Gangguan Psikomatis: Gejala, Penyebab dan Cara Pencegahan

Stress merupakan suatu kasus yang wajar dan dapat terjadi pada setiap orangNamun, hati-hati jika stress dibiarkanakibatnya akan menimbulkan berbagai gangguan kesehatantermasuk gangguan psikosomatisPenyakit fisikpun bisa bermunculan atau bahkan memperparah gejala atau keluhan fisik tertentu, seperti nyeri.

Psikosomatis  sendiri terdiri dari dua kata, yaitu pikiran (psyche) dan tubuh (soma). merupakan penyakit yang melibatkan pikiran dan tubuh, di mana pikiran memengaruhi tubuh hingga penyakit muncul atau menjadi bertambah parah.

Istilah gangguan psikosomatis digunakan untuk menyatakan keluhan fisik yang diduga disebabkan atau diperparah oleh faktor psikis atau mental, seperti stress dan rasa cemas. Untuk lebih lengkapnya, Silahkan Baca ulasan berikut!

1. Pengertian Psikosomatis

Sumber: healthcoachingforyou.com

Psikosomatis berasal dari dua kata yaitu psiko yang artinya psikis, dan somatis yang artinya tubuh.

Istilah psikosomatis telah digantikan dengan kategori diagnostik faktor psikologis yang mempengaruhi kondisi medis.

🤐 Bongkar Rahasia Pesulap - ▶️ Tutorial Trik Sulap Prediksi

Secara singkat, Kellner (1994) mengungkapkan bahwa istilah psikosomatik menunjukkan hubungan antara jiwa dan badan.

Gangguan psikosomatik didefinisikan sebagai suatu gangguan atau penyakit fisik dimana proses psikologis memainkan peranan penting, sedikitnya pada beberapa pasien dengan sindrom ini.

Istilah psikosomatis berasal dari bahasa Yunani yaitu psyche yang berarti jiwa dan soma atau badan.

Psikosomatis adalah gangguan fisik yang disebabkan oleh tekanan-tekanan emosional dan psikologis atau gangguan fisik yang terjadi sebagai akibat dari kegiatan psikologis yang berlebihan dalam mereaksi gejala emosi.

Keluhan-keluhan psikosomatis dapat berupa, jantung berdebar-debar, sakit maag, sakit kepala (pusing, migren), sesak nafas dan lesu.

Psikosomatis adalah gangguan fisik yang disebabkan oleh tekanan-tekanan emosional dan psikologis atau gangguan fisik yang terjadi sebagai akibat dari kegiatan psikologis yang berlebihan dalam mereaksi gejala emosi.

2. Ciri – ciri psikosomatis

Sumber: serenalifehospital.com

Ciri –ciri psikosomatis ditandai dengan adanya keluhan fisik yang beragam, antara lain :

  • Pegal – pegal
  • Nyeri di bagian tubuh tertentu
  • Mual
  • Muntah
  • Kembung dan perut tidak enak
  • Sendawa
  • Kulit gatal
  • Kesemutan
  • Mati rasa
  •  Sakit kepala
  • Nyeri bagian dada, punggung dan tulang belakang

Keluhan itu biasanya sering terjadi dan terus berulang serta berganti-ganti atau berpindah-pindah tempat, dirasa sangat menganggu dan tidak wajar sehingga harus sering periksa ke dokter.

3. Faktor penyebab psikosomatis

Sumber: yogaagaoindia.com

Permusuhan, depresi, dan kecemasan dalam berbagai proporsi adalah akar dari sebagian besar gangguan psikosomatik (Kaplan, et al, 1997).

Pada umumnya pasien dengan gangguan psikosomatik sangat meyakini bahwa sumber sakitnya benar-benar berasal dari organ-organ dalam tubuh.

Baca Juga  Mengenal Gangguan Kecemasan Agoraphobia, Penyebab Dan Penanganan!

Pada praktik klinik sehari-hari, pemberi pelayanan kesehatan seringkali dihadapkan pada permintaan pasien dan keluarganya untuk melakukan pemeriksaan laboratorium dan pencitraan (rontgen).

Biasanya penderita datang kepada dokter dengan keluhan-keluhan, tetapi tidak didapatkan penyakit atau diagnosis tertentu, namun selalu disertai dengan keluhan dan masalah.

Pada 239 penderita dengan gangguan psikogenik  gejala yang paling sering didapati yaitu 89% terlalu memperhatikan gejala-gejala pada badannya dan 45% merasa kecemasan.

Oleh karena itu pada pasien psikosomatis perlu ditanyakan beberapa faktor yaitu:

  1. Faktor sosial dan ekonomi, kepuasan dalam pekerjaan, kesukaran ekonomi, pekerjaan yang tidak tentu, hubungan dengan dengan keluarga dan orang lain, minatnya, pekerjaan yang terburu-buru, kurang istirahat.
  2. Faktor perkawinan, perselisihan, perceraian dan kekecewaan dalam hubungan seksual, anak-anak yang nakal dan menyusahkan.
  3. Faktor kesehatan, penyakit-penyakit yang menahun, pernah masuk rumah sakit, pernah dioperasi, adiksi terhadap obat-obatan, tembakau.
  4. Faktor psikologik, stres psikologik, keadaan jiwa waktu dioperasi, waktu penyakit

Gangguan psikosomatis dapat timbul bukan saja pada yang berkepribadian atau emosi labil, tetapi juga pada orang yang dapat dikatakn stabil, atupun pada orang dengan gangguan kepribadian dan pada orang dengan psikosa.

