Memori Palsu

Memori Palsu? Bagaimana cara menciptakannya!

Memori Palsu? apa dan bagaimana itu? mungkin sebagian dari anda akan bertanya seperti itu.

Sebelum memulainya saya ingin bertanya. Apakah anda yakin bahwa ingatan anda akurat? atau seberapa akuratkah ingatan anda? disini saya tidak menanyakan tentang kekuatan tapi hanya keakuratan, jadi jangan terlalu sungkan untuk menjawabnya 🙂

Ketika anda mengingat sebuah pensil warna hijau, anda pasti yakin bahwa anda mengingatnya secara akurat. Kita akan mengatakan pada diri kita bahwa apa yang kita ingat sudah pasti benar. Kita memutuskan tidak perlu lagi mengecek ingatan kita. Apakah benar itu pensil hijau, atau sebenarnya hijau kebiru-biruan, atau mungkin ini dan itu. Satu kelemahan kita adalah melewatkan tahap otentikasi (memeriksa keaslian) pada informasi yang tersimpan di ingatan kita. Padahal pikiran kita mudah sekali terkena ilusi, sehingga membuat kita merubah apa yang kita ingat. Hal ini di sebut false memory yang kurang lebih artinya adalah sebagai berikut: Mengingat kejadian yang tidak pernah terjadi, ataupun mengingatnya secara berbeda dari kejadian yang sesungguhnya terjadi.

Yang menjadi masalah adalah kita meyakini bahwa hal itu adalah kenyataannya. Karena tentu saja kita meyakini apa yang ada di dalam pikiran kita, sang pikiran kita pun akan berdalih bahwa memori yang ia ingat itu bersumber langsung dari indera kita. Dan kita tak mungkin mengingkari indera kita sendiri bukan? padahal jika kita mengamati, ingatan kita tidak seutuhnya terbentuk dari pengalaman namun juga terpengaruhi oleh faktor psikologis.

Sebenarnya hal ini sering terjadi pada diri kita, namun sebagai contoh akan saya ceritakan apa yang menimpaku 10 tahunan yang lalu. Waktu kecil aku harus keluar rumah ketika ingin ke kamar mandi, di tambah pula aku termasuk anak yang penakut. Saat itu aku kebelet dan di selimuti rasa takut yang amat sangat. Saat menimba air di sumur muncul perasaan tidak enak, seperti ada sesuatu yang mengawasiku dari atas. Aku merasakan hal itu seperti nyata sekali, dia di atas pohon kelapa. Aku bahkan tidak berani mendongakkan kepalaku ke atas. Aku pun bersegera menyelesaikan urusanku tanpa mengecek keatas. Namun perasaan itu sungguh nyata. Dan kini setelah 10 tahun berlalu, ketika ada teman bercerita pengalaman seramnya, aku menceritakan pengalamanku itu namun terdapat sesuatu yang aneh. Aku menceritakan bahwa aku menoleh ke atas dan di atas pohon kelapa itu terdapat sesosok makhluk puth berambut panjang. Itu yang kuingat, aku mengingatnya bahwa aku benar-benar melihat sosok itu. Setelah kuteliti ingatanku, ternyata aku tidak pernah melihatnya, yang kuingat itu adalah imajinasiku saja waktu kejadian itu. Namun, pikiran kita tidak bisa membedakan antara imajinasi dan memori, semuanya sama. Itu hanya sebagian kecil contoh bahwa false memori sangat mudah terjadi.

Berikut ini kita akan mencoba melakukan eksperimen, coba teman-teman sekalian baca deretan kata-kata dibawah ini. Baca dengan teliti namun dengan cepat. Coba ingat-ingatlah sebaik mungkin dalam waktu yang singkat. Karena kita akan mencoba membuat false memori.

memori palsu
Baca baik-baik dan dengan cepat

Baik setelah anda benar-benar yakin telah menyelesaikan setiap kata-kata dia atas, kita akan memulai tesnya sebentar lagi.

Namun sebagai perhatian, bagi teman-teman yang ingin melihat bagaimana false memori ini bekerja mohon jangan curang. Jangan melihat lagi daftar diatas. Karena jika anda melakukannya dengan benar, anda akan melihat sesuatu yang keren dari pikiran anda sendiri. Dan siapa tahu anda juga bisa memanfaatkannya untuk kehidupan. (Maksudmu memanipulasi ingatan teman?) saya tidak menyebutkan ke arah itu 😉

Oke ? baik kita mulai, lihat beberapa kata di bawah ini :

Puncak – Kursi – Tidur – Bangku – Lambat – Mobil – menguap – Gunung – Manis

Nah, dari kata-kata diatas coba anda pisahkan mana yang terdapat di daftar sebelumnya danmana yang tidak ada di daftar itu?

