Retradasi Mental “Keterbelakangan Mental Menurut Pengertian Umum”

1. Apa Itu Retardasi Mental?

Keterbelakangan mental (mental retardation,) atau Retradasi mental adalah suatu keadaan yang ditandai dengan fungsi kecerdasan yang berada di bawah rata-rata yang disertai dengan kurangnya kemampuan menyesuaikan diri yang mulai tampak pada awal kelahiran.

Pada mereka yang mengalami retradasi mental memiliki keterbelakangan dalam kecerdasan, mengalami kesulitan belajar dan adaptasi sosial. Diperkirakan ada sekitar tiga persen dari total penduduk dunia mengalami keterbelakangan mental.

Retradasi mental adalah bentuk keterbelakangan fungsi intelektual yang secara signifikan berada di bawah rata-rata yang disertai oleh defisit fungsi adaptasi, seperti kegagalan dalam mengurus diri sendiri dan timbulnya perilaku menentang (okupasional).

Menurut studi retradasi mental merupakan gangguan fungsi intelektual yang secara signifikan berada di bawah rata rata dengan skor IQ-70 ataupun kurang. Mental retardation ditandai dengan defisit dalam fungsi adaptif, seperti bidang komunikasi, mengurus dirinya sendiri, home living, keterampilan sosial, interpersonal, dan keterampilan akademik.

Baca Juga: 10 Tips Menjaga Kesehatan Mental

Tonton Video - Cara Membaca Bahasa Tubuh

5 Fakta Kesurupan Menurut Perspektif Psikologis

Fakta Tentang Down Syndrome: Penyebab, Gejala, Diagnosis dan Terapi

2. Ciri-ciri Klinis Retardasi Mental

Tanda-tanda umum dari retradasi mental adalah kesulitan dalam berkomunikasi, kesulitan dalam mengurus diri sendiri atau rumah, kesulitan dalam membina relasi sosial atau personal, rendahnya kemampuan akademis, kesehatan dan keselamatan.

ciri-ciri klinis mental retardation dapat dilihat dari tingkatan kemampuannya, yakni:

a. Retardasi Mental Katagori Ringan

Retardasi mental kategori ringan disebut juga dengan mental retardation kategori mild (ringan) dengan tingkat IQ=50-70. Penderitanya membutuhkan bantuan yang cukup terbatas dan tak membutuhkan bantuan total.

Dia masih bisa mandiri dengan tingkat pengawasan yang minimal dan masih memiliki prestasi yang memadai. Akan tetapi mereka masih sangat tergantung pada pendidikan, pelatihan, dan dukungan masyarakat.

Anak dengan retardasi mental ringan masih dapat membaca hingga kelas empat sampai enam sekolah dasar. Meskipun dia memiliki kesulitan membaca, tetapi dia masih mampu mempelajari pendidikan dasar yang diperlukan dalam kehidupan sehari-hari.

Mereka membutuhkan pengawasan, bimbingan, dan pelatihan khusus. Penderita retardasi mental tidak memiliki kelainan fisik yang signifikan, tetapi mereka kerap kali menderita epilepsi.

Baca Juga  10 Tips Menjaga Kesehatan Mental

b. Retardasi Mental Kategori Sedang

Retardasi mental kategori sedang disebut juga dengan mental retardation kategori moderate (sedang), memiliki tingkat IQ=35-40 atau IQ=50-55.

Penderitanya membutuhkan bantuan yang cukup terbatas, tidak membutuhkan bantuan total, masih mampu mandiri dengan tingkat pengawasan yang cukup minimal, masih memiliki prestasi yang memadai dan tergantung pola pendidikan, bimbingan, pelatihan, dan dukungan masyarakat.

Anak yang memiliki retardation mental IQ=36-51 jelas sekali memiliki keterbatasan dan keterlambatan dalam belajar bicara dan keterlambatan dalam perkembangan lainnya, seperti duduk.

