Motivasi Kerja: Teori dan Pendapat Para Ahli Lengkap!!

Apakah kamu seorang karyawan? Jika iya, kamu adalah satu dari puluhan bahkan ratusan juta karyawan di negeri ini. Tentunya kamu dan mereka pasti memiliki berbagai motivasi kerja bukan?

Yups, setiap pekerjaan membutuhkan motivasi dan beberapa motivasi tersebut bahkan tidak terbayangkan oleh kamu.

Saya pribadi pernah menggeluti dunia karyawan, walaupun sekarang juga masih jadi karyawan, hehe.

Pernah menjadi petugas administratif di koperasi,guru, bekerja sampai mencicipi dunia terapis di autism center.

Dengan berbagai profesi yang pernah saya tekuni. Semua profesi tersebut memiliki motivasi kerja yang berbeda-beda, meskipun secara umum memiliki pola yang sama.

Tonton ini, dan ingatan anda akan meningkat seketika

Apa saja ?

Di bawah ini saya rangkumkan motivasi kerja yang kebanyakan karyawan miliki. Sebagaian besar cukup berpengaruh dengan hasil kinerja dan kesuksesanya.

Namun akan lebih baik jika kalian tau dulu sebenarnya apa sih yang dimaksud motivasi kerja, kenapa orang termotivasi dan apa yang menjadi penyebab atau faktor pendoronya?

Baca Juga:

A. Pengertian Motivasi Kerja

motivasi kerja

Motivasi adalah kunci dari organisasi yang sukses untuk menjaga kelangsungan pekerjaan dalam organisasi dengan cara dan bantuan yang kuat untuk bertahan hidup.

Motivasi adalah memberikan bimbingan yang tepat atau arahan, sumber daya dan imbalan agar mereka terinspirasi dan tertarik untuk bekerja dengan cara yang anda inginkan.

Chukwuma & Obiefuna (2014) Motivasi adalah proses membangkitkan perilaku, mempertahankan kemajuan perilaku, dan menyalurkan perilaku tindakan yang spesifik.

Dengan demikian, motif (kebutuhan, keinginan) mendorong karyawan untuk bertindak.

Motivasi adalah suatu proses yang dimulai dengan kebutuhan dalam diri manusia yang menciptakan kekosongan dalam diri seseorang.

Motivasi adalah suatu proses dimana kebutuhankebutuhan mendorong seseorang untuk melakukan serangkaian kegiatan yang mengarah ke tercapainya tujuan tertentu. Tujuan yang jika berhasil dicapai akan memuaskan atau memenuhi kebutuhan-kebutuhan tersebut.

Motivasi kerja adalah suatu usaha yang dapat menimbulkan suatu perilaku, mengarahkan perilaku, dan memelihara atau mempertahankan perilaku yang sesuai dengan lingkungan kerja dalam organisasi.

Motivasi kerja merupakan kebutuhan pokok manusia dan sebagai insentif yang diharapkan memenuhi kebutuhan pokok yang diinginkan, sehingga jika kebutuhan itu ada akan berakibat pada kesuksesan terhadap suatu kegiatan.

Karyawan yang mempunyai motivasi kerja tinggi akan berusaha agar pekerjaannya dapat terselesaikan dengan sebaik‐baiknya.

Dalam pengertian umum, Motivasi dikatakan sebagai kebutuhan yang mendorong perbuatan kearah suatu tujuan tertentu Motivasi kerja adalah suatu yang menimbulkan semangat atau dorongan kerja.

Oleh sebab itu, motivasi kerja dalam psikologi kerja biasa disebut pendorong semangat kerja. Kuat dan lemahnya motivasi kerja seorang tenaga kerja ikut menentukan besar kecilnya prestasinya.

Baca Juga  Law Of Attraction - Cara Ajaib Menarik Impian Menjadi Kenyataan

Motivasi adalah salah satu faktor paling penting yang mempengaruhi perilaku manusia dan kinerja. Teori Motivasi telah dibahas dan dikonsep oleh berbagai peneliti.

Tingkat motivasi seorang individu atau tim diberikan dalam tugas atau pekerjaan mereka yang dapat mempengaruhi semua aspek kinerja organisasi.

Dapat disimpulkan bahwa motivasi kerja adalah suatu proses dimana kebutuhan mendorong seseorang untuk melakukan serangkaian kegiatan yang mengarah ke tercapainya tujuan tertentu dan tujuan organisasi dan untuk
memenuhi beberapa kebutuhan.

Kuat lemahnya motivasi kerja seorang tenaga kerja ikut menentukan besar kecilnya prestasi.

B. Teori Motivasi Kerja

Abraham Maslow mengemukakan teori motivasi atas dasar kebutuhan (needs).

Kebutuhan didefinisikan sebagai suatu kesenjangan atau pertentangan yang dialami antara suatu kenyataan dengan dorongan yang ada dalam diri (Mangkunegara, 2009).

Ketika kebutuhan tersebut nantinya terpenuhi, kebutuhan lainnya pun menjadi dominan. Dalam teori motivasi, Maslow menekankan dimana sebuah kebutuhan benar-benar terpenuhi, maka harus memahami tingkat hierarki kebutuhan (hierarchy of needs).

Ada beberapa teori motivasi diantaranya:

1. Teori Equity

Teori ini menganggap bahwa manusia selalu menginginkan keadilan saat pemberian hadiah atau hukuman terhadap setiap perilaku. Semangat kkerja seseorang dapat dipengaruhi oleh penilaian dari atasan terhadap bawahan.

Keadilan merupakan sesuatu yang dapat menggerakkan motivasi kerja karyawan. Jadi, atasan harus bertindak adil terhadap semua bawahannya. Pemberian kompensasi harus jelas dan transparan, dan harus berdasarkan pada penilaian yang objektif dan adil.

2. Teori X dan Y (Mc Gregor)

Teori ini didasarkan pada asumsi bahwa manusia dibedakan secara jelas dan tegas atas manusia penganut teori X (tradisional) dan penganut teori Y (demokratik).

Ciri-ciri karyawan menurut teori X adalah malas, tidak suka bekerja, tidak berambisi mencapai prestasi yang optimal, selalu menghindari tanggung jawab dengan cara mengkambinghitamkan orang lain, lebih mementingkan diri sendiri dan tidak memperdulikan tujuan organisasi.

Untuk memotivasi karyawan tipe ini adalah dengan cara pengawasan yang ketat, dipaksa dan diarahkan supaya karyawan ini mau bekerja sungguh-sungguh.

Ciri-ciri karyawan menurut teori Y diantaranya rajin, tidak perlu dipaksa, berambisi untuk maju dengan mencapai prestasi kerja. Untuk memotivasi karyawan dengan tipe ini dengan cara peningkatan partisipasi karyawan.

3. Teori Mc Clelland

Menurut Sunyoto (2012:196) teori motivasi David Mc Clelland menyatakan bahwa seseorang bekerja memiliki energi potensial yang dapat dimanfaatkan tergantung pada dorongan motivasi, situasi, dan peluang yang ada.

Mc Clelland meneliti tiga jenis kebutuhan yang ada, yaitu:

a) Kebutuhan akan prestasi, ciri-cirinya:

  • Orang yang memiliki kebutuhan prestasi tinggi memiliki rasa tanggung jawab terhadap pelaksanaan suatu tugas
  • Orang yang memiliki kebutuhan akan prestasi yang tinggi dan ia memiliki suatu keinginan besar untuk dapat berhasil dalam menyelesaikan pekerjaannya
  • Orang yang memilih kebutuhan prestasi tinggi memiliki keinginan untuk bekerja keras guna memperoleh tanggapan atau umpan balik atas pelaksanaan tugasnya
Baca Juga  Gangguan Psikomatis: Gejala, Penyebab dan Cara Pencegahan

b) Kebutuhan akan afiliasi, ciri-cirinya:

  • Orang memiliki suatu keinginan dan mempunyai perasaan diterima oleh orang lain di lingkungan dimana tempatnya bekerja
  • Orang cenderung berusaha membina hubungan sosial yang menyenangkan dan rasa saling membantu dengan orang lain
  • Orang memiliki suatu perhatian yang sungguh-sungguh terhadap perasaan orang lain

c) Kebutuhan akan kekuasaan, ciri-cirinya:

  • Keinginan untuk mengethui secara langsung terhadap orang lain
  • Keinginan untuk mengadakan pengendalian terhadap orang lain
  • Adanya suatu upaya untuk menjaga hubungan pimpinan dan bawahan
  • Keinginan mencari posisi sebagai pemimpin.

C. Aspek-aspek Motivasi Kerja

Beberapa aspek-aspek motivasi kerja antara lain:

a. Adanya kedisiplinan dari karyawan

Yaitu, sikap tingkah laku atau perbuatan pada karyawan untuk melakukan aktivitas-aktivitas kerja yang sesuai dengan pola-pola tertentu.

Keputusankeputusan dan norma-norma yang telah ditetapkan dan disetujui bersama baik tulis maupun lisan serta sanggup menerima sanksi bila melanggar tugas dan wewenang yang diberikan.

b. Imajinasi yang tinggi dan daya kombinasi

Membuat hasil kerja dan kombinasi ide-ide atau gambaran disusun secara lebih teliti atau inisiatif sendiri bukan ditiru dan bersifat konstruktif sehingga membentuk suatu hasil atau produk yang mendukung pada kualitas kerja yang lebih baik.

c. Kepercayaan Diri

Perasaan yakin yang dimiliki karyawan terhadap kemampuan dirinya. Daya berfikir positif dalam menghadapi kenyataan yang terjadi serta bertanggung jawab atas keputusan yang dapat diambil sehingga dapat menyelesaikan masalahnya dengan tenang.

d. Daya tahan terhadap tekanan

Reaksi karyawan terhadap pengalaman emosional yang tidak menyenangkan yang dirasakan sebagai ancaman atau sebab adanya ketidakseimbangan antara tuntutan dan kemauan yang dimilik, dan tekanan tersebut diselesaikan dengan cara tersendiri yang khas bagi masing-masing individu.

e. Tanggung jawab dalam melakukan pekerjaan

Suatu kesadaran pada individu untuk melaksanakan kewajiban atau pekerjaan, diiringi rasa keberanian menerima segala resiko, inisiatif yang besar dalam menghadapi kesulitan terhadap pekerjaan dan dorongan yang besar untuk menyelesaikan apa yang harus dan patut diselesaikan.

Pendapat lain juga mengemukakan 3 aspek- kaspek Motivasi kerja :

  • Perilaku (direction of behavior)
  • Tingkat Usaha (Level of effort)
  • Tingkat Kegigihan (level of persistence)

Ada beberapa aspek motivasi yang mengarah tercapainya tujuan tertentu, yaitu :

a. Keinginan, ketika seseorang memiliki kainginan maka motivasinya terpacu untuk melakukan suatu pekerjaan agar tercapai sesuai yang diinginkannya.

b. Kebutuhan, seseorang memiliki motivasi yang tinggi bila seseorang butuh. Ketika seseorang membutuhkan sesuatu misalnya gaji, kompensasi maka pekerjaan akan terpacu untuk melakukan pekerjaannya dengan baik

c. Rasa aman, seseorang akan berusaha melakukan sesuatu juga disebabkan ketakutan saat orang tersebut tidak melakukan sesuatu sehingga alasan motivasi muncul karena ketika seseorang melakukan sesuatu dirinya merasa aman.

Baca Juga  10 Tips Menjaga Kesehatan Mental

Dapat disimpulkan bahwa aspek-aspek dari motivasi kerja adalah : adanya kedisiplinan karyawan, imajinasi yang tinggi dan daya kombinasi, kepercayaan diri, daya tahan terhadap tekanan, tanggung jawab dalam melakukan pekerjaan, perilaku (direction of behavior), tingkat usaha (level of effort), tingkat kegigihan (level of persistence), keinginan, kebutuhan, rasa aman.

D. Faktor-faktor Motivasi Kerja

Sedangkan faktor-faktor yang mempengaruhi Motivasi kerja antara lain :

a. Faktor Motivasi : faktor yang ada dalam pekerjaan, faktor inilah yang dapat menimbulkan kepuasan kerja dan kemauan untuk bekerja lebih keras. Faktor ini akan mendorong lebih banyak upaya.

b. Faktor penyehat : faktor ini disebut penyehat karena berfungsi mencegah terjadinya ketidakpuasan kerja, faktor penyehat adalah faktor yang jumlahnya mencukupi faktor motivator. Jika jumlah faktor pemelihara jika tidak mencukupi akan menimbulkan ketidakpuasan kerja.

Jadi faktor pemelihara tidak menciptakan kepuasan kerja akan tetapi dapat mencegah terjadinya ketidakpuasan kerja.

Pendapat lain yang mengemukakan faktor lain megenai Motivasi yaitu:

  • Supervise
  • Hubungan interpersonal
  • Kondisi kerja fisikal
  • Gaji
  • Kebijakan dan praktik perusahaan
  • Benefit dan sekuritas pekerjaan

Motivasi seorang karyawan sangat dipengaruhi oleh berbagai faktor, baik yang bersifat internal maupun eksternal. Termasuk pada faktor-faktor internal adalah :

  • Persepsi seseorang mengenai diri sendiri,
  • Harga diri,
  • Harapan pribadi,
  • Kebutuhan,
  • Keinginan,
  • Kepuasan kerja,
  • Prestasi kerja yang dihasilkan.

Sedangkan faktor-faktor eksternal yang turut mempengaruhi motivasi seseorang antara lain :

  • Jenis dan sifat pekerjaan,
  • Kelompok kerja dimana seseorang bergabung,
  • Organisasi tempat bekerja,
  • Situasi lingkungan pada umumnya,
  • System imbalan yang berlaku dan cara penerapannya.

Dapat disimpulkan bahwa faktor-faktor motivasi kerja adalah: supervise, hubungan interpersonal, gaji, kebutuhan, keinginan, kepuasan kerja, prestasi kerja yang dihasilkan.

E. Pengukuran Motivasi Kerja

Sumber: mystarjob.com

Motivasi kerja merupakan karyawan yang dapat mengenali apa yang menjadi kebutuhannya.

Kebutuhan-kebutuhan yang akan digunakan untuk mengukur motivasi kerja berdasarkan hierarki kebutuhan Abraham Maslow yang terdiri dari:

  • Fisiologis merupakan kebutuhan untuk dapat hidup seperti makanan, minum, perumahan, oksigen, tidur, seks, dan lain sebagainya.
  • Rasa aman meliputi keamanan dan perlindungan dari bahaya kecelakaan, jaminan akan keberlangsungan pekerjaannya, serta jaminan akan hari tuanya pada saat tidak lagi bekerja
  • Sosial meliputi kebutuhan untuk persahabatan, afiliasi, dan interaksi yang lebih erat dengan orang lain.
  • Kebutuhan penghargaan meliputi kebutuhan keinginan untuk dihormati, dihargai atas prestasi seseorang, pengakuan atas faktor kemampuan dan keahlian, serta efektivitas kerja seseorang
  • Kebutuhan aktualisasi diri berkaitan dengan proses pengembangan akan potensi yang seseungguhnya dari seseorang

Berdasarkan pengukuran yang telah disebutkan dapat disimpulkan motivasi diukur dengan lima kebutuhan yaitu: rasa aman, fisiologi, sosial, kebutuhan penghargaan dan kebutuhan aktualisasi.

 

Semoga Bermanfaat!!

Sumber: Pengaruh Motivasi Kaerja Terhadap Karyawan

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Check Also

Apa Saja Mindset Yang Harus Dirubah Saat Memulai Bisnis? Baca Tips-nya!

Terjun ke dunia bisnis tentu bukanlah hal yang mudah. Selain karena butuh perjuangan yang …