spesialist atau generalis?
Tips -

Spesialist vs Generalis ? Mana yang bagus untuk anda!

Pilih spesialist atau generalis ?

Mungkin anda pernah menjumpai dua kata ini, yang pada dasarnya adalah kita sebagai manusia sebagai dikatakan terpecah menjadi dua tipe ini, sebagai spesialist atau generalist.

Spesialist, mereka lebih senang untuk bekerja atau melakukan sesuatu hanya pada bidangnya, kebanyakan dari mereka sangat paham seluk beluk bidang yang ia tekuni karena selurunya hidupnya dia dedikasikan untuk bidang tersebut. Ya mungkin mereka belajar hal baru, tetapi tidak jauh2 dari basic bidang yang ia tekuni itu.

Lain halnya, dengan generalis, generalis pada umumnya orang yang sangat suka dengan hal baru, seketika dia melihat sesuatu yang menarik dia ingin mempelajrinya, menguasainya. Mereka sangat terbuka dengan hal-hal baru yang bahkan sangat tidak ada relevansi dengan apa yang mereka tekuni saat ini. Namun, kebanyakan dari mereka tidak terlalu expert pada apa yang sedang dia pelajari. Mungkin ada satu atau beberapa bidang yang mereka dalami, selebihnya hanya sebatas curiosity, rasa penasaran akan hal dan pengalaman baru.

Menurut kalian, kamu orang yang mana?

Sebenarnya oke2 saja, kalian mau menjadi yang manapun. Abad sebelum 90- an misalnya, sebagian besar orang adalah spesialist di bidang mereka, penjahit misalnya, dia akan sangat expert di bidang pakaian dan buta di bidang mesin. Karena alur informasi jaman dahulu sangat susah dan lambat, jadi untuk mempelajari sesutaupun akan lebih sulit dan membutuhkan waktu yang tidak sedikit.

Untuk belajar menjahit, harus di kota A, untuk belajar jadi montir harus ke kota B misalnya. Namun di era internet saat ini, sangat mudah untuk menjadi specialist di berbagai bidang. Hampir sebagian besar informasi untuk mempelajari apapun ada di genggaman anda tinggal kemauan anda untuk mengaksesnya.

Meta Model - NLP

Apakah semudah itu mempelajari apapun? apakah kita bisa menguasai apapun?

Saya pada dasarnya meyakini bahwa manusia memiliki otak dan kapasitas yang sama untuk mempelajari sesuatu, yang membedakan adalah ketertarikan kita akan sesuatu hal, jika kita sangat tertarik menjadi musisi misalnya, sejelek apapun permainan musik kita di tahap awal pembelajaran, sekuat apapun teman kita mengejek permainan kita. Kita akan tetap semangat untuk terus belajar dan memperbaiki permainan kita, karena melakukan hal ini membahagiakan kita, menarik bagi kita. Maka tidak aneh, sejelek2nya dia di awal beberapa tahun kemudian dia menjadi maestro.

Baca Juga  10 Tips Agar Tetap Jatuh Cinta Lagi Pasca Menikah

Karena kegigihan, dan perasaan bahagia yang dia dapat saat melakukan hal itu.

Apakah itu bakat? tidak. Tidak ada hubungannya dengan bakat, jadi apapun itu asalkan kalian benar2 tertarik dan gigih. Menikmati proses pembelajaran maka kalian akan bisa menaklukkannya.

Lain lagi misalnya, jika dia tetap gigih berlatih musik gara-gara paksaan orang tuanya, padahal dia tidak menikmatinya. Maka otaknya pun tidak akan membantu perkembengan latihannya, mungkin saja dia akan bisa tapi tidak akan semaksimal jika dia benar-benar menikmati latihannya.

jadi … “Untuk menguasai sesuatu, kita harus jatuh cinta terlebih dahulu. Sama jatuh cintanya dengan pasanganmu.”

Manakah yang terbaik? menjadi specialist atau generalist?

Menurut saya keduanya punya kelemahan dan kelebihan. Tapi seberapapun banyaknya kelemahan menjadi generalist, saya akan tetap memilih dan menganjurkan anda untuk menjadi generalist.

Mengapa? karena kita hidup cuma sekali, jika kita mengurung diri kita dan menggambarkan diri kita menjadi satu karakter profesi, misalnya, musisi atau guru atau tukang jahit. Sepertinya akan sangat membosankan, melakukan sesuatu hal yang sama terus menerus berulang-ulang.

Memang dengan menjadi spesialist akan aman hidup tentram, menguasai seluk beluk profesi kita. Namun jika kita tidak membuka diri bahwa di luar sana masih banyak hal yang bisa kita pelajari, pengalaman yang belum pernah kita bayangkan sebelumnya, hal-hal lain yang bisa kita ciptakan dengan tangan kita.

Mungkin anda akan bingung, emang apa saja hal diluar sana? Pertama-tama bukalah pikiranmu, lakukan sesuatu yang belum pernah kamu lakukan, pergi ketempat yang belum pernah kalian kunjungi, misalnya kalau kalian selalu pergi ke toko baju, sekali-kali pergi ke toko olahraga, ke toko buku, ke toko-toko yang tidak pernah kalian hampiri atau apapun itu, tidak harus toko. Maka pilihan-pilihan lain akan nampak bagimu, atau browsing list-list hobi atau profesi, kalian lihat-lihat mana yang bisa di coba bulan ini, bulan depan dan seterusnya.

Otak kita di desain untuk berpikir secara lateral juga, tidak melulu linear dan mengikuti pattern yang ada. Kalian tau master catur? dia sangat mahir dengan catur karena dia menguasai dan hapal semua pattern dari gerakan catur, jika musuh kesini maka sebaiknya kesini. Setelah dia melakukan ribuan kali dia paham patternya.

Baca Juga  Cara Mudah Deteksi Kebohongan Lewat Mata! | Eye Accessing Cues

Makanya ada perbedaan antara pintar dan cerdas. Pintar itu hafal akan suatu pattern, dan cerdas itu kemahiran kita untuk memecahkan suatu masalah.

Soo.. apakah di antara kalian mau membuka diri menjadi generalis? haha saya tidak memaksa

Ok. stay aware!

1 Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Check Also

Patah Hati Bukan Berarti Dunia Berhenti

Mungkin hampir semua orang pernah merasakan sakitnya patah hati, sama dengan kenyataan bah…