Memahami Gejala Anhedonia, Tidak Senang Dan Tidak Sedih Dalam Hidup

Perasaan sedih susah sering kali membuat kita galau dan tidak bersemangat menjalani hari.

Bahkan, kadang perasaan sedih itu berlarut-larut dan akhirnya membuat kita merasa tak bahagia.

Namun, nyatanya ada kondisi kesehatan yang membuat kita tidak bisa merasa bahagia meskipun tidak sedang sedih ataupun galau.

Kondisi unik ini disebut Anhedonia. Apa itu Anhedonia? Mari simak penjelasan berikut ini.

1. Apa itu Anhedonia?

Anhedonia adalah kondisi di mana kita tidak dapat merasakan kesenangan atas segala hal yang terjadi dalam hidup kita.

Tonton ini, dan ingatan anda akan meningkat seketika

Kita kehilangan ketertarikan terhadap hal-hal yang sebelumnya menarik bagi diri Kita.

Saat mengalami kondisi ini, Kita mungkin tidak akan tertarik untuk melakukan kegiatan yang sebelumnya Kitasukai, bahkan menjadi hobi.
Kita juga mulai tidak tertarik untuk berkumpul bersama teman, tidak semangat dalam bekerja, dan tidak memiliki nafsu untuk makan.

Bahkan tidak jarang sampai enggan dan malas berhubungan seks dengan pasangan.

Semua hal yang tadinya membuat kita merasa puas dan senang dengan hidup, kini berubah menjadi hal yang membosankan dan sangat membuat tertekan.

Anhedonia adalah salah satu penyebab utama dari depresi, tetapi tidak semua orang yang depresi mengalami kondisi ini pada awalnya.

Selain muncul pada  orang yang depresi, kondisi ini juga dapat dialami oleh penderita penyakit mental lainnya, seperti schizofrenia, psikosis, serta anoreksia.

Baca Juga: 10 Tips Menjaga Kesehatan Mental

Mengenal Gangguan Kecemasan Agoraphobia, Penyebab Dan Penanganan!

Salah satu gejala dari penderita gangguan jiwa yang sering dikeluhkan oleh keluarganya (namun tidak dikeluhkan oleh penderita) adalah gejala yang disebut Anhedonia.

Anhedonia adalah suatu keadaan dimana individu tidak mendapat kesenangan dari melakukan kegiatan kegiatan yang dulu menyenangkannya atau membuatnya menjadi bahagia.

Anhedonia sering ditemui pada penderita depresi berat dan skizofrenia.

Penderita depresi dan Anhedonia sering menunjukkan gejala seperti malas, apatis, tidak punya keinginan, seharian hanya tidur atau duduk nonton TV dan melamun sepanjang hari.

Mereka para pengidap Anhedonia tidak punya inisiatif, duduk merokok sepanjang hari.

Baca Juga  5 Dampak Negatif Jika Terlalu Berprasangka Buruk

Jika diminta melakukan sesuatu kegiatan yang kecil sekalipun sering tidak dilaksanakan atau bahkan tidak bisa melaksanakannya.

Melihat perilaku pengidap Anhedonia apatis tersebut, keluarga sering menjudge penderita gangguan jiwa sebagai malas, dan tidak peduli dengan keadaan sekitar.

Bahkan tidak jarang sampai ke tingkat tidak peduli pada diri sendiri (tidak perduli untuk mandi, gosok gigi, dll).

2. Jenis- jenis Anhedonia

Gangguan ini dapat dikelompokkan menjadi dua tipe, yaitu Anhedonia sosial dan Anhedonia fisik.

a. Anhedonia sosial

Jika Kita mengalami anhedonia sosial, maka Kita cenderung tidak suka menghabiskan waktu dengan orang lain. Gejala yang dapat mungkin ditimbulkan saat mengalami kondisi ini antara lain:

  • Punya rasa ingin menyalurkan perasaan negatif kepada diri sendiri dan orang lain. Kita mungkin melakukannya melalui tutur kata, gerak tubuh, dan perbuatan yang lain.
  • Merasa sulit untuk menyesuaikan diri pada masyaraat dan lingkungan sosial adalah gejala lain dari anhedonia sosial.
  • Mempunyai perasaan dan tatapan kosong dan datar, hingga kita tidak dapat merasakan perasaan apapun
  • Cenderung memiliki tujuan untuk memalsukan perasaan senang seperti berpura-pura bahagia di hadapan orang lain saat berada pada situasi dan kondisi sosial. Padahal sebenarnya kitamerasa biasa-biasa saja atau bahkan tidak merasakan apapun.
  • Tidak memiliki keinginan untuk berkumpul dan menghabiskan waktu bersama teman atau keluarga, meski pada kondisi normal kita senang melakukannya.
  • Selalu menolak ajakan untuk datang ke acara-acara seperti pesta, konser, atau kegiatan ramai lainnya. Hal ini disebabkan perasaan senang yang kita miliki menghilang, sehingga kita merasa tidak akan mendapatkan manfaat jika melakukan kegiatan tersebut.

2. Anhedonia fisik

Sementara itu, jika kita mengalami anhedonia fisik, kita cenderung tidak akan mendapatkan sensasi sentuhan fisik yang umumnya dirasakan orang lain, atau sensasi yang akan kita rasakan pada kondisi normal.

Gejala yang mungkin dapat terjadi saat mengalami kondisi ini antara lain:

  • Tidak  peka dan tidak merasakan sensasi apapun saat diberi sentuhan kasih sayang oleh orang lain, seperti pelukan atau mungkin ciuman. Rasa yang kita miliki saat itu cenderung kosong atau kita tidak merasakan apapun.
  • Tidak merasakan kenikmatan dan rasa bahagia saat mengonsumsi makanan yang kita suka, padahal biasanya rasa yang kita miliki adalah sebaliknya.
  • Tidak mudah terangsang atau bahkan tidak tertarik untuk melakukan hubungan fisik dengan pasangan kita atau orang lain.
  • Mengalami masalah kesehatan yang berkelanjutan, seperti  tiba-tiba sering jatuh sakit.
Baca Juga  Kepribadian Impulsif Dan Cara Menguranginya

Bahkan Anhedonia, baik sosial maupun fisik juga dapat menjadi alasan orang yang mengalaminya untuk melakukan kegiatan-kegiatan ekstrem seperti olahraga skydiving yang memicu adrenalin.

3. Penyebab Anhedonia?

Salah satu penyebab dari penyakit Anhedonia adalah penyalahagunaan penggunaan obat seperti antidepresan dan antipsikotik yang digunakan untuk menyembuhkan depresi.

Anhedonia sangat berkaitan erat dengan depresi, namun untuk mengalaminya, kita tidak perlu merasa depresi atau sedih.

Bahkan kita juga dapat mengalami kondisi ini jika kita memiliki rasa trauma atas suatu kejadian yang membuat kita stres di masa lalu.

Selain itu, pengalaman kekerasan atau penolakan yang kita rasakan juga dapat menjadi pemicu timbulnya kondisi ini.

Jika kita memiliki penyakit yang mengubah kualitas hidup kita atau jika kita mengalami eating disorder seperti anoreksia dan bulimia, kondisi ini juga bisa muncul.

Bahkan, jika kita memiliki penyakit yang tidak berkaitan dengan penyakit mental seperti parkinson, diabetes, atau jantung koroner, kita bisa saja mengalami kondisi ini.

Kondisi juga dapat terjadi jika kita memiliki masalah dengan cara otak kitamemproduksi atau merespon dopamin, zat kimia pada otak yang dapat membuat kita merasa senang.

Saat itu, mungkin otak kita memproduksi dopamin secara berlebihan, sehingga ada kemungkinan produksi yang berlebihan ini mengganggu kontrol diri kita.

Terhadap cara kita menyikapi dan menerima suatu hal yang terjadi pada diri kita sendiri.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Check Also

Perceraian, Dampak Fisik Dan Psikologisnya Bagi Anak

Perceraian dalam keluraga tentunya menjadi masa yang sulit harus dilalui bagi setiap anggo…