melatih-kemampuan-deduksi
alphacoders.com

25 Cara Melatih Kemampuan Deduksi Ala Sherlock Holmes

Sekarang saatnya melatih kemampuan deduksi. Oh ya … Bagaimana latihan observasi anda di panduan minggu lalu?

Belajar Membaca Bahasa Tubuh

Nah, kalau minggu lalu kita belajar mengobservasi tingkah laku manusia, sekarang saatnya beralih ke deduksi. Seperti yang sudah saya jelaskan mengenai deduksi di bab pertama seri panduan ini.

Panduan sistematis cara membaca pikiran orang.

Bagaimana caranya menjadi ahli deduksi?

Jawabannya sangat simple. yaitu …

Memperbanyak data dan Mengamati di tempat yang tepat.

Jika anda pernah mengenal Sherlock holmes entah lewat novel atau serial filmnya. Tentu anda akan tahu betapa powerfull kemampuan deduksi seandainya kita mampu menguasainya.

melatih kemampuan deduksi ala sherlock holmes
source : imdb.com

Yang diperlihatkan oleh sherlock saat dia menjelaskan deduksi-nya adalah :

Dia mendedikasikan dirinya di cabang ilmu ini, dan mengumpulkan data yang di jadikan database yang bisa mendukung deduksinya.

Misalnya dia bisa tahu pekerjaan seseorang dengan mengamati tangan, siku, dan kaki seseorang. Artinya, dia telah mengumpulkan data tentang jenis-jenis pekerjaan dan dampak yang ditimbulkannya.

Bisa berupa dampak fisik atau dampak psikologis berupa kebiasaan-kebiasaan yang di timbulkan pekerjaan tertentu.

Misalnya, ini pengalaman pribadi saya.

Saat itu saya sedang naik bus, dan di sebelah saya adalah seorang ibu-ibu yang sudah agak tua. Mungkin sekitar umur 50 tahunan. Dari pengamatan saya waktu itu, yang menjadi perhatian saya adalah ibu itu sangat care dan terbiasa berbicara dengan suara yang keras.

Dalam hati, saya menyimpulkan bahwa ibu tersebut adalah guru TK atau guru SD.

Lalu tidak lama dia menceritakan tentang suaminya, dan ada kesempatan saya bertanya mengenai pekerjaan si ibu ini. Dan ternyata benar. Dia guru di salah satu sekolah dasar kota lumajang.

Data ini di peroleh entah dari anda membaca, riset atau percobaan sendiri. Jadilah pengamat, tentu secara sekaligus.

Dia selalu mengamati hal yang tepat, dan mengabaikan hal yang tidak penting.

Banyak dikisahkan pada novelnya, ketika sherlock meminta pendapat kepada sahabat karibnya Dr. Watson untuk memberikan penilaian terhadap suatu hal.

Dan selalu pula sherlock berkomentar bahwa Watson melewatkan hal yang penting. Dan tidak jarang pula hal yang penting itu adalah hal-hal yang kelihatannya sepele.

Saya sangat menganjurkan anda untuk membaca novelnya, sumpah! banyak ke-seruan dan kejutan-kejutan  yang akan anda dapatkan. Mutlak saya beri rating 10/10.

Kembali ke topik, jadi selain anda memiliki data-data yang di butuhkan. Penting pula untuk mengarahkan perhatian ke arah yang benar. Dan tidak membuang waktu mengamati hal yang tidak penting.

Bagaimana caranya?

Insting kita akan memberitahunya jika kita sudah terlatih. Dari pengalaman menuju ke skill. Seperti seseorang penembak jitu. Semakin sering dia berlatih semakin terbiasa dia mengincar target. Maka perhitungan-perhitungan yang dia pelajari di awal latihan seakan sudah di gantikan oleh instingnya.

Perlu saya ingatkan satu hal,

Anda tidak perlu menjadi sempurna, cukup menjadi pelaku secepatnya Click To Tweet

Dari penjelasan saya di atas mungkin anda merasa bahwa kemampuan deduksi adalah kemampuan yang komplek dan sangat sulit.

Sebaliknya disini saya mencoba mengatakan kepada anda, bahwa kemampuan ini sangatlah mudah.