Ada pendapat lain yang mengatakan bahwa ada faktor lain yang menyebabkan psikosomatis, yakni pola perilaku individu dan kondisi rentan individu terhadap tekanan fisik dan psikis.

Atkinson (1999) berpendapat bahwa faktor utama yang menyebabkan terjadinya psikosomatis adalah stres. Selain itu faktor terakhir yang menyebabkan psikosomatis adalah emosi.

Individu yang matang emosinya tidak mudah terganggu oleh rangsang-rangsang yang bersifat emosional (emosi negatif) baik dari dalam maupun dari luar dirinya.

Dengan demikian individu yang kurang matang emosinya akan mudah terganggu oleh rangsang-rangsang yang bersifat emosional (emosi negatif).

Keadaan emosi tersebut  jika dibiarkan berlangsung terus-menerus dapat menyebabkan kerusakan struktur organ yang irreversible (tidak dapat kembali seperti semula), sehingga terjadi psikosomatis.

Jadi, dapat disimpulkan bahwa ciri-ciri orang yang mudah terkena psikosomatis adalah orang yang tidak mampu mengendalikan emosinya.

4. Jenis – jenis Psikosomatis

Adapun jenis-jenis adalah :

  1. Psikosomatis yang menyerang otot dan tulang, Gangguan psikosomatis yang sering menyerang otot dan tulang adalah rematik, nyeri otot dan nyeri sendi
  2. Psikosomatis pada saluran pernafasan, Gangguan psikosomatis yang sering menyerang saluran pernafasan yaitu, sindroma hiperventilasi dan asma.
  3. Psikosomatis yang menyerang jantung dan pembuluh darah, Gangguan psikosomatis yang sering menyerang jantung dan pembuluh darah adalah, darah tinggi, sakit kepala vaskuler, sakit kepala vasosvastik dan migren.
  4. Psikosomatis pada saluran pencernaan, Gangguan psikosomatis yang sering menyerang saluran pencernaan adalah sindroma asam lambung dan muntah-muntah.
  5. Psikosomatis pada alat kemih dan kelamin, Gangguan psikosomatis yang sering menyerang alat kemih dan kelamin adalah nyeri di panggul, frigiditas, impotensi, ejakulasi dini, dan mengompol.
  6. Psikosomatis pada sistem endokrin, Gangguan psikosomatis yang sering menyerang sistem endokrin adalah hipertiroid dan sindroma menopause.
  7. Psikosomatis yang menyerang kulit, Gangguan psikosomatis yang sering menyerang kulit adalah alergi.
Baca Juga  5 Fakta Kesurupan Menurut Perspektif Psikologis

5. Gangguan Spesifik pada Psikosomatis

Sumber: epainnasist.com

Ada beberapa gangguan spesifik yang dapat disebabkan oleh gangguan psikis:

1. Sistem Kardiovaskuler

  • Mekanisme yang terjadi pada psikosomatis dapat melalui rasa takut atau kecemasan yang akan mempercepat denyutan jantung, meninggikan daya pompa jantung dan tekanan darah, menimbulkan kelainan pada ritme.
  • Kehilangan semangat dan putus asa mengurangi frekuensi, daya pompa jantung dan tekanan darah.
  • Gejala-gejala yang sering didapati antara lain: takikardia, palpitasi, aritmia, nyeri perikardial, napas pendek, lelah, merasa seperti akan pingsan, sukar tidur.
  • Gejala- gejala seperti ini sebagian besar merupakan manifestasi gangguan kecemasan.

2. Sistem pernafasan

  • Asma
  • Sindroma hiperventilasi

3. Sistem endokrin

a. Hipertiroidisme

Hipertiroidisme.  Gejala medis yang sering muncul berupa intoleransi panas, keringat berlebihan, diare, penurunan berat badan, takikardi, palpitasi dan muntah.

Gejala dan keluhan psikiatrik yang muncul antara lain ketegangan, eksitabilitas, iritabilitas, bicara tertekan, insomnia, mengekspresikan rasa takut yang berlebihan terhadap ancaman kematian.

b. Diabetes mellitus

Diabetes melitus adalah suatau gangguan metabolisme dan sistem vaskule yang dimanifestasikan oleh gangguan penanganan glukosa, lemak, dan protein tubuh. Ada 3 gangguan mental yang dijumpai pada diabetes:

  • Depresi
  • Anxietas
  • Fatik (letih)

c. Gangguan endokrin wanita

  1. Premenstrual syndrome (PMS), ditandai oleh perubahan subjektif mood, rasa kesehatan fisik, dan psikologis umum yang berhubungan dengan siklus menstruasi.
  2. Penderitaan menopause (menopause distress), adalah suatu keadaan yang terjadi setelah tidak adanya periode menstruasi selama satu tahun yang disebut menopause.

