NLP -

Apa itu NLP – Teknologi untuk memprogram Pikiranmu

Pernahkah kalian mendengar istilah NLP sebelumnya?

Di dalam artikel ini saya akan coba jelaskan dengan sesimpel mungkin agar anda paham apa itu NLP sebelum mempelajari salah satu teknologi pikiran terampuh ini.

Sebagai catatan saya disini bukan sebagai pakar NLP. Karena saya sendiri belajar NLP dari guru saya secara informal, tidak melalui seminar seperti kebanyakan orang. Guru saya lebih senang menurunkan ilmunya di warung kopi, sambil ngobrol santai. Beliau salah satu mentor NLP di malang, sering mengadakan kelas seminar juga.

Oke, Dalam dunia pemberdayaan diri, NLP sangat terkenal sekali di perbincangkan, Dan kadang satu praktisi dengan praktisi lainnya sedikit berbeda dalam menyampaikan pengertiannya. Namun sebagian besar maksud yang ingin di sampaikan sama. Karena perspektif setiap orang berbeda-beda. Menyinggung perspektif, awal mula NLP pun juga sebenarnya merupakan pengamatan akan perspektif manusisa terhadap dunia luar? Anda pasti bingung, haha.

Sebelum menyentuh pengertiannya mari kita melihat sejarah NLP terlahir. Pada tahun 1970-an. Seorang yang bernama Richard Bandler yang backgroundnya seorang ahli matematika dan terapis berkolaborasi dengan John Grinder yang backgroundnya adalah linguistik, dan studinya mengamati struktur bahasa.

Ini ilmu yang ampuh. Sayang di lewatkan.
John Grinder
John Grinder
Licensed Practitioner of NLP with Dr. Richard Bandler in ...
Richard Bandler

Anda tahu kan, matematik itu lebih ke sesuatu yang bersifat bisa di rumuskan, di modelling istilahnya. Anda bisa memodel berapa energi yang di butuhkan mobil berdasarkan berat dari mobil itu misalnya, itu salah satu contoh modelling dalam matematik.

Nah, berdasarkan dari hal itu mereka memiliki ide, bagaimana kalau seandainya kita bisa memodel perilaku manusia, dengan bahasa dan neuro(indera manusia). Sehingga ketika kita bisa menganalisa, mengkopi dan bahkan mengedit perilaku manusia.

Indera Manusia

Dengan NLP, kita bisa memodel seorang musisi jenius misalnya, lalu mengkopinya. Atau kita bisa memodel kenapa kita takut dengan kecoak, lalu mengeditnya agar tidak takut lagi. Yang tadinya malas menjadi tidak malas, dan lain sebagainya. Yang intinya apa yang ingin kita raih dari semua jenis pengembangan diri, bisa kita capai dengan tools-tools yang di sediakan oleh NLP ini.

Oke, saya harap anda sudah ada gambaran tentang NLP.

NLP adalah kepanjangan dari Neuro Linguistic Programming. Neuro itu lebih di simpulkan dalam nlp sebagai perantara antara dunia luar dengan pikiran kita. Apa itu? ya indere kita, indera penglihatan, pendengaran, peraba, penciuman dan pengecapan.

Kemudian Linguistic adalah pengetahuan kita tentang bahasa yang nantinya kita gunakan untuk mengkomunikasikan isi pikiran kita, entah itu dengan orang lain maupun dengan diri kita sendiri.

Programming sendiri yaa.. maksudnya dengan kedua hal tersebut di harapkan kita bisa memprogram diri kita maupun orang lain sesuai dengan yang kita inginkan menggunakan dua hal sebelumnya itu.

Sudah tau kaitannya?

sekarang mari kita bahas bagaimana pikiran kita melihat dunia luar.

Pertama, ada reality atau kenyataan yang ada di dunia luar yang terjadi di luar pikiran kita. Ada yang mengatakan jumlah data realitas di luar kita 2 juta bit. (Jumlah akuratnya tidak terlalu penting)

Lalu dari dua juta bits itu, yang masuk kita proses hanya sekitar 130-an ribu. Yang bisa kita sebut ‘Collage’ atau internal map. nah, lalu dari mana kita mengambil data dari luar diri kita yang sebanyak 130 ribu itu?

dari indera kita, dari penglihatan, pendengaran, penciuman, rasa dan sentuhan atau sensasi. Jadi indera kita hanya mampu menangkap sebagian kecil data dari luar, sehingga kebanyakan kita mendelete, mengurangi dan mengeneralisir dari apa yang kita tangkap dari kejadian di luar diri kita. Menggeneralisir anak orang kaya sombong, orang madura keras misalnya, salesman penipu dan lain sebagainya.

Nah, dari collage atau internal map atau representasi dunia luar yang relevan menurut versi kita kemudian di bandingkan dengan collage-collage yang sudah tertanam di diri kita sebelumnya. Dan anda pasti sudah paham, kalau setiap orang punya koleksi map yang berbeda dengan kita ataupun orang lain.

setelah di bandingkan dan di olah berdasarkan koleksi map-map kita sebelumnya akhirnya kita menyimpulkan atau memberi meaning kepada sebuah kejadian maupun keadaan itu.

