Mengenal Gangguan Kecemasan Agoraphobia, Penyebab Dan Penanganan!

1. Pengertian Agoraphobia

Agorapobhia adalah gangguan kecemasan pada orang yang merasa takut atau merasa cemas saat berada di tempat-tempat yang memungkinkan dirinya terserang rasa panik.

Dan pada saat panik, orang tersebut disaksikan banyak orang, namun tidak ada tempat baginya untuk menghindar atau sulit untuk menyingkir dari tempat tersebut.

Agoraphobia adalah gangguan panik didasarkan pada rasa takut akan ketidakmampuan yang mendadak atau gejala yang memalukan.

Serta penghindaran situasi yang didasarkan pada kekhawatiran terkait gangguan medis (rasa takut menderita infark miokardium pada penderita dengan penyakit jantung parah)

Para penderita agoraphobia mempunyai ciri- ciri yang cukup spesifik yakni,

Tonton Video - Cara Membaca Bahasa Tubuh

kecemasan yang timbul pada saat berada di keramaian, tempat antrian, tempat umum, pusat-pusat perbelanjaan, kendaraan-kendaraan umum, berpergian ke luar rumah dan berpergian sendiri.

Ciri ini cukup membedakan agrophobia dengan fobia sosial, dimana pada sosial fobia yang hanya pada kondisi sosial tertentu saja.

Baca Juga: Kenali Fobia Sosial” Social Anxiety” Ciri Umum, Gejala dan Penanganannya

Penderita agrophobia seringkali merasa sangat tidak nyaman dan terganggu jika berada di tempat-tempat keramaian, sehingga mereka cenderung lebih memilih untuk tinggal di rumah.

Pada penderita Agoraphobia, ketakutan pada tempat terbuka atau keramaian lebih disebabkan oleh rasa takut, dipermalukan di depan umum atau merasa tak nyaman dan tak berdaya, pada saat kepanikan datang menyerang dirinya.

Kejadian seperti ini mungkin tidak akan terjadi jika mereka sedang berada di rumah. Itulah sebabnya mengapa mereka lebih senang tinggal di rumah.

Kata agoraphobia berasal dari bahasa Mesir yaitu agora dan phobos, yang berarti takut akan tempat berjualan.

Sedangkan agoraphobia terjadi pada usia berapa saja, dan perempuan yang menderita lebih banyak dibanding kaum pria. Pada umumnya agoraphobia terjadi karena pengalaman suatu trauma.

Menurut Sigmund Freud, agorafobia disebabkan konflik yang berpusat pada situasi masa kanak-kanak yang tidak terpisahkan.

Kemungkinannya adalah pada masa kanak-kanak ketedekatan anak pada orangtua yang sangat berlebihan, sehingga anak mempunyai kelekatan erat sekali.

Baca Juga  Proyeksi: Mekanisme Pertahanan Diri Manusia Dengan Kambing Hitam

Ketergantungan emosional inilah yang akan memunculkan gangguan tersebut sementara pada masa itu anak harus melakukan kontak sosial dengan orang lain.

Teori psikoanalisa juga telah menekankan kematian orangtua pada masa anak-anak serta suatu riwayat kecemasan yang mendalam pada perpisahan yang juga dapat memicu gangguan tersebut.

Selanjutnya psikoanalisa menjelaskan bahwa rasa kesepian (loneliness) yang mendalam ketika seseorang berada dalam keramaian akan menghidupkan kembali kecemasan-kecemasan yang pernah dialaminya dulu.

Saat masa kecil, perasaan-perasaan dan kenangan saat di terlantarkan akan kembali timbul.

Kecemasan tersebut akan mempengaruh pikiran bawah sadar orang tersebut yang berakibat munculnya gangguan tersebut.

2. Penyebab Agoraphobia

Sampai saat ini penyebab agaraphobia masih belum diketahui dengan pasti, diduga sebagai komplikasi dari panic disorder atau gangguan panik.

a. Gejala dan Tanda Agoraphobia

Gejala dan tanda Agarophobia masih sulit untuk dikenali pada saat penderita dalam keadaan normal atau saat berada di rumah.

