Seberapa Tinggi Tingkat HARGA DIRI Anda? cek di sini

Sumber: www.psychologytoday.com

1. Pengertian Self Esteem

Self esteem adalah sebuah kepercayaan diri terhadap kualitas berpikir seseorang untuk melewati atau menangani kesulitan dasar dalam hidup dan kepercayaan diri dalam mencapai kesuksesan dan menjaga kesenangan, self esteem merupakan esensi dari sebuah kebermaknaan.

Self esteem adalah interpretasi dari keadaan emosi, intelektualitas dan tingkah laku dalam konsep diri seseorang.

Self esteem dapat mempengaruhi atribusi, kesepian, penolakan teman sebaya, kecemasan, kerentanan penyakit, dan ha-hal lain terkait dengan kesehatan seseorang.

Self esteem adalah cara evaluasi seseorang terhadap perbedaan antara citra diri dan diri ideal.

Diri ideal merupakan gambaran diri yang diinginkan individu, gambaran tersebut merupakan suatu pandangan positif terhadap diri individu tersebut dan juga merupakan suatu usaha untuk menjadi sempurna dalam bentuk khayalan sebagai kompensasi dari perasaan tidak mampu dan tidak dicintai.

Tonton Video - Cara Membaca Bahasa Tubuh

Kemudian yang dimaksud citra diri di atas menurut adalah pandangan aktual dan ideal mengenai diri sendiri, bagaimana seorang individu memandang diri sendiri dan  harapannya mengenai bagaimana seharusnya dirinya.

Pandangan aktual dan ideal tersebut berkembang melalui interaksi anak dengan orang tuanya yang membuat anak sadar mengenai apa yang menjadi harapannya dan tingkah laku yang dapat memenuhi harapan dan kepuasannya.

Self esteem adalah hasil penilaian seseorang terhadap dirinya sendiri yang ditunjukkan melalui perilaku.

Kemudian harga diri sebagian besar dihasilkan oleh refleksi penghargaan orang lain terhadap dirinya.

Berdasarkan dari beberapa pengertian tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwa self esteem adalah hasil dari pertentangan antara real self dan ideal self dalam diri seseorang.

Ketika seseorang cenderung memiliki real self yang tinggi daripada ideal self maka hal tersebut akan mengakibatkan rendahnya self esteem dalam diri individu tersebut, sebaliknya jika real self dalam diri individu lebih rendah daripada ideal self, maka individu akan memiliki self esteem yang tinggi.

Pertentangan antara real self dan ideal self yang akan  berpengaruh terhadap munculnya self esteem tidak dapat dilepaskan dari peran penting berbagai intrumen yang juga dapat mempengaruhi tinggi rendahnya self esteem itu sendiri.

2. Aspek Self-esteem

Sumber: executivesecretary.com

Self esteem sendiri memiliki beberapa aspek yang menjadi indikator munculnya self esteem (harga diri). Aspek-aspek tersebut antara lain adalah:

a. Keberartian Diri (significance)

Merupakan penilaian individu terhadap keberartian, keberhargaan, penerimaan dan rasa berarti individu yang diperoleh dari lingkungannya.

Keberartian diri akan mengakibatkan seseorang cenderung akan mengembangkan harga diri yang rendah.

Berhasil atau tidaknya seseorang memiliki keberartian diri dapat diukur dari seberapa banyak perhatian yang didapatkannya dari lingkungan.

b. Kekuatan Seseorang

Kekuatan Seseorang juga menjadi aspek terpenting dalam self esteem, kekuatan individu diartikan sebagai kemampuan mengontrol diri sendiri, mengendalikan dan mempengaruhi orang lain.

Baca Juga  Tipe-Tipe Fangirling Di Dunia

Semakin seseorang dapat mengontrol orang lain maka akan semakin meningkatkan harga diri yang positif dalam diri seseorang.

Mengontrol orang lain dalam hal ini diartikan sebagai kemampuan mengorganisir dalam suatu kelompok untuk mencapai tujuan tertentu.

Kekuatan seseorang juga mencakup kemampuan dalam melakukan inisiasi dalam diri individu.

c. Kompetensi Seseorang

Kompetensi diartikan sebagai usaha yang tinggi dalam diri seseorang untuk mendapatkan prestasi yang baik sesuai dengan tahapan perkembangannya.

d. Ketaatan Seseorang dan kemampuan memberi contoh

Ketaatan seseorang dengan sebuah aturan-aturan tertentu dalam sistem nilai masyarakat juga akan membuat individu tersebut dapat diterima dalam masyarakat.

Demikian juga ketika seseorang tersebut dapat dijadikan contoh yang baik dalam masyarakat individu tersebut juga akan mendapatkan penerimaan yang baik dalam masyarakat, sehingga hal ini dapat menjadikan harga diri individu meningkat secara positif.

