Narcissistic Personality Disorder : Gangguan Kepribadian Gila Eksis

Narcissistic Personality Disorder sering ditemukan pada orang-orang yang memiliki pekerjaan dimana mereka dihormati, seperti dalam bidang kedokteran, hukum, science,maupun pekerjaan dimana mereka memiliki status sebagai selebritas, seperti artis dan olahragawan.

Perlu dipahami jika sifat-sifat dari narcissist dapat dimiliki oleh orang normal juga, sehingga yang membedakan atau menjadikan orang tersebut dapat dicap sebagai Narcissist Personality Disorder (NPD) adalah dari keekstriman  tingkah lakunya yang dimiliki seseorang.

Sebetulnya sifat narcissist memiliki banyak hal positif, jika dalam kadar yang normal. Orang dengan sifat narcissist biasa menunjukkan rasa percaya diri yang tinggidan memiliki perencanaan yang matang tentang cara-cara yang perlu dilakukan untuk menggapai pencapaian-nya. Setelah itu mereka memilih untuk dikelilingi oleh orang yang mempunyai kemampuan yang sama dengan dia tapi juga tidak bermasalah jika orang-orang yang memiliki kemampuan di bawah dia, dan mereka menerima pujian tanpa harus menjadi besar kepala.

Tetapi orang dengan Narcissistic Personality Disorder bukanlah seperti itu. Orang dengan Narcissistic Personality Disorder mempunyai fantasi mengenai  kesuksesan, keberhasilan, dan juga kekuatan tanpa batas. Setelah itu mereka merasa bahwa diri mereka sangat spesial, oleh sebab itu mereka mencari hubungan afiliasi dari orang lain yang dianggap sama spesialnya dari, dan mereka hanya ingin dan mau dikelilingi oleh orang yang mengagumi diri mereka saja.

Gejala Kepribadian Narcissistic

Yakin ingatanmu Asli ?

Ganggguan kepribadian narcissistic ditandai dengan sikap mempunyai dramatis, berperilaku sangat emosional dan melebih-lebihkan potensi mereka dibandingkan orang lain. Selain itu, orang yang menderita gangguan kepribadian narcissistic juga menampilkan sikap yang arogan dan mencari kekuasaan. Mereka menolak  dan antikritik, kritik yang diterima bagi penderita ini dianggap sangat mengganggu,  dan mereka sering mencoba mengimbangi kelemahan yang ada pada diri mereka dengan cara meremehkan dan juga merendahkan orang lain.

Dalam  cara untuk menjalin relasi sosial, mereka kurang mempunyai rasa empati, tidak sanggup berhubungan, paham dan juga merasionalisasi perasaan dari orang lain. Mereka juga berharap orang lain bisa memberikan perhatian atas potensi yang mereka punya. Hal tersebut dapat disebabkan karena interaksi yang tidak baik dengan orangtua, yang terkadang memberikan perhatian yang lebih namun terkadang juga memberikan perhatian yang kurang, selain itu juga dapat disebabkan dengan  orangtua yang bercerai.

Baca Juga  Gangguan Mood Pada Manusia Dan Penanganannya

Kepribadian adalah dan merupakan sebuah pola yang didasari dari khayalan dan juga perilaku seperti kebutuhan yang ingin dikagumi, kurangnya berempati dan biasanya muncul di masa dewasa awal. Seseorang yang menderita kepribadian narcissistic bisa diindikasikan dengan minimal memiliki lima ciri-ciri, seperti:

  1. Merasa diri mereka adalah yang paling atas (dalam halprestasi dan bakat), beranggapan bahwa diri mereka yang terbaik tanpa harus melihat pencapaian nyata.
  2. Sering berkhayal akan keberhasilan, kecemerlangan, kekuatan atau kecantikan yang tidak terbatas.
  3. Percaya jika dirinya spesial dan juga unik.
  4. Kebutuhan yang sangat berlebihan untuk  dan ingin dikagumi.
  5. Memiliki harapan yang meledak-ledak saat berhubungan dengan orang lain (ingin mempunyai pencapaian yang lebih banyak dari orang lain).
  6. Rasa empati yang kurang (tidak segan untuk dan akan mengakui perasaan serta kebutuhannya pada orang lain).
  7. Cemburu berlebihan pada orang lain atau percaya jika orang lain juga cemburu terhadapnya.
  8. Memperlihatkan perilaku angkuh dan sombong.

Penyebab Munculnya Narcissistic Personality Disorder

Narcissistic Personality Disorder foto

1. Perspektif Biologis

Hanya ada sedikit bukti yang menunjukkan tentang perkembangan kepribadian narcissistic dari sudut pandang biologis. Tetapi jika dilihat dari biofisiknya, seperti suasana hati dan juga temperamen dari kepribadian narcissistic. Saat penderita merasa menghadapi hal yang biasa, penderita akan selalu melihatnya sebagai suatu hal dan merupakan suasana hati suka cita dan optimis, selama hal itu tidak mengancam rasa superioritasnya.

2. Perspektif Psikodinamik

Perilakunya ingin selalu dilihat sempurna oleh orang lain, karena menurut pandangannya, sikap yang sempurna dalah saat dapat dianggap baik dan super oleh orang lain. Padahal dalam kenyataannya penderita yang berperilaku tidak ideal tetapi ingin menampilkan melalui persona (topeng) untuk menghadapi lingkungan mereka agar dikagumi dan juga disegani, tampilan persona seperti mengeksploitasi orang lain dan juga membuat kesalahan dengan orang lain.

Mereka juga terkesan memiliki sikap solidaritas terhadap orang lain,pada kenyataanya mereka juga bersikap egosentris tanpa harus memperhatikan superego dan hanya memetingkan keinginannya saja.

