model pembelajaran kooperatif

Mengkupas Tuntas Model Pembelajaran Kooperatif Dari A-Z

Sebelumnya kita membahas 25 macam model pembelajaran, nah di artikel ini kita akan mengupas lengkap apa sih model pembelajaran kooperatif itu?

A. Pengertian Model Pembelajaran Kooperatif atau Cooperative Learning

Pengertian Pembelajaran Kooperatif dapat dipahami dari arti kata kooperatif yang mempunyai arti “bersifat kerja sama” atau “bersedia membantu” (Depdiknas, 2008).

Jadi pengertian Pembelajaran Kooperatif adalah suatu model pembelajaran di mana siswa belajar dalam kelompok-kelompok kecil (umumnya terdiri dari 4-5 orang siswa) dengan keang gotaan yang heterogen (tingkat kemampuan, jenis kelamin, dan suku/ras berbeda) (Arends, 2012).

Dalam menyelesaikan tugas kelompok, setiap anggota saling bekerja sama dan membantu untuk memahami suatu bahan pembelajaran. Oleh karena itu, Pembelajaran Kooperatif perlu dikembangkan karena pada saat penerapan Pembelajaran Kooperatif siswa berlatih berbagai keterampilan kooperatif (keterampilan sosial) sesuai dengan tuntutan kompetensi pada Kurikulum 2013 yaitu kompetensi sikap sosial, selain kompetensi sikap spiritual, pengetahuan, dan keterampilan.

Pembelajaran kooperatif adalah suatu kegiatan pembelajaran dengan cara berkelompok untuk bekerja sama saling membantu mengkonstruksi konsep, menyelesaikan persoalan atau inkuiri.

Tonton Video - Cara Membaca Bahasa Tubuh

Pembelajaran kooperatif adalah konsep yang lebih luas meliputi semua jenis kerja kelompok termasuk bentuk-bentuk yang lebih dipimpin oleh guru atau diarahkan oleh guru. Jadi pembelajaran kooperatif ini merupakan pembelajaran yang dilakukan secara berkelompok dengan bimbingan guru.

Pembelajaran kooperatif tidak sama dengan sekedar belajar dalam kelompok. Ada unsur-unsur dasar pembelajaran kooperatif yang membedakannya dengan pembagian kelompok yang dilakukan asal-asalan. Pelaksanaan prosedur model pembelajaran kooperatif dengan benar akan memungkinkan guru mengelola kelas lebih efektif.

Pembelajaran Kooperatif dapat disebut juga sebagai metode atau model Pembelajaran Kooperatif atau Cooperative Learning yakni strategi pembelajaran yang menitikberatkan pada pengelompokan siswa dengan tingkat kemampuan akademik yang berbeda kedalam kelompok-kelompok kecil (Saptono, 2003:32).

Kepada siswa diajarkan keterampilan-keterampilan khusus agar dapat bekerja sama dengan baik dalam kelompoknya, seperti menjelaskan kepada teman sekelompoknya, menghargai pendapat teman, berdiskusi dengan teratur, siswa yang pandai membantu yang lebih lemah, dan sebagainya.

Strategi pembelajaran dengan kooperatif learning dipakai karena untuk memberikan pemahaman kepada siswa tentang arti pentingnya kerjasama kelompok namun tetap memperhatikan terhadap usaha individual.

Hal ini sesuai dengan sifat dan kodrat manusia sebagai mahkluk sosial. Selain itu bila dikaitkan dengan profesi dalam bidang teknologi informasi yang sering bekerja secara kelompok atau tim. Oleh karena  itu perlu kiranya dalam pembelajaran diberikan pemahaman tentang arti pentingnya kerjasama dan sama kerja dalam kelompok.

Artikel sebelumnya dibaca yuk??

