Penyakit Skizofrenia, Gangguan Pikiran Akut

A. Pengertian skizofrenia

Skizofrenia adalah gangguan psikotik yang ditandai dengan gangguan utama dalam pikiran, emosi, dan perilaku, pikiran yang terganggu, dimana berbagai pemikiran tidak saling berhubungan secara logis, persepsi dan perhatian yang keliru afek yang datar atau tidak sesuai, dan berbagai gangguan aktifitas motorik yang bizzare (perilaku aneh), pasien skizofrenia menarik diri dari orang lain dan kenyataan, sering kali masuk ke dalam kehidupan fantasi yang penuh delusi dan halusinasi.

Orang-orang yang menderita skozofrenia umunya mengalami beberapa episode akut gejala-gejala, diantara setiap episode mereka sering mengalami gejala- gejala yang tidak terlalu parah namun tetap sangat mengganggu keberfungsian mereka. Komorbiditas dengan penyalahguanaan zat merupakan masalah utama bagi para pasien skizofrenia, terjadi pada sekitar 50 persennya.

Skizofrenia adalah jiwa yang terpecah belah, adanya keretakan atau disharmoni antara proses berpikir, perasaan dan perbuatan.

B. Gejala Skizofrenia

Brain

Gejala – gejala skizofrenia di bagi menjadi 2 kelompok :

1. Gejala – gejala primer

  • Gangguan proses berpikir
  • Gangguan emosi
  • Gangguan kemauan,
  • Autisme

2. Gejala – gejala sekunder

Gejala- Gejala Yang lain juga meliputi:

🤐 Bongkar Rahasia Pesulap - ▶️ Tutorial Trik Sulap Prediksi
  • Tidak peduli terhadap kebersihan dan penampilan diri, kesulitan tidur atau pola tidur yang berubah. Penarikan diri dari lingkungan sosial, seperti teman dan keluarga, sangat sensitif dan memiliki suasana hati yang tertekan dan konflik pada pikiran, sulit membuat keputusan.

Baca Juga:

C. Jenis-Jenis Skizofrenia

Skizofrenia adalah gangguan pikiran yang dapat di bagi menjadi beberapa jenis. Penderita digolongkan ke dalam salah satu jenis menurut gejala utama yang terdapat padanya. Akan tetapi batasbatas golongan-golongan ini tidak jelas, gejala-gejala dapat berganti-ganti atau mungkin seorang penderita tidak dapat digolongkan ke dalam satu jenis.

Pembagiannya adalah sebagai berikut:

1. Skizofrenia Paranoid

Jenis skizofrenia ini sering mulai sesudah mulai usia30 tahun.Permulaanya mungkin subakut, tetapi mungkin juga akut. Kepribadian penderita sebelum sakit sering dapat digolongkan schizoid. Mereka mudah tersinggung, suka menyendiri, agak congkak dan kurang percaya pada orang lain.

Baca Juga  Memahami Istilah dan Terapi Katarsis Lengkap

2. Skizofrenia hebefrenik

Permulaanya perlahan-lahan atau subakut dan sering timbul pada masa remaja atau antara 15 – 25 tahun. Gejala yang mencolok adalah gangguan proses berpikir, gangguan kemauan dan adanya depersonalisasi atau double personality.

Gangguan psikomotor seperti mannerism, neologisme atau perilaku kekanak-kanakan sering terdapat pada skizofrenia heberfrenik, waham dan halusinasinya banyak sekali.

3. Skizofrenia katatonik

Timbulnya pertama kali antara usia 15 sampai 30 tahun, dan biasanya akut serta sering didahului oleh stres emosional. Mungkin terjadi gaduh gelisah katatonik atau stupor katatonik. Gejala yang penting adalah gejala psikomotor seperti:

  • Mutisme, kadang-kadang dengan mata tertutup, muka tanpa mimik, seperti topeng, stupor penderita tidak bergerak sama sekali untuk waktu yang sangat lama, beberapa hari, bahkan kadang-kadang beberapa bulan.
  • Bila diganti posisinya penderita menentang.
  • Makanan ditolak, air ludah tidak ditelan sehingga terkumpul di dalam mulut dan meleleh keluar, air seni dan feses ditahan.
  • Terdapat grimas dan katalepsi.