Mengapa?

  1. Di lihat dari ketidakterbatasan cakupannya. Artinya kita bisa memulai dari hal yang kecil. Tidak perlu menunggu sampai memiliki data yang cukup banyak.
  2. Karena ini ilmu observasi, maka sebenarnya anda tidak perlu memiliki data apapun untuk mulai mencobanya. Bukankah begitu awal mula yang di lakukan oleh semua pengamat? Bidang apapun.
  3. Lebih sepesifik, ilmu obervasi tentang manusia dan situasi tertentu. Jadi anda bisa mulai mempraktekkan hal ini dimanapun dan kapanpun. Bahkan tanpa ada orang, cukup mengobservasi situasi yang di tinggalkan seseorang.
  4. Bukan ilmu Paten. Jadi anda tidak akan pernah di salahkan dengan teori buatan anda sendiri. Ini semua bukan ilmu untuk di nilai, melainkan ilmu untuk dimanfaatkan dan dinikmati. Cobalah!
  5. Salah malah menguntungkan. Mengapa? karena ketika anda salah, hal itu akan sangat anda ingat. Dan anda memiliki data baru, dan bahkan mungkin metode baru dari kesalahan anda tersebut. Kurang enak gimana?
  6. Satu deduksi bisa menggiring ke deduksi selanjutnya. Kita semua tahu bahwa kejadian di dunia ini saling berantai satu sama lain. Satu kejadian adalah sebab dari kejadian sebelumnya dan sebelumnya dan seterusnya. Jadi sebenarnya anda tidak pernah menyimpulkan sesuatu yang besar sekaligus, melainkan hal yang kecil-kecil dan bertahap. Jika di hilangkan prosesnya dan menyebutkan awal dan akhirnya saja, pasti kelihatan super keren dan ajaib. Baca novelnya pasti anda akan segera paham maksud saya.
  7. Have Fun. Anda bisa menjadikan deduksi sebagai ajang permainan dengan teman-teman anda. Anda bisa bertaruh siapa yang bisa menebak hal-hal tertentu. Misal pekerjaan seseorang, atau tujuan seseorang, atau mengapa orang ini ada disini, atau darimana seseorang datang dan terserah anda lah.
Iseng-iseng dikit gak dosa kok! Click To Tweet

 

Kalau anda nanti memiliki pengalaman yang menurut anda patut di ceritakan. Tulis di kolom komentar, agar kita semua bisa mengambil pelajaran bersama. 🙂

Bagaimana Melatih Kemampuan Deduksi?

Berikut ini mungkin perlu anda catat, sebagai panduan untuk melatih kemampuan deduksi. Panduan teknis, kalau session pertama artikel ini menceritakan gambaran besarnya, sekarang kita langsung praktek.

Seperti yang saya tulis di judul artikel ini. Inilah ke 25 cara melatih kemampuan deduksi kita:

1. Mempertajam Kemampuan Observasi.

Kebanyakan dari kita tidak terlalu memperhatikan hal-hal yang terjadi di sekitar. Apalagi hal kecil dan sepele. Hal ini dikarenakan kebiasaan buruk kita. Yaitu kita ingin segala sesuatu di selesaikan dengan cepat dan mudah.

Hal ini membuat kita tidak punya waktu mengamati hal-hal kecil. Mengapa hal ini bisa terjadi? mengapa di sini? mengapa harus ini? dan pertanyaan-pertanyaan yang kita anggap seperti kekanak-kanakan.

Berikut ini latihan mempertajam kemampuan pengamatan.

  • Berusaha untuk terus dalam kondisi terjaga. Mencoba menyadari, setiap detail yang terjadi di sekeliling kita.
  • Rubah kebiasaan kita yang ingin selalu cepat, menjadi lebih lambat dan menikmati suatu hal hingga ke detailnya.
  • Buat challange untuk diri Anda, Dalam sahari mengamati satu buah foto unik. Lihat dan amati selama mungkin.
  • Buat pertanyaan-pertanyaan mengenai foto tersebut.
  • Cari jawaban dari pertanyaan itu. Dengan mengamati foto tersebut lebih detail lagi.
  • Catat setiap kesimpulan atau pernyataan yang anda peroleh dari foto tersebut. Kemudian catatlah.