Model Pembelajaran Inquiry, Pengertian dan Langkah-langkahnya Menurut Para Ahli (Terlengkap)

10 Model Pembelajaran, (Pengertian Dan Langkah-Langkahnya, Terlengkap)

25+ Macam Metode Pembelajaran ( Pengertian Dan Penjelasan Terlengkap )

5 Gaya Belajar Manusia Yang Wajib Kalian Tahu 

Model Pembelajaran Discovery Learning (Pengertian, Jenis, Langkah-langkah, Kelebihan dan Kekurangan) Lengkap!

Baca Juga  Pengertian Ilmu Psikologi Dan Sejarahnya Lengkap!

B. Unsur-unsur dan Ciri-ciri Metode Pembelajaran Kooperatif atau Cooperative Learning

Menurut Lie (2002) ada Lima unsur Model Pembelajaran Kooperatif atau Cooperative Learning, yaitu:

  1. Memiliki saling ketergantungan yang bernilai positif
  2. Interaksi dilakukan secara langsung atau melalui tatap muka
  3. Akuntabilitas individual
  4. Melatih keterampilan dalam menjalin komunikasi dan hubungan antar pribadi serta keterampilan sosial.
  5. Evaluasi antar kelompok

Dapat disimpulkan bahwa metode pembelajaran kooperatif melatih siswa untuk bekerja sama dalam kelompok yang akan mendorong munculnya gagasan yang lebih bermutu, meningkatkan kreativitas dalam berpikir, meningkatkan kemampuan para siswa untuk berinteraksi dengan orang sekitarnya dan mengharga perbedaan yang ada.

C. Tujuan Pembelajaran Kooperatif

Pembelajaran Kooperatif sangat berbeda dengan jenis pembelajaran yang lain. Pembelajaran ini dikembangkan untuk mencapai paling sedikit tiga tujuan penting, yaitu:

1. Hasil Belajar Akademik

Pembelajaran Kooperatif dinilai dapat meningkatkan kinerja siswa dalam tugastugas akademik. Pembelajaran Kooperatif juga dapat mengubah norma yang berhubungan dengan hasil belajar. Dalam banyak kasus, norma budaya anak muda sebenarnya tidak menyukai siswa-siswa yang ingin menonjol secara akademik.

Selain mengubah norma yang berhubungan dengan prestasi akademik, Pembelajaran Kooperatif dapat memberi keuntungan bagi siswa kelompok bawah maupun kelompok atas yang bekerja bersama menyelesaikan tugas-tugas akademik. Siswa kelompok atas akan menjadi tutor bagi siswa kelompok bawah.

Jadi, mereka yang di kelompok bawah memperoleh bantuan khusus dari teman sebaya, yang memiliki orientasi dan bahasa yang sama. Dalam proses tutorial ini, siswa kelompok atas akan meningkat kemampuan akademiknya karena memberi pelayanan sebagai tutor membutuhkan pemikiran lebih mendalam tentang hubungan ide- ide yang terdapat di dalam materi tertentu.

2. Toleransi dan Penerimaan Terhadap Keragaman

Tujuan penting kedua dari Pembelajaran Kooperatif adalah toleran si dan penerimaan yang lebih luas terhadap keragaman siswa, seperti perbedaan ras, budaya, status sosial, atau kemampuannya. Pembelajaran Kooperatif memberikan kesempatan kepada siswa dengan latar belakang dan kondisi yang beragam untuk bekerja secara interdependen (saling bergantung) pada tugas yang sama, melalui penggunaan struk tur penghargaan kooperatif, belajar untuk saling menghargai.

3. Pengembangan Keterampilan Sosial

Tujuan penting lain dari Pembelajaran Kooperatif adalah untuk melatihkan keterampilan sosial atau keterampilan kooperatif, terutama keterampilan kerjasama. Keterampilan ini amat penting untuk dimiliki saat hidup bermasyarakat di mana sebagian besar profesi dilakukan da lam organisasi yang saling bergantung satu sama lain dan masyarakat yang budayanya semakin beragam. S

Keterampilan kooperatif (keterampilan sosial) berfungsi untuk me lancarkan hubungan kerja dan tugas. Peranan hubungan kerja dapat dibangun dengan mengembangkan komunikasi antar anggota kelompok. Sedangkan peranan tugas dilakukan dengan membagi tugas antar anggota kelompok selama kegiatan.

