Yuk Kenali Stress Lebih Dalam dan Cara mengatasinya

Stress adalah satu kondisi yang sangat berbahaya jika di biarkan, bahkan kebanyakan kita tidak menyadari kalau saat ini kita sedang mengalaminya. Oleh karena itu kami menulis artikel ini untuk membantu anda mengenali stress dan mengajarkan cara menanggulanginya.

Pada umumnya, setiap orang pernah mengalami perasaan tertekan atau mengalami ketegangan yang dalam bahasa populernya dikenal dengan istilah stress.

Sebab stress merupakan bagian dari kehidupan manusia, artinya bahwa manusia tidak akan pernah luput dari pengalaman merasakan ketegangan dalam hidupnya.

 

Sumber: www.apa.org

 

A. APA ITU STRESS?

Stress adalah suatu tekanan atau sesuatu yang terasa menekan dalam diri seseorang.

Stress muncul sejalan dengan peristiwa dan perjalanan kehidupan yang dilalui oleh setiap orang dan terjadinya tidak dapat dihindari sepenuhnya.

Yakin ingatanmu Asli ?

Stress adalah kondisi dimana seseorang mengalami ketidakseimbangan atau kegagalan dalam memenuhi kebutuhannya baik yang bersifat jasmani maupun rohani.

Pada umumnya, seseorang yang mengalami stress akan terganggu siklus kehidupannya dan merasakan ketidaknyamanan.

Bahkan, stress yang berkelanjutan dapat membahayakan diri sendiri maupun orang lain.

sehingga masyarakat perlu memahami indikasi gejala stress, dampak stress pada diri individu, mengetahui penyebab stress, dan cara menguranginya.

Nah, dalam artikel ini akan kami coba bahas masalah stress dan cara menguranginya, agar para pembaca dapat mengenali dan mengatasinya sehingga dapat menjalani kehidupan dengan rasa nyaman dan bahagia.

 

Baca Juga:

 

B. PENYEBAB STRESS

 

 

Sumber: www.besthealthmag.ca

 

Stress memang merupakan bagian dari kehidupan manusia, namun stress tidak akan datang dengan tiba-tiba tanpa adanya suatu penyebab.

Artinya,stress muncul tentu ada penyebabnya, untuk itu setiap orang harus mampu mencari penyebab stress agar dapat mengenali, mengurangi bahkan menghilangkan stress yang melanda dirinya.

Berikut ini beberapa hal yang dapat menyebabkan muncul stress pada individu, antara lain: perasaan cemas mengenai hasil yang dicapai, aktivitas yang tidak seimbang, tekanan dari diri sendiri, suatu kondisi ketidakpastian, perasaan cemas, perasaan bersalah, jiwa yang dahaga secara emosional, dan kondisi sosial ekonomi.

  • Perasaan cemas mengenai hasil yang dicapai akan menimbulkan stress.
  • Pusing/pening
  • Otot leher &rahang tegang
  • Gangguan pencernaan
  • Gangguan sexual
  • Sakit kepala
  • Hati berdebar
  • Tremor
  • Letih, lesu, nyeri sakit
  • Ketidaksiagaan Mental
  • Bernafas lebih cepat
  • Keringat banyak
  • Mulut kering
  • Tekanan darah &denyut jantung naik
  • Kontraksi otot perut dan kantongkemih (anyang2en)
  • Darah diotot, tidak diusus & kulit
  • Otot tegang
  • Penggumpalan darah meningkat
  • Pelepasan gula dari hati
  • Paru terasa mengembang

Aktifitas yang tidak seimbang dapat sebagai pemicu munculnya stress, terutama aktifitas yang berlebihan, sehingga seseorang tidak memiliki waktu yang cukup untuk merecovery dirinya.

