Perfeksionis: Sisi Posistif Dan Negatifnya

Pernahkah kamu bertemu dengan orang yang perfeksionis? Atau mungkin kamu sendiri adalah seorang perfeksionis? Seseorang yang perfeksionis itu biasanya digambarkan dengan orang yang sangat menyukai kerapian dan keteraturan. Maka dari itu, tidak jarang mereka akan selalu mencegah diri mereka berbuat kesalahan.

Contohnya, saat membuat tugas dan mereka melihat terdapat kesalahan dalam ketikan (typo), maka mereka pastinya akan melakukan print ulang tugas tersebut agar tidak ada kesalahan lagi dan hasilnya rapi. Sifat seperti ini seringkali membuat mereka menunda berbagai pekerjaan dan lama untuk menyelesaikannya.

Apa Sih itu Perfeksionis Itu?

Perfeksionis merupakan dorongan yang di dalam diri seseorang untuk selalu memiliki segala sesuatu yang berjalan dengan sempurna, misalnya dalam hal  pekerjaan, penampilan, akademik dan kehidupan sehari-hari.

Pahami 5 Karateristik orang perfeksionis di bawah ini:

  1. Kamu merupakan tipe orang yang sangat kompetitif dalam semua hal.
  2. Rasa bangga yang kamu rasakan hanya bersifat sementara, maka kamu hanya perlu terus melakukan usaha yang lebih lagi dalam bekerja.
  3. Kamu yakin jika hasil kerja kamu sempurna, maka tentu akan menghasilkan kedamaian dan ketenangan di dalam diri (fokus lebih kepada hasil, bukan sebuah proses).
  4. Saat kamu tidak melakukan sesuatu dengan sempurna, itu artinya kamu gagal
  5. Kamu meyakini jika orang akan menghargai dan mengagumi kamu hanya jika kamu berhasil mencapai hasil tertinggi atau sempurna dalam mengerjakan suatu tugas maupun pekerjaan.

Kira-kira perfeksionis itu suatu hal yang positif atau negatif ya? 

perfeksionis images

Di satu sisi, menjadi seorang yang perfeksionis itu merupakan sesuatu yang positif karena telah menghasilkan kualitas dan juga tugas yang sempurna. Akan tetapi,seseorang yang perfeksionis tidak sedikit mengalami berbagai permasalahan baik secara psikologis. Contohnya, harapan dan juga ekspektasi yang terlalu tinggi pada pasangan untuk menjadi sempurna, seringkali membuat pasangan akan selalu merasa tertekan, sedangkan untuk dirinya seringkali juga merasa kecewa dan bahkan marah. Pada lingkungan pertemanan dan sosialpun mereka cenderung menjadi kompetitif dan juga kaku.

Yakin ingatanmu Asli ?

Kebutuhan untuk selalu sempurna ini juga seringkali menyebabkan mereka merasa cemas dan lelah sepanjang waktu karena selalu merasa bahwa pekerjaan mereka belum sempurna. Jika mereka tidak berhasil mencapai standar diri yang tinggi/sempurna tersebut, maka mereka akan menjadi kecewa terhadap diri sendiri.

Baca Juga  Mungkin Anda Terkena Gejala PTSD, Segeralah Cari Pertolongan!!

Pada penelitian juga mengungkapkan jika terdapat hubungan antara perfeksionis dan juga masalah kesehatan mental, yaitu depresi dan gangguan makan seperti anorexia nervosa bahkan sampai bulimia.

Baca Juga:

Bagaimana Cara Menyeimbangkan?

perfeksionis tipe dan images

1. Lebih Berpikir Realistik

“Tak ada manusia yang sempurna”; “Aku sudah melakukan semua hal terbaik yang aku bisa”; “Membuat kesalahan bukan berarti aku gagal atau aku bodoh”.

2. Memahami Perspektif Orang Lain

“Tidak mendapat hasil yang memuaskan pada pekerjaan ini ini merupakan hal yang wajar bagi orang lain karena pekerjaan ini memang sangat sulit dikerjakan”.

3. Melihat Gambaran Besar

“Apakah masalah ini sangat berpengaruh?”; “Apakah kemungkinan terburuk yang dapat terjadi pada masalah ini?”; “Kalau hal terburuk itu dapat terjadi, apakah aku bisa melaluinya?”

