10 Jenis Mekanisme Pertahanan Diri Ego Manusia

 Mekanisme pertahanan diri atau biasa di sebut “Defence Mechanisms” merupakan bentuk pertahanan diri dari setiap orang. Sebagian dari cara orang untuk mereduksi perasaan tertekan, kecemasan, stress ataupun konflik adalah dengan melakukan mekanisme pertahanan diri baik yang dia lakukan secara sadar ataupun tidak.
Sigmund Freud menggunakan istilah mekanisme pertahanan diri (Defence Mechanisms) untuk menunjukkan proses tdak sadar yang melindungi seseorang dari kecemasan melalui pemutarbalikkan kenyataan. Artinya mekanisme pertahanan diri ini merupakan bentuk penipuan diri.

A. Contoh Mekanisme Pertahanan Diri Oleh Sigmund Freud

mekanisme pertahanan diri

Freud menyatakan bahwa mekanisme pertahanan diri itu adalah mekanisme yang rumit dan banyak macamnya.
Berikut ini ada 7 macam mekanisme pertahanan diri yang menurut Freud umum dijumpai dan ada beberapa tambahan lainnya:

1. Represi (Repression)

Mekanisme pertahanan diri resepsi adalah kondisi dimana seseorang yang memiliki keinginan-keinginan atau impuls-impuls pikiran, kehendak-kehendak yang tidak sesuai dan mengganggu kebutuhan/motivasinya, disingkirkan dari alam sadar dan ditekan ke dalam alam bawah sadar.
Secara tidak sadar seseorang menekan pikiran-pikiran yang tidak sesuai atau menyedihkan keluar dari alam sadar ke alam tak sadar.  Repression yang terus menerus akan menjadi tumpukan kekecewaan sehingga menjadi “kompleks terdesak”

Menurut Freud, represi merupakan mekanisme pertahanan yang penting dalam terjadinya neurosis. Neurosis, sering disebut juga psikoneurosis, adalah istilah umum yang merujuk pada ketidakseimbangan mental yang menyebabkan stress, tapi tidak memengaruhi pemikiran rasional.

Contoh : Seorang pria melihat kematian temannya saat kecelakaan, kemudian dia “lupa” tentang kejadian tersebut. (lupa tersebut disebut amnesia yang psikogenik, jika lupa karena gegar otak maka itu disebut amnesia organik).

2. Sublimasi (Sublimation)

Mekanisme pertahanan diri sublimasi adalah proses dengan apa kehendak-kehendak yang tidak sadar dan yang tidak dapat diterima, disalurkan menjadi aktivitas yang memiliki nilai sosial yang tinggi. Dorongan atau kemauan- kemauan yang tidak dapat disalurkan menjadi aktivitas yang memiliki nilai sosial.

Baca Juga  Autism Spectrum Disorder: Pengertian, Gejala dan Karakteristik Lengkap!

Contoh : Orang tidak suka berkelahi kemudian dia menjadi atlet bela diri. Menghisap permen sebagai sublimasi kenikmatan menghisap rokok.

3. Proyeksi (Projection)

Mekanisme pertahanan diri proyeksi mekanisme dengan apa seseorang melindungi dirinya dari kesadaran akan sifat- sifatnya sendiri yang tidak baik, atau perasaan-perasaan yang menuduhkannya kepada orang lain. Menyalahkan orang lain tentang kesulitannya sendiri yang tidak baik. Atau dengan kata lain, proyeksi adalahusaha untuk menyalahkan orang lain mengenai kegagalannya, kesulitannya atau keinginan yang tidak baik.Contoh : Seorang murid yang tidak lulus lalu mengatakan jika gurunya sentimen kepada dia.

4. Pengelakan atau Pemindahan (Displacement)

Proses mekanisme pertahanan diri Displacement adalah dimana ada emosi-emosi yang tertahan diberikan tujuan yang lain ke arah ide -ide atau objek-objek, atau orang lain daripada ke sumber primer emosi tersebut. Luapan emosi terhadap seseorang atau objek dapat dialihkan kepada seseorang atau objek yang lain.

Contoh : Seorang anak yang saat dimarahi ibunya kemudian si anak memukul adiknya atau menendang kucingnya.

5. Rasionalisasi (Rationalization)

Rasionalisasi bentuk mekanisme pertahanan diri yang merupakan upaya untuk membuktikan bahwa prilakunya itu masuk akal (rasional) dan dianggap rasional aseperti umumnya, dapat disetujui serta dapat dibenarkan, dan dapat diterima oleh dirinya sendiri dan masyarakat.

Contoh: Ada seorang anak menolak bermain sepak bola dengan temannya karena “tidak enak badan” atau “besok ada ulangan” (padahal takut kalah). Pejabat melakukan korupsi dengan alasan gajinya tidak cukup.

6. Pembentukan reaksi (Reaction Formation)

Reaksi formasi atau penyusunan reaksi mencegah keinginan yang berbahaya baik yang diekspresikan dengan cara melebih-lebihkan sikap dan prilaku yang berlawanan dan menggunakannya sebagai rintangan yang bisa dilakukannya.

