Psikologi Sosial: Teori, Metode dan Pendekatan Lengkap!

Psikologi Sosial adalah Ilmu yang mempelajari dan menyelidiki tingkah laku individu dalam hubungannya dengan situasi perangsang sosial.

Sebagai contoh, psikologi sosial mencoba memahami mengapa orang begitu mudah menyerah pada tekanan sosial, mengapa orang sering tampak tidak peka terhadap kebutuhan orang lain, mengapa orang menjadi agresif, mengapa orang saling menyukai atau mengapa orang tidak bahagia meskipun mereka tampaknya memiliki segalanya.

Baca Juga:

A. Pengertian Psikologi Sosial

psikologi sosial images

Dalam kehidupan sehari-hari di masyarakat kita misalnya, umum sudah memahami bahwa dua individu yang saling berkenalan atau dua sahabat lama yang saling bertemu akan berjabat tangan. Pola interaksi ini berjalan lancar karena memiliki persamaan dalam penafsiran. Dan antara mereka itu berasal darilingkungan masyarakat yang tidak mengenal jabat tangan sebagaimana simbol perkenalaan atau keakraban.

Pola tingkah laku yang hidup dalam lingkungan masyarakat yang terbatas kemungkinan berbeda dengan pola tingkah laku masyarakat yang lebih luas. Tingkah laku individu yang timbul dalam kontek sosial atau lingkungan sosial inilah yang akan dipelajari oleh psikologi sosial. Berdasarkan gambaran tersebut dikemukakan beberapa definisi psikologi sosial menurut ahli sebagai berikut :

Yakin ingatanmu Asli ?

1. Kimball Young (1956)

Psikologi sosial adalah studi tentang proses interaksi individu manusia.

2. Krech, Crutefield dan Ballachey (1962)

Psikologi sosial adalah ilmu yang mempelajari tingkah laku individu di dalam masyarkat.

3. Joseph E. Me Grath (1965)

Psikologi sosial adalah ilmu pengetahuan yang menyelidiki tingkah laku manusia sebagaimana dipengaruhi oleh kehadiran, kenyakinan, tindakan dan lambang-lambang dari orang lain.

4. Gerungan (1966)

Psikologi sosial adalah suatu ilmu pengetahuan yang mempelajari dan menyelidiki pengalaman dan tingkah laku individu manusia seperti yang dipengaruhi atau ditimbulkan oleh situasi-situasi sosial.

5. Gordon W Allport (1968)

Psikologi sosial adalah ilmu pengetahuan yang berusaha mengerti dan menerangkan bagaimana pikiran, perasaan dan tingkah laku individu dipengaruhi oleh kenyataan, imajinasi atau kehadiran orang lain.

6. Secord dan Backman (1974)

Psikologi sosial adalah ilmu yang mempelajari individu dalam kontek sosial. Dari definisi tersebut nampak bahwa disamping adanya perbedaan terdapat pula persamaan, dan bahkan saling melengkapi satu sama lain. Masalah pokok dalam Psikologi Sosial adalah “Pengaruh Sosial” (Social Influence). Pengaruh sosial inilah yang akan mempengaruhi tingkah laku individu.

Baca Juga  Istri Terkena Baby Blues? Penyebab Dan Cara Mengatasinya

B. Psikologi Sosial di antara Ilmu Sosial lainnya

Psikologi sosial sebagai ilmu khusus yang mempelajari tingkah laku manusia dalam lingkungan sosialnya, baru timbul kurang dari 100 tahun yang lalu . Sebelum itu gejala perilaku manusia dalam masyarakatnya dipelajari oleh antropologi dan sosiologi.

Antropologi mempelajari manusia sebagai suatu keseluruhan. Objek material dari antropolgi adalah umat manusia dan objek formalnya adalah tentang produk- produk budaya umat, manusia. Antropologi mencoba menerangkan hakekat perilaku manusia dengan menggali nilai-nilai yang terkandung dalam kebudayaan berbagai suku bangsa didunia.

Karena manusia tidak pernah lepas dari pengaruh lingkungan budayanya, maka antropologi penting sekali artinya untuk psikologi sosial. Berbeda dari antropologi sosiologi mempelajari tingkah laku manusia sebagai bagian dari lingkungan yang terbatas seperti keluarga, desa, masyarakat disuatu wilayah tertentu dan sebagainya.

Peranan dari antropologi dan sosiologi dalam psikologi sosial antara lain adalah untuk mengurangi atau setidak tidaknya menjelaskan bias (penyimpangan) yang terdapat dalam hasil penelitian psikologi sosial sebagai akibat dari pengaruh kebudayaan atau kondisi masyarakat di sekitar manusia yang sedang diteliti.

Adapun sasaran penelitian Psikologi Sosial sendiri adalah tingkah laku manusia sebagai individu dalam hubungannya dengan lingkungan sosial. Inilah yang membedakan dari antropologi dan sosiologi yang mempelajari tingkah laku manusia sebagi bagian dari masyarakatnya.

Jika antropologi dan sosiologi mengutamakan cara pendekatan deskriptif (menjelaskan, menguraikan gejala yang dipelajari) dan umumnya tidak melakukan generalisasi, maka dalam ilmu ini biasanya menggunakan metode eksperimental, yaitu metode dimana suatu gejala diamati dalam kondisi yang dikontrol (factor-faktor yang diperkirakan berpengaruh terhadap timbulnya gejala yang dikendalikan oleh peneliti).

C. Metode Dalam Psikologi Sosial

Metode-metode penyelidikan dalam lapangan psikologi sosial pada garis besarnya tidak jauh berbeda dengan yang dipergunakan dalam lapangan psikologi pada umumnya.