Lingkungan keluarga juga memiliki pengaruh besar terhadap perkembangan fantasi akan kemewahan. Pola asuh yang acuh dan tak acuh akan menjadikan orang memiliki konsep diri yang rendah, dengan kondisi seperti itu, keluarga juga mengharapkan penderita mempunyai kepribadian yang luar biasa. Penderita harus mengikuti tuntutan dari keluarga tersebut sehingga penderita senantiasa menganggap dirinya megah.

Persepsi merupakan interpretasi dari yang seseorang alami. Dari interpretasi tersebut, seorang narcissistic mendapatkan  pengalaman masa lalu yang bisa memperkuat keberhasilan perilakunya. Mereka juga dapat merubah kegagalan menjadi suatu kelebihan yang tidak dimiliki orang lain. Mereka sangat ambisius terhadap mimpi yang besar dan juga masa depannya, hanya saja konteks dan juga waktunya tidak jelas.

4. Perspektif Interpersonal

Pada konteks relasi sosial, seseorang yang mengalami gangguan kepribadian  penderita narcissistic biasanya kurang berempati terhadap orang lain. Contoh rasa kurang berempatinya yaitu saat orang lain mengalami kegagalan, seseorang menghina kegagalan orang tersebut. Hal ini dilakukan agar dia bisa dipandang luar biasa oleh orang lain. Orang tersebut juga menjalin relasi sosial dengan perasaan tidak tulus, orang tersebut mencari teman hanya untuk dikagumi dan disegani oleh teman-temannya.

Baca Juga: Tempramen Bukan Pemarah, 10 Fakta Yang Mengubah Persepsimu

Pada lingkungan keluarga, orang ingin kebutuhannya segera dipenuhi dan juga ingin seluruh anggota keluarganya tunduk dan patuh terhadapnya, anggota keluarga juga sering dicaci maki oleh si nascistic. Oleh sebab itu, tidak aneh lagi jika penderita yang sudah menikah dan memiliki juga keluarga mengalami perceraian.

5. Perspektif Sosiokultural

Seperti yang kita semua tahu jika media masaa telah membentuk suatu stereotipe pada hal tertentu yang kemudian tertanam pada kognisi masyarakat luas, salah satunya tentang standart kecantikan dan jika bentuk badan yang dianggap bagus dan ideal bagi seorang perempuan.

Baca Juga: Bulimia Nervosa, Gangguan Makan Orang Perfeksionis

Hal tersebut juga dibentuk dari iklan-iklan yang bisa disiarkan di media sosial dan juga televisi dan para artisyang ditampilkan juga di televisi. Oleh sebab itu bagi orang-orang yang mempunyai kepribadian narcisstic, hal itu membuat suatu identifikasi yang pada diri mereka dan membuat mereka terdorong untuk selalu mengikuti hal tersebut, dan harus menjadi hal tersebut. Mereka yang kemudian menganggap, jika mereka bisa dan dapat menjadi seperti itu karena mereka akan merasa memiliki posisi yang lebih tinggi dibanding orang lain.

Baca Juga  Perfeksionis: Sisi Posistif Dan Negatifnya

Selain itu, sepertinya seseorang yang berada di masyarakat kolektivis pun lebih mungkin untuk mengembangkan kepribadian narcissistic ke arah yang abnormal. Seseorang dengan kepribadian narcissistic dianggap lebih spesial atau memiliki status tertentu pada masyarakat kolektivis.

Seperti yang sempat disebutkan di awal, jia pada abad pertengahan kepribadian ini dapat dianggap normal untuk kalangan menengah ke atas, hal ini juga berlaku dalam masyarakat kolektivis. Seseorang yang lahir pada suatu keluarga dengan status  sosial tertentu atau titel tertentu, akan juga memiliki kemungkinan yang besar untuk mempunyai kepribadian narcissistic.

Cara Mengurangi Narcissistic Personality Disorder

Narcissistic Personality Disorder images

Harapan terbesar dari pencegahan terjadinya Narcissistic Personality Disorder ada pada keluarga utamanya pada  pengasuh saat pada awal preschool. Orangtua harus dapat mendemonstrasikan bentuk sebuah empati pada interaksinya dengan anak dan orang lain. Mereka juga harus bisa menunjukkan kasih sayang terhadap anaknya secara apa adanya, bukan karena penampilan atau sebuah pencapaian mereka. Mereka juga harus dapat fokus pada cara untuk mengasuh mereka agar bisasesuai dengan kebutuhan anak seiring berjalannya waktu.

Baca Juga:

Selain itu terapi kelompok juga penting dilakukan jika tujuannya yaitu bisa membantu pasien mengembangkan individualitas yang sehat sehingga penderita bisa mengakui orang lain bukanlah serendah yang dipikirkannya, dan juga untuk mengurangi kebutuhan serta mekanisme pertahanan diri dari perasaan direndahkan oleh orang lain.

Baca Juga:

Dengan cara meningkatkan rasa empati terhadap sesama penderita narcissistic, terapi kelompok juga dapat mengontrol perilaku yang destruktif terlepas dari dorongan yang mereka. Pada terapi ini, terapis disarankan kurang terlibat dalam pengalaman emosional penderita, terapi kelompok membuat penderita satu dengan yang lainnya saling mendukung satu sama lain. Namun ada kemungkinan beberapa penderita meninggalkan kelompoknya.

 

Sumber: Narcisstic Personality Disorder

Apa Pendapatmu?

Check Also

Tanda-Tanda Hamil Yang di Alami Wanita Secara Psikologis

Tanda-tanda hamil yang ditunjukkan melalui perubahan fisik, umumnya para wanita akan langs…