Apakah Pedofilia Termasuk Kelainan Mental?

Pernahkah kalian mendengar soal pedofilia? Yaps, pedofilia adalah kelainan yang umum dialami pria dewasa, yang membuatnya memiliki ketertarikan seksual terhadap anak-anak. Lantas, apakah kondisi termasuk penyakit kelainan mental?

Jawabannya, iya. Pedofilia adalah kelainan mental (lebih tepatnya kelainan seksual), yaitu berupa nafsu atau ketertarikan seksual terhadap remaja atau anak-anak di bawah usia 15 tahun. Orang yang mengidapnya disebut pedofil. Seseorang bisa saja dianggap pedofil jika usianya minimal 16 tahun.

Pedophilia berasal dari bahasa Yunani: paidophilia; pais (anak-anak) dan philia (cinta, persahabatan). Jadi Pedophilia dapat diartikan sebagai cinta anak-anak. Dalam hal ini, rasa kecintaan pada anak-anak tersebut diartikan dengan rasa kecintaan orang dewasa atas hasrat seksual terhadap anak-anak dibawah umur. Istilah pedophilia diartikan sebagai suatu kelainan pada perkembangan psikoseksual seseorang dimana individu tersebut memiliki hasrat erotis yang abnormal terhadap anak-anak.

Pedophilia adalah kelainan seks dengan melakukan seksual untuk memenuhi hasratnya dengan cara menyetubuhi (pencabulan) anak-anak dibawah umur. Hal ini dilakukan oleh orang dewasa terhadap anak-anak yang secara seksual belum matang (biasanya dibawah 13 tahun) yang mana hampir semua yang mengalami gangguan ini adalah pria.

Penting untuk diketahui jika pedofilia adalah penyakit, bukan dosa. Tidak semua pedofil melakukan pelecehan pada anak, dan tentunya juga tidak semua orang yang melakukan kekerasan seksual pada anak-anak merupakan pedofil. Hampir semua orang yang pedofil adalah pria, tetapi tidak menutup kemungkinan juga  bagi wanita mengidap pedofilia.

Tonton Video - Cara Membaca Bahasa Tubuh

Baca juga:

Bagaimana Ciri-Ciri Pengidap Pedofilia?

Pedofilia umumnya terdeteksi oleh diri sendiri setelah masa puber, saat orientasi seksual meteka terfokus pada anak-anak dan bukan orang dewasa. Mereka tidak dapat menentukan orientasi seksual mereka dan kemudian merekamerasa takut akan diri mereka sendiri.

Mereka juga sering mengalami diskriminasi sosial, sulit sekali bagi mereka untuk terlibat dalam komunitas dan berhubungan dengan orang lain. Ini membuatnya tertarik kepada anak-anak, karena mereka tergolong masih polos dan tidak menghakimi seperti orang dewasa.

Baca Juga  Efek Domino? Usaha membangkitkan kekuatan besar

Para pengidap sebenarnya sudah mengetahui dan menganggap gairah mereka salah dan ilegal untuk dipenuhi. Maka dari itu, mereka selalu mengontrol diri mereka sendiri dan mencari cara aman untuk memuaskan diri sendiri. Beberapa kasus dari kekerasan pada anak-anak sering melibatkan penyakit kejiwaan yang lain seperti skizofrenia dan distorsi-distorsi kognitif.

Di lain sisi, beberapa kasus kriminal pada anak sebenarnya bukan semua merupakan pedofilia. Pengidap dapat mengidap penyakit kejiwaan lain seperti kecemasan, depresi parah, gangguan suasana hati, dan penggunaan stimulan yang berlebihan.

Baca juga: Pentingnya Kesehatan Mental Pasca Melahirkan

Faktor Yng Membuat Seseorang Menjadi Pedofil

Penyebab pedofilia masih belum dapat diketahui dengan jelas hingga kini, karena penyakit psikologis ini belum banyak dipelajari lebih lanjut. Kesulitan untuk menentukan penyebab yang pasti juga didasari oleh perbedaan karakteristik dan latar belakang pada setiap orang.

Diduga penyebab utama dari kondisi ini datang dari faktor psikologi sosial, bukan biologis. Faktor yang memengaruhi kepribadian pengidap adalah latar belakang keluarga yang tidak normal. Dilecehkan pada usia dini juga dapat menjadi penyebabnya.

Selain itu,di bawah ini ada beberapa faktor yang juga memiliki pengaruh terhadap kecenderungan pedofilia adalah:

  1. IQ rendah dan ingatan jangka pendek
  2. Kurangnya white matter pada otak
  3. Kurangnya testosteron
  4. Masalah-masalah di dalam otak

Masalah di dalam otak adalah penyebab yang paling diterima di antara faktor-faktor tersebut. Pada orang normal, melihat anak-anak membuat otak mereka secara spontan menghasilkan gelombang saraf untuk meningkatkan insting-insting melindungi dan menyayangi, sedangkan pada orang pedofil, gelombang saraf tersebut terganggu dan berakibat meningkatnya gairah seksual.

