Psikopat: Ciri-Cirinya, Jenis dan Penyebabnya

Psikopat adalah kelainan dan gangguan jiwa yang ciri utamanya yaitu memiliki ketidakmampuan dalam memyesuaikan diri. Selain itu seorang psikopat juga tidak memiliki tanggung jawab moral dan sosial, berkepribadian labil serta emosinya tidak matang. Psikopat berarti sakit jiwa. Berasal dari kata psyche yang artinya jiwa dan pathos yang artinya penyakit. Orang awam lazimnya menyebut gila.

A. Pengertian Psikopat

Psikopat adalah hambatan kejiwaan yang menyebabkan pengidapnya mengalami kesulitan dalam menyesuaikan diri terhadap norma-norma sosial yang ada di lingkungannya. Pengidap psikopat memperlihatkan sikap egosentris yang besar. Seolah-olah semua patokan untuk semua perbuatannya adalah dirinya sendiri.

Psikopat adalah bentuk kekalutan mental (mental disorder) yang ditandai dengan tidak adanya pengorganisasian dan pengintegrasian pribadi sehingga seorang psikopat tidak pernah bisa bertanggung jawab secara moral dan selalu terjadi konflik dengan norma-norma sosial dan hukum.

Seorang psikopat dapat melakukan apapun yang diinginkan dan meyakini bahwa yang dilakukannya tersebut benar. Sifatnya yang pembohong, manipulatif, tanpa rasa belas kasihan, serta tidak bersalah setelah menyakiti orang lain. Bahkan terkadang seorang psikopat dapat bertindak kejam kepada siapapun, tidak peduli saudara, kerabat, atau orang tua. Selain tidak peduli terhadap siapun, psikopat selalu melihat kelemahannya karena orang lain.

Menurut Dra Tieneke Syaraswati dari FK Universitas Indonesia, di Amerika Serikat jumlah pengidap psikopat cukup banyak sedangkan di Indonesia data pastinya belum ada. Namun, Dra Tieneke meyakini jumlahnya cukup banyak. Dra Tieneke juga menjelaskan, perilaku psikopatik biasanya muncul dan berkembang pada masa dewasa. Puncaknya yaitu ketika seseorang berada di usia sekitar 40 tahun, kemudian mengalami fase plateau pada usia sekitar 50 tahun kemudian sedikit demi sedikit menghilang.

Yakin ingatanmu Asli ?

Psikopat juga bisa disebabkan oleh kesalahan pola asuh. Ia menyarankan agar bersikap waspada pada anak yang pemarah, suka berkelahi dan melawan, melanggar aturan, dan bersikap kejam pada hewan serta anak yang lebih kecil.

Baca Juga:

B. Indikator Dan Ciri-Ciri Psikopat

ilustrasi psikopat

Psikopat adalah seseorang yang antisosial dan cenderung tidak memperdulikan norma-norma sosial yang ada, pemberontak serta tidak mempedulikan aturan yang ada. Kepribadiannya sulit ditebak. Hal ini bisa dilihat dari tidak stabilnya dalam hubungan interpersonal dan lebih mementingkan citra diri. Seorang psikopat selalu bertindak berdasarkan kata hatinya tanpa mempedulikan apakah tindakannya merugikan orang lain atau tidak. Orang seperti ni juga cenderung melakukan sesuatu tanpa berpikir panjang (impulsif) dan selalu berfikiran negatif. Selain itu ia juga memiliki sifat pendendam, sekali saja orang lain melakukan kesalahan seumur hidup ia akan mengingatnya dan suatu saat akan diungkit lagi.

Baca Juga  10 Perbedaan Psikolog Dan Psikiater Yang Jarang Diketahui Orang

Ciri utama seorang psikopat adalah memiliki sifat yang histrionic (pandai bersandiwara). Ia selalu ingin menarik perhatian dan emosinya tidak bisa dikontrol (meledak-ledak). Selain itu juga memiliki sifat narcisstic (luar biasa egois). Hal tersebut ditunjukkan dengan sikapnya yang selalu ingin dikagumi orang lain. Ia selalu ingin menjadi satu-satunya yang ada dalam hidup seseorang yang ia cintai. Hanya dia yang boleh dipuja.

Seorang psikopat adalah pribadi yang charming, likeable, intelek, impresif dan pandai merayu. Pada umunya mereka juga cerdas secara akademik. Namun dibalik itu semua mereka lebih banyak memiliki sifat negatif seperti tidak bertanggung jawab, merusak diri sendiri dan orang lain, dan sering mengatakan ingin bunuh diri ketika hubungan cintanya kandas.

