10 Perbedaan Psikolog Dan Psikiater Yang Jarang Diketahui Orang

Perbedaan psikolog dan psikiater ternyata tidak banyak diketahui orang. Psikolog maupun psikiater adalah profesi yang sama-sama berhubungan erat dalam penanganan kejiwaan pada manusia. Kedua profesi ini mempunyai tujuan dan fokus dalam membantu seseorang yang mempunyai masalah di dalam kehidupannya. Karena bidang nya juga hampir sama.

Banyak orang yang salah mengartikan mengenai perbedaan psikolog dan psikiater. Meskipun tujuan dan fokus kerja nya sama, tetapi cara kerja dan pendekatan yang dilakukannya untuk mengatasi sebuah permasalahan pada pasien akan berbeda satu sama lainnya.

perbedaan psikolog dan psikiater

Yang bisa disebut sebagai seorang psikolog adalah seseorang yang telah menempuh pendidikan Master pada bidang-bidang tertentu dari studi psikologi profesi, apa itu pada bidang klinis, industri juga pendidikan, atau organisasi. Sedangkan psikiater sendiri adalah merupakan dokter yang melanjutkan S2 khusus pada bidang psikiatri. Nah berikut ini ada beberapa perbedaan psikolog dan psikiater, antara lain:

1. Perbedaan Psikolog Dan Psikiater Pada Jenjang Pendidikan

Hal paling utama yang menjadi perbedaan dari psikolog dan psikiater adalah pada jenjang pendidikan yang ditempuh masing-masing profesi. Psikolog merupakan profesi yang didapatkan seseorang setelah menempuh studi pada bidang Magister Profesi Psikolog, yang mana untuk dapat menempuh pendidikan tersebut diharuskan sebelumnya untuk menempuh jenjang S1 Psikologi. Setelah itu barulah melanjutkan ke jenjang Magister Profesi Psikolog.

Sedangkan psikiater, harus menempuh pendidikan pada bidang kedeokteran spesialis kejiwaan. Sehingga sebelumnya harus menempuh S1 Kedokteran terlebih dahulu untuk dapat melanjutkan ke jenjang spesialis kejiwaan.

2. Gelar Keduanya

Perbedaan psikoilog dan psikater yang kedua adalah jika psikolog dan psikiater merupakan dua profesi yang diperoleh dari bidang studi yang berbeda satu dengan lainnya.  Sehingga gelar pendidikan yang didapat juga berbeda-beda. Jika profesi psikolog, adalah seseorang yang sebelumnya sudah menempuh pendidikan S2 pada bidang psikologi profesi (klinis, industri, pendidikan, dan organisasi) tetapi terkecuali pada lulusan S1 Psikologi yang sudah lulus tapi masih dengan gelar S.Psi (karena di dalam program S1 saat ini sudah dibekali dengan materi yang setara dengan program Master saat ini). Gelar untuk psikolog merupakan M.Psi/Psi.

Baca Juga  Psikopat: Ciri-Cirinya, Jenis dan Penyebabnya

Sedangkan untuk psikiater merupakan dokter yang melanjutkan pendidikannya pada bidang psikiatri, yang nantinya akan mendapat gelar dalam bidang spesialis kesehatan Jiwa. Pada psikiater gelarnya adalah Dr. dan Sp.KJ atau (Spesialis Kesehatan Jiwa).

Baca Juga: 10+ Prospek Lapangan Kerja Lulusan Psikologi

3. Bidang Studi Yang Ditempuh

Selama masa studi, psikolog akan lebih menekankan pada materi-materi mengenai teori yang berkaitan dengan manusia, seperti dinamika perkembangan manusia, dan juga kemampuan dalam menganalisa serta psikoterapi yang dapat membantu orang dalam menyelesaikan masalah yang dihadapinya. Sedangkan psikiater akan berfokus pada perubahan fisiologis dan juga  biologis yang terjadi di dalam diri individu serta hal-hal yang menjadi faktor penyebab dari masalah yang sedang dihadapi individu tersebut.

4. Perbedaan Psikolog Dan Psikiater Pada Jenis Pekerjaan

Perbedaan psikolog dan psikiater selanjutnya adalah, jika psikolog terdiri dari beberapa spesialis yang tentunya memiliki lapangan pekerjaan yang berbeda satu dengan lainnya. Apabila seorang psikolog tersebut mengambil bidang klinis, maka tentu saja praktek psikolognya akan berada di rumah sakit, klinik konsultasi dan lainnya. Jika seorang psikolog tersebut mengambil bidang industri maupun organisasi, maka akan bekerja di sebuah perusahaan dan wewenangnya pada bagian HRD (Human Resources and Development).

Psikolog biasanya umumnya akan bekerja pada bidang pendidikan, misalnya di sekolah, lembaga-lembaga pendidikan dan juga sejenisnya. Berbeda lagi dari pskiater, yang notabene merupakan seorang dokter maka lapangan pekerjaannya memang berada di rumah sakit maupun membuka praktek konsultasi pribadi.

Perbedaan psikolog adan psikiater selanjutnya ada pada lulusan seorang psikolog maupun lulusan Master dari Psikologi Profesi, maka akan mendapatkan ijin praktek yang bisa digunakan sebagai modal membuka biro konsultasi pribadi maupun juga bisa digunakan untuk bergabung ke dalam biro psikolog milik lainnya sebagai tenaga konsultan psikologi. Psikolog juga akan mendapatkan hak pada alat-alat tes psikologi, yang artinya seorang psikologi bisa memiliki, menggunakan, menyimpan juga mengoperasikan alat-alat tes psikologi yang selanjutnya menginterpretasikan hasil nya pada klien. Sehingga psikolog bisa juga dikatakan sebagai praktisi psikologi.

