Manajemen Karir Karyawan: Pengertian, Tujuan, Manfaat, Dampak Pada Perusahaan

1. Apa Itu Manajemen Karir?

Manajemen karir adalah “ proses pengelolaan karir pegawai yang meliputi kegiatan perencanaan karir, pengembangan dan konseling karir serta pengambilan keputusan karir.”

Manajemen karir melibatkan semua pihak termasuk pegawai yang bersangkutan dengan unit tempat si pegawai bekerja, dan organisasi secara keseluruhan. Dalam implementasinya manajemen karir antar organisasi bisa berlainan, ada manajemen yang kaku, otoriter, tersentralisir, tertutup tidak demokratis.

Ada juga manajemen karir yang cenderung terbuka, partisipatif , dan demokratis. Jika manajemen karir suatu organisasi bersifat kaku dan tertutup maka keterlibatan pegawai dalam pembinanaan karirnya sendiri cenderung minimal, sebaliknya apabila manajemen  karir dalam organisasi bersifat terbuka, partisipatif , dan demokratis , maka keterlibatan pegawai dalam pembinaan karirnya cenderung besar.

Selain itu karir seorang pegawai tidak hanya tergantung pada dirinya sendiri ( faktor internal ), akan tetapi juga dipengaruhi oleh faktor eksternal manajemen. Karena banyak pegawai yang pekerja keras, loyal, dan cerdas , akan tetapi karirnya buruk hanya karena “ terjebak “ dalam sistem manajemen karir