Mengenal Mythomania, Kelainan Psikologis Gemar Berbohong

Kalian mungkin pernah atau bahkan sering berbincang dengan seseorang yang seolah-olah hidup di dunia fantasi. Bicaranya berlebihan, penuh kehaluan tapi tak sesuai kenyataan.

Sebagai contohnya, Yogi teman Kalian selalu menceritakan betapa dia sukses, bahagia, dan sangat kaya-raya.

Cerita yang Yogi ceritakan begitu detail, sampai awalnya Kalian percaya. Tetapi, waktu juga yang membuktikan bahwa cerita Yogi ternyata hanyalah ucapan bohong belaka.

Jika kalian pernah menemukan orang seperti Yogi, kemungkinan besar Kaliantelah bertemu dengan pembohong patologis atau juga dikenal dengan sebutan seseorang mythomania.

a. Apa Itu Mythomania?

Mythomania adalah kebiasaan seseorang yang terus berbohong. Orang yang dengan mythomania cenderung menciptakan dongeng untuk diceritakan terus menerus kepada orang lain, sampai dia pun percaya akan kebohongannya sendiri.

Yakin ingatanmu Asli ?

Ini seperti kemampuan untuk berbohong dalam perilaku mereka dan rutinitas sehari-hari.

Gangguan atau masalah kelainan psikologis berbohong ini sering terjadi dan akan terus berlanjut, karena berbohong dapat berguna untuk hubungan secara sosial bagi penderitanya.

Di lain masalah dapat menyembunyikan beberapa masalah serius seperti gangguan kepribadian.

Mythomania bukanlah sebuah penyakit, tetapi merupakan serangkaian gejala penyakit kejiwaan yang berbeda, terutama pada gangguan kepribadian.

Gangguan Mythomania juga dapat muncul pada penderita skizrofenia, meskipun dalam kasus ini merupakan gejala yang sekunder.

Menurut para ahli, hal itu juga bisa terjadi pada orang-orang yang sedang menderita kelainan fiktif di mana orang yang menderita penyakit tersebut menciptakan penyakit.

Kalian mungkin menemukan orang-orang di luar sana yang suka berbohong.

Namun, jangan pernah buru-buru memberi label mythomania.

Orang tersebut mungkin berbohong karena punya tujuan tertentu, misalnya melindungi dirinya atau mempertahankan dirinya dari sesuatu atau seseorang, juga selalu ada alasan mengapa orang tersebut dapat berbohong.

Misalnya, Kalian pura-pura kedatangan tamu saat malas diajak kumpul bersama teman, atau pura-pura merasa sakit saat malas datang ke sebuah acara.

Berbeda dengan mythomania yang suka melakukan kebohongan secara kompulsif dan terkadang tanpa sebab atau  motivasi tertentu.

Baca Juga  Perfeksionis: Sisi Posistif Dan Negatifnya

Kebohongannya juga sering tidak masuk akal dan tidak dapat dimaafkan.

Baca Juga: 10 Bahaya Multitasking Tanpa Kalian Sadari

Bahaya SELF-HARM, Penyakit Yang Melukai Diri Sendiri

b. Jenis Mythomania

Mythomania terdiri dari  dua macam, yaitu vain mythomania ditandai dengan kebohongan yang cenderung membesar-besarkan seperti kesuksesan, kekayaan, atau perbuatan dirinya baik.

Selain itu, ada mythomania yang meyimpang. Pada kondisi ini kebohongan yang disertai kebutuhan untuk menyakiti orang lain, seperti tuduhan palsu atau fitnah.

c. Ciri-ciri penderita Mythomania

Mythomania dapat terjadi pada anak-anak dan dewasa sesuai dengan kondisi yang di alami selama ini. Secara anatomis gangguan ini disebabkan kelemahan pada fungsi otak.

Di Amerika, mythomania sendiri sering disebut sebagai ‘pathological lying’ atau kebohongan patologis yang sama-sama demi mencari simpati publik akan kondisi yang dia ceritakan.

Ciri-ciri seorang dengan mythomania atau kebohongan patologis adalah sebagai berikut:

  1. Mudah sekali berbohong
  2. Suka sekali membesar-besarkan masalah
  3. Sangat pintar memanipulasi keadaan
  4. Merasa paling tahu dan pintar atas segalanya
  5. Sangat ingin sekali orang mempercayainya
  6. Tidak menghargai kejujuran orang lain
  7. Cenderung ingin mencari simpatik dari orang lain
  8. Cenderung takut jika ditanya kembali masalah yang diceritakan
  9. Sangat defensif terhadap pernyataan orang lain

d. Penyebab Mythomania

Orang dengan mythomania sebenarnya mengalami kecemasan tinggi karena sebenarnya kecewa dengan kenyataan yang ada jua gelisah karena menciptakan kebohongan.

Tingkat percaya diri pada penderita mythomania mereka juga rendah, ini disebabkan oleh ketidakmampuan menerima diri mereka sendiri.

Selain itu, mereka juga rentan stress karena berbohong mereka secara kompulsif dan hidup berdampingan dengan tekanan agar kebohongan yang mereka lakukan tidak ketahuan orang lain.

Selain itu penyebab mythomania antara lain karena rendahnya harga diri, adanya ketidakpuasan, butuh kasih sayang dan cinta, tidak diterima di lingkungan sosial, hingga memiliki perilaku ambivalen yang diciptakannya padahal tak sesuai dengan kehidupan orang itu sendiri.

e. Menghadapi Penderita Mythomania

“Jika Kalian menjumpai my-thomaniac, jalan terbaik adalah menghindar dari mereka. Namun jika Kalian ingin menolongnya, jangan berusaha mencari alasan yang masuk akal, atau mencoba menemukan jawaban dari tindakan kebohongannya, karena itu membuang-buang waktu saja,”

Baca Juga  Ekstrovert adalah? 4 Sifat Rahasia Yang Dimiliki

Karena dengan menyarankan untuk tidak berusaha mengapa dia berbohong. Ini sia-sia karena jiwanya merupakan sebuah labirin di mana ia hanya berputar-putar saja di situ tanpa ada jalan keluar.

Untuk mengobati gangguan tersebut bisa melakukan konseling terlebih dahulu. Psikolog atau psikiater akan terus mengevaluasi orang tersebut dengan tujuan untuk mengetahui jenis gangguan yang dialami.

Pasien mungkin tidak akan sadar akan kondisinya atau bahkan dapat menipu dokter, tetapi keluarganya atau orang terdekat bisa membantu banyak soal riwayat kesehatan.

Selain itu, bisa dilakukan dengan melakukan terapi kogbitif, termasuk tindakan, latihan atau aktivitas yang dapat membantu pasien menemukan asal rendahnya harga dirinya darimana.

Ketidakamanan dan harga diri yang rendah adalah penyebab dan juga faktor utama dalam terjadinya kebohongan pada mythomania.

Untuk mengobati  mythomania sebenarnya tergantung pada seberapa parah kondisi penderitanya.

Dan kasus ini merupakan pekerjaan jangka menengah dan panjang, karena harus mengubah persepsi mengenai realitas seseorang tersebut.

Kesabaran, kasih sayang dan keuletan orang terdekat sangat diperlukan dan merupakan bahan dasar bagi mereka yang ingin membantu orang mythomania.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Check Also

Impostor Syndrome : Si Pintar Yang Merasa Dirinya Tak Layak

Impostor syndrome merupakan kondisi psikologis dimana orang tersebut merasa bahwa dirinya …