Baca Juga  Psikologi Sosial: Teori, Metode dan Pendekatan Lengkap!

Sedangkan psikiater adalah memberikan terapi obat-obatan pada orang, dikarenakan memang latar belakangnya  merupakan lulusan kedokteran sehingga bisa menangani secara klinis. Oleh sebab itu, saat psikiater mengobati klien yang memiliki masalah kejiwaan maka psikiater bisa memberikan obat-obatan dikarenakan penyakit jiwa yang diderita klien bisa disebabkan oleh kondisi tubuh yang memang tidak sehat maupun dikarenakan kondisi organ tubuh yang berkaitan dengan gejala kejiwaan yang dialami pasien.

6. Metode Yang Digunakan

Perbedaan psikolog dan psikiater lainnya terlihat dari metode yang digunakan oleh masing-masing keduanya. Psikolog  umumnya menggunakan metode-metode terapi psikologis yang lebih dikenal dengan psikoterapi. Saat melakukan terapi, seorang psikolog memang lebih mengandalkan ketrampilan sosial. Sedangkan psikiater tak hanya mengandalkan konseling saja tetapi juga memanfaatkan kompetensi yang mereka miliki sebagai seorang dokter yang dapat memberikan obat-obatan.

7. Problem Yang Ditangani

Perbedaan psikolog dan psikiater adalah problem yang ditangani oleh kedua profesi ini tentunya berbeda. Psikolog umumnya akan menangani masalah-masalah yang dirasa umum di dalam kehidupan sehari-hari serta bisa ditangani dengan konseling maupun terapi ringan. Misalkan pada masalah dalam bidang pendidikan, sepert malas belajar, bullying, tidak kosentrasi saat kegiatan belajar, serta kurang percaya diri lainnya. Sedangkan pada masalah keluarga seperti problem dalam pernikahan, kenakalan anak, perceraian dan lainnya. Masalah pada pekerjaan seperti motivasi kerja, kepuasan kerja dan juga masalah kepemimpinan.

Sedangkan psikiater umumnya akan menangani masalah-masalah yang mana memiliki keterkaitan psikologi yang lebih berat lagi, semisal depresi, stress, insomnia berat, schizophrenia, gangguan mood delusi, halusinasi dan lainnya yang memang membutuhkan penanganan khusus dari konseling. Biasanya akan dibutuhkan beberapa obat-obatan untuk proses terapinya.

8. Perbedaan Psikolog Dan Psikiater Pada Panggilannya

Perbedaan psikolog dan psikiater terlihat dari penyebutan dan panggilannya. Jika orang yang datang dan berobat ke pskiater disebut dengan pasien. Sedangkan dengan orang-orang yang datang ke psikolog umumnya disebut dengan klien. Perlu kalian ketahui bahwa faktanya jika tidak semua orang yang datang ke psikologi memiliki masalah dalam psikologis mereka. Bisa saja mereka ini datang hanya untuk melakukan pemeriksaan saja. Misalnya psikotes untuk kepentingan rekruitmen, pekerjaan atau penentuan jurusan. Demikian juga untuk pasien yang datang dan berkonsultasi tidak langsung dapat kamu katakan sebagai pasien “ gila” walaupun mereka meminta bantuan dari psikiater.

Baca Juga  TERNYATA Tubuh Akan Mengalami 5 Hal Ini Saat Patah Hati!! Bagaimana Cara Menyembuhkan??

Dua profesi ini sebenarnya saling bekerja sama satu sama lainnya saat merujuk pasien. Jika seorang klien tidak dapat ditangani psikolog karena dirasa gangguan psikologis nya yang cukup berat serta membutuhkan bantuan penanganan dengan obat maka klien tersebut akan dirujuk untuk menuju psikiater. Demikian juga dengan pasien yang memang sudah dinyatakan sembuh dari berbagai masalah nya oleh psikiater, tetap juga akan dirujuk untuk diperiksa psikolog kembali untuk bisa lebih meyakinkan.

9. Bidang Pekerjaan Dan Kemampuannya

Seorang psikolog memiliki kemampuan dalam meningkatkan kesehatan klien yang dimilikinya. Baik itu psikolog klinik, sosial, konseling maupun neuropsikologis. Sedangkan psikiater lebih dihadapkan pada penyakit mental. Memang ada beberapa jenis psikiater, mulai dari psikiater forensik, neuropskiatrik, dan psikiater yang dapat membantu pasien dan penerita yang mengalami kecanduan dari obat-obatan.

10. Perbedaan Psikolog Dan Psikiater Pada Izin 

Psikolog yang telah lulus dan melampaui ujian dan mendapatkan ijin, memiliki kualifikasi untuk dapat melaksanakan tes psikologi yang mana bertujuan untuk memeriksa status dan juga mental seseorang serta mencari tahu metode yang paling efektif untuk terapi yang akan dilakukan. Sedangkan untuk psikiater yang sudah diberikan izin, mereka dapat memberikan resep obat untuk pasiennya dan dapat membantu mengatasi masalah yang sedang dihadapinya.

Psikiater lebih banyak menghabiskan waktu bersama dengan pasien dan diharapkan bisa memfokuskan diri dengan manajemen  atauobat yang menjadi bagian dari terapi yang dilakukan. Meski keduanya sama- sama mempelajari mengenai teknik psikoterapi,  perbedaan psikolog dan psikiater memiliki pendekatan yang berbeda untuk mengatasi masalah pada pasien dan kliennya masing-masing.

Sumber:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Check Also

Psikologi Sosial: Teori, Metode dan Pendekatan Lengkap!

Psikologi Sosial adalah Ilmu yang mempelajari dan menyelidiki tingkah laku individu dalam …