5. Kanker

Reaksi psikologis mereka adalah rasa takut akan kematian, cacat, ketidakmampuan, rasa takut diterlantarkan dan kehilangan kemandirian, rasa takut diputuskan dari hubungan, fungsi peran dan finansial, kecemasan, kemarahan, dan rasa bersalah.

7. Nyeri kepala

  • Migren
  • Tension ( kontraksi otot)

Baca Juga: WARNING: BISA JADI ANDA STRESS!! Kenali gejala, penyebab dan cara penyembuhan!!

DEPRESI !! Kenali Gejala, Jenis Dan Cara Mengatasinya

ANXIETY DISORDER:Gangguan Kecemasan, Penyebab, Jenis dan Penanganannya.

6. Cara menangani Psikosomatis

Pengobatan gangguan psikosomatik pada dasarnya harus dilakukan dengan beberapa cara dengan mempertimbangkan pengobatan somatis (berorientasi pada organ tubuh yang mengalami gangguan), pengobatan secara psikologis (psikoterapi dan sosioterapi) serta psikofarmakoterapi (penggunaan obat-obatan yang berhubungan dengan psikologi).

Baca Juga  Bipolar Disorder, Gangguan Mental Yang Wajib Anda Tahu

Pada kasus tahap awal, biasanya pengobatan hanya ditujukan kepada faktor somatis (fisik).

Hal ini dapat menyebabkan penyakit timbul kembali dan yang lebih parah akan menurunkan kepercayaan pasien akan kemungkinan penyakitnya sembuh yang sebenarnya akan memperparah kelainan psikosomatiknya sendiri.

Akan tetapi memang agak sulit untuk membedakannya dengan gangguan psikosomatis sehingga baru dapat dibedakan bila kejadiannya telah berulang.

Dewasa ini therapy dengan menggunakan metode Hipnosis sudah mulai dapat di beberapa kalangan medis.

HIPNOSIS dan hipnoterapi dari hari ke hari kian banyak “penggemarnya”. Bahkan, tak hanya orang dewasa yang menjalani terapi  sebut untuk membantu penyembuhan berbagai penyakit, tetapi juga anak-anak yang mempunyai kesulitan belajar di sekolahnya.

Baca Juga: Self Hipnosis : Cara mudah memprogram ulang pikiran bawah sadar Anda

Hipnoterapi memang merupakan salah satu cara yang sangat mudah, cepat, efektif, dan efisien dalam menjangkau pikiran bawah sadar, melakukan reedukasi, dan menyembuhkan pikiran yang sakit.

Dan yang paling penting adalah kita mengerti pesan yang selama ini berusaha disampaikan oleh pikiran bawah sadar dengan membuat klien mengalami penyakit psikosomatis. Baru setelah itu proses kesembuhan bisa terjadi.

7. Cara Mencegah Psikosomatis

  • Bergerak = Berolahraga minimal tiga kali dalam seminggu dapat meningkatkan imunitas tubuh, menjaga kesehatan jiwa Anda dan mencegah serangan panik.
  • Berpikir positif = Ini dapat mengurangi rasa sakit bila Anda tengah menderita penyakit. Pikiran negatif justru menambah rasa sakit Anda menjadi dua kali lipat.
  • Tidur = Kurang tidur hanya akan membuat Anda rentan terhadap stres. Pastikan Anda makan malam dua atau tiga jam sebelum Anda tidur malam, supaya makan dapat tercerna sempurna untuk mencegah penyakit pencernaan dan asam lambung.
  • Diet tepat = Beberapa penelitian justru menyebutkan bila Anda sering diet tanpa bantuan ahli justru membuat imunitas tubuh berkurang. Hal ini berisiko menimbulkan penyakit kejiwaan, seperti skizofrenia, depresi, cemas, dan serangan panik.
  • Asupan sehat = Nutrisi yang tepat dapat menjaga kesehatan mental Anda. Pastikan Anda mengonsumsi makanan yang mengandung vitamin E dan B kompleks, seperti kacang-kacangan, ikan, sereal, buah dan sayur.
  • Rileks = Hiduplah lebih santai. Lakukan yoga untuk menghindari serangan depresi atau sekedar rutin mendengarkan musik untuk melatih jiwa Anda tetap tenang. Musik yang tepat dapat menuntun jiwa Anda lebih tenang.
  • Sharing = Manusia diciptakan untuk bersosialisasi, karena itu jangan memendam masalah. Usahakan Anda memiliki teman yang dapat Anda percaya atau bergabung dalam kelompok diskusi. Memendam masalah, sama saja seperti memendam sampah dalam tubuh Anda. Keluarkan!

 

Semoga Bermanfaat!!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Check Also

Regulasi Diri Dan Aspek Yang Mempengaruhi Manusia

Apa Itu Regulasi Diri? Regulasi diri berkaitan dengan bagaimana seseorang mengaktualisasik…