Model Pembelajaran Inquiry, Pengertian dan Penerapannya Menurut Ahli

Sebelumnya kita membahas 25 macam model pembelajaran, nah di artikel ini kita akan mengupas lengkap apa sih model pembelajaran inquiry itu?

A. Pengertian Model Pembelajaran Inquiry

Model pembelajaran Inquiry adalah model pembelajaran yang membimbing siswa untuk memperoleh dan mendapatkan informasi serta mencari jawaban atau memecahkan masalah terhadap pertanyaan yang dirumuskan.

Dalam model pembelajaran inkuiri siswa terlibat secara mental dan fisik untuk memecahkan suatu permasalahan yang diberikan guru.

“Model pembelajaran inquiry adalah rangkaian kegiatan pembelajaran yang menekankan pada proses berpikir secara kritis dan analisis untuk mencari dan menemukan sendiri jawaban dari suatu masalah yang dipertanyakan” (Sanjaya, 2006:194).

Menurut Piaget (Mulyasa, 2008:108) bahwa model pembelajaran inquiry adalah model pembelajaran yang mempersiapkan siswa pada situasi untuk melakukan eksperimen sendiri secara luas agar melihat apa yang terjadi, ingin melakukan sesuatu, mengajukan pertanyaan-pertanyaan, dan mencari jawabannya sendiri, serta menghubungkan penemuan yang satu dengan penemuan yang lain, membandingkan apa yang ditemukannya dengan yang ditemukan siswa lain.

Yakin ingatanmu Asli ?

Dengan melihat kedua pendapat di atas, maka dapat disimpulkan bahwa pembelajaran inquiry adalah model pembelajaran yang mempersiapkan siswa pada situasi untuk melakukan eksperimen sendiri sehingga dapat berpikir secara kritis untuk mencari dan menemukan jawaban dari suatu masalah yang dipertanyakan.

Pembelajaran inquiry banyak dipengaruhi oleh aliran belajar kognitif, menurut aliran ini belajar pada hakikatnya adalah proses mental dan proses berpikir dengan memanfaatkan segala potensi yang dimiliki setiap individu secara optimal.

Teori belajar lain yang mendasari pembelajaran inquiry adalah teori belajar konstruktivistik. Menurut Piaget (Sanjaya,2006:194) pengetahuan itu dapat bermakna manakala dicari dan ditemukan sendiri oleh siswa.

Setiap individu berusaha dan mampu mengembangkan pengetahuannya sendiri melalui skema yang ada dalam struktur kognitifnya. Skema itu secara terus menerus diperbarui dan diubah melalui proses asimilasi dan akomodasi.

teory inquiry
Sumber: www.the-cei.org

Di sisi lain (Kunandar, 2007:309) pengetahuan dan kemampuan yang diperoleh siswa diharapkan bukan hasil mengingat fakta-fakta, tetapi hasil dari menemukan sendiri. Dengan demikian tugas guru adalah merancang kegiatan yang merujuk pada kegiatan menemukan, apapun materi yang diajarkannya, dan juga mendorong siswa untuk mengembangkan skema yang terbentuk melalui proses asimilasi dan akomodasi.

Baca Juga:

Baca Juga  Barnum effect - Kalimat Sakti Untuk Membaca Sifat Orang

B. Karakteristik Atau Ciri-Ciri Pembelajaran Inquiry

Menurut Muslich (2008), ada beberapa hal yang menjadi karakteristik atau ciri-ciri utama pembelajaran inquiry adalah sebagai berikut:

  1. Pembelajaran inquiry menekankan pada aktifitas siswa secara maksimal untuk mencari dan menemukan, artinya pembelajaran inquiry menempatkan siswa sebagai subjek belajar.
  2. Seluruh aktivitas yang dilakukan siswa diarahkan untuk mencari dan menemukan sendiri sesuatu yang dipertanyakan sehingga dapat menumbuhkan sikap percaya diri (self belief).
  3. Membuka intelegensi siswa dan mengembangkan daya kreativitas siswa.
  4. Memberikan kebebasan pada siswa untuk berinisiatif dan bertindak.
  5. Mendorong siswa untuk berfikir intensif dan merumuskan hipotesisnya sendiri.
  6. Proses interaksi belajar mengajar mengarahkan pada perubahan dari teacher centered kepada student centered.
diagram inquiry learning
Sumber: www.the-cei.org

C. Tujuan Dan Manfaat Pembelajaran Inquiry

Tujuan utama pembelajaran melalui model pembelajaran inkuiri adalah menolong siswa untuk dapat mengembangkan disiplin intelektual dan keterampilan berpikir dengan memberikan pertanyaan-pertanyaan dan mendapatkan jawaban atas dasar ingin tahu mereka.