Pendapat lain mengatakan jika self esteem memiliki dua aspek, yaitu:

a. Self esteem competence

Harga diri tergantung pada dua hal diantaranya adalah harapan individu, keinginan atau aspirasi dan kemampuannya untuk mewujudkan di mana hal tersebut pada akhirnya memerlukan sebuah kompetensi.

b. Self esteem Worthiness

Kelayakan harga diri mengacu pada sikap positif atau negatif terhadap diri sendiri. Dalam hal ini asertifitas dalam mengungkapkan perasaan bahwa seorang individu “cukup baik” sangat diperlukan untuk membuat diri sendiri merasa layak dan juga memberikan penghormatan atas diri sendiri.

Kelayakan harga diri ini bukan berarti merasa kagum terhadap diri sendiri atau mengharapkan orang lain untuk kagum terhadap dirinya serta tidak menganggap dirinya superior dibandingkan orang lain.

 

3. Faktor yang Mempengaruhi Keberhargaan Diri (Self Esteem)

 

Sumber: www.mereja.com

Terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi kehargaan diri (self esteem) yaitu:

a. Penghargaan dan penerimaan dari orang-orang.

Penerimaan dari orang yang berpengaruh terhadap kehidupan seseorang seperti orang tua dan teman sebaya.

Orang-orang terpenting yang berada dalam kehidupan seseorang dapat menjadi pemicu tumbuhnya harga diri seseorang dan dalam hal ini yang paling berpengaruh adalah keluarga, karena keluarga merupakan sistem sosial pertama kali yang ada dan memberikan edukasi terhadap seseorang

b. Faktor kelas sosial dan kesuksesan.

Kedudukan kelas sosial dalam hal ini dapat dilihat dari pekerjaan, pendapatan dan tempat tinggal.

c. Nilai dan inspirasi individu dalam menginterpretasi pengalaman.

Dalam hal ini sebenarnya kesuksesan yang diraih oleh individu tidak akan langsung mempengaruhi terhadap peningkatan harga diri individu tersebut, namun kesuksesan tersebut akan disaring terlebih dahulu melalui tujuan dan nilai yang dipegang oleh individu.

Baca Juga  10 Cara Gokil Meningkatkan Kreativitas Anda

d. Cara individu dalam menghadapi masalah/ kegagalan

Cara seseorang menghadapi masalah juga menjadi salah satu faktor terpenting dalam self esteem, karena dengan cara ini individu akan mampu melakukan penanganan untuk meminimalisir asumsi atau evaluasi negatif terhadap dirinya.

Dukungan sosial menjadi salah satu fokus penting terhadap pembentukan self esteem seseorang yang termanifestasi pada point pertama yaitu orang-orang terpenting yang berada dalam kehidupan seseorang yang dapat mempengaruhi self esteem.

Orang-orang terpenting disini mencakup keluarga, teman sebaya, dan pihak-pihak lain yang memiliki kedekatan secara psikologis selain kedua pihak tersebut, seperti guru.

Beberapa pihak yang memiliki peran penting terhadap kondisi psikologis individu dapat dilihat melalui lingkungan di mana individu tersebut tinggal.

4. Tingkatan Self Esteem

Sumber: www.harbourhypnotherapy.co.uk

Setiap orang dengan self esteem yang berbeda hidup dalam dunia yang berbeda.

Seseorang yang memiliki penilaian yang rendah terhadap dirinya terhambat oleh tingkat kecemasan, kemampuan yang rendah dalam mengungkapkan perasaan, serta lebih sering menderita gangguan psikosomatis dan perasaan depresi.

Baca Juga: DEPRESI !! Kenali Gejala, Jenis Dan Cara Mengatasinya

Punya Sahabat Broken Home? WAJIB BACA!! Pengertian dan Cara Mengatasi Mental Anak Broken Home

FAKTA tentang Berpikir (THINGKING). Pegertian, Jenis dan Proses Seseorang dalam Berpikir.

Adapun karakteristik umum yang tampak pada individu dari berbagai tingkatan self esteem adalah sebagai berikut:

a. Tingkat self esteem tinggi

Seseorang yang memiliki self esteem tinggi akan puas dengan karakter dan kemampuan dirinya yang ditandai dengan adanya evaluasi diri yang positif.

Sehingga memiliki gambaran diri yang positif, mampu menerima masukan dari lingkungannya, dapat melakukan evaluasi secara positif serta memiliki harga diri (self worth) yang positif dan mampu mengoptimalkan dan mengendalikan harga diri yang dimilikinya.

Seseorang dengan self esteem yang tinggi lebih independen dalam menghadapi berbagai macam situasi, memiliki karakter yang konsisten dalam merespon sesuatu.