D. Teknik-Teknik Dalam Model Pembelajaran Kooperatif

Adapun metode pembelajaran kooperatif terdiri dari berbagai macam teknik. Berikut dibawah ini pemahaman untuk Anda yang ingin mengetahui teknik apa saja yang terdapat di metode pembelajaran kooperatif. Diantaranya sebagai berikut:

Baca Juga  Bipolar Disorder, Gangguan Mental Yang Wajib Anda Tahu
Sumber: www.lyceum.id

1. Model Jigsaw

Metode jigsaw dilakukan dengan cara sebagai berikut

  • Membagi siswa ke dalam beberapa kelompok kecil, setiap kelompoknya terdiri dari 3-5 siswa, dimana setiap anggota memiliki tugas yang berbeda-beda.
  • Selanjutnya guru akan meminta kepada masing-masing setiap anggota dari semua kelompok yang memiliki tugas yang sama akan kembali membentuk kelompok untuk mendiskusikan dan mencatat pendapat dari setiap anggotanya.
  • Setelah diskusi selesai, setiap anggota akan diminta untuk kembali ke kelompoknya masing-masing dan memberikan laporan dari hasil diskusi yang dilakukannya dengan anggota dari kelompok lain yang memiliki tugas yang sama dengannya.
  • Setiap anggota dalam kelompok harus memahami setiap tugas yang dimiliki oleh anggota lain dalam kelompoknya. Setelah itu, guru akan menunjuk salah satu kelompok secara acak untuk menyampaikan hasil diskusi yang dilakukan.
  • Kelompok lain yang tidak diminta untuk menjelaskan, diharuskan untuk memberikan pendapat mengenai penjelasan yang disampaikan oleh kelompok tersebut.
  • Guru akan kembali melakukan klarifikasi untuk jawaban atau kesimpulan yang kurang tepat atau sempurna.

2. Model Think Pair and Share

  • Pada awalnya guru akan menyampaikan inti dari keseluruhan materi yang akan dijadikan sebagai bahan diskusi antar siswa.
  • Setelah materi selesai disampaikan, para siswa diminta untuk berdiskusi dengan cara berpikir kritis dan mengutarakan hasil pemikirannya dengan teman sebelahnya.
  • Kemudian guru akan membagi para siswa untuk membentuk kelompok kecil yang berfungsi agar para siswa secara bergantian akan mengutarakan hasil diskusinya dalam kelompok tersebut.
  • Dalam model think pair and share berperan untuk mengalahkan setiap kelompok untuk langsung membahas pada pokok permasalahan sehingga secara tidak langsung akan menambah materi yang belum disampaikan oleh guru.
  • Diakhir pembelajaran, guru akan menarik kesimpulan dari hasil diskusi yang dilakukan oleh para siswa.

3. Model Decision Making

  • Model decision making diawali dengan guru yang akan menyampaikan tujuan dan rumusan masalah dari materi yang akan dijadikan sebagai bahan diskusi oleh siswa.
  • Penyampaian materi dilakukan melalui media seperti gambar atau contoh kasus yang sesuai dengan diskusikan.
  • Setelah selesai menyampaikan materi, guru akan meminta para siswa untuk bergabung dalam kelompok kecil.
  • Dalam kelompok tersebut para siswa akan diminta untuk mengindentifikasikan penyebab permasalahan, mencari alternatif jalan keluar dan mencari jalan keluar agar masalah tersebut tidak kembali terjadi.