1. Observasi

Observasi merupakan salah satu metode penyelidikan dalam lapangan psikologi. Observasi merupakan suatu penyelidikan yang dijalankan secara sistematik dan dengan sengaja diadakan dengan menggunakan alat indera (terutama mata)terhadap kejadian-kejadian yang langsung ditangkap pada waktu kejadian itu terjadi. Ini berarti bahwa observasi tidak dapat digunakan terhadap kejadian- kejadian yang sudah terjadi (kejadian yang sudah lewat).

Baca Juga  Kesurupan Dan 5 Faktanya Menurut Perspektif Psikologis

2. Kuesioner

Kuesioner atau sering pula disebut angket adalah merupakan suatu metode penyelidikan dengan menggunakan daftar pernyataan yang harus dijawab atau dikerjakan oleh orang yang menjadi obyek dari penyelidikan tersebut. Hal ini akan mempunyai pengaruh terhadap materi serta bentuk pernyataan-pernyataan yang ada dalam kuesioner itu.

3. Interview

Interview ini juga merupakan metode penyelidikan dengan menggunakan pertanyaan-pertanyaan. Kalau dalam kuesioner pertanyaan-pertanyaan diberikan secara tertulis, maka dalam interviu pertanyaan-pertanyaan diberikan secara lisan. Karenanya kalau kita lihat maka di antara kedua metode ini terdapat hal-hal yang bersamaan, yaitu sama-sama menggunakan pertanyaan-pertanyaan tetapi berbeda didalam soal penyajianya.

4. Sosiometri

Sosiometri merupakan salah satu metode penyelidikan dalam lapangan psikologi sosial, yaitu semula metode ini digunakan dalam lapangan sosiologi. Sosiometri ini kita dapat melihat bagaimana hubungan sosial atau hubungan berteman seseorang.

Baik tidaknya seseorang berteman atau mengadakan hubungan sosial dapat dilihat dengan menggunakan sosiometri ini, sehingga dengan demikian bantuan sosiometri besar sekali didalam mendapatkan data untuk mengetahui hubungan atau kontak sosial dari individu-individu dalam kelompoknya.

D. Pendekatan Psikologi Sosial

a. Pendekatan Sosiologis

Adanya pengaruh kelompok seperti kebiasaan, intuisi, dan tingkah laku sosial terhadap kepribadian individu menyebabkan individu yang bersangkutan memiliki tingkah laku sosial sehingga menjadi makhluk sosial, artinya individu tersebut dapat berkomunikasi dengan individu lainnya.

b. Pendekatan Psikologis

  • Bahwa tingkah laku sosial individu hanya dapat dipelajari dari individu yang bersangkutan bukan dari lingkungan.
  • Tiap-tiap kelompok mempunyai jiwa kelompok yang berbeda dengan jiwa individu.
  • Dasar tingkah laku sosial individu berasal dari prepostent reflexes yang artinya semacam insting yang telah diubah oleh pengaruh kondisi sosial.

c. Pendekatan Intergratif

Kepribadian kebudayaan individu sangat dipengaruhi oleh pola kebudayaan di mana individu itu dibesarkan. Dalam kepribadian individu teramasuk trait, emosi, dorongan, sikap dan kebiasaan, sedangkan tingkah laku sosial termasuk peran jenis kelamin, reaksi motorik sosial dan interaksi sosial.

d. Pendekatan Neurobiologis

Tingkah laku manusia pada dasarnya dikendalikan oleh aktivitas otak dan sistem syaraf. Pendekatan neurobiologis berupaya mengaitkan perilaku yang terlihat dengan impuls listrik dan kimia yang terjadi di dalam tubuh serta menentukan proses neurobiologi yang mendasari perilaku dan proses mental.

Baca Juga  Hippocrates : 4 Karakter Manusia (Melankolis, Koleris, Plegmatis & Sanguinis) Pengertian dan ciri-cirinya!

e. Pendekatan Perilaku

Menurut pendekatan perilaku, pada dasranya tingkah laku adalah respon atas stimulus yang datang.

f. Pendekatan Kognitif

Pendekatan kognitif menekankan bahwa tingkah laku adalah proses mental, dimana individu (otganisme) aktif dalam menangkap, menilai, membandingkan, dan menanggapi stimulus sebelum melakukan reaksi. Individu menerima stimulus lalu melakukan proses mental sebelum memberikan reaksi atas stimulus yang datang.

g.  Pendekatan Psikoanalisa

Kehidupan individu sebagian besar dikuasai oleh alam bawah sadar. Sehingga tingkah laku banyak didasari oleh hal hal yang tidak disadari, seperti keinginan, impuls, atau dorongan. Keinginan atau dorongan yang ditekan akan tetap hidup dalam alam bawah sadar dan sewaktu-waktu akan menuntut untuk dipuaskan.

h. Pendekatan Fenomenologi

Pendekatan fenomenologi ini lebih memperhatikan pada pengalaman subyektif individu karena itu tingah laku sangat dipengaruhi oleh pandangan individu terhadap diri dan dunianya, konsep tentang dirinya, harga dirinya dan segala hal yang menyangkut kesadaran atau aktualisasi dirinya. Ini berati melihat tingkah laku seseorang selalu dikaitkan dengan fenomena tentang dirinya.

 

Sumber: SOSIAL PSYCHOLOGY

Apa Pendapatmu?

Check Also

Tanda-Tanda Hamil Yang di Alami Wanita Secara Psikologis

Tanda-tanda hamil yang ditunjukkan melalui perubahan fisik, umumnya para wanita akan langs…