Selain itu terdapat pula ciri-ciri pedofilia yang lain yaitu:

1. Terlalu Obsesif

Seorang pedofil cenderung memiliki sifat obsesif yang berlebihan. Dia akan terus mengejar sasaran yang telah ditentukannya dan tidak akan berhenti sebelum sasaran itu tercapai. Sasaran disini berupa anak-anak yang memang dijadikan sebagai objek pelampiasan hasrat seksual para pedofilia.

2. Bersifat Seperti Predator

Ciri kedua yang dimiliki seorang pedofil adalah sifat layaknya predator yang memangsa siapapun anak yang ada di depan matanya.

Baca Juga  10 Bahaya Multitasking Tanpa Kalian Sadari

3. Introvert

Ciri yang terakhir adalah sifat introvert. Introvert itu artinya suka menyendiri dan terkesan tertutup dari kehidupan sosial. Namun perlu digaris bawahi bahwa tidak semua orang yang memiliki sifat introvert bisa dikatakan sebagai pedofil. Seorang intorvert itu belum tentu pedofil, namun seorang pedofil umumnya memiliki sifat introvert.

4. Pintar Dalam Merayu Anak

Menurut Psikolog pedofil merasa lebih mampu berinteraksi dengan anak-anak. Mereka umumnya bukan orang asing bagi anak karena punya akses untuk berinteraksi secara intensif. Mereka akan mendekati anak-anak ini dengan memberi perhatian, kasih sayang, bahkan hadiah untuk mendapatkan kepercayaan.  Pelan-pelan mulai mengajarkan anak tentang seks seperti memperlihatkan gambar, bermain peran sebagai pasangan, menyentuh secara halus terlebih dahulu, dan seterusnya. Sehingga, anak-anak tidak menyadari bahwa mereka sedang dilecehkan secara seksual.

Nah, selain dari sikap dan perilaku, ternyata kaum pedofil juga memiliki ciri-ciri fisik. Sebuah studi terbaru yang dilakukan University of Windsor di Kanada menemukan, jika pedofil cenderung kidal dan sering memiliki kelainan di wajah yang bersifat minor, atau dalam dunia kesehatan disebut  Anomali Fisik Minor atau Minor Physical Anomalies (MPA).

Dyshniku dan para koleganya melibatkan 140 relawan pria yang dirujuk ke Kurt Freund Laboratory of the Centre for Addiction and Mental Health di Toronto. Mereka dievaluasi penggunaan tangan kiri dan kanannya, serta kelainan fisiknya, jika ada. Riwayat dan preferensi seksual mereka juga dinilai dengan metode forensik medis, evaluasi catatan medis dan wawancara serta tes phallometric.

Hasilnya, pria yang terindikasi sebagai pedofil memiliki kecenderungan kidal dan memilili anomali di wajah dan bagian kepala, termasuk memiliki kelainan bentuk telinga, langit-langit mulut tinggi dan earlobe(bagian bawah daun telinga yang lunak) terpisah dari samping rahang..

Apakah Pedofilia Bisa Sembuh?

Pedofilia adalah penyakit kronis. Pengobatan harus difokuskan untuk mengubah perilaku untuk jangka panjang. Pengobatannya berupa tindakan observasi dan antisipasi dari tindakan kriminal. Sekelompok dokter-dokter psikis akan dikerahkan untuk mendukung pengidap.

Pengidap pedofilia terkadang akan dianjurkan untuk mengonsumsi pengobatan untuk mengurangi libido seperti medroxyprogesteron asetat, obat-obatan yang mengurangi testosteron dan penghambat serotonin. Lebih lagi, pedofil perlu pengobatan untuk kecanduan alkohol atau semacam stimulan.

Selain itu cara terbaik untuk mengetahui apakah seseorang merupakan pedofil adalah dengan membawa mereka berkonsultasi dengan psikolog untuk menemukan cara mencegah pasien melakukan aksi ilegal dan membantunya mempertahankan kehidupan yang normal.

Baca Juga  Pengertian Dan Bentuk Pelecehan Seksual Di Tempat Kerja

Saat mengetahui atau mencurigai seseorang dengan pedofilia, tetap tenang dan cari tahu apabila mereka dapat melakukan tindakan kriminal. Penderita yang tidak parah dan tidak berbahaya masih dapat bergaul dengan orang lain di masyarakat. Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah kalian.

 

Sumber: Ciri-Ciri Pedofilia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Check Also

LGBT Dalam Perspektif Psikologi Sosial

Sebagian dari kita tentunya sudah tidak asing lagi dengan istilah umum yaitu LGBT. Pembaha…