Memahami Istilah dan Terapi Katarsis Lengkap

A. Apa Itu Katarsis?

Dalam Kamus Besar Bahasa  Indonesia, katarsis diartikan:

1 Kris penyucian diri yg membawa pembaruan rohani dan pelepasan dr ketegangan;

2 Psi cara pengobatan orang yg berpenyakit saraf dng membiarkannya menuangkan segala isi hatinya dng bebas;

3 Sas kelegaan emosional setelah mengalami ketegangan dan pertikaian batin akibat suatu lakuan dramatis

Dalam wiki Katarsis atau katharsis, (dari bahasa Yunani: κάθαρσις) pertama kali diungkapkan oleh para filsuf Yunani, yang merujuk pada upaya “pembersihan” atau “penyucian” diri, pembaruan rohani dan pelepasan diri dari ketegangan.

Tonton Video - Cara Membaca Bahasa Tubuh

Istilah ini digunakan antara lain oleh: “Penyucian” yang dihasilkan pada para pemirsa dalam sebuah pentasan sandiwara, menurut Aristoteles, metode psikologi (psikoterapi) yang menghilangkan beban mental seseorang dengan menghilangkan ingatan traumatisnya dengan membiarkannya menceritakan semuanya.

Katarsis adalah suatu metode terapeutik dimana pasien diminta untuk mengingat kembali dan melepaskan emosi yang tidak menyenangkan, mengalami kembali ketegangan dan ketidakbahagiaannya dengan tujuan untuk melepaskan dari penderitaan emosional/gangguan mental. Terapi katarsis ini dikenalkan oleh Josef Breuer dan kemudian dikembangkan oleh Sigmund Freud.

Katarsis adalah pelepasan emosi-emosi yang terpendam. Proses katarisis ini sangat penting bagi orang-orang yang sedang menghadapi masalah-masalah emosional. Dan pada umumnya, orang yang sedang menghadapi masalah-masalah emosional.

Mereka menghadapi situasi yang menyedihkan, mengecewakan, menjengkelkan, seringkali tidak mau mengungkapkannya kepada orang lain. Mereka lebih suka memendam dalam qalbunya atau berusaha untuk melupakannya.

Dalam kenyataannya, suatu masalah makin dipendam dan diusahakan untuk dilupakan, maka akan muncul berbagai macam ganguan fisik dan psikologis seperti depresi, kecemasan dan berbagai bentuk penyakit psikologis.

Didalam konseling, biasanya seorang konselor hanya berperan sebagai media katarsis atau penampung segala macam keluhan klien yang mengungkapkan segala macam perasaan, emosi atau pikiran-pikiran yang mengganggunya.

Setelah itu, klien akan merasa lebih ringan akan beban yang dipikulnya. Apabila klien itu sampai menangis. Konselor biasanya akan membiarkannya terus menangis sampai puas dan orang tersebut merasa lega. Sebab dengan menangis akan tersalurkan emosi yang mencekam dirinya.

Para filsuf Yunani juga menjelaskan jika katarsis yang merujuk pada upaya “pembersihan” atau “penyucian” diri, pembaruan rohani dan pelepasan diri dari ketegangan. Istilah ini digunakan antara lain:

1. Menurut Aristoteles adalah “Penyucian” yang dihasilkan pada para pemirsa dalam sebuah pentasan sandiwara.

Baca Juga  Gangguan Psikomatis: Gejala, Penyebab dan Cara Pencegahan

2. Metode psikologi (psikoterapi) yang menghilangkan beban mental seseorang dengan menghilangkan ingatan traumatisnya dengan membiarkannya menceritakan semuanya.

3. Kelegaan jiwa, ketika seorang penulis berhasil merapungkan tulisannya

Teori Katharsis: “pemurnian”, pembersihan, pembebasan, pertobatan.

Menurut Aristoteles, katharsis merupakan puncak dan tujuan karya seni drama dalam bentuk tragedi. Berhasil tidaknya sebuah pementasan drama dapat diukur dari tingkat katarsis yang terjadi.

Katarsis ini memiliki makna “terapeutik”(penyembuhan).  Katarsis merupakan sebuah metode para filsuf untuk mengobati orang-orang yang pernah mengalami trauma mendalam.

Sehingga, perlu diberikan energi baru melalui Katarsis ini. Katarsis adalah suatu metode terapi dimana pasien diminta untuk mengingat kembali dan melepaskan emosi yang tidak menyenangkan, mengalami kembali ketegangan dan ketidakbahagiaannya dengan tujuan untuk melepaskan dari penderitaan emosional/gangguan mental.