Setelah muncul meaning, maka akan mentriger feeling, atau perasaan yang kita rasakan. dalam NLP sering di sebut state, atau bahasa mudahnya kondisi.

siklus disini pun kadang kompleks, bagaimana kita memberikan meaning kepada suatu data pun juga tergantung dari feeling anda saat itu. Menanggapi orang bercanda ketika kita sedang sedih, berbeda dengan ketika kita sedang ingin serius ataupun ketika sedang gembira. Jadi bisa saling mempengaruhi.

setalah itu baru muncullah tindakan atau action kita dari semua data yang kita tangkap tadi.

Oke untuk mengulagi lagi, saya beri contoh yang mudah, misalnya anda melihat kucing di jalan kemudian anda mencoba mendekatinya dan memberi ia makan, ketika anda mau meletakkan makanan di dekatnya, si kucing itu malah mengeram seperti mengancam anda.

Apa yang kalian lakukan atau mungkin simpulkan dan rasakan? semua orang akan punya kesimpulannya masing-masing.

Ada yang merasa marah, karena ingin berbuat baik malah di perlakukan seperti itu. Ada yang mungkin pecinta kucing, langsung merasa sedih karena dia menyimpulkan di pikirannya, mungkin saja kucing ini di aniaya oleh manusia sebelumnya makanya seperti itu. Atau ada yang langsung menendang kucing itu, lantaran marah karena baru saja nembak cewek di tolak, sekarang pun ngasi makan kucing di tolak.

Intinya seperti itu, dalam menyikapi apapun di luar kita, kita memiliki map sendiri-sendiri menurut versi kita saat itu juga.

Nah, sekarang jika anda melihat orang, anda bisa membayangkan bahwa mereka memakai kacamata filter untuk memandang dunia ini, kita semua punya kacamata ini. Dan itu tidak ada hanya satu, kita punya beberapa filter yang terinstall di dalam diri kita dan kita pakai sesuai dengan state kita saat ini. Ketika kita bahagia, atau biasa saja.

Ketika seorang yang baru saja menjadi ayah. Saat di jalan dia melihat banyak sekali ibu hamil, semakin sering melihat anak kecil di kompleknya. Sebenarnya di luar dunianya sama saja dengan hari-hari biasa. Namun karena state nya saat ini membuat dirinya lebih sensitif terhadap sesuatu berhubungan dengan anak kecil. Sama halnya ketika kamu pengen membeli sepeda motor tipe A, langsung seakan-akan sepeda motor tipe itu semakin sering lewat di jalanan.

Kita bisa anggap dunia ini seperti Radio, banyak sekali chanel siaran dan jenisnya berbeda-beda. Dan kita hanya bisa mendengarkan satu chanel di satu waktu. Tergantung diri kita atau internal map kita chanel mana yang ingin kita gunakan untuk mempresentasikan dunia ini.

Nah, setelah kita memahami bagaimana kita mengolah informasi dari luar diri kita. NLP bertujuan untuk memodelkannya, agar kita bisa memodifikasinya, agar outputnya sesuai dengan yang kita inginkan.

Jika anda bisa memodelkan sesuatu hal, maka anda bisa memprogramnya dengan merubah variabel-variabel di dalam model anda. Seperti contoh memodelkan energi mobil di awal video tadi. Kalo anda sudah merumuskannya, anda bisa menghitung kira-kira dengan bensin segini dan mobil berat segini berapa jarak yang bisa di tempuh. Kalau kita ingin memperpanjang jaraknya, kita bisa mengurangi bebannya. Sebaliknya, memperpendek dengan menambah beratnya.

Contohnya pada NLP,

kita modelkan kaitan antara bahasa tubuh ketika gembira dan ketika sedih. Simpelnya begini, umumnya ketika kita bahagia arah muka kita akan condong agak keatas, tubuh tegap. Ketika sedih kebalikannya, arah wajah menunduk, tubuh lemas.

Nah, ketika temanmu misalnya sedang curhat dan sedih, kamu melihat pattern itu. Coba ganti bahasa tubuhnya ke bahasa tumbuh gembira, suruh dia untuk mendongakkan kepalanya dan tubunya tegap. Dan lanjutkan curhatnya, (kamu juga bisa mencobanya sendiri) pasti perasaan sedihnya akan berkurang atau malahan hilang.

Karena kondisi fisiologis kita memiliki korelasi terhadap perasaan kita. Ketika kita merubah fisik kita, emosi kita juga berubah. Begitu juga sebaliknya, jika kita merubah emosi kita amati saja perlahan-lahan bahasa tubuh kita juga berubah.

Kalau ingin lebih manjur lagi sesuaikan dengan internal map masing-masing. Lebih spesifik, ketika kamu bahagia amati bahasa tubuh apa saja yang secara tidak sadar kamu lakukan. Lalu bisa kamu praktekkan ketika kamu sedih.

Saya kira anda sudah cukup paham mengenail NLP sampai disini, Apa itu NLP? yah, anda bisa mengartikannya sendiri sesuai dengan map anda atau perspektif anda sendiri-sendiri. Tentunya tidak cukup sampai disini anda mempelajari NLP, karena banyak tool-tool di dalam NLP yang bisa anda pelajari untuk mempraktekkan NLP lebih maksimal kedalam diri anda atau orang lain.

Dan juga perlu di ingat, NLP tidak berhenti sampai di tools-tools yang ada. Anda juga bisa mengamati dan mengembangkan sendiri patern-patern lainnya.

Anda bisa memantau blog saya ini, karena saya juga akan membahas tools-tools dalam NLP dengan bahasa dan penyampaian sesuai dengan perspektif saya tentunya.

Jangan terlalu rakus, sedikit-sedikit yang penting penerapannya sampai Jumpa. Stay aware.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *