Regulasi Diri Dan Aspek Yang Mempengaruhi Manusia

Apa Itu Regulasi Diri?

Regulasi diri berkaitan dengan bagaimana seseorang mengaktualisasikan dirinya dengan menampilkan serangkaian tindakan yang ditujukan pada pencapaian target. Menurut bandura regulasi diri merupakan kemampuan mengatur tingkah laku dan menjalankan tingkah laku tersebut sebagai strategi yang berpengaruh terhadap performansi seseorang mencapai tujuan atau prestasi sebagai bukti peningkatan.

Dengan adanya regulasi diri, seseorang akan mampu untuk mengatur pikiran, emosinya dan perilaku seseorang untuk menuju kesuksesan di lingkungan sekolah, pekerjaan dan kehidupannya.

Setiap orang memiliki kekuatan untuk bebas menciptakan gaya hidupnya sendiri-sendiri. Manusia itu sendiri yang bertanggung jawab tentang siapa dirinya dan bagaimana dia bertingkahlaku. Manusia mempunyai kekuatan kreatif untuk mengontrol kehidupan dirinya, bertanggung jawab terhadap, bertanggung jawab mengenai tujuan finalnya, menentukan cara memperjuangkan mencapai tujuan itu, dan menyumbang pengembangan minat sosial.

Kekuatan diri kreatif itu membuat manusia menjadi manusia bebas, bergerak menuju tujuan terarah. Setiap individu memiliki keampuan dasar untuk mengontrol dirinya, sesuai dengan kemampuan yang ada pada dirinya untuk bertanggung jawab sesuai dengan tujuan hidupnya.

Regulasi diri merujuk pada pikiran, perasaan dan tindakan yang terencana oleh diri dan terjadi secara berkesinambungan sesuai dengan upaya pencapaian tujuan.Siswa yang aktif tentunya harus memiliki perilaku yang direncanakan secara terus menerus. Untuk mendapatkan prestasi yang sesuai dengan keinginannya.

Yakin ingatanmu Asli ?

Ketidak mampuan seseorang untuk meregulasi diri menyebabkan seseorang menjadi kecanduan alkohol dan obat-obatan terlarang, membuat seseorang mengalami gangguan makan, tidak mampu menyesuaikan diri dengan lingkungan dan juga membuat anak-anak rentan terhadap berbagai resiko meskipun tidak berada dalam lingkungan yang beresiko memicu munculnya penyakit psikologis.

Regulasi diri adalah kemampuan seseorang dalam mengontrol, mengatur, merencanakan, mengarahkan, dan memonitor perilaku dalam melakukan kegiatan untuk dapat mencapai tujuan dengan menggunakan strategi tertentu meliputi metakognitif, motivasi dan perilaku agar apa yang dilakukan sesuai dengan tujuannya.

Baca Juga:

Baca Juga  Bahaya SELF-HARM, Penyakit Yang Melukai Diri Sendiri

Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Regulasi Diri

regulasi diri ilustrasi

Ada dua faktor yang mempengaruhi regulasi diri menurut antara lain:

a. Faktor eksternal

Faktor eksternal mempengaruhi regulasi diri minimal dalam dua cara yaitu:

  1. Faktor eksternal menyediakan standar untuk mengevaluasi perilaku diri sendiri. Standar tidak semata-mata berasal dari daya tarik internal. Faktor-faktor lingkungan, yang berinteraksi dengan pengaruh-pengaruh pribadi, turut membentuk standar individual bagi pengevaluasi.
  2. Faktor eksternal mempengaruhi pengaturan diri dengan menyediakan cara-cara penguatan. Penghargaan intrinstik tidak selalu cukup, juga memerlukan insentif-insentif dari luar.

b. Faktor internal

Faktor eksternal berinteraksi dengan faktor internal atau personal dalam regulasi diri. mengemukakan tiga persyaratan internal untuk melatih regulasi diri yaitu:

  1. Observasi-diri Faktor internal pertama pengaturan diri adalah observasi diri terhadap performa yang sudah dilakukan, orisinalitas tingkah laku diri. Manusia dapat memonitor penampilannya meskipun tidak lengkap atau akurat. Individu memilih dengan selektif sejumlah aspek perilaku dan mengabaikan aspek yang lainnya, yang dipertahankan biasanya adalah yang sesuai dengan konsep diri.
  2. Proses penilaian adalah melihat kesesuaian tingkah laku dengan standar pribadi, membandingkan tingkah laku dengan standar pribadi, membandingkan tingkah laku dengan norma standar atau dengan tingkah laku orang lain. Individu sanggup bukan hanya sadar diri secara reflektif, namun juga menilai berharga tidaknya tindakan-tindakan berdasarkan tujuan yang ditentukan bagi diri sendiri.

Proses penilaian tergantung pada empat hal yaitu:

  • Standar pribadi: mengevaluasi performa tanpa harus membandingkan dengan hasil dari orang lain.
  • Standar acuan.
  • Keseluruhan nilai yang ditetapkan bagi sebuah aktivitas
  • Cara seseorang menilai penyebab tingkah laku demi penyempurnaan performa.

Manusia menetapkan standar-standar tertentu bagi performa yang jika dipenuhi cenderung meregulasi perilaku dengan memberi penghargaan pada diri sendiri dalam bentuk kebanggaan diri dan kepuasan diri dan bila gagal memenuhi standar maka perilaku akan diikuti oleh ketidak puasan dan mengkritik diri.

Bentuk-Bentuk Regulasi Diri

Beberapa bentuk regulasi yang berdasarkan pada teori determinasi diri yaitu:

  1. Amotivation regulation: keadaan pada saat seseorang merasakan tidak adanya hubungan antara tindakan dan hasil dari tindakan tersebut.seseorang yang berada pada kondisi ini akan bertindak tanpa intensi dan memiliki keinginan untuk
  2. External regulation: saat perilaku diregulasi oleh faktor eksternal seperti adanya hadiah dan batasan-batasan.
  3. Introjected regulation: seseorang menjadikan motivasi diluar dirinya sebagai motivasi dirinya melalui proses tekanan internal seperti rasa cemas dan perasaan bersalah.
  4. i dentivied regulation: perilaku muncul sebagai pilihan pribadi bukan untuk kepuasan dan kesenangan tetapi untuk mencapai suatu tujuan. Seseorang merasakan dirinya diarahkan
  5. Intrinsically motivated behavior: muncul secara sukarela tanpa ada keterkaitan dengan faktor eksternal
Baca Juga  Mengenal Gangguan Kecemasan Agoraphobia, Penyebab Dan Penanganan!

Aspek Yang Mempengaruhi Regulasi Diri

a. Self Efficacy

Self efficacy berhubungan dengan penilaian bagaimana individu menyadari kemampuan mereka untuk melakukan suatu perilaku atau tindakan yang berhubungan dengan suatu tugas, dengan begitu  seseorang yang memiliki preceived self efficacy akan terus mencoba, memperoleh lebih banyak dan bertahan lebih lama terhadap suatu tugas dibandingkan dengan mereka yang memiliki self efficacy dalam tingkat yang lebih rendah.

self efficacy memiliki tiga indikator yaitu :

  1.  Dimensi tingkat (magnitude) Berkaitan dengan derajat kesulitan tugas dimana individu merasa mampu melakukannya. Individu merasa mampu melakukan tugas apakah berkaitan dengan tugas yang sederhana, agak sulit atau sangat sulit.
  2. Dimensi kekuatan (strength) Dimensi ini dikaitkan ini kekuatan penilaian tentang kecakapan seseorang. Dimensi ini mengacu pada derajat kemampuan seseorang terhadap keyakinan akan harapan yang dibuatnya.
  3. Dimensi generalisasi (generalty) Dimensi ini berhubungan dengan luas bidang perilaku. self efficacy seseorang tidak terbatas hanya situasi spesifik saja. Dimensi ini mengacu pada variasi situasi dimana penilaian tentang self efficacy dapat diungkapkan.

b. Peraturan Moral

Merupakan prinsip-prinsip standar dari apa yang baik maupun yang buruk melalui proses internalisasi. Terdapat sejumlah mekanisme kognitif yang dapat membuat seseorang dapat bertindak bertentangan dengan prinsip-prinsip moral yang dimiliki tanpa menimbulkan perasaan bersalah. Karena itu diperlukan adanya regulasi diri untuk mengarahkannya. Komponen dari tindakan moral diantaranya:

  1. Individu dapat menentukan perilaku (pikiran) yang benar dan yang salah.
  2. Individu bisa menjaga perilakunya setelah menyadari kesalahannya.

c. Penundaan Kepuasan

Merupakan suatu proses penundaan kepuasan sesaat, ini juga merupakan aspek dari regulasi diri yang dipertimbangkan.  Kemampuan untuk menunda kepuasan sesaat berkaitan dengan beberapa indikator diantaranya:

  1. Keyakinan seseorang bahwa tujuan dimasa mendatang akan lebih baik.
  2. Pengalaman lampau seseorang dalam menunda kepuasan sesaat.
  3. Nilai dari tujuan di masa mendatang.

 

Sumber: Memahami Regulasi Diri Sebuah Tinjauan Konseptual

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Check Also

Psikologi Sosial: Teori, Metode dan Pendekatan Lengkap!

Psikologi Sosial adalah Ilmu yang mempelajari dan menyelidiki tingkah laku individu dalam …