Tetapi beberapa tanda-tanda ini akan muncul pada saat mereka dalam kepanikan.

Tanda-tanda fisik yang sering dijumpai:

  • detak jantung penderita meningkat
  • napas pendek-pendek dan  sangat cepat
  • merasa gerah, tangan berkeringat
  • merasa tidak nyaman di perut
  • diare
  • sulit menelan makanan
  • mual dan muntah
  • gemetar
  • merasa pusing
  • telinga merasa mendenging
  • ingin mau pingsan

Sedangan untuk tanda-tanda secara psikologis:

  • Takut jika orang lain tahu jika dia sedang panik dan kemudian mempermalukannya
  • Takut jika detak jantung dan napasnya berhenti, selama dalam keadaan panik
  • Mereka cenderung takut menjadi gila
  • Kurangnya rasa percaya diri
  • Merasa tidak mampu dan sulit mengontrol diri
  • Depresi, bila gejala sudah berat
  • Takut ditinggal sendiri
  • Merasa tidak berdaya atau tidak berguna, jika hidup tanpa bantuan orang lain

Untuk tanda-tanda dalam Perilaku

  • Selalu menghindari suasana atau lingkungan yang memicu dan menimbulkan kekawatiran atau kegelisahan
  • Sangat membutuhkan orang lain untuk mententramkan hatinya, seperti mengajak teman saat pergi ke pusat-pusat perbelanjaan atau saat naik kendaraan umum.
  • Minum obat-obatan, dan minuman-minuman tertentu atau mengunyah gula-gula saat akan pergi ke tempat-tempat keramaian untuk menenangkan hati.
  • Menghindar atau melepaskan diri dari situasi-situasi yang penuh tekanan dan segera ingin pulang ke rumah.
Baca Juga  Punya Sahabat Broken Home? WAJIB BACA!!

Baca Juga: Hidup Sehat Dengan Menerapkan Health Belief Model

ANXIETY DISORDER:Gangguan Kecemasan, Penyebab, Jenis dan Penanganannya.

3. Penanganan Agorapobia

Penderita agoraphobia cenderung sangat sulit untuk disembuhkan.

Akan tetapi penderita tidak perlu segera putus asa karenanya.

Melaukan konseling secara langsung akan lebih efektif untuk mengatasi gangguan ini meskipun, beberapa saran yang mungkin dapat dilakukan untuk sementara waktu,

  1. Penderita Agoraphobua diharapkan untuk tetap selalu berusaha untuk sembuh. Penderita hendaknya berusaha untuk tetap bergaul dengan masyarakat dan keluar dari kamar atau rumah.
  2. Intervensi dengan pemikiran yang positif dan berusaha  penerimaan diri apa adanya.
  3. Mengubah pikiran negatif yang berupa (rasa takut) dengan pikiran yang positif bahwa ketakutan tersebut tidak beralasan.
  4. Selanjutnya mengubah kebiasaan pola dan perilaku untuk menumbuhkan keberanian terus tampil di publik.
  5. Dukungan tulus (rasa sayang penuh cinta-kasih) dari keluarga, dukungan moral dan suportif sangat diperlukan, ini juga merupakan bentuk dari terapi keluarga atau biasa di sebut (family therapy)
  6. Relaksasi seluruh anggota badan untuk mengurangi kecemasan yang dapat meregangkan syaraf-syaraf otot.
  7. Menjauhkan diri dari sumber-sumber konflik yang memungkinkan untuk segera dihindari, berikan rasa nyaman dalam pikiran dan badan Penderita sementara waktu
  8. Mendekatkan diri kepada Tuhan Yang Maha Esa, akan senantiasa memberikan ketenangan yang lebih mendalam dalam penyembuhannya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Check Also

Proyeksi: Mekanisme Pertahanan Diri Manusia Dengan Kambing Hitam

 Istilah kambing hitam sudah sangat umum di telinga, dan kalian juga sudah paham jika kamb…