Ads 20 ciri-ciri psikopat dan 15 Diantaranya yaitu:

  1. Egosentris dan menganggap dirinya hebat
  2. Sering berbohong, fasih dan dangkal
  3. Tidak mempunyai rasa sesal dan bersalah ketika melakukan
  4. Terkadang ia mengakui kesalahannya, namun ia remehkan
  5. Ketika masih kecil senang melakukan pelanggaran
  6. Bersikap acuh tak acuh terhadap masyarakat
  7. Tidak memiliki sikap empati. Bagi pengidap psikopat memotong kepala ayam dan memotong kepala orang tidak ada bedanya
  8. Bersifat agresif Impulsif dan sulit mengendalikan diri
  9. Bagi seorang psikopat tidak ada waktu untuk memikirkan baik-buruk sebuah tindakan karena mereka tidak peduli dengan dampak perbuatannya
  10. Tidak mampu bertanggung jawab dan melakukan hal-hal demi kesenangannya
  11. Manipulatif dan curang
  12. Hidup sebagai     parasite     karena     memanfaatkan     orang     lain     demi kesenangannya
  13. Seorang psikopat biasanya cerdas, dan mungkin paling cerdas diatara anak- anak lain
  14. Biasanya banyak mengetahui sesuatu yang tidak memiliki perkiraan dengan akurasi yang tinggi (perkiraannya jarang salah dan mayoritas benar
  15. Mengetahui sesuatu yang tidak diketahui. Biasanya banyak yang benar dan sedikit yang salah

Psikopat adalah kateogri penyakit mental yang mempunyai tingkatan yaitu psikopat ringan, psikopat sedang, dan psikopat berat. Psikopat ringan yaitu psikopat yang melakukan perilaku yang secara umum menyimpang dari norma-norma sosial. Contohnya yaitu berdasarkan survey di Amerika Serikat yang mengatakan bahwa 1 diantara pengguna facebook merupakan pengidap psikopat.

1. Ciri-ciri psikopat ringan

  • Sering berbohong. Mereka menggunakan foto profil palsu, nama palsu dan data palsu.
  • Pengidap psikopat kategori ringan enggan menerima saran-saran positif dan suka membantah.
  • Tidak merasa bersalah dan menyesal. Mereka senang menyerang pribadi pembuat status tanpa merasa
  • Senang membuat kesalahan dengan menggunakan foto profil porno, foto tidak sopan, dan suka membuat status yang tidak layak
  • Bersikap acuh tak acuh dengan mengomentari status orang lain dengan kurang empati.
  • Mereka merasa lebih pandai, lebih tahu dan lebih mengerti dari teman facebook
  • Agresif yaitu dengan mencela status dan penulis status
  • Impulsif dan mudah bereaksi. Apabila ada status yang bernada provokatif, ia langsung bereaksi keras
Baca Juga  Kenali Tanda-Tanda Disleksia Pada Anak Usia Dini Dan Penanganannya

Kategori yang kedua yaitu psikopat ringan. Mereka yang masuk ke dalam kategori ini yaitu melakukan perilaku yang secara umum menyimpang dari dari norma-norma hukum. Ciri-cirinya yaitu:

  • Sering berbohong. Mereka melakukan penipuan, pungli (pungutan liar), korupsi, nepotisme, suap, dan lain-lain.
  • Egosentris yaitu melakukan pemerasan dan pemalakan
  • Tidak mempunyai rasa sesal dan bersalah, mereka selalu mengulangi perbuatan jahatnya
  • Sikap acuh tak acuh dengan tidak takut tehadap ancaman hukum
  • Kurang empati. Mereka suka mempermainkan perasaan orang lain
  • Senang melakukan pelanggaran dan suka melakukan tindakan criminal, sifat ini ditunjukkan dengan suka memaksa
  • Impulsif dan mudah bereaksi
  • Manipulatif dengan suka mencari-cari alasan dan pembenaran atas perbuatan kriminalnya

2. Ciri-ciri psikopat berat

Yang terakhir yaitu psikopat kategori berat. Psikopat kategori ini yaitu mereka yang melakukan perilaku yang secara umum menyimpang dari norma-norma agama. Ciri-cirinya yaitu:

  • Sering berbohong. Psikopat kategori ini meskipun sudah disumpah atas nama Tuhan, tetapi tetap saja berbohong ketika di pengadilan
  • Egosentris dengan merasa agamanya yang paling benar
  • Senang melakukan pelanggaran agama. Misalnya berjudi dan berzina
  • Bersikap acuh tak acuh dengan tidak mau menghargai penganut agama lain
  • Impulsif dan mudah bereaksi. Misalnya bersikap anarki terhadap hal-hal yang tujuannya mungkin baik namun caranya salah dan tidak

Indikator atau ciri-ciri tersebut hanya indikator awal yang tingkat kebenarannya sekitar 50 persen. Untuk membuktikan seseorang mengidap psikopat adalah dengan diperlukan observasi baik secara medis maupun psikologis. Walaupun demikian indikator awal biasanya cukup bisa dijadikan gambaran yang sebenarnya.