Dengan melalui pelatihan dan dukungan masyarakat (lingkungan), penderita retardasi mental masih dapat hidup mandiri untuk taraf keterampilan dan kebutuhan tertentu.

c. Retardasi Mental Kategori Berat

Retardasi mental kategori berat disebut juga dengan mental retardation kategori severe (berat) dengan tingkat skor IQ=20-25 dan IQ=30-45

Memiliki keterampilan komunikasi formal yang sangat terbatas, sehingga tidak pernah bicara lisan dan jika adapun bicaranya hanya sebatas satu atau dua kata. Penderitanya membutuhkan bantuan khusus dan total, seperti mandi, berpakaian, dan makan.

Penderitanya total membutuhkan bantuan living home, tidak memiliki keselamatan, kesehatan apalagi keterampilan akademik.

d. Retardasi Mental Kategori Sangat Berat

Retardasi mental kategori sangat berat disebut juga mental retardation kategori profound (sangat berat) dengan tingkat skor IQ=20-25,

Penderitanya tidak memiliki keterampilan komunikasi formal, sehingga tidak pernah bicara lisan sama sekali, tak pernah belajar menggunakan bicara sebagai media komunikasi, dan tidak mampu menggunakan alternatif bahasa isyarat atau alat komunikasi lainnya.

Dia sangat sulit belajar akibat disfungsi kognitif dan memiliki tingkat ketergantungan yang tinggi sehingga aktivitas sehari-harinya sangat total membutuhkan bantuan living home, keselamatan, kesehatan dan keterampilan akademiknya sama sekali tidak ada.

Anak-anak mental retardation dalam kategori sangat berat (IQ ≤ 19) biasanya tidak dapat berjalan, berbicara, ataupun memahami orang lain.

Angka harapan hidup anak-anak yang memiliki keterbelakangan mental relatif pendek dan tergantung pada faktor penyebabnya. Biasanya semakin berat mental retardation, maka semakin kecil angka harapan hidupnya.

3.Faktor-faktor Penyebab Retardasi Mental

Adapun 5 faktor penyebab retardasi mental  beberapa diantaranya antara lain:

Baca Juga  Bipolar Disorder, Gangguan Mental Yang Wajib Anda Tahu

a. Trauma (Sebelum dan Sesudah Lahir)

Faktor perkembangan dan kelahiran yang dimaksudkan ialah faktor-faktor yang berkaitan dengan perkembangan selama pranatal, perinatal, dan postnatal.

Faktor pranatal, yakni akibat penyakit, keracunan dari bahan-bahan kimia, obat-obatan yang tidak terkendali dalam penggunaanya, penggunaan alkohol (fetal alcohol sindrom), drugs, rokok, dan malanutrisi selama kandungan.

Faktor perinata, yakni pengaruh dari kesulitan melahirkan atau kelahiran yang kurang oksigen (hipoksia). Faktor postnatal, yakni akibat infeksi atau virus, luka atau pencederaan pada otak atau cacat pada kepala.

b. Infeksi (Bawaan dan Sesudah Lahir) dan Kelainan Kromosom

Infeksi bawaan sesudah lahir yang menyebabkan mental retardation yaitu: rubela kongenitalis, meningitis, sitomegalo, ensefalitis, toksoplasmosis kongenitalis, listeriosis, dan HIV.

Sementara kelainan kromosom yang menyebabkan mental retardation adalah kesalahan pada jumlah kromosom (sindrom Down).

c. Kelainan Genetik

Kelainan genetik yang menyebabkan retardasi mental adalah galaktosemia, penyakit TaySachs, leukodistrofi metakromatik adrenoleukodistrof, sindrom Lesch-Nyhan, sindrom rett, dan sklerosis tuberosa.

Sementara faktor-faktor metabolik yang dapat menyebabkan retardasi mental adalah sindrom Reye, dehidrasi hipernatremik, hipotiroid kongenital, hipoglikemia, dan diabetes melitus.

d. Akibat Keracunan

Pemakaian alkohol, kokain, amfetamina, dan obat lainnya pada ibu hamil. Serta keracunan metil merkuri (timah hitam) juga dianggap memberikan konstribusi besar sebagai penyebab retardasi mental.

e. Gizi dan Lingkungan

Faktor-faktor penyebab retardasi mental yang berkaitan dengan aspek gizi yaitu malnutrisi. Sementara faktor-faktor lingkungan yang berkaitan dalam pembentukan retardasi mental adalah kemiskinan, deprivasi sosial, lingkungan rumah dengan sikap tidak memperdulikan anak atau adanya penelantaran anak, budaya (culture familial retardation), atau lingkungan yang menghasilkan bahan-bahan kimia beracun dan berbahaya.

