Self Loathing: Terlalu Membenci Diri Sendiri

Self loathing adalah suatu keadaan yang bisa menggambarkan terjebaknya seseorang di dalam belenggu kebencian diri sendiri. Kebencian bisa terjadi saat  “keadaan diri seseorang yang sekarang” tidak bisa memenuhi standar, mimpi, atau keinginan dari “dirinya yang ideal”. Dirinya selalu merasa tidak cukup sempurna atau baik dan melihat orang lain jauh lebih baik. Mereka selalu mencari kesalahan dan lupa menghargai diri. Merasa gambaran impian diri selalu sulit untuk diraih dan tidak puas dengan keadaan saat ini.

Individu yang terjebak dalam self loathing akan selamanya karena memiliki self-esteem (harga diri) yang rendah. Akan tetapi, mereka lebih kepada tidak mampu mengenali dan menyadari kemampuan diri yang mereka miliki. Kalaupun diri tidak cukup meyakini bahwa kamu membenci diri sendiri, ada saja dorongan dari lingkungan yang membuat kamu membenci diri sendiri. Seolah-olah kamu adalah bahan tawa dan candaan orang-orang yang ada di luar sana.

Seseorang yang tidak menyukai diri sendiri sebenarnya menyadari ada kebaikan atau sifat yang baik dalam diri mereka sendiri. Namun, kehadiran persepsi positif tersebut semua terkaburkan karena pengaruh emosi yang muncul akibat dari ketidaksukaan pada hal itu sendiri. Emosi-emosi negatif terlalu kuat menyelimuti sampai sulit untuk melihat kehadiran energi positif dalam diri.

Saat membiarkan diri terjebak dalam self loathing, maka sesungguhnya kamu membiarkan diri terpengaruh oleh keyakinan bahwa kamu akan selalu gagal, berbuat salah, dan tidak cukup berarti untuk melakukan apapun dalam hidup kamu.

Baca Juga:

🤐 Bongkar Rahasia Pesulap - ▶️ Tutorial Trik Sulap Prediksi

Penyebab Orang Membenci Dirinya Sendiri

self loathing

Keadaan di mana seseorang terjebak dalam belenggu membenci diri sendiri atau disebut dengan ‘self loathing’. Ada hal-hal tentunya yang menyebabkan seseorang terjebak dalam perasaan membenci diri sendiri. Mau tahu apa saja hal-hal tersebut?

Yuk, mari simak lima hal yang menyebabkan individu terjebak dalam perasaan membenci diri sendiri atau self loathing.

1. Tidak bisa menerima kondisi diri seutuhnya

Individu yang terjebak dalam kondisi di mana dia membenci dirinya sendiri dapat disebabkan karena dirinya tidak dapat menerima kondisi dirinya seutuhnya. Dia selalu membanding-bandingkan hidupnya dengan kehidupan orang lain. Dia tidak pernah puas dengan apa yang ada dalam dirinya. Rasa tidak puas terhadap diri sendiri jika tidak segera ditangani dengan baik maka akan menimbulkan kebencian kepada diri sendiri.

Baca Juga  5 Fakta Kesurupan Menurut Perspektif Psikologis

2. Kurangnya dukungan sosial dari lingkungan dan pihak keluarga maupun teman dan sahabat

Jika individu tidak mendapatkan dukungan sosial dari lingkungan sekitarnya maka, perlahan-lahan dapat menimbulkan rasa benci kepada diri sendiri. Orang tersebut merasa tidak cintai dan diterima oleh lingkungan sekitarnya.

3. Mempunyai self esteem atau harga diri yang rendah dan sulit mengambil keputusan untuk masa depan

Seseorang yang terjebak dalam perasaan membenci diri sendiri biasanya memiliki self esteem yang rendah. Mereka merasa tidak punya kendali atas kehidupan yang mereka alami sendiri. Mereka tidak mampu mengambil keputusan penting untuk masa depan mereka. Mereka merasa diri bodoh sehingga tidak mampu mengambil keputusan penting dalam kehidupannya. Hal ini membuat perasaan untuk membenci diri sendiri semakin dalam.

4. Memiliki Pemikiran Negatif Terhadap Diri Sendiri

Seseorang yang biasa terjebak pada perasaan membenci diri sendiri dapat disebabkan karena adanya pemikiran negatif terhadap diri sendiri. Mereka memiliki pemikiran negatif tentang diri mereka sendiri. Mereka selalu menganggap diri mereka tak bisa melakukan apa-apa dan tidak berdaya dalam menghadapi kehidupan.

