Pengertian Dan Bentuk Pelecehan Seksual Di Tempat Kerja

A. Apa Sih Yang Dimaksud Dengan Pelecehan Seksual?

Pelecehan seksual adalah segala tindakan seksual yang tidak diinginkan, permintaan untuk melakukan perbuatan seksual, tindakan verbal atau fisik atau isyarat yang bersifat seksual, maupun perilaku lain apapun yang bersifat seksual, yang dapat membuat seseorang merasa tersinggung, dipermalukan atau terintimidasi.

Dimana reaksi seperti itu adalah masuk akal dalam situasi dan kondisi yang ada, dan tindakan tersebut DAPAT mengganggu kegiatan, dijadikan persyaratan kerja atau menciptakan lingkungan yang bisa mengintimidasi dan bermusuhan atau tidak sopan.

Dengan kata lain pelecehan seksual adalah

  • Menyalahgunakan perilaku seksual,
  • Permintaan untuk melakukan perbuatan seksual (meminta untuk melakukan perbuatan seksual, permintaan untuk berkencan).
  • Pernyataan verbal atau fisik untuk melakukan atau gerakan menggambarkan perbuatan seksual, (pesan yang menampilkan konten seksual eksplisit dalam bentuk cetak atau bentuk elektronik (SMS, Email, Poster, CD, dll)
  • Serta tindakan kearah seksual yang tidak diinginkan
  1. korban telah menyatakan bahwa perilaku itu tidak diinginkan
  2. korban merasa dihina, tersinggung dan/atau tertekan oleh perbuatan itu; atau
  3. pelaku pelecehan seharusnya sudah dapat merasakan bahwa yang menjadi sasarannya (korban) akan tersinggung, merasa terhina dan/atau tertekan oleh perbuatan itu.
  • Perilaku fisik (seperti menyentuh, mencium, menepuk, mencubit, atau kekerasan fisik seperti perkosaan dll)
  • Sikap seksual yang merendahkan (seperti melirik atau menatap bagian tubuh seseorang).

Pelecehan seksual bisa mengakibatkan kesulitan dalam pelaksanaan tugas yang diberikan atau menyebabkan pekerja merasa dirinya bekerja dalam iklim perusahaan yang tidak harmonis, yang juga dapat menyebabkan risiko terhadap kesehatan dan keselamatan.

Baca Juga:

Tonton ini, dan ingatan anda akan meningkat seketika

B. Siapa Saja Yang Dapat Menjadi Korban Pelecehan Seksual di Tempat Kerja?

Pelecehan seksual dapat di alami oeleh siapapaun dan pada semua orang.  Baik laki-laki maupun perempuan dapat menjadi korban ataupun pelaku atas perilaku yang dianggap tidak sopan, memalukan atau mengintimidasi merupakan sebuah pengujian yang obyektif, berdasarkan pertanyaan apakah seorang yang berakal sehat akan mampu mengantisipasi bahwa perilaku tersebut dapat menimbulkan efek seperti itu.

Baca Juga  Efek Domino? Usaha membangkitkan kekuatan besar

Tindakan pelecehan seksual dapat berlangsung antara pekerja/atasan dan seorang pekerja lain (hubungan vertikal) atau antara pekerja dengan pekerja (hubungan horizontal), antara pemberi kerja dengan pekerja kontrak atau pekerja outsourcing dan antara pekerja/penyedia jasa dengan klien/pihak ketiga. Perilaku yang tidak diingkan tersebut tidak harus berulang-ulang atau terus-menerus dan dapat berupa insiden tunggal dapat menjadi sebuah pelecehan seksual.

Pelecehan seksual merupakan suatu masalah yang bisa saja terjadi di mana saja, termasuk di tempat kerja. Tetapi, tidak banyak orang yang menyadari bahwa mereka telah menjadi korban pelecehan tersebut di tempat kerja Bahkan banyak diantara mereka yang menganggap hal tersebut sebagai lelucon saja. Tidak sedikit juga yang ragu atau takut untuk mengadukan perihal pelecehan seksual kepada perusahaan, karena ada kemungkinan justru korban yang akan disalahkan.

Agar kalian lebih waspada, berikut ini ada beberapa jenis pelecehan seksual yang terjadi di tempat kerja.

C. Contoh Pelecehan Seksual di Tempat Kerja

1. Secara Lisan

Pelecehan yang secara lisan biasanya disampaikan melalui komentar yang menyinggung masalah kehidupan pribadi, penampilan, atau bagian tubuh seseorang. Jenis pelecehan ini termasuk yang banyak dianggap sebagai lelucon karena disampaikan secara lisan.

2. Secara Isyarat

Pelecehan untuk jenis ini meliputi gerakan tubuh atau bahasa tubuh yang menjurus pada pelecehan seksual dan dilakukan dengan berulang-ulang, seperti menjilat bibir, isyarat dengan menggunakan jari, hingga melirik dengan kedipan mata atau menatap dengan nafsu.

3. Secara Fisik

Pelecehan jenis ini sudah mengarah pada sentuhan pada bagian tubuh yang tidak diinginkan seperti mengelus, memijat, mencubit, memeluk, bahkan hingga mencium.

4. Secara Tertulis

Pelecehan jenis ini disampaikan melalui media tulisan atau juga gambar seperti screensaver, pesan pendek, ataupun email.

5. Secara Psikologis 

Korban menerima ajakan atau permintaan kencan yang tidak diinginkan dan terus menerus. Pelecehan yang jenis ini juga bisa dalam bentuk pujian fisik namun mengganggu, hingga celaan atau penhinaan yang menjurus pada fisik dan seksual.

Jadi, perhatikan lingkungan tempat kerja kalian, karena bisa saja hal ini terjadi pada diri sendiri maupun rekan kerja.

Baca Juga  Pelakor, Menguak Sisi Psikologis Perebut Laki Orang

D. Bagaimana Pencegahaanya?

  • Sebelum masuk kerja, kalian akan diberikan Surat Perjanjian Kerja Bersama dan Peraturan perusahaan. BACA baik – baik! Biasanya dalam peraturan perusahaan tertulis peraturan yang jelas tentang masalah ini (pengertian tentang apa yang dimaksud dengan pelecehan seksual, prosedur pengaduan, dan sanksi-sanksi yang akan dijatuhkan kepada para pelaku, bantuan yang bisa diperoleh si korban dan jaminan bahwa pengaduan yang dilakukan bersifat rahasia).
  • Berani katakan TIDAK untuk setiap ajakan yang berkonotasi seksual.
  • Ada kalanya pria tergugah untuk melakukan pelecehan seksual karena wanita. Jadi pastikan kamu memakai pakaian yang sopan dan tertutup saat bekerja, gunakan bahasa yang santun dalam berbicara, jangan melakukan kegiatan yang mengundang para lelaki untuk melakukan tindakan tersebut.
  • Jika pelecehan telah terjadi catat semua bukti komunikasi (sms,surat,panggilan handphone), waktu,tempat,saksi. Laporkan pada pihak yang berwenang di perusahaan. Bila tidak mendapat jawaban/reaksi, laporkan ke pihak yang berwajib/kepolisian.

 

Sumber: Pedoman Pencegahan Pelecehan Seksual di Tempat Kerja

Apa Pendapatmu?

Check Also

Patah Hati Bukan Berarti Dunia Berhenti

Mungkin hampir semua orang pernah merasakan sakitnya patah hati, sama dengan kenyataan bah…