4. Skizofrenia simplex

Sering timbul pertama kali pada masa pubertas. Gejala utama pada jenis simplex adalah kedangkalan emosi dan kemunduran kemauan. Gangguan proses berpikir biasanya sukar ditemukan. Waham dan halusinasi jarang sekali ditemukan.

5. Skizofrenia residual

Jenis ini Skizofrenia adalah keadaan kronis dari skizofrenia dengan riwayat sedikitnya satu episode psikotik yang jelas dan gejala-gejala berkembang kea rah gejala negative yang lebih menonjol. Gejala negative terdiri dari kelambatan psikomotor, penurunan aktivitas, penumpukan afek, pasif dan tidak ada inisiatif, kemiskinan pembicaraan, ekspresi nonverbal yang menurun, serta buruknya perawatan diri dan fungsi sosial.

D. Faktor Penyebab Skizofrenia

Sampai saat ini para ahli belum tahu apa yang menyebabkan seseorang mengalami penyakit kejiwaan. Meski begitu, para peneliti meyakini jika ada beberapa hal yang dapat memicu penyakit ini. Beberapa hal yang dapat menjadi penyebab penyakit skizofrenia adalah:

  • Senyawa kimia di dalam otak. Kadar seratonin dan dopamine di dalam otak yang tidak seimbang diyakini oleh para ahli dapat menyebabkan penyakit ini.
  • Perbedaan struktur di otak. Studi pemindai saraf otak menjelaskan jika perbedaan dalam struktur otak dan sistem saraf pusat orang dengan penyakit ini. Para peneliti juga  tidak yakin mengapa hal tersebut bisa terjadi, namun mereka menyebutkan bahwa gangguan kejiwaan ini terkait dengan penyakit otak.
  • Faktor Genetik. Penyakit ini mungkin diwariskan di dalam suatu keluarga. Jadi, jika salah satu keluarga inti ada yang terkena penyakit ini, seseorang yang lain berisiko tinggi mengalami hal yang serupa.
  • Pengaruh lingkungan. Adanya infeksi virus dan kekurangan beberapa nutrisi saat masih dalam kandungan.
  • Obat-obatan tertentu. Menyalah gunakan obat-obatan terlarang seperti narkotika.
Baca Juga  Seberapa Tinggi Tingkat HARGA DIRI Anda? cek di sini

E. Faktor Resiko

Skizofrenia adalah

Beberapa hal yang dbisa meningkatkan resiko seseorang terkena penyakit skizofrenia adalah:

  • Mempunyai keluarga yang terkena penyakit ini. Apabila seseorang memiliki keluarga, khususnya orangtua atau saudara kandung yang terkena penyakit ini, risiko orang terbeut 10 kali lipat lebih tinggi dibandingkan dengan orang lain.
  • Adanya nfeksi virus, keracunan, dan kekurangan gizi saat masih di dalam kandungan khususnya pada usia kandungan 6 bulan pertama.
  • Memiliki ayah yang sudah tua ketika bayi dilahirkan.
  • Menggunakan inhibitor atau stimulasi saraf saat usia dini
  • Mempunyai penyakit antoimun

Selain beberapa hal yang disebutkan di atas, ternyata stres juga berpotensi sebagai penyebab seseorang mengalami penyakit skizofrenia. Banyak hal yang dapat menyebabkan seseorang terkena stres, misalnya masalah keuangan, rumah tangga, pekerjaan, dan lain sebagainya.

Baca Juga: Cara Meningkatan Serotonin, Hormon Mengurangi Stres Dan Depresi

F. Simtom klinis skizofrenia

Simtom-simtom yang dialami pasien skizofrenia adalah mencakup gangguan dalam beberapa hal penting pikiran, persepsi, dan perhatian. Perilaku motorik , afek, atau emosi, dan keberfungsian hidup. Rentang masalah orang-orang yang didiagnosis menderita skizofrenia sangat luas, meskipun dalam satu waktu pasien umumnya mengalami hanya beberapa dari masalah tersebut.