Berikut ini adalah beberapa indikasi penyebab dari stress, antara lain:

  1. Berkurangnya hubungan komunikasi yang harmonis dalam rumah menyebabkan kepenatan psikologi berpotensi terserang stress.
  2. Tekanan dari diri sendiri dapat menimbulkan stress, terutama bagi seseorang yang selalu ingin tampil sempurna (perfectionist). Oleh karena itu, tipe orang yang perfectionist memiliki potensi yang lebih besar untuk mudah terserang stress dalam hidupnya.
  3. Kondisi ketidakpastian juga akan menimbulkan stress, sebab ketidakpastian membuat individu menjadi tidak menentu.
  4. Perasaan cemas adalah suatu kondisi yang khawatir terhadap suatu masalah yang tidak jelas penyebabnya. Rasa cemas dapat juga diakibatkan oleh sifat seseorang yang memang pencemas (traits-anxiety).
  5. Perasaan bersalah jugadapat mengakibatkan muncul stress karena apa saja yang dikerjakan tidak pernah benar.
  6. Stress dapat muncul pada seseorang yang jiwanya merasa dahaga secara emosional.
  7. Kebutuhan manusia yang mendasar selain kebutuhan fisiologis dan biologis, juga memerlukan kebutuhan akan cinta kasih, kasih sayang, dihormati, dan dihargai oleh orang lain. Jika kebutuhaan tersebut tidak terpenuhi, sehingga menimbulkan konflik dalam dirinya yang akhirnya muncul stress. Selain itu, jiwa yang dahaga secara spiritual juga dapat menyebabkan stress.
  8. Seseorang yang tidak mengenal dan tidak dekat dengan Tuhan pendiriannya labil dan mudah goyah. Individu yangmenyalahkan Tuhan merupakan indikasi dari tidak dekatnya kepada Tuhannya.
  9. Kondisi sosial ekonomi juga dapat menimbulkan stress. Orang mengalami stress akibat kondisi ekonomi yang
    serba kekurangan.
Baca Juga  Apakah Anda Tau Arti Mindset Sebenarnya? Penjelasan Lengkap Mindset

 

C. INDIKASI GEJALA STRESS

Seseorang yang mengalami stress akan berperilaku lain dibandingkan dengan tujuannya yang tidak mengalami stress.

Oleh karena itu, kondisi seseorang yang mengalami stress gejala-gejalanya dapat dilihat baik secara fisik maupun secara psikologis.

Sumber: news.mit.edu

 

1. Gejala secara fisik

Seseorang yang mengalami stress, antara lain ditandai oleh: gangguan jantung, tekanan darah tinggi, ketegangan pada otot, sakit kepala, telapak tangan dan atau kaki terasa dingin, pernapasan tersengal-sengal, kepala terasa pusing, perut terasa mual-mual, gangguan pada pencernaan, susah tidur, bagi wanita akan mengalami gangguan menstruasi, dan gangguan seksual (impotensi)

Gangguan jantung, bagi individu yang mengalami stress ada indikasi detak jantungnya lebih cepat (berdebardebar) daripada saat tidak mengalami stress.

Ada juga seseorang yang merasakan dada sebelah kiri terasa nyeri (di daerah sekitar puting susu), meskipun hal tersebut tidak berlangsung terlalu lama, tetapi sesekali muncul lagi.

Jika rasa berdebar atau nyerinya hilang tidak berarti bahwa stress yang dialami individu itu telah hilang. Untuk itu, diperlukan pencegahan agar stress tidak berlangsung lama, sebab semakin lama stress bersarang dalam diri individu dapat menjadi salah satu penyebab serangan jantung.

Tekanan darah tinggi (hipertensi) dapat diakibatkan oleh stress yang diderita individu, sebab reaksi yang muncul terhadap impuls stress adalah tekanan darahnya meningkat.

Selain itu, umumnya seseorang yang mengalami stress sulit tidur, sehingga akan berdampak pada tekanan darahnya yang cenderung tinggi.

Ketegangan pada otot dapat juga diakibatkan oleh stress yang diderita sesesorang. Pada umumnya, ketegangan terjadi pada kelompok otot di daerah tengkuk, leher, bahu, dan rahang.

Ketegangan otot di sekitar tengkuk akan mengganggu suplai darah ke otak, akibatnya kepala terasa nyeri karena kekurangan suplai darah.

