kebingungan dan lelah, harus memikirkan antara kapan membuka dan menutup mata, hingga kita arahkan untuk tidak lagi mengingat kapan harus menutup dan membuka.

Karena pikiran sadarnya lelah akhirnya melepaskan kesadarannya. Namun,

Setelah Anda melakukan induksi dan berhasil membuat si subjek terlelap, kita harus cepat membawanya lebih dalam lagi. Sedalam mungkin.

 

4. Dengan Deepening

Deepening atau pendalaman, adalah proses lanjutan dari deepening. Setelah Anda berhasil menginduksi subjek, Anda harus segera membawa subjek untuk masuk trance lebih dalam lagi.

Jika Anda telah membaca tantang Gelombang Otak tentu sudah paham jika trance juga memiliki level kedalaman yang berbeda-beda.

Semakin dalam trance yang di alami semakin kuat dan bermacam-macam pula jenis sugesti yang bisa berpengaruh pada subjek.

Untuk itu kita perlu proses pendalaman ini.

Berikut teknik deepening yang sering saya gunakan.

“Sambil Anda duduk santai di kursi Anda … bayangkan saat ini Anda berada di lantai dua sebuah rumah…. bayangkan saat ini Anda berada di bibir tangga. Tangga tersebut memiliki sepuluh anak tangga. Sekarang Anda bersiap-siap untuk turun perlahan-lahan ke lantai satu … nanti setiap kali Anda menuruni anak tangga… Anda menjadi semakin rileks… semakin santai… lebih nyenyak…

Baiklah… , saya akan mulai menghitung turun dari 10 ke 1 dan setiap hitungan turun… Anda mengikutinya dengan langkah turun ke tangga berikutnya dan membuat Anda semakin rileks… semakin lelap … semakin nyenyak….

Sepuluh, Anda mulai melangkah turun…. sembilan, semakin rileks…. delapan, Anda semakin turun dan semakin nyenyak…. tujuh, semakin nyaman … enam, dua kali lebih santai…. lima, lebih dalam lagi… empat, semakin dalam lagi…. bagus …. tiga, semakin santai dan semakin santai lagi… Satu, bagus sekali…. kini Anda benar-benar rileks dan sangat nyenyak….”

Membosankan bukan?

Terlalu banyak kata-kata yang di ulang. Seperti semakin nyenyak, semakin dalam, rileks dan sebangsanya.

Nah, di situlah bagusnya. Kenapa pikiran sadar mau melepaskan kendalinya adalah ketika dia lelah, membosankan dan bingung.

“Ah terserah sudah, bosan aku” seperti itu kan. Jadi pikiran sadar kita Ngga mau ikut campur lagi, terbukalah pikiran bawah sadar. Dan selamat! Misi kita berhasil. He he.

 

Ingat, sekali lagi bahwa ketika Anda membaca skrip tidak perlu harus persis. Modifikasi sesuai bahasa Anda, namun tetap pertahankan pokok dan tujuan dari skrip itu.

Tujuan skrip deepening tersebut adalah membawa subjek merasakan sensasi turun tangga. Sehingga dia merasa jatuh lebih dalam lagi.

Setelah kita berhasil membawa subjek ke dalam trance. Maka step selanjutnya adalah:

 

 

B. Suggestion

Sudah saatnya di bagian yang menyenangkan. Kita akan memberikan sugesti kepada subjek.

Namun, menyusun sugesti juga sesulit menyusun skrip induksi. Karena ini inti dari yang semua kita lakukan. Ngga ingin gagal karena salah menyusun sugesti bukan?

Kalimat sugesti sendiri di sarankan menggunakan acuan berikut:

  • Kata positif. Misal ‘jangan malas’ di positifkan dengan Anda rajin’. Sebisa mungkin hindari kata ‘tidak’ dan ‘jangan’.
  • Kata sederhana, mudah di pahami. Jangan menggunakan kata-kata yang tinggi kepada orang yang kira-kira tidak paham.
  • Gunakan kalimat yang menunjukkan sudah terjadi/ sekarang. Bukan akan, misalnya Anda akan. Langsung saja ‘Anda adalah’ dan lain sebagainya.
  • Gunakan kalimat-kalimat emosional dan imajinatif. ‘rasakan’ , ‘bayangkan’ dll.
  • Lakukan pengulangan, tapi seperlunya.

Dalam menyugesti kita dapat menggunakan dua tipe kalimat. Direct (kalimat langsung) dan indirect (tidak langsung)/ permisive (Permintaan/ ajakan).

Misal direct , “Ketika Anda bangun, Anda lupa siapa nama Anda”. Jadi berupa kalimat perintah secara langsung. Biasanya untuk kondisi trance yang sudah dalam.

Untuk indirect, misalnya “Saya minta Anda menuliskan nama Anda,… kemudian Anda hapus perlahan-lahan. Sampai nama Anda menghilang. Rasakan bahwa Anda mulai melupakan nama Anda….” dst. Sugesti indirect sering di gunakan untuk menyusun sugesti dalam hipnoterapi.

Ada beberapa hukum yang dominan dalam sugesti.

  • The law of reverse reaction. Jika ada dua sugesti yang bertentangan. Maka yang paling kuatlah yang dijalankan.
  • The law of repition. Dengan megulang-ulang sugesti, maka sugesti tersebut akan semakin kuat dan menjadi kebiasaan.
  • The law of dominance. Dalam memberikan sugesti, sang hipnotis memerankan dirinya sebagai superior. Seorang figur pemimpin/ orang tua/ guru/ bos yang memberi kesan bahwa kita memiliki kemampuan, pengalaman dan pengetahuan dalam semua hal.
  • The law of delayed action. Sugesti yang akan bekerja apabila syarat yang di berikan terpenuhi. Contoh, apabila Anda di menjadi pembicara hilang nerveous Anda. Sugestinya berjalan ketika dia di suruh menjadi pembicara.
  • The law of association. Ketika bisa menerima sugesti pertama, maka cenderung akan mudah menerima sugesti selanjutnya.

