pengertian persepsi

Pengertian Persepsi Menurut 5 Ahli dan Faktor Persepsi

Sebelum kita membahas pengertian persepsi, Kita sama-sama paham bahwa masing-masing dari kita sering sekali mempunyai persepsi yang berbeda-berbeda tentang sesuatu hal kan?

Tapi sebenarnya persepsi itu apa sih?

Jadi, kenapa bisa ada persepsi? Yuk, Ikuti penjelasan berikut:

setiap manusia memiliki persepsi yang berbeda
Sumber: www.shawnplace.com

Persepsi berasal dari kata perception (Inggris) yang artinya menerima atau mengambil. Persepsi merupakan salah satu aspek psikologis yang penting bagi manusia dalam merespon kehadiran berbagai aspek dan gejala di sekitarnya.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, Persepsi merupakan tanggapan (penerimaan) langsung dari sesuatu. Proses seseorang mengetahui beberapa hal melalui panca inderanya.

Trik membaca masa depan

Persepsi adalah proses yang menyangkut masuknya pesan atau informasi dalam otak manusia secara terus menerus mengadakan hubungan dengan lingkungannya melalui indranya, yaitu indra penglihatan, pendengaran, peraba, perasadan penciuman.

Salah satu alasan mengapa persepsi demikian penting dalam hal menafsirkan keadaan sekeliling kita adalah bahwa kita masing-masing mempersepsi, tetapi mempersepsi secara berbeda, apa yang dimaksud.

Persepsi merupakan sebuah proses yang hampir bersifat otomatik dan ia bekerja dengan cara yang hampir serupa pada masing masing individu, tetapi sekalipun demikian secara tipikal menghasilkan persepsi-persepsi yang berbeda-beda.

Informasi dan pesan yang diterima tersebut muncul dalam bentuk stimulus yang merangsang otak untuk mengolah lebih lanjut yang kemudian mempengaruhi seseorang dalam berperilaku.

A. Pengertian Persepsi Menurut Para Ahli

Berbagai ahli telah memberikan definisi yang beragam tentang persepsi, walaupun pada prinsipnya mengandung makna yang sama.

  1. Pengertian persepsi menurut Slameto ( 2003 ) menyatakan Persepsi adalah proses yang menyangkut masuknya pesan dan informasi di dalam otak manusia.
  2. Sugihartono, (2007) mengemukakan bahwa Persepsi adalah kemampuan otak dalam menerjemahkan stimulus atau proses untuk menerjemahkan stimulus yang masuk ke dalam alat indera manusia.
  3. Bimo Walgito (2004: 70) mengungkapkan bahwa Persepsi adalah suatu proses pengorganisasian, penginterpretasian terhadap stimulus yangditerima oleh organisme atau individu sehingga menjadi sesuatu yang berarti,dan merupakan aktivitas yang integrated dalam diri individu
  4. Jalaludin Rakhmat (2007:) menyatakan Persepsi adalah pengamatan tentang objek, peristiwa atau hubungan-hubungan yang diperoleh dengan menyimpulkan informasi dan menafsirkan pesan
  5. Suharman (2005:) menyatakan: Persepsi adalah suatu proses menginterpretasikan atau menafsir informasi yang diperoleh melalui sistem alat indera manusia
Baca Juga  Mengenal Mythomania, Kelainan Psikologis Gemar Berbohong

Jadi persepsi merupakan suatu proses yang dimulai dari penglihatan hingga terbentuk tanggapan yang terjadi dalam diri individu sehingga individu sadar akan segala sesuatu dalam lingkungannya melalui indera-indera yang dimilikinya dan memberikan penilaian.

B. Faktor Yang Mempengaruhi Persepsi

Dalam memberikan tanggapan atau persepsi terhadap suatu objek, masing-masing individu atau perorangan tentunya akan berlainan. Hal ini dikarenakan pandangan seseorang dipengaruhi oleh wawasan, pengalaman serta pengetahuannya terhadap suatu objek yang dihadapkan.

Sumber: www.shawnplace.com

Faktor-faktor yang mempengaruhi persepsi seseorang adalah:

  1. Relation, yaitu hubungan antara orang yang mempersepsikan dengan objek yang dipersepsikan. Seseorang biasanya tidak menagkap seluruh rangsangan yang ada disekitarnya sekaligus, tetapi akan memfokuskan perhatiannya terhadap satu atau dua objek yang sama.
  2. Set, yaitu harapan seseorang akan rangsangan yang timbul
  3. Kebutuhan, kebutuhan sesaat akan kebutuhan yang tettap pada diri seseorang akan mempengaruhi persepsi orang tersebut
  4. Sistem nilai, sistem nilai yang berlaku dalam masyarakat berpengaruh pula pada persepsi seseorang
  5. Keadaan pribadi orang ,yang mempersepsi merupakan faktor yang terdapat dalam individu yang mempersepsikan. Misalnya kebutuhan, suasana hati, pendidikan, pengalaman masa lalu, sosial ekonomi, jenis kelamin, umur.
  6. Karakteristik target, target tidak dilihat sebagai suatu yang terpisah, maka hubungan antar target dan latar belakang serta kedekatan/kemiripan dan hal-hal yang dipersepsi dapat mempengaruhi persepsi seseorang.
  7. Konteks waktu dan kejadian, dipersepsinya suatu kejadian dapat mempengaruhi persepsi, demikian pula dengan lokasi, cahaya, panas, atau faktor situasi lainnya.
  8. Sikap atau attitude yang dimiliki seseorang juga mempengaruhi sebuah persepsi yang dibentuknya mengenai hal-hal yang ada di sekitarnya.
  9. Pengalaman, kejadian yang sudah pernah dialami seseorang dan diambil pelajarannya.
  10. Keterarikan atau interestfokus perhatian seseorang pada hal-hal yang sedang dihadapinya sehingga membuat persepsi berbeda beda satu sama lainnya.
  11. Harapan atau ekspetasi, merupakan gambaran yang mana membentuk sebuah pencitraan kepada sebuah kondisi