Contoh : Seorang siswa yang bersikap hormat secara berlebihan terhadap guru yang sebenarnya tidak dia suka. Seorang anak yang iri hati terhadap adiknya, dia memperlihatkan sikap yang sebaliknya, yaitu sangat menyayangi secara berlebihan. Orang yang secara fanatik melarang perjudian dan kejahatan lain dengan maksud agar dapat menekan kecendrungan dirinya sendiri ke arah itu.

Baca Juga  Depresi? Kenali Gejala, Jenis Dan Cara Mengatasinya

7. Regresi (Regression)

Keadaan dimana seseorang bisa kembali ke tingkat yang lebih awal dan kurang matang dalam adaptasi. Bentuknya yang ekstrim biasanya adalah tingkah laku infantile (kekanak-kanakan). Keadaan seorang yang kembali ke tingkat perkembangan yang sebelumya dan kurang matang dalam adaptasi.

Contoh : Seorang anak yang sudah tidak mengompol, mendadak ngompol lagi karena cemas mau masuk sekolah atau mulai menghisap jempol lagi setelah dia memiliki adik, karena merasa perhatian ibunya terhadap dirinya berkurang.

8. Fantasi

Fantasi yang mungkin sedang dialamiseseorang, maka akan sering merasa seperrti mencapai sebuah tujuan, cara menghapus beban pikiran dan bisa menghindarkan dirinya sendiri terhadap hal yang kurang menyenangkan yang akhirnya menyebabkan rasa cemas dan frustasi bisa terjadi.

Seseorang pada nantinya akan sering melamun tentang banyak hal dan terkadang akan menemukan jika lamunan yang dikreasikan jauh lebih menarik dibandingkan dengan kenyataan yang sedang terjadi. Namun, jika fantasi memang dilakukan dalam batasan yang normal dan berada dibawah pengendalian kesadaran baik, maka fantasi dapat berbuah sehat untuk mengatasi stres yang cukup membantu.

9. Intelektualisasi

Jika seseorang sedang memakai mekanisme pertahanan diri intelektualisasi, maka nantinya orang tersebut akan menghadapi sebuah situasi yang semestinya bisa menimbulkan perasaan sangat tertekan dengan cara analitik, intelektual dan juga agar menjauh dari sebuah persoalan.

Seseorang akan menghadapi sebuah situasi yang lebih bermasalah sehingga situasi tersebut akan menjadi pelajaran atau karena orang tersebut ingin mengetahui apa yang sebenarnya sehingga tidak terlalu terlibat dalam persoalan tersebut secara emosional.

Dengan mekanisme intelektualisasi tersebut, orang tersebut bisa mengurangi pengaruh tidak menyenangkan untuk dirinya sendiri sebagai cara untuk mengatasi stress dan sekaligus memberikan kesempatan untuk dirinya agar lebih dapat meninjau masalah lebih obyektif.

10. Denial

Denial atau penyangkalan menjadi tindakan menolak untuk mengakui adanya stimulus yang menjadi penyebab terjadinya rasa cemas. Jika seseorang menolak tentang kenyataan, maka dia akan beranggapan jika hal tersebut tidak ada atau menolak pengalaman yang tidak menyenangkan agar bisa melindungi dirinya sendiri.

Baca Juga  Body Shaming, Bullying Verbal Dan Dampak Psikologisnya

Sebagai contoh, seorang anak yang divonis menderita kanker namun saat dia bertanya pada orang tua, maka orang tuanya akan berkata jika dia hanya sedang mengalami sakit biasa yang bisa sembuh hanya dengan minum obat. Orang tua akan berusaha untuk menyangkal kenyataan yang terjadi agar tidak menyebabkan kecemasan sehingga dia akan berbohong untuk dirinya sendiri sebagai cara untuk menghilangkan cemas berlebihan.

B. Contoh Mekanisme Pertahanan Diri Yang Lain

Selain 10 bentuk mekanisme pertahan diri yang sudah di jelaskan diatas, masih ada beberapa bentuk mekanisme pertahan diri lain yang biasa digunakan seseorangseperti:

  • Menghapuskan [undoing]: Mekanisme yang dilakukan seseorang yang secara simbolis mengkompensasikan tindakan atau pikiran yang dicap buruk oleh masyarakat atau egonya sendiri. Sebagai contoh, seorang suami yang selingkuh dan kemudian memberikan banyak hadiah dan perhatian untuk istrinya agar tidak diketahui.
  • Simpatisme: Usaha untuk memperoleh simpati dari orang lain yakni dengan bercerita tentang segala kesedihan dan kesulitannya yang dihadapi. Sebagai contoh, seorang wanita yang menangis terlalu berlebihan sebagai bentuk depresinya pada temannya tentang masalah perselingkuhan yang dilakukan oleh suaminya dengan harapan agar temannya bisa bersimpati kemudian menegur wanita suaminya tersebut.
  • Negativisme: Proses seseorang menggunakan emosi dalam bentuk egonya sendiri yang kemudian akan dianggap sebagai unsur kepribadian diri sendiri. Sebagai contoh, seorang anak yang sedang kesal dengan temannya kemudian anak tersebut memukuli dirinya sendiri untuk melampiaskan kekesalan nya tersebut.

 

Sumber: Studi Kasus Mekanisme Pertahanan Diri Remaja

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Check Also

Regulasi Diri Dan Aspek Yang Mempengaruhi Manusia

Apa Itu Regulasi Diri? Regulasi diri berkaitan dengan bagaimana seseorang mengaktualisasik…