Sekarang Anda bisa menyusun sugesti sendiri. Sesuai keinginan Anda. Anggap seperti menyuruh orang misal untuk menelepon dengan sepatu, menjadi guru TK, ganti nama dll.

Namun, perlu diingat. Anda juga harus menghormati subjek, jangan mempermalukan dia.

Karena jika mereka kecewa, tidak ada orang yang mau Anda hipnotis. Anda juga bisa menawarkan keuntungan ketika Anda hipnotis, misal Anda sugesti menghilangkan stres, menjadi rajin, tidak mudah marah, lebih fresh dan masih banyak lagi.

Contoh sugesti lupa nama

“ Saya akan menghitung dari 1 sampai 3…., pada hitungan ke-3 nama Anda hilang di pikiran Anda. 1 … 2 … 3 (jentikkan jari). Nanti saat Anda membuka mata dan di tanya siapa nama Anda , entah kenapa Anda lupa siapa diri Anda …”

Contoh terapi sederhana, agar tidak mudah marah.

“Mulai saat ini dan seterusnya…., Anda menjadi pribadi yang sabar dan selalu berpikir positif serta terbuka agar dapat hidup lebih damai,… lebih baik,… lebih bijaksana da memberikan citra positif bagi keluarga, teman dan orang sekitar Anda …”

Sekarang kita menuju langkah terakhir.

 

 

C. Post-hypnotic

Setelah kita memberikan sebuah sugesti, tentu saja Anda ingin melihat dampak dari sugesti Anda tersebut bukan?

Nah, di tahap inilah kita bisa melihat sugesti kita berjalan  atau tidak. Namun sebelum itu, kita harus membangunkan subjek dari tidur hipnotisnya. Dengan …

 

Termination.

Yaitu kita membangunkan subjek dari kondisi trance menuju kondisi sadar sepenuhnya. Perlu diingat, yang sering saya alami dahulu subjek merasa pusing. Jangan khawatir, ternyata hal tersebut terjadi saat saya membangunkan subjek dengan cepat.

Gunakan kisaran waktu 30-60 detik untuk membangunkan. Contoh…

“Saya akan menghitung dari 1 sampai 5, pada hitungan ke lima Anda akan membuka mata dan mulai sadar. Persiapkan diri Anda. Satu … persiapkan diri Anda perlahan-lahan,…. dua, mulai rasakan kesadaran pada tangan da kaki Anda, …. tiga, Anda bisa mulai menggerakkan jari-jari Anda,… empat, Anda mulai sadar sepenuhnya, …. lima, buka mata Anda.

 

Nah, setelah subjek membuka mata, sekarang saatnya kita menguji sugestinya.

Namun, biasanya saya akan menanyakan perasaannya lebih dahulu, bagaimana rasanya selama proses. Apakah muncul perasaan nyaman, perasaan segar ketika bangun.

Setelah itu dengan PERCAYA DIRI, Anda uji sugestinya… Jangan sekali-kali menunjukkan keraguan. Karena pikiran bawah sadar subjek pintar, jika dia melihat Anda ragu maka pikira bawah sadarnya akan membatalkan sugestinya.

Walaupun seandainya gagal pun, Anda juga tidak bersalah kan? Jadi kenapa takut?

Nah, setelah Anda bersenang senang. Buat klien tidur lagi, dengan cara terserah Anda. Bisa menyuruh langsung tidur.

Lalu kembalikan sugestinya, katakan untuk menghilangkan sugesti yang Anda berikan tadi. Dan katakan untuk normal seperti sedia kala. Lalu bangunkan kembali seperti pada termination.

 

Anchoring

Tambahan, ada satu teknik yang bernama anchoring (jangkar). Jadi kita dapat membuat sugesti untuk anchor

Lebih mudahnya seperti ini, misalnya Anda menyugesti subjek untuk tertidur lagi ketika Anda menjentikkan jari.

Jadi ketika subjek bangun, dan tiba-tiba Anda menjentikkan jari dia akan segera tertidr lagi. Banyak aplikasi dari anchor ini. Contoh jika dia melihat rokok dia akan merasa rugi. Sehingga tidak mau merokok lagi.

Tergantung kreativitas Anda sendiri.

 

 

Dan satu lagi, siklus dari semua struktur itu bisa Anda ulang-ulang. Namun tidak perlu proses induksi yang lama. Contoh, setelah kita bermain-main dengan sugesti pertama Anda langsung mengatakan tidur, subjek akan tertidur.

Anda bersihkan sugesti pertama, dan beri sugesti kedua. Lakukan termination. Dan terus berulang-ulang sesuai keinginan Anda.

Jika seseorang telah dapat Anda hipnosis, mak kemungkinan besar sekali Anda dapat menghipnosisnya kembali dengan sangat mudah.

Namun hal ini tidak berlaku jika Anda membuat subjek malu atau kecewa. Oleh karena itu …

Mari kita bersenang-senang, namun tetap saling menghormati Click To Tweet

 

Sekian seri panduan belajar cara menghipnotis orang. Satu yang perlu Anda perhatikan, saya tidak ikut bertanggung jawab atas penyalahgunaan pengetahuan ini.

 

Digiprove sealCopyright protected by Digiprove © 2016-2017

Pikiran Para Pembaca

Ingin mendiskusikan pikiran?

Diskusikan Pikiranmu