C. Syarat Terjadinya Persepsi

Syarat-syarat terjadinya persepsi adalah sebagai berikut:

  1. Adanya objek yang dipersepsi
  2. Adanya perhatian yang merupakan langkah pertama sebagai suatupersiapan dalam mengadakan persepsi.
  3. Adanya alat indera/reseptor yaitu alat untuk menerima stimulus
  4. Saraf sensoris sebagai alat untuk meneruskan stimulus ke otak, yang kemudian sebagai alat untuk mengadakan respon.
Baca Juga  Retradasi Mental "Keterbelakangan Mental Menurut Pengertian Umum"

Baca Juga:

D. Proses Terjadinya Persepsi

Persepsi pada dasarnya merupakan suatu proses pengamatan atau pengetahuan mengenai suatu objek atau kejadian tertentu dengan menggunakan alat-alat indra tertentu sebagai perantaranya. Persepsi menunjuk bagaimana manusia melihat, mendengar, mencium, merasakan dunia sekitar kita.

Proses terbentuknya persepsi yaitu:

  1. Stimulus, atau situasi yang hadir Awal mula terjadinya persepsi ketika seseorang dihadapkan pada stimulus atau situasi. Stimulus atau situasi tersebut biasanya berupa stimulus pengindraan dekat dan langsung atau berupa lingkungan sosiokultural dan fisik yang menyeluruh dari stimulus tersebut.
  2. Regristasi, merupakan suatu gejala yang nampak yaitu mekanisme fiksik untuk mendengar dan melihat suatu informasi maka mulailah orang tersebut mendaftar, mencerna, dan menyerap suatu informasi
  3. Interpretasi, atau penafsiran. Interpretasi ini merupakan suatu aspek kognitif daripersepsi yang amat penting karna proses tergantung pada proses pendalaman, motifasi dan keperibadian seseorang berbeda dengan orang lain sehingga interpretasi seseorang terhadap informasi atau stimulus akan berbeda dengan orang lain.
  4. Umpan Balik, Merupakan suatu proses yang terakhir dimana setelah seseorang menafsirkan informasi tersebut akan memunculkan reaksi yaitu reaksi positif dan negatif, maka akan muncul reaksi memberikan apabila jawabannya bersifat menerima maka reaksi yang muncul akan berbentuk positif pula

E. Jenis-Jenis Persepsi

Persepsi sendiri mempunyai beberapa jenis hal ini karena proses pemahaman terhadap rangsangan atau stimulus, antara lain:

jenis indra yang menangkap persepsi
Sumber: www.shawnplace.com

1. Persepsi Visual

Persepsi visual, Persepsi visual adalah persepsi yang pertama kali berkembang pada bayi, dan hal ini memengaruhi bayi dan balita untuk memahami dunianya. Persepsi visual adalah hasil dari apa yang kita lihat baik sebelum melihat atau masih membayangkan dan sesudah melakukan pada objek yang kita tuju.

2. Persepsi Auditori

Persepsi jenis ini didapat dari indera pendengaran berupa telinga saat menangkap objek suara.

Baca Juga  Mengenal Gangguan Kecemasan Agoraphobia, Penyebab Dan Penanganan!

3. Persepsi Perabaan

Persepsi perabaan didapat melaui indera takti berupa kulit, saat kita merasakan sesuatu sentuhan.

4. Persepsi Penciuman

Persepsi penciuman atau olfaktori didapat dari indera penciuman yaitu hidung, saat kita mencium bau sesuatu.

5. Persepsi Pengecapan

Persepsi ini didapat dari indera pengecapan yang berupa lidah, saat kita merasakan rasa makanan atau minuman tertentu.

6. Persepsi Selektif

Persepsi selektif adalah penafsiran secara selektif apa yang dilihat seseorang yang berdasarkan minat, latar belakang, pengalaman dan sikap seseorang.

 

F. Persepsi Positif dan Negatif

persepsi negatif dan positif
Sumber: www.shawnplace.com

Persepsi positif merupakan penilaian individu terhadap suatu objek atau informasi dengan pandangan yang positif atau sesuai dengan yang diharapkan dari objek yang dipersepsikan atau dari aturan yang ada.

Sedangkan, persepsi negatif merupakan persepsi individu terhadap objek atau informasi tertentu dengan pandangan yang negatif, berlawanan dengan yang diharapkan dari objek yang dipersepsikan atau dari aturan yang ada.

Penyebab munculnya persepsi negatif seseorang dapat muncul karena adanya ketidakpuasan individu terhadap objek yang menjadi sumber persepsinya, adanya ketidaktahuan individu serta tidak adanya pengalaman individu terhadap objek yang dipersepsikan.

Sebaliknya penyebab munculnya persepsi positif seseorang karena adanya kepuasan individu terhadap objek yang menjadi sumber persepsinya, adanya pengetahuan individu, serta adanya pengalaman individu terhadap objek yang dipersepsikan.

 

Sumber: Konsep Dasar Tentang Persepsi

Deskripsi Teori, Pengertian dan Jenis Persepsi

Perception Meaning

Arti Persepsi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Check Also

Proyeksi: Mekanisme Pertahanan Diri Manusia Dengan Kambing Hitam

 Istilah kambing hitam sudah sangat umum di telinga, dan kalian juga sudah paham jika kamb…