Sakit kepala dapat diakibatkan oleh stress yang diderita seseorang, Kepala terasa pusing dan perut terasa mual-mual, dapat diakibatkan oleh stress dan ketegangan fisik yang lama

Indikasi lain seseorang yang mengalami stress ditandai dengan keluar keringat dingin pada telapak tangan. Pernapasan tersengal-sengal, dapat diakibatkan dari reaksi stress.

Baca Juga  Mungkin Anda Terkena Gejala PTSD, Segeralah Cari Pertolongan!!

Stress akan mempengaruhi fungsi dan kerja usus serta lambung. Kondisi tersebut akan berdampak pada sistem pencernaan dan buang air besar menjadi terasa sakit (sembelit).

Susah tidur dan stress merupakan hubungan yang bersifat timbal balik. Artinya, susah tidur dapat diakibatkan
karena stress dan stress dapat mengkibatkan susah tidur.

Gangguan menstruasi bagi wanita dapat juga ditimbulkan oleh faktor stress, yaitu menstruasi menjadi tidak
teratur,masa subur menjadi pendek bahkan menjadi tidak subur lagi.

2. Gejala secara psikologis

Stress adalah kondisi dimana seseorang dapat ditandai oleh perasaan selalu gugup dan cemas, peka dan mudah tersinggung, gelisah, kelelahan yang hebat, enggan melakukan kegiatan.

Kemampuan kerja dan penampilan menurun, perasaan takut, pemusatan diri yang berlebihan, hilangnya spontanitas, mengasingkan diri dari kelompok, dan pobia.

Perasaan selalu gugup dan cemas, merupakan indikasi seseorang yang mengalami stress saat menghadapi permasalahan. Seseorang yang mengalami stress perasaannya menjadi peka dan mudah
tersinggung (sensitif).

Penampilan yang tampak seperti orang yang kelelahan sekali merupakan indikasi stress. Meskipun tidak sehabis
bekerja keras seseorang yang stress tampak seperti orang yang amat sangat kelelahan, sehingga enggan untuk melakukan berbagai kegiatan fisik.

Seseorang yang mengalami stress merasakan ketakutan yang tidak beralasan. Seringkali perasaan takut itu dapat
terbawa dalam mimpi-mimpi yang menyeramkan saat tidur sehingga saat bangun tidur mestinya individu merasa
segar, tetapi karena mimpi-mimpi tersebut mengakibatkan saat bangun tidur menjadi terasa lelah.

Seseorang yang mengalami stress cenderung banyak merenung atau memusatkan diri yang berlebihan. Kondisi seperti ini akan diikuti oleh seseorang dengan perilaku mengasingkan diri dari kelompok atau lingkungannya.

Oleh karena itu, jika tidak cepat diambil tindakan untuk terapi, seseorang tersebut cenderung akan cepat naik kelas
dari stress menjadi depresi.

 

BACA JUGA: DEPRESI !! Kenali Gejala, Jenis Dan Cara Mengatasinya

Seseorang yang mengalami stress akan kehilangan spontanitas dan keceriaan.

Seseorang yang mengalami stress tampilan wajahnya selalu kusam, cemberut, dan tatapan matanya kosong, sehingga tidak dapat gembira menghadapi situasi lingkungan.

Ada kecenderungan muncul perasaan takut, bersalah, dan merasa tidak bermanfaat bagi siapapun.

 

D. CARA MENGURANGI STRESS

Untuk mengurangi stress yang muncul dalam diri setiap seseorang, yang pertama dan utama adalah mengetahui penyebab timbulnya stress.

Dengan mengetahui penyebabnya, akan mempermudah dalam menentukan cara mengurangi stress yang muncul. Beberapa cara untuk mengurangi stress antara lain:

1. Pola makan yang sehat dan bergisi.

Pada umumnya pola makan yang sehat adalah minimal makan 3 kali dalam sehari, dan menunya 4 sehat 5 sempurna. Untuk itu, yang perlu diperhatikan adalah jenis asupan makanan komposisinya harus seimbang antara karbohidrat, lemak, dan protein.