Coba pikirkan, seingat anda manakah yang ada dan manakah yang tidak ada. Tanpa melihat tabel daftar kata diatas. Jika anda sudah memutuskan, lanjutkan membaca!

Jika anda mengatakan puncak, bangku dan menguap ada dalam daftar. Maka anda benar.

Jika anda mengatakan Lambat, mobil dan manis tidak ada dalam daftar. Maka anda benar.

Namun bagaimana dengan kursi, tidur dan gunung.
Rasa-rasanya mereka ada dalam daftar kan? padahal kenyataanya mereka tidak ada sama sekali dalam daftar diatas. Bagaimana? jika anda benar-benar mengikutinya dengan benar, maka hal itu akan sangat terasa nyata sekali bahwa kata kursi, tidur dan gunung terdapat dalam daftar. Silahkan anda cek tabel itu lagi dan cari ketiga kata tersebut!

How Its Work

Begini, jangan dikira saya mengarang tentang ini. Sebenarnya tes diatas menjiplak dan bersumber dari sebuah jurnal psikologi “Creating False Memories: Remembering Words Not Presented in Lists” oleh Henry L. Roediger and Kathleen McDermott dari Rice University, Texas. Dan penelitian mereka itu juga berdasarkan dari penelitian sebelumnya yang di lakukan oleh  James Deese. (Saya tahu anda tidak mau menghiraukan mereka) Jadi langsung pada penjelasan mudahnya, mereka melakukan tes yang sama seperti diatas dan menunjukkan bahwa partisipan mengingat kata yang sebenarnya tidak ada dalam list. Tapi bagaimana ini bisa terjadi?

Berbeda dengan penjelasan ilmiah dari peneliti itu, saya akan jelasakan secara mudah dan sederhana ( toh anda kesini juga bukan untuk materi kuliah kan? 😉 ). Sebenarnya penjelasannya cukup mudah, keterkaitan secara psikologis. Maksudnya apa? coba lihat kembali daftar tabel diatas.

Kolom pertama, jika anda perhatikan semua kata-katanya saling berkaitan dan itu juga mengarah pada kata gunung (yang sebenarnya tidak ada dalam daftar itu kan?). Jadi mereka (maksudnya list kata-kata itu) sebenarnya berkaitan maknanya tidak berkaitan secara fisik kata tersebut. Hal ini menyebabkan sebuah imajinasi dari pikiran kita, ketika kita ucapkan puncak saja secara otomatis akan tercipta pula imajinasi gunung dalam benak. Apalagi jika kita di beri sederet kata yang mengarah kesana, maka terciptalah imajinasi yang kuat tentang gunung, alhasil kita merasa bahwa di dalam daftar kita membaca gunung di situ.

Masih kurang ngeh? Gini deh, masih ingat permainan tebak-tebakan tentang ini? itu yang contohnya seperti ini. Langit itu warnanya apa (putih),  Tissu warnanya apa (putih), sapi minumnya ?

Masih ingatkan dengan permainan itu, kita harus menjawabnya dengan cepat maka secara spontan kita akan menjawab susu. Padahal kan sapi juga minum air putih biasa, hal ini sama dengan penelitian false memory diatas, jadi sebenarnya orang indonesia sudah meneliti lewat guyonan ya wkwk.

Lihat konsepnya kan sama, warna putih memiliki asosiasi(hubungan) dengan susu. Otak kita di arahkan unutk memikirkan putih secara terus menerus, lalu dengan sedikit jegalan muncul kata sapi. Yang terjadi di otak kita muncul kata putih dan sapi, masih kurang lagi muncul kata minum. Muncullah asosiasi baru, yaitu susu (maksud pikiran kita minum susu sapi). jadi keluarlah jawaban spontan “susu”. 

Apakah harus yang berhubungan secara makna/ psikologis ? menurut saya iya sih.

Lantas jika menggunakan hubungan fisik/ bentuk ? Bisa saja, tapi akan sangat sulit dan butuh waktu yang lama. Karena pada dasarnya kita menciptakan ilusi pikiran, berupa imajinasi pikiran kita tanpa kita sadari. Sedangkan kita menciptakan imajinasi berdasarkan makna kata tersebut kan? bukan bentuk kata itu. Sebagai contoh, ketika kita mendengar kata burung dan buruh, yang muncul di benak kita adalah bentuk gambar burung dan seorang pekerja. Mereka sama sekali tidak berkaitan di dalam pikiran kita, meskipun dari mata kita melihat bentuk katanya mirip.