Dalam hal ini akan diuraikan beberapa simtom- simtom utama skizofrenia dalam tiga kategori. Simtom positif, simtom negatif, dan simtom disorganisasi.

1. Simtom positif.

Mencakup hal–hal yag berlebihan dan distorsi, seperti halusinasi dan waham, simtom–simtom ini, sebagian terbesarnya, menjadi ciri episode akut skizofrenia.

  • Delusi (waham), yaitu keyakinan yang berlawanan dengan kenyataan semacam itu merupakan simtom simtom positif yang umum pada skizofrenia.
  • Halusinasi, para pasien skizofrenia seringkali menuturkan bahwa dunia tampak berbeda dalam satu atau lain cara atau bahkan tidak nyata bagi mereka. Dan distorsi persepsi yang paling dramatis adalah halusinasi yaitu diamana pengalaman indrawi tanpa adanya stimulasi dari lingkungan.

2. Simtom negatif

Simtom–simtom negatif skizofrenia mencakup berbagai devisit behavioral, seperti avolition, alogia, anhedonia, afek datar dan asosiolitas. Simtom–simtom ini ini cenderung bertahan melampaui suatu episode akut dan memiliki afek parah terhadap kehidupan para pasien skizofrenia.

Baca Juga  Gangguan Jiwa, Ketahui Fakta-Faktanya

3. Simtom disorganisasi

Simtom–simtom disorganisasi mencakup disorganisasi pembicaraan dan perilaku aneh (bizarre). Disorganisasi pembicaraan juga dikenal sebagai gangguan berfikir formal, disorganisasi pembicaraan merujuk pada masalah dalam mengorganisasi berbagai pemikiran dan dalam berbicara sehingga pendengar dapat memahaminya.

Perilaku aneh terwujud dalam banyak bentuk, seseorang dapat meledak dalam kemarahan atau konfrontasi singkat yang tidak dapat dimengerti, memakai pakaian yang tidak biasa, bertingkah seperti anak–anak, atau dengan gaya yang konyol, menyimpan makanan, mengumpulkan sampah atau melakukan perilaku seksual yang tidak pantas

E. Pengobatan

Pengobatan

Sampai saat ini, belum ada obat untuk menangani skizofrenia. Metode pengobatan yang dilakukan hanya sebatas mengendalikan dan mengurangi gejala pada pengidap. Beberapa metode pengobatan untuk mengobati skizofrenia  adalah sebagai berikut:

1. Obat-obatan

Untuk mengatasi halusinasi dan delusi yang dialami, dokter biasanya akan meresepkan obat antipsikotik dalam dosis yang rendah. Obat ini bekerja dengan menghambat efek dopamin dan serotonin dalam otak.

2. Terapi Elektrokonvulsif

Terapi elektrokonvulsif merupakan metode yang paling efektif untuk meredakan keinginan bunuh diri, mengatasi gejala depresi berat, dan menangani psikosis. Terapi dilakukan 2-3 kali dalam seminggu selama 2-4 minggu, serta dapat dikombinasikan dengan psikoterapi dan pemberian obat.

3. Psikoterapi

Psikoterapi yang dilakukan bertujuan agar pengidap dapat mengendalikan gejala yang dialaminya. Terapi ini dikombinasikan dengan pemberian obat-obatan. Beberapa metode psikoterapi yang dapat dilakukan untuk pengidap skizofrenia, antara lain:

  • Terapi perilaku kognitif, yang bertujuan untuk mengubah perilaku dan pola pikir pada pengidap.
  • Terapi remediasi kognitif, yaitu terapi yang mengajarkan pengidap cara memahami lingkungan sosial, serta meningkatkan kemampuan dalam memperhatikan atau mengingat sesuatu, dan mengendalikan pola pikirnya.

 

Sumber: Delusi Gejala Skizofrenia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Check Also

Insecure, Penyebab Dan Cara Mudah Mengatasinya

 Apa Itu Insecure? Insecurity atau insecure adalah kondisi perasaan tidak aman mungkin per…