Baca Juga  Bullying, (Pengertian, Peran, Penyebab dan Solusi)

 

2. Olahraga

Dianjurkan seseorang yang terindikasi stress untuk melakukan aktifitas fisik, antara lain seperti jogging, jalan, renang, bersepeda dengan intensitas ringan sampai sedang, dalam durasi waktu minimal 20 menit, frekuensinya 3 kali setiap minggu, akan membantu memelihara kebugaran jasmani.

 

3. Latihan pernapasan.

Pernapasan yang baik adalah menarik napas secara perlahan dan dalam yaitu menggunakan diagphragma dan sesaat ditahan di perut, selanjutnya dikeluarkan secara perlahan pula. Cara bernapas seperti ini sangat membantu
mereduksi stress.

4. Latihan relaksasi.

Relaksasi sangat diperlukan baik secara fisik maupun psikis. Hal itu dimaksudkan untuk mengembalikan dan memperlancar simpul syaraf yang tidak dalam posisinya pada saat berolahraga.

Selain itu, relaksasi secara psikologis dapat dilakukan dengan cara mengkombinasikan latihan pernapasan dan relaksasi.

5. Berlibur

Berlibur atau rekreasi merupakan aktivitas yang bertujuan untuk melepaskan segala kelelahan (kepenatan) baik fisik maupun psikis dengan cara mengubah suasana yang menjadi rutinitas.

 

6. Menjalin hubungan yang harmonis

Hubungan dan komunikasi dengan pihak lain secara harmonis, terutama keluarga, akan membantu mereduksi potensi individu seseorang stress.

Sebagai contoh seseorang yang tidak diterima dengan baik dalam ligkungan keluarganya, akan menyebabkan stress sehingga perilakunya serba salah.

Hal itu yang mengakibatkan iseseorang tidak nyaman tinggal di rumah, jika kondisi seperti
itu terus berkepanjangan berakibat broken home.

7. Menghindari kebiasaan yang jelek.

Pada umumnya seseorang yang mengalami stress penyalurannya antara lain melalui merokok, makan secara berlebihan, minum minuman keras, danmengkonsumsi narkoba.

Sesaat mungkin kegiatan tersebut dapat menghilangkan stress, tetapi dalam jangka waktu yang lama dan berlebihan justru akan membahayakan terhadap kesehatan seseorang itu sendiri.

8. Merencanakan kegiatan harian secara rutin.

Hidup adalah serangkaian rutinitas, namun manusia selalu melupakan rutinitas tersebut. Bahkan dalam menjalani hidup ini seseorang sering lupa dalam merencanakan kegiatan yang akan dijalani dalam satu hari ini.

Sebaliknya, jika seseorang mengetahui secara pasti jadwal kegiatan dari hari ke hari maka akan mengurangi resiko terkena stress.

9. Memelihara tanaman dan binatang

memelihara tanaman atau binatang dapat sebagai sarana untuk mengurangi beban stress pada seseorang.

Dengan menanam dan merawat tanaman dapat sebagai hiburan dan pengalihan perhatian atau konsentrasi pada suatu permasalahan.

 

10 Menghindari diri dalam kesendirian.

Jika iseseorang mengalami stress sebaiknya banyak bergaul dengan orang lain agar tidak dalam kesendirian, sebab jika dalam kesendirian seseorang akan semakin menikmati stressnya.

Dengan semakin menikmati stress kondisinya akan semakin buruk dan membahayakan.

Untuk itu, akan lebih baik seseorang yang mengalami stress mencari teman yang dapat diajak untuk mencurahkan isi hati (curhat), sehingga beban psikologis penyebab stress dapat dikurangi.

 

Semoga Bermanfaat!!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Check Also

Impostor Syndrome : Si Pintar Yang Merasa Dirinya Tak Layak

Impostor syndrome merupakan kondisi psikologis dimana orang tersebut merasa bahwa dirinya …