Unik -

Program Komputer Mengubah Sinyal Otak Menjadi Suara Buatan Bagi Penderita Gangguan Bicara

Sebuah studi pembuktian prinsip meningkatkan harapan bahwa teknologi dapat memberikan suara kepada orang yang lumpuh yang tidak dapat berbicara.

Sebuah penelitian dan konferensi pers di Nature Resources Defense Council sebuah Dewan pertahanan sumber daya alam San Francisco membuat riset baru dengan program komputer baru menerjemahkan sinyal otak ke dalam bahasa.

Teknologi ini melacak pesan-pesan listrik yang diteruskan ke otot-otot di dalam dan sekitar mulut untuk memecahkan kode yang akan dikatakan oleh otak.

 

Sumber: www.murdockcruz.com

Namun, riset lebih lanjut ini masih diperlukan, mengingat peneliti mengatakan mengatakan itu dapat digunakan untuk merancang implan atau suatu peralatan medis yang dibuat untuk menggantikan struktur dan fungsi suatu bagian biologis dari otak untuk membantu seseorang yang menderita stroke atau gangguan komunikasi dalam otak.

“Kami ingin menciptakan teknologi yang dapat mereproduksi pembicaraan langsung dari aktivitas otak manusia,Edward Chang, ahli bedah saraf di University of California, San Francisco, yang memimpin penelitian, dalam konferensi pers mengatakan bahwa. “Studi ini memberikan bukti prinsip bahwa pyoyek ini sangat possible.”

Tonton ini, dan ingatan anda akan meningkat seketika

Dia dan rekan-rekannya menggambarkan hasil di Nature Resources Defense Council sebuah Dewan pertahanan sumber daya alam hari ini (24 April).

Teknik ini sangat invasif (buatan) dan bergantung pada elektroda atau konduktor aliran listrik yang diletakkan jauh di dalam otak. Sejauh ini, hanya diuji pada lima orang dengan penderita epilepsi yang memiliki elektroda dipasang sebagai bagian dari perawatan mereka.

Orang-orang ini memang dapat berbicara selama pengujian, dan ini memungkinkan komputer untuk mengerjakan sinyal otak yang terkait. Para ilmuwan sendiri sekarang masih dalam tahap riset apakah projek itu berfungsi pada orang yang tidak dapat berbicara.

Sumber: www.halodoc.com

Itu mungkin akan lebih sulit, kata Nick Ramsey, seorang ahli saraf di University Medical Center Utrecht di Belanda, yang bekerja pada implan otak untuk membantu orang-orang dengan sindrom sulit berkomunikasi, meskipun kelumpuhan otot mereka meluas.

“Ini masih menjadi pertanyaan terbuka apakah Anda akan bisa mendapatkan data otak yang cukup dari orang-orang yang tidak dapat berbicara untuk membangun decoder Anda,” tetapi dia memuji penelitian ini “elegan dan canggih” dan hasilnya menunjukkan janji. “Ramsey sendiri mengikuti pekerjaan mereka selama beberapa tahun dan mereka benar-benar mengerti apa yang mereka lakukan.”

Baca Juga: Mengupas Rahasia Gelombang Otak Manusia

Baca Juga  Kata-Kata Kecewa Paling Menyentuh Hati

13 + 1 Cara Mengasah Otak Kanan

Pikiran SADAR dan Pikiran BAWAH SADAR

Decoder sendiri merupakan suatu rangkaian logika yang berfungsi untuk mengkonversikan kode yang kurang dikenal manusia kedalam kode yang lebih dikenal manusia.

Pidato adalah salah satu tindakan motorik oral paling kompleks dalam tubuh manusia. Ini membutuhkan kontrol saraf yang tepat dan koordinasi otot-otot di bibir, lidah, rahang, dan taring. Untuk memecahkan kode kegiatan ini, para ilmuwan menggunakan elektroda implan untuk melacak sinyal yang dikirim dari otak ketika para audience membacakan serangkaian kalimat saat konferensi pers berlangsung.

Algoritma komputer juga menganalisis instruksi ini menggunakan model yang sudah ada sebelumnya tentang bagaimana saluran vokal bergerak untuk membuat suara. Tahap pemrosesan kedua kemudian mengubah gerakan yang diprediksi ini menjadi kalimat lisan.

Pendekatan dua tahap ini – menerjemahkan aktivitas otak menjadi gerakan motorik dan kemudian gerakan motorik menjadi kata-kata – menghasilkan lebih sedikit distorsi daripada mencoba untuk secara langsung mengubah sinyal otak menjadi ucapan, kata Chang.

Ketika tim memainkan 101 kalimat yang disintesis kepada pendengar dan meminta mereka mengidentifikasi kata-kata yang diucapkan dari daftar 25 kata, mereka menuliskan 43 persen dari kalimat-kalimat itu dengan akurat.

Qinwan Rabbani, seorang mahasiswa pascasarjana yang bekerja pada sistem yang sama di Universitas Johns Hopkins, telah mendengarkan kalimat-kalimat yang disintesis dan mengatakan itu bagus, terutama karena komputer hanya memiliki selusin menit bicara untuk dianalisis. Algoritma yang menerjemahkan sandi biasanya membutuhkan banyak waktu hari bahkan sampai berminggu -minggu rekaman audio, katanya.

Sinyal otak yang mengontrol bicara lebih rumit untuk diurai daripada yang digunakan untuk perintah lainnya

Katankanlah, untuk menggerakkan tangan dan kaki, dan lebih mudah dipengaruhi oleh keadaan emosi dan kelelahan. Itu berarti penerapan sistem bicara sintetik pada pasien yang lumpuh mungkin akan terbatas pada serangkaian kata yang terbatas juga, kata Rabbani.

 

Sumber: Computer Program Converts Brain Signals to a Synthetic Voice

Apa Pendapatmu?

Check Also

Kata-Kata Kecewa Paling Menyentuh Hati

Saat suasana hati sedang galau, bagi sebagian orang memasang Status WA atau facebook yang …