Pemikiran negatif yang terus menerus menghantui pikiran mereka membuat seseorang perlahan-lahan membenci dirinya sendiri. Tidak hanya itu, mereka juga dapat menyesal karena telah terlahir di dunia ini dengan kekurangan diri yang tidak bisa diterima.

5. Menyalahan Diri Sendiri Karena Masa Lalu

Seseorang yang terjebak pada perasaan membenci diri sendiri disebabkan karena peristiwa buruk yang pernah terjadi di masa lalu. Mereka selalu mengingat peristiwa buruk di masa lalu dan menyalahkan diri sendiri terus menerus atas hal tersebut. Mereka seakan-akan terus menjadikan diri sendiri sebagai musuh dan penyebab utama terjadinya peristiwa buruk itu. Jika hal ini terus berlanjut maka, seseorang dapat terjebak pada perasaan membenci diri sendiri.

Baca Juga  Body Shaming, Bullying Verbal Dan Dampak Psikologisnya

Itulah lima hal yang dapat menyebabkan individu mengalami self loathing. So, jangan pernah membiarkan emosi negatif menguasai diri kalian. Berdamailah dengan diri kalian sendiri sehingga kalian tidak terjebak dalam perasaan membenci diri sendiri. Berdamailah dengan diri kalian sendiri sebelum terlambat.

Dampak Positif Self Loathing Untuk Motivasi Mengubah Diri

Hampir setiap manusia pernah merasa kurang baik dan tidak puas dengan keadaannya yang sekarang. Hingga akhirnya, muncul rasa tidak suka dan seolah memarahi diri sendiri karena menjadi tidak cukup baik untuk saat ini. Pernyataan seperti,
“Aku terlalu kurus, tidak ada apa-apanya dibandingkan mereka yang bertubuh berisi dan seksi.”
“Memang aku selalu buat kesalahan ya, gak bisa tampil sempurna dan baik seperti dia. Bagaimana ingin jadi yang terbaik kalau begini.”

“Aku memang gak pantas untuk berhasil, aku saja tidak tahu apa yang sesungguhnya ingin aku capai.”

Pernyataan di atas merupakan contoh percakapan yang secara tersirat ketidaksukaan terhadap diri sendiri. Bagi sebagian orang, percakapan seperti itu adalah cara yang tidak sehat dan memperburuk keadaan diri. Namun, sebagian orang menilai, self loathing mampu memotivasi untuk mengubah diri menjadi lebih baik.

Sebagai contoh, merasa penampilan tidak semenarik orang lain akan selalu mendorongnya untuk mengubah penampilan agar terlihat lebih menarik. Merasa tubuh terlalu kurus mendorong dirinya untuk mengatur pola makan dan minum suplemen. Merasa dirinya tidak cukup pandai mendorong dirinya untuk selalu belajar lebih keras. Merasa selalu gagal sehingga mendorong dirinya untuk mencari tahu jawaban yang tepat untuk mencapai suatu keberhasilan. Serta berbagai contoh lainnya yang dapat menjadi titik balik bagi perubahan diri individu tersebut.

Pada akhirnya, self loathing dianggap cara yang tepat selama berada di ukuran yang tepat pula. Kamu tidak bisa selamanya menyukai diri sendiri. Ada saatnya kamu merasa tidak cukup baik dan harus menegur diri sendiri. Hal ini wajar dilakukan layaknya kamu menegur rekan kamu saat dia berbuat kesalahan. Diri kamu pun butuh merasakan momen kesedihan, kegagalan maupun ketidaksukaan. Butuh merasakan itu semua agar dapat menyadari, ada suatu keadaan yang membutuhkan respons yang tepat. Seperti, tidak tetap mengapresiasi diri saat telah berbuat kesalahan.

Baca Juga  Self-Healing: 5 Cara Penyembuhan Diri Sendiri Yang Bisa Kalian Terapkan

Mengenali dan menyadari kapasitas diri sendiri seolah menjadi kunci agar dapat mengelola kebencian dalam diri. Ketika kamu sudah mampu mengenali dan menyadari, rasa tidak suka atau benci yang muncul kamu lihat sebagai hal yang lumrah. Kemudian kamu nikmati sejenak dan mencukupkan ketidaksukaan itu terjadi. Setelah itu, kamu kembali menyadari adanya hal positif dalam diri yang patut untuk dihargai dan menjadi bekal untuk memperbaiki diri.

 

Sumber:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Check Also

Regulasi Diri Dan Aspek Yang Mempengaruhi Manusia

Apa Itu Regulasi Diri? Regulasi diri berkaitan dengan bagaimana seseorang mengaktualisasik…