2. Membuat diri lebih sering Aware akan kejadian di sekitar.

Seperti yang saya sebutkan di atas, bagaimana kebanyakan dari kita suka melewatkan sesuatu. Hal ini malah semakin memudahkan kita mengungguli mereka. Sedikit pengamatan yang teliti saja, mungkin sudah bisa membuat mereka kagum dan bertanya-tanya.

Mengambil keuntungan dari kelemahan lawan. Bukanlah sesuatu yang tabu. Click To Tweet

Caranya adalah MEDITASI.

  • Sempatkan dalam sehari 1 menit saja, kalau bisa 5 menit malah lebih bagus. Ini khusus untuk meditasi. Kapanpun dan dimanapun anda bisa melakukan meditasi tipe yang saya ajarkan ini.
  • Tutup mata.
  • Atur nafas teratur.
  • Kosongkan pikiran. Jangan memikirkan sesuatu. Jika tiba-tiba terpikirkan sesuatu segera netralkan.
  • Aktifkan setiap indera kita, untuk menikmati keadaan sekitar.
  • Jangan lakukan apapun dalam kurung waktu yang di tentukan (1 menit atau lebih).
  • Buka mata.

Iya, hanya itu saja tahap latihan meditasinya. Hal ini untuk melatih otak kita agar menyerap segala informasi dari luar tanpa gangguan pikiran kita.

Pasti sering kan mengabaikan teman di samping kita saat bermain HP. Atau juga asyik ngobrol sama temen ada orang/ kucing lewat gak sadar. Ya karena pikiran kita fokus ke HP atau obrolan.

Dengan meditasi, melatih pikiran kita agar fokus ke semua hal.

Meditasi juga sebagai saran untuk merefresh otak kita. Untuk menghapus informasi-informasi yang sudah overload.

3. Menguatkan kemampuan deduksi dengan berpikir analis.

Deduksi adalah tentang analisa. Jadi gunakan kondisi pikiran anda yang paling kritis dalam menyikapi sesuatu.

  • Analisa apapun yang anda baca dan lihat. Tanyakan semua kemungkinan pertanyaan dari semua sisi sudut pandang. Berlatih lah untuk membuat pertanyaan sebanyak-banyaknya.
  • Kemudian cari setiap kemungkinan pertanyaan tersebut dengan bermodalkan pengetahuan yang anda miliki. Tahap ini adalah membandingkan pikiran kritis dengan database yang sudah kita miliki.
  • Eliminasi setiap jawaban yang lemah. Dan persempit menjadi beberapa jawaban yang sama-sama kuat kemungkinannya.
  • Berlatihlah deduksi bertingkat. Artinya tarik kesimpulan dari beberapa jawaban yang anda perolah tadi. Jika jawaban A, kemungkinannya sebelumnya ada kejadian A1 dan seterusnya.
  • Hingga nanti muncul satu rantai kejadian yang paling mungkin terjadi.
  • Jika sempat dan bisa anda lakukan, buktikan hasil deduksi anda.

4.  Tingkatkan Pengetahuan Dasar Anda.

  • Banyak membaca pengetahuan-pengetahuan dasar.
  • Banyak mengamati dan membuat catatan kesimpulannya.
  • Banyak berbicara dengan orang yang memiliki pengetahuan tertentu.
  • Banyak melihat jadwal-jadwal media transportasi.
  • Mencari tahu kebiasaan-kebiasaan daerah.
  • Melatih daya ingat.

 

Tapi perlu anda ingat, anda tidak di tuntut melakukan itu semua. Lakukan yang anda bisa dan tidak terpaksa untuk melakukannya. Latihlah diri anda se-efektif mungkin. Toh manfaatnya juga anda manfaatkan untuk diri anda sendiri.

Agar anda tetap menikmatinya, usahakan latihan se-effortless mungkin.

Sampai jumpa di seri panduan minggu depan.

Digiprove sealCopyright protected by Digiprove © 2017

Diskusikan Pikiranmu