Pembelajaran inkuiri ini merupakan bentuk dari pendekatan pembelajaran yang berorientasi kepada siswa(student centered approach). Dikatakan demikian karena dalam metode ini siswa memegang peran yang sangat dominan dalam proses pembelajaran. Adapun tujuan lainnya adalah:

  • Model pembelajaran inquiry berorientasi pada siswa
  • Mengembangkan kemampuan berfikir secara sistematis, logis dan kritis
  • Mengembangkan kemampuan intelektual sebagai bagian dari proses mental
  • Meningkatkan keterlibatan siswa dalam menemukan dan memproses bahan belajarnya
  • Mengurangi ketergantungan siswa pada guru untuk mendapatkan pengalaman belajarnya
  • Mealatih siswa untuk menggali dan memanfaatkan lingkungan sebagai sumber belajar yang tidak ada habisnya

Dengan demikian, dalam pembelajaran inquiry siswa tak hanya di tuntut agar menguasai materi pelajaran, akan tetapi bagaimana mereka dapat menggunakan potensi yang di milikinya secara optimal (Sanjaya, 2006:195).

Sedangkan manfaat model pembelajaran inquiry ini adalah

  • Meningkatkan kemampuan berfikir siswa untuk mencari dan menemukan sendiri materi yang akan di pelajarinya
  • Melatih kepekaan diri
  • Mengurangi rasa kecemasan
  • Menumbuhkan rasa percaya diri
  • Meningkatkan motivasi, dan partisipasi belajar
  • Meningkatkan tingkah laku yang positif
  • meningkatkan prestasi dan hasil belajar

D. Teknik Metode Pembelajaran Inquiry

Adapun teknik model pembelajaran inquiry dapat dikemukakan atau dapat dilihat sebagai berikut:

  1. Dapat membantu dan mengembangkan konsep pada diri siswa, sehingga siswa dapat mengerti tentang konsep dasar dan ide-ide lebih baik.
  2. Membantu dan menggunakan ingatan dan transfer pada situasi proses belajar yang baru.
  3. Membantu siswa untuk berfikir dan bekerja atas inisiatifnya sendiri, bersikap objektif, jujur dan terbuka.
  4. Memberi kepuasan yang bersifat intrinsik.
  5. Situasi proses belajar menjadi lebih merangsang.
  6. Dapat mengembangkan bakat dan kecakapan individu.
  7. Memberi kebebasan siswa untuk belajar sendiri.
Baca Juga  Kupas Tuntas Model Pembelajaran Discovery Learning Dari Para Ahli
proses pembelajaran inquiry
Sumber: www.the-cei.org

E. Keunggulan Dan Kelemahan Metode Pembelajaran Inquiry

1. Keunggulan

Model pembelajaran inkuiri adalah model pembelajaran yang banyak di anjurkan dan digunakan di sekolah khususnya sekolah dasar. Menurut sanjaya (2006) ada beberapa keunggulan dari model pembelajaran ini diantaranya adalah:

  • Model pembelajaran inquiry merupakan model pembelajaran yang menekankan kepada pengembangan aspek kognitif, afektif, dan psikomotor secara seimbang sehingga pembelajaran melalui model ini dianggap lebih bermakna.
  • Model pembelajaran inquiry dapat memberikan ruang kepada siswa untuk belajar sesuai dengan gaya belajar mereka.
  • Model pembelajaran inquiry merupakan model pembelajaran yang dianggap sesuai dengan perkembangan psikologi moderen yang mengagap belajar adalah proses perubahan tingkah laku berkat adanya pengalaman.
  • Dapat melayani kebutuhan siswa yang memiliki kemampuan diatas rata-rata, artinya siswa yang memiliki kemampuan belajar bagus tidak akan terhambat oleh siswa yang lemah dalam belajar.

2. Kelemahan

Di samping memiliki keunggulan, model pembelajaran inquiry juga memiliki kelemahan. Sebagaimana dikemukakan oleh Sanjaya (2006) kelemahannya antara lain:

  • Jika model pembelajaran inquiry digunakan sebagai model pembelajaran, maka akan sulit mengontrol kegiatan dan keberhasilan siswa.
  • Model ini sulit dalam merencanakan pembelajaran oleh karena itu terbentur dengan kebiasaan siswa dalam belajar.
  • Kadang-kadang dalam mengimplementasikanya memerlukan waktu yang panjang sehingga sering guru sulit menyesuaikannya dengan waktu yang telah ditentukan.
  • Selama kriteria keberhasilan belajar ditentukan oleh kemampuan siswa menguasai materi pelajaran, maka model pembelajaran inquiry akan sulit diimplementasikan oleh setiap guru.