4. Bentuk-Bentuk Retradasi Mental

a. Alcohol syndrom, aitu mental retardation yang diakibatkan bahan kimia dan obat-obatan, seperti penylalanin.

b. Lesch-Nyhan syndrom,ditandai dengan perilaku mencederai diri sendiri, seperti menggigit-gigit jari atau bibir.

c. Down syndrome, adalah bentuk mental retardation akibat adanya abnormalitas kromosom 21
yang memberikan penampilan fisik yang khas, seperti wajah mongoloid

Baca Juga: Fakta Tentang Down Syndrome: Penyebab, Gejala, Diagnosis dan Terapi

Baca Juga  Gangguan Kepribadian Paranoid: Penyebab, Obat, Pencegahan

d. Fragile X syndrome adalah bentuk mental  yang berkaitan dengan masalah-masalah belajar, hiperaktif, menghindar tatapan mata,perseverative speech dan ciri-ciri fisik yang tidak lazim, seperti telinga, buah zakar, lingkaran kepala yang besar.

e. Cultural familial retardation, yaitu bentuk mental retardation yang ringan dan disebabkan oleh pengaruh lingkungan dan kombinasi pengaruh biologis dengan psikososial, seperti akibat penganiayaan fisik, penelantaran dan deprivasi sosial.

Ciri-ciri orang yang cultur familial retardation adalah memiliki skor IQ= 50-70, memiliki keterampilan adaptif yang cukup baik, namun tidak berpotensi untuk mengembangkan keterampilannya, memiliki keterlambatan dalam perkembangan.

5. Cara Penanganan Retardasi Mental

Secara umum, penanganan pada mental retardation harus paralel, yakni dengan mengajarkan berbagai keterampilan yang dibutuhkan agar mereka dapat produktif dan mandiri.

Perlu kita ketahui bahwa para penderita mental retardation yang sangat mereka butuhkan ialah agar mereka dapat berpartisipasi dengan cara-cara tertentu dalam masyarakat, bersekolah bahkan memiliki harapan untuk dapat bekerja dan memperoleh kesempatan menjalin hubungan sosial yang lebih berarti

Usaha pencegahan dan penanganannya lebih menunjukkan pada perubahan keterampilan yang lebih berarti dalam kehidupan mereka. Karena sampai sekarang belum ada obat secara medis untuk mengatasinya.

a. Penanganan Behavioral

Menekankan pada pengajaran keterampilan melalui inovasi perilaku (behavior), seperti dengan mengajarkan mereka keterampilan untuk mandi, berpakaian dan buang air.

b. Latihan Komunikasi

Latihan komunikasi sangat penting bagi penderita mental retardation. Langkah awal yang perlu diketahui yaitu bagaimana membuat kebutuhan yang dapat memberikan rasa puas dalam berbagai aktivitasnya. Tujuan latihan ini berbeda bagi setiap penderita, tergantung pada tingkat keterampil yang dimilikinya.

c. Support Employment

Salah satu metode yang mengajarkan penderita mental retardation agar dapat berpartisipasi dalam dunia pekerjaan secara memuaskan dan berkompetisi.

Terlepas dari besarnya biaya yang terkait, maka dengan metode ini bukan hanya menempatkan penderitanya dalam satu pekerjaan yang bermakna, tetapi yang terpenting adalah membuat mereka untuk dapat menjadi orang yang produktif, mandiri, dan berguna bagi masyarakat.

 

Semoga Bermanfaat!!

 

Sumber: Analisis Metode Bermain Bagi Pnederita Retradasi Mental

Retradasi Mental

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Check Also

Bipolar Disorder, Gangguan Mental Yang Wajib Anda Tahu

1. Pengertian Bipolar Gangguan bipolar adalah jenis penyakit dalam keilmuan psikologi, dal…