 

Memori Palsu, Bagaimana Cara membuatnya?

Ya anda bisa mengambil contoh-contoh diatas, kalau hanya sekedar ingin memperlihatkan ke teman anda mengenai false memory ini. Namun jika anda berharap menggunakan ini untuk memanfaatkannya dalam hidup anda, pasti anda kecewa dengan cara diatas. Saya tidak akan mengungkap terlalu jauh, namun akan saya berikan gambaran umumnya, sehingga anda dapat berkreasi dengan cara anda sendiri.

Arahkan perasaan orang. Jika anda amati mengenai gosip, cerita A bisa berubah menjadi cerita Z. Dari sumber berita A terus menyebar dari orang pertama dengan sedikit imbuhan berubah menjadi B, si orang kedua menanggapi dengan histeris sehingga berubah menjadi C sampai seterusnya ketika berita itu menyebar sudah berbeda dengan berita awalnya. Kenapa ini bisa terjadi? karena faktor suasana hati si pembicara dan pendengar mempengaruhi tentang apa yang akan tersimpan di pikiran kita. Cerita yang tersimpan sudah tidak murni lagi, mereka telah teracuni. Jika suasana baik bisa terlalu berlebihan baiknya, jika buruk terlalu berlebihan buruknya. Atau malah sebaliknya, sesuatu yang benar-benar lebih bisa menjadi sangat biasa-biasa.

Kaitkan diri Anda dengan suasana. Jika anda menginginkannya, anda dapat selalu mengaitkan diri anda dengan susana tertentu untuk memanipulasi nilai anda di mata orang lain. Munculkan diri anda saat seseorang bahagia, secara terus-menerus. Maka anda akan di anggap oleh pikiran orang tersebut bahwa anda membawa kebahagiaan. dan seterusnya. Ini dinamakan anchor/ jangkar (jangkar memori).

Ingat kembali dan rubah perasaan. Teknik ini sering di gunakan oleh para hipnoterapis, saya akan berikan contohnya, saya harap anda bisa memahami dan menyesuaikannya untuk kebutuhan anda sendiri. Ada seseorang yang takut menyebrangi suatu jembatan, walaupun itu jembatan yang lebar dan kokoh dari besi. Setelah di bawa ke hipnoterapis, ternyata orang itu memliki trauma di masa kecilnya. Di dapati bahwa dulu ketika kecil dia pernah terjebur ke sungai ketika melewati jembatan, hal ini menimbulkan trauma yang tidak masuk akal. Proteksi pikirannya sangat kuat sekuat rasa takutnya waktu itu. Untuk mengatasi hal ini, sang hipnoterapis membawa orang itu membayangkan saat kejadian masa kecil itu terjadi. Namun pada saat dia terjebur, sang hipnoterapis menyuruhnya membayangkan bahwa yang terjebur itu adalah dirinya yang sudah besar. Karena sungai dalam bayangannya tidak mungkin mampu menenggelamkan dirinya yang sudah besar, rasa takut itu hilang. Tidak berhenti disitu sang hipnoterpais menyuruh pasiennya membayangkan bahwa dirinya bersenang-sengan ketika terjebur saat itu. Dan seterusnya sang hipnoterapis berusaha membuat kenangan pahit itu menjadi manis lewat membayangkan saja. Alhasil, ketika pasien di bangunkan dia telah berani melewati jembatan yang sesungguhnya. * Jangan membangkitkan trauma seseorang jika anda tidak terlatih, karena akan memunculkan reaksi yang sulit anda atasi.

Ps: Masih banyak lagi cara menciptakan memori palsu ini, tinggal bagaiamana kreativitas dan eksperiman anda. Jika ada hal menarik atau malah membingungkan silahkan ngoceh di komentar 😛

Referensi dan Daftar Pustaka : Jurnal Psikologi, Theguardian.com,

 

Digiprove sealCopyright protected by Digiprove © 2016-2017

Pikiran Para Pembaca

Ingin mendiskusikan pikiran?
  1. Wow keren banget artikelnya 😀 Sekarang jadi mikir tentang kenangan-kenangan lama. Jangan-jangan itu cuma ilusi saya saja duh. Ada nggak trik untuk membuat memori kekal (tanpa ada perubahan sebagian atau keseluruhan)? Berasa jadi Sherlock.

    1. wkwkw, kalau bisa di dokumentasikan kenangan-nya mbak. Biar gak kecampur ilusi.

      pakai mind palace nya sherlock aja.
      saya udah sempet bahas sih di blog lama dlu, belum sempet renew lagi di sini

Diskusikan Pikiranmu