F. Langkah-Langkah Model Pembelajaran Inquiry

Pada dasarnya model pembelajaran inquiry di lakukan atau ditekankan kepada proses mencari dan menemukan, dimana materi pelajaran tidak diberikan secara langsung kepada siswa. Menurut Sanjaya (2006:202) langkah-langkah model pembelajaran inquiry ini dapat diuraikan sebagai berikut:

langkah penerapan model pembelajaran
Sumber: www.academia.co.id

1. Orientasi

Langkah orientasi adalah langkah untuk membina suasana atau iklim pembelajaran yang responsif sehingga dapat merangsang dan mengajak untuk berpikir memecahkan masalah.

Beberapa hal yang dapat dilakukan dalam tahap ini adalah:

  • Menjelaskan topik, tujuan dan hasil belajar yang diharapkan dapat dicapai oleh siswa
  • Menjelaskan pokok-pokok kegiatan yang harus dilakukan oleh siswa untuk mencapai tujuan.
Baca Juga  Mengkupas Tuntas Model Pembelajaran Kooperatif Dari A-Z

2. Merumuskan masalah

Merumuskan masalah adalah langkah membawa siswa kepada persoalan yang mengadung teka teki. Persoalan yang disajikan adalah persoalan yang menantang siswa untuk berpikir memecahkan teka teki itu.

3. Merumuskan hipotesis

Hipotesis adalah jawaban sementara dari suatu permasalahan yang sedang dikaji. Sebagai jawaban sementara, hipotesis perlu diuji kebenarannya.

4. Mengumpulkan data

Mengumpulkan data adalah aktifitas menjaring informasi yang dibutuhkan untuk menguji hipotesis yang diajukan. Kegiatan mengumpulkan data meliputi percodaan atau eksperimen.

5. Menguji hipotesis

Menguji hipotesis adalah proses menentukan jawaban yang dianggap diterima sesuai dengan data atau informasi yang diperoleh berdasarkan pengumpulan data.

6. Merumuskan kesimpulan

Merumuskan kesimpulan adalah proses mendeskripsikan temuan yang diperoleh berdasarkan hasil pengujian hipotesis.

Dengan melihat langkah-langkah di atas, maka model pembelajaran inquiry akan efektif jika:

  1. Guru mengharapkan siswa dapat menemukan sendiri jawaban dari suatu permasalahan yang ingin dipecahkan. Dengan demikian dalam pembelajaran inquiry penguasan, materi pelajaran bukan sebagai tujuan utama pembelajaran, akan tetapi yang lebih dipentingkan adalah proses belajar.
  2. Jika bahan pelajaran yang akan diajarkan tidak berbentuk fakta atau konsep yang sudah jadi, akan tetapi sebuah kesimpulan yang perlu pembuktian.
  3. Jika proses pembelajaran berangkat dari rasa ingin tahu siswa terhadap sesuatu.
  4. Jika guru akan mengajar pada sekelompok siswa yang rata-rata memiliki kemauan dan kemampuan berpikir. pembelajaran inquiry akan kurang berhasil diterapakan kepada siswa yang kurang memiliki kemampuan untuk berpikir.
  5. Jika jumlah siswa yang belajar tak terlalu banyak sehingga bisa dikendalikan oleh guru.
  6. Jika guru memiliki waktu yang cukup untuk menggunakan pendekatan yang berpusat pada siswa.

Sumber :

Sanjaya Wina. 2006. Strategi Pembelajaran Berorientasi Standar Proses Pendidikan. Rawamangun-Jakarta: Kencana Perdana Media Group

Mulyasa. 2008. Menjadi guru Professional Menciptakan Pembelajaran Kreatif Dan Menyenangkan. Bandung: Remaja Rosda Karya

Kunandar. 2007. Guru Professional Implementasi Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) Dan Sukses Dalam Sertifikasi Guru. Jakarta: Raja Grafindo

Tinjauan Pustaka Model Inkuiri

Tinjauan Tentang Metode Inkuiri

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Check Also

Impostor Syndrome : Si Pintar Yang Merasa Dirinya Tak Layak

Impostor syndrome merupakan kondisi psikologis dimana orang tersebut merasa bahwa dirinya …