Orang yang terlalu perfeksionis akan merasa cemas sepanjang waktu. Oleh karena itu, terlalu perfeksionis juga dapat berdampak buruk bagi kesehatan mental. Untuk menguranginyaa, orang yang perfeksionis bisa mengurangi standarnya jadi lebih realistis.

Untuk mengurangi standar dari diri sendiri bukan berarti tidak memiliki standar dalam hidup. Mempunyai standar yang realistis akan bisa membantu kamu untuk terus menghasilkan kualitas yang terbaik dari berbagai aspek kehidupan, seperti pekerjaan, pertemanan, keluarga dan kesehatan mental.

Pada tingkatan tertentu, Jadi perfeksionis adalah sebuah hal yang baik karena bisa menjadi menimbulkan motivasi dan semangat. Akan tetapi, pada tingkatan lain yang lebih, dapat juga mengganggu kesehatan mental kalian, memperburuk pada hasil pekerjaan, sampai pada merusak hubungan dengan relasi. Lantas, gimana caranya agar bisa menjadi orang yang perfeksionis serta sehat mental dan juga bahagia?

Pertama, Pahami Pengaruh Pada Sifat Perfeksionis Yang Kamu Miliki

Jika kamu memang seorang perfeksionis, sebaiknya kamu menyadari bahwa sifat tersebut memang ada pada diri kamu. Dengan begitu, akan lebih mudah bagi kamu untuk menilai seberapa besar pengaruh yang akan ditimbulkan pada kehidupan sehari-hari dan bagi orang-orang di sekitar kamu. Memperhitungkan pengaruh dan juga dampak negatif yang bisa muncul akan dapat membantu kamu untuk mengontrol sifat perfeksionis dalam tahap wajar.

Baca Juga  Kenali Fobia Sosial" Social Anxiety" Ciri Umum, Gejala dan Penanganannya

Kedua, Belajar Menurunkan Kadar Dan Standar

Orang perfeksionis biasnya akan memasang target yang terlalu tinggi hingga berada di luar jangkauannya. Belajarlah sedikit menurunkan standar yang kamu miliki menjadi lebih realistis. Contohnya, kamu mengubah target untuk dan akan terus mencoba meraih 50% daripada 70%. Menurunkan standar juga bukan artinya menurunkan sebuah kualitas. Bisa saja 50% bagi kamu adalah 70% untuk orang lain.

Ketiga, menerima sebuah kesalahan

Berlapang dada atas sebuah kesalahan memang bukan suatu yang mudah. Sebagian besar orang, kesalahan merupakan suatu hal yang tidak diinginkan danbahkan bukan hal bisa diterima. Namun, tetap sadarilah jika kesalahan merupakan suatu hal yang memang tidak dapat dihindari. Kamu akan dapat membuat kesalahan tersebut sebagai sebuah pelajaran dan juga evaluasi untuk terus menjadi lebih baik nantinya.

Cobalah, Menilai diri dari hal yang lain

Nilai manusia tidak hanya dilihat dari berapa sejumlah prestasi, harta, tahta dan penghargaan yang di terima. Setiap manusia mempunyai kelebihan dan kualitas yang berbeda-beda pula.Hal itu juga terjadi pada diri kamu! Belajarlah menerima dan mengakui kelebihan kamu yang lain yang mungkin akan berbeda juga dari orang lain.

Keempat, Hargai diri kamu dengan baik

Bukankahkamu akan memperlakukan orang yang kamu sayangi dengan perhatian, penghargaan dan juga penuh kasih sayang? Maka, perlakukan diri kamu seperti itu juga! Kamu selalu pantas mendapatkannya, meskipun juga kamu selalu melakukan kesalahan dan juga gagal meraih target. Dengan menghormati diri sendiri, kamu akan lebih positif untuk memperbaiki kesalahan dan juga lebih mudah dalam melangkah maju ke depan. Jadi, kira-kira perfeksionis itu hal yang positif atau negatif ya? menurutmu?

 

Sumber: 4 Difficulties of Being a Perfectionist

Apa Pendapatmu?

Check Also

Tanda-Tanda Hamil Yang di Alami Wanita Secara Psikologis

Tanda-tanda hamil yang ditunjukkan melalui perubahan fisik, umumnya para wanita akan langs…