Gambaran dirinya akan menjelaskan bahwa individu tersebut adalah seorang yang bernilai dan penting, mempunyai kemampuan sebaik individu lain seusianya.

Seseorang tersebut merasa bahwa dirinya dinilai sebagai seorang yang berharga dan dipertimbangkan oleh orang-orang terdekatnya.

Seseorang dengan self esteem yang tinggi ini juga memiliki kemampuan untuk mempengaruhi orang lain dikarenakan adanya pengakuan orang-orang terhadap cara pandang dan pendapat yang dimilikinya.

Selain itu, Seseorang dengan self esteem yang tinggi juga merasa percaya diri dengan pandangan dan keputusan yang dibuatnya.

Serta sikap-sikap positif yang dimiliki oleh seseorang dengan harga diri tinggi akan membimbingnya pada penerimaan pribadi dan kepercayaan terhadap reaksi dan konklusi yang dibuatnya sendiri, serta memacu individu tersebut untuk memunculkan ide-ide baru.

Baca Juga  10 Alasan Kamu Wajib Belajar Psikologi, Meskipun Tidak Kuliah Jurusan Psikologi

Ketika terlibat di dalam diskusi, seseorang dengan self esteem yang tinggi akan lebih senang untuk berpartisipasi daripada hanya sekedar menyimak.

Seseorang tersebut memiliki kejujuran dalam berpendapat dan memiliki kemampuan dalam mempertimbangkan isu isu eksternal.

Seseorang tersebut juga bisa mengelola tindakan sesuai dengan tuntutan lingkungan memiliki pemahaman yang baik tentang dirinya, dan sangat menyukai tantangan serta tugas-tugas baru dan biasanya tidak merasa kecewa meskipun belum berhasil.

Selain itu, sikap-sikap positif pada Seseorang dengan self esteem yang tinggi akan membantunya memiliki kemandirian sosial yang lebih baik.

b. Tingkat self esteem sedang

Pada dasarnya seseorang yang memiliki tingkat self esteem sedang memiliki kesamaan dengan individu yang memiliki tingkat self esteem yang tinggi dalam hal penerimaan diri.

seseorang tersebut memiliki penerimaan yang relatif baik, pertahanan yang baik, serta pemahaman dan penghargaan yang sangat baik.

Namun, seseorang tersebut kurang mampu mengendalikan harga diri (self worth) yang dimilikinya dari pandangan sosial sehingga kurang konsisten dalam mempertahankan pandangannya.

Selain itu, seseorang dengan self esteem sedang juga ragu-ragu dengan penghargaan yang dimilikinya dan cenderung tidak yakin terhadap kemampuan yang dimilikinya dibandingkan individu lainnya.

Seseorang tersebut memiliki sejumlah pernyataan positif tentang dirinya, tetapi penilaian yang dimilikinya mengenai kemampuan, keberartian, dan harapan lebih moderat dibandingkan yang lain.

c. Tingkat self esteem rendah

Seseorang dengan self esteem rendah adalah individu yang hilang kepercayaan dirinya dan tidak mampu menilai kemampuan serta atributatribut dalam dirinya.

Individu dengan self esteem rendah menilai atributatribut yang ada di dalam dirinya sebagai hal yang negatif. Individu tersebut mempunyai sikap yang negatif terhadap dirinaya sendiri.

Gambaran diri pada individu tersebut cenderung memberi kesan depresi dan pesimis. Individu merasa bahwa dirinya bukanlah orang yang penting dan pantas disukai.

Individu dengan self esteem rendah tidak yakin dengan ide, kemampuan, dan pandangannya sendiri. Individu tersebut juga merasa bahwa lingkungan tidak memberikan perhatian kepada setiap hal yang dilakukannya.

Individu dengan self esteem yang rendah juga merasa terisolasi, tidak pantas dicintai, tidak mampu mengekspresikan diri, dan tidak mampu mempertahankan dirinya sendiri.

Individu tersebut bahkan merasa terlalu lemah untuk melakukan konfrontasi dan melawan kelemahan yang dimilikinya sendiri.

Individu dengan self esteem yang rendah memiliki perasaan ditolak, ragu-ragu, dan tidak berharga. Individu tersebut merasa tidak memiliki kekuatan, hal ini menyebabkan ekspektasi individu akan masa depannya sangat rendah.

 

Semoga Bermanfaat!!

 

Sumber: Pentingnya Aspek Self Esteem Dalam Pembelajaran

Harga Diri (Self Esteem) Terancam dan Perilaku Menghindar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Check Also

Proyeksi: Mekanisme Pertahanan Diri Manusia Dengan Kambing Hitam

 Istilah kambing hitam sudah sangat umum di telinga, dan kalian juga sudah paham jika kamb…