Baca Juga: Retradasi Mental “Keterbelakangan Mental Menurut Pengertian Umum”

Cara Meditasi Ini Bisa Merubah Hidup Anda 365% Lebih Baik.

5 Fakta Kesurupan Menurut Perspektif Psikologis

Mereka menghadapi situasi yang menyedihkan, mengecewakan, menjengkelkan, seringkali tidak mau mengungkapkannya kepada orang lain.

Mereka lebih suka memendam dalam qalbunya atau berusaha untuk melupakannya. Dalam kenyataannya, suatu masalah makin dipendam dan diusahakan untuk dilupakan, maka akan muncul berbagai macam ganguan fisik dan psikologis seperti depresi, kecemasan dan berbagai bentuk penyakit psikologis.

Didalam konseling psikologi, biasanya seorang konselor hanya berperan sebagai media katarsis atau penampung segala macam keluhan klien yang mengungkapkan segala macam perasaan, emosi atau pikiran- pikiran yang mengganggunya.

Setelah itu, klien akan merasa lebih ringan akan beban yang dipikulnya. Apabila klien itu sampai menangis. Konselor biasanya akan membiarkannya terus menangis sampai puas dan orang tersebut merasa lega. Sebab dengan menangis akan tersalurkan emosi yang mencekam dirinya.

B. Tujuan Terapi Katarsis

Adapun manfaat dari katarsis ialah untuk membuang segala jenis masalah yang ada dalam diri sesorang dengan cara mereka sendiri selain dari pada itu katarsis juga bertujuan untuk :

1. Problem Solving (Pemecahan Masalah)

Sikap manusia yang hidup, pasti mempunyai masalah. Bila masalah yang dirasakan terlalu berat, biasanya ia mencari orang lain untuk menolongnya dalam memecahkan masalahnya.

Bagi anggota masyarakat yang kurang berpendidikan, akan minta tolong kepada teman, tetangga, keluarganya atau yang lainnya. Tetapi bagi mereka yang berpendidikan tinggi, biasanya akan datang ke seorang psikolog profesional.

Baca Juga  Strategi Pembelajaran, Pengertian, Konsep Dasar dan jenis

2. Individuasi

Individuasi adalah suatu proses penemuan seseorang dengan dirinya sendiri (self). Hal ini sebenarnya tidak lepas dari penemuan diri sendiri yang hakiki. Kontrol Diri (Self Control) merupakan salah satu aspek psikologis yang selalu berkembang sejak kanak-kanak hingga dewasa.

Pada masa kanak-kanak, seorang anak belum memiliki kontrol diri. Dengan bertambahnya usia maka kontrol diri diperlukan untuk mengendalikan dorongan-dorongan nafsu dan keinginan yang bergejolak.

3. Makna Hidup

Pada dasarnya manusia selalu menginginkan hidupnya bermakna. Hidup yang tidak berarti membuat orang mengalami kehampaan eksistensial dan selanjutnya akan menimbulkan frustasi eksistensial.

Dalam dunia modern seperti sekarang ini, ternyata banyak orang yang merasa tidak mendapatkan kepuasan batin, sehingga tidak sedikit orang mengalami kehampaan eksistensial.

Meskipun mereka memiliki banyak ilmu dan harta, tetapi mereka merasa kosong batinnya.

4. Altered State Of Consciousness ( ASC )

Adalah suatu kesadaran yang berubah atau yang berbeda dengan kesadaran orang dalam keadaan normal. Konsep ini banyak dibicarakan dalam Psikologi Transpersonal.

Ciri-ciri dari pengalaman ASC (baik yang abnormal maupun supernormal, antara lain ditandai dengan:

  1. Adanya Perubahan dalam fungsi pikiran (kognitif)
  2. Perubahan dalam suasana hati
  3. Perubahan dalam persepsi atau cara memandang sesuatu
  4. Perubahan dalam kesadaran diri
  5. Perubahan perasaan tentang waktu
  6. Dan perubahan fungsi pancaindra.

C. Proses Pelaksanaan Terapi Katarsis.

Secara garis besar, untuk terapi yang terstruktur, terdapat kerangka umum yang terencana, sehingga seseorang dapat lebih terarah dan mantap dalam usaha untuk mencapai tujuan terapi yang bermakna.