C. Jenis Psikopat

ilustrasi psikopat

Psikopat adalah gangguan jiwa yang dianggap berbahaya dan merugikan masyarakat. Namun demikian, psikopat apabila dilihat sepintas memiliki sifat baik dan disukai banyak orang dengan kemampuannya untuk berbohong dan memanipulasi keadaan, tetapi dibalik semua itu mereka sangatlah merugikan masyarakat. Orang-orang seperti inilah yang sering disebutkan oleh para ahli sebagai psikopat yang menderita kelainan atau patologi (studi ilmiah terkait proses penyakit.

Terdapat 4 jenis psikopat, Jenis-jenis tersebut antara lain:

  1. Primary psychopath yang bergeming terhadap hukuman, penahanan dan tekanan. Orang jenis ini mempunyai cara sendiri untuk memaknai kata dan
  2. Secondary psychopath merupakan seorang pengambil resiko serta tanggap terhadap tekanan. Orang jenis ni juga mudah cemas dan merasa
  3. Distempered psychopath, cenderung marah dan apabila kumat hamper mirip seperti orang yang sakit ayan (epilepsi). Psikopat tipe ini juga cenderung pecandu obat, kleptomania, pedofilia, bahkan yang paling parah menjadi pembunuh dan pemerkosa berantai.
  4. Charismatic psychopath merupakan jenis yang berbohong, menarik dan menawan. Mereka biasanya mempunyai bakat tertentu, namun dengan kelebihan tersebut dipergunakan untuk menipu dan memperdaya orang
Baca Juga  5 Alasan Kenapa Kamu Diwajibkan Konsultasi Psikologis

D. Faktor Penyebab psikopat

ilustrasi psikopat

Psikopat adalah seseorang memiliki sifat yang histrionic (pandai bersandiwara). Sampai saat ini banyak penelitian yang mendukung berbagai faktor tentang penyebab kelainan psikopat, antara lain:

1. Kelainan otak

Hubungan antara gejala kelainan psikopat dengan kelainan sistem serotonin kelainan struktural, dan kelainan fungsional otak. Sebuah studi di Amerika menemukan bahwa lebih dari 20 persen narapidana di sebuah penjara menengah setempat merupakan pengidap psikopati atau psikopat. Dari jumlah tersebut peneliti mengelompokkan menjadi 3 kategori. Psikopat rendah, tinggi, dan sedang.

Setelah digolongkan berdasarkan kategori, peneliti menunjukkan beberapa gambar orang yang sedang kesakitan, seperti tertimpa benda berat atau terjepit pintu. Mereka disuruh membayangkan jika hal tersebut terjadi pada orang lain yang mereka kenal. Hasilnya, peneliti menemukan minimnya aktivitas pada bagian otak utama, termasuk amigdala (bagian otak yang paling berperan mengatur emosi).

2. Lingkungan

Orang yang mengidap psikopat adalah orang yang memilik latar belakang masa kecil yang tidak memberikan peluang untuk mengembangkan masa emosinya secara maksimal. Seseorang dapat menderita psikopat karena kurang atau tidak adanya kasih sayang yang diterima dari lingkungannya, terutama keluarga. Apabila pada lima tahun pertama dalam hidupnya dia tidak pernah mengalami kelembutan, kemesraan, dan kasih sayang, hal ini menjadikan individu tersebut gagal dalam mengembangkan kemampuan untuk menerima dan memberikan perhatian serta kasih sayang terhadap orang lain.

3. Kepribadian sendiri

Adanya hubungan antara perilaku para pengidap psikopat dengan  skor yang tinggi dalam tes kepribadian yang dilakukan olrh psikater.

 

Sumber:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Check Also

Compulsive Buying: Gangguan Kepribadian Gila Belanja

Belanja adalah suatu kegiatan yang lumrah dilakukan, namun menjadi sangat fenomenal ketika…