4. Model Group Investigation

  • Siswa akan dibagi menjadi beberapa kelompok kecil.
  • Ketua kelompok akan dipanggil untuk mengambil satu materi yang akan dibahas dalam kelompoknya.
  • Setiap kelompok akan membahas materi yang berbeda.
  • Setelah itu ketua kelompok akan kembali ke dalam kelompoknya dan memulai melakukan diskusi berdasarkan materi yang ditentukan.
  • Setelah diskusi selesai, ketua kelompok sebagai juru bicara akan menyampaikan hasil diskusinya dihadapan kelompok lain.
  • Penjelasan akan ditutup dengan tanggapan yang diberikan oleh guru sekaligus guru akan memberikan penjelasan singkat beserta kesimpulan dari apa yang disampaikan oleh kelompok tersebut.
Baca Juga  Kupas Tuntas Model Pembelajaran Discovery Learning Dari Para Ahli

5. Model Dabate

  • Guru akan membagi para murid menjadi dua kelompok yang terdiri dari satu kelompok pro satu kelompok kontra terhadap materi atau kasus yang akan diangkat.
  • Kelompok pro akan menanggapi pendapatat dari kelompok kontra berikut pula selanjuntya sampai setiap murid penyampaikan pendapatnya.
  • Ketika setiap kelompok mengemukakan atau menyampaikan gagasannya, guru akan menuliskan hal-penting yang berasal dari pembicaraan dari kedua kelompok tersebut.
  • Diakhir diskusi guru akan meminta para siswa untuk membuat rangkuman atau kesimpulan yang berisi tujuan yang ingin dicapai dari kasus tersebut.

6. Model Mind Mapping

  • Siswa akan dibagi ke dalam beberapa kelompok dengan anggota 2-3 orang di dalamnya.
  • Setiap kelompok diminta untuk berdiskusi dan mencari jalan keluar untuk sebuah kasus yang diberikan oleh guru.
  • Setelah diskusi selesai, secara acak guru akan meminta setiap kelompok untuk membacakan hasil diskusinya secara bergantian.
  • Dimana hal-hal yang dinilai penting akan dicatatat oleh guru di papan tulis dan diakhir pelajaran para siswa diminta untuk merangkum atau membuat kesimpulan berdasarkan data yang ada di papan tulis.
  • Sampai dengan saat ini model pembelajaran kooperatif dinilai paling efektif karena selain mempelajari ilmu pengetahuan, siswa secara tidak langsung belajar bagaimana berinteraksi dalam sebuah kelompok dan cara menghargai perbedaan pendapat atau cara pandang antar anggotanya.

E. Kelebihan dan Kekurangan Model Pembelajaran Cooperative Learning

Penggunaan metode cooperative learning dalam proses pembelajaran memiliki arti penting. Banyak keuntungan psikologis-pedagogis yang dapat diraih dengan menggunakan metode tersebut. Di antara keuntungan itu antara lain:

  1. Situasi belajar anak akan menjadi lebih aktif dan dapat meningkatkan semangat siswa dan tentu siswa akan memiliki kesan mendalam.
  2. Anak didik belajar berfikir kritis, ilmiah dan sistematis.
  3. Menumbuhkan rasa percaya diri terhadap penguasaan materi sehingga akan bersikap objektif.
  4. Menumbuhkan keberanian, kesungguhan dan tanggung jawab terhadap segenap tanggungjawab yang dibebankan kepada siswa.
  5. Dapat menumbuhkan sikap dan jiwa demokratis di kalangan peserta didik

Adapun kekurangan penggunaan metode cooperative learning, sejauh yang mampu peneliti kaji adalah sebagai berikut:

  1. Terkadang guru kesulitan mengevaluasi secara tepat.
  2. Bagi anak yang kurang mampu akan menjadi rendah diri dan cenderung minder bahkan putus asa.
  3. Bila anak didik kurang menguasai masalah, maka sulit bagi guru untuk mengatur waktu, sehubungan waktu kurang memadai

Ok baik, sampai disini dulu yang dapat saya bagikan kali ini. Semoga bermanfaat.

 

Sumber: Metode Cooperative Learning Dalam Pembelajaran

Cooperative Learning

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Check Also

Kumpulan Cerita Motivasi Penyemangat Kerja Terbaru 2019

1. Jangan Pernah Meremehkan Pekerjaan Dua orang pemuda yang tak berpengalaman mendapatkan …