Kerangka kerja umum tersebut hendaknya cukup luwes dan luas (holistik), yang dapat mencakup berbagai orientasi dan disiplin. Adapun kerangka proses tersebut :

1. Fase Awal:

Tujuannya membentuk hubungan kerja dengan pasien. Tugas Terapeutik diantaranya

  1. Memotivasi pasien untuk menerima terapi
  2. Menjelaskan dan menjernihkan salah pengertian mengenai terapi (bila ada)
  3. Meyakinkan pasien bahwa terapis mengerti penderitaannya dan bahwa terapis mampu membantunya,
  4. Menetapkan secara tentatif mengenai tujuan terapi.

2. Fase Pertengahan

Tujuannya adalah menentukan perkiraan sebab dan dinamik gangguan yang dialami pasien, menerjemahkan pengertian menentukan langkah korektif. Tugas terapeutik antara lain:

  1. Mengeksplorasi berbagai frustrasi terhadap lingkungan dan hubungan interpersonal yang menimbulkan ansietas. Bila melakukan psikoterapi dinamik, gunakan asosiasi, analsisi karakter, analisis transferensi, interpretasi mimpi. Pada terapi perilaku, kita menilai faktor-faktor yang perlu diperkuat dan gejala-gejala yang perlu dihilangkan.
  2. Membantu pasien dalam mengatasi ansietas yang berhubungan dengan problem kehidupan.
Baca Juga  20+ Kumpulan Contoh Cerpen LENGKAP Berbagai Tema

Resistensi pada pasien dapat tampil dalam bentuk biasanya:

  1. Rasa bersalah terhadap pernyataan dan pengakuan adanya gangguan dan kesulitan dalam hubungan interpersonal dengan lingkungan,
  2. Tidak mau, atau tidak mampu (bila ego lemah), menghadapi dan mengatasi ansietas yang berhubungan dengan konflik, keinginan dan ketakutan.

3. Fase akhir

Tujuannya yaitu terminasi terapi. Tugas terapeutiknya antara lain:

  1. Menganalisis elemen-elemen dependensi hubungan terapis – pasien
  2. Mendefinisikan kembali situasi terapi untuk mendorong pasien membuat keputusan, menentukan nilai dan cita-cita sendiri.
  3. Membantu pasien mencapai kemandirian dan ketegasan diri yang setinggi-tingginya.

D. Metode dan Teknik Terapi Katarsis

Diihat dari pandangan psikoterapi ada beberapa metode dan teknik terapi yang dapat digunakan dalam terapi katarsis yaitu:

1. Self Hypnosis.

Self Hypnosis merupakan penanganan kasus seperti membangkitkan motivasi dalam diri manusia terhadap dirinya sendiri. Dan membutuhkan bantuan konselor atau terapi untuk memasuki tahap relaksasi yang lebih dalam untuk membantu pemberian sugesti.

Ada beberapa langkah yang bisa dilakukan dalam self hypnosis yaitu menggunakan pikiran bawah sadar, pemantapan relaksasi, melakukan sugesti terhadap diri sendiri dan yang terakhir kembali ke kondisi normal (terminasi).

Baca Juga: Self Hipnosis : Cara mudah memprogram ulang pikiran bawah sadar Anda

2. Meditasi.

Meditasi adalah praktek relaksasi yang melibatkan pelepasan pikiran dari semua hal yang menarik, membebani, maupun mecemaskan dalam kehidupan sehari-hari.

Manfaat meditasi ini sangat banyak diantaranya adalah mampu mengatur dan mengendalikan orang lain, mampu mengerti orang lain, selalu bertekun dalam hidup yang baik dan mampu menerima suka duka, kesulitan, dan kebaikan hidup dengan baik.

3. Interpretasi

Merupakan prosedur dalam menganalisis terapi katarsis dengan cara tindakan-tindakan terapis untuk menyatakan, menerangkan dan mengajarkan klien tingkah laku dan mempercepat proses pengungkapan bawah sadar secara lebih lanjut.

Secara terapeutik interpretasi merupakan tahap terakhir dari suatu tahap berkelanjutan yang di mulai dari refleksi perasaan.

E. Manfaat Terapi Katarsis.

Adapun manfaan terapi katarsis yaitu :

  1. Menghilangkan atau merubah kebiasaan
  2. Menghilangkan belief negatif
  3. Memasukkan sugesti positif
  4. Mengurangi rasa sakit.
  5. Mengurangi stress pasca trauma
  6. Membuat jiwa menjadi tenang.

 

Sumber: Penyucian Diri, Katarsis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Check Also

Diskriminasi: Pengertian, Jenis, Tipe dan Dampak, Lengkap!!

1. Apakah diskriminasi itu? Pada dasarnya diskriminasi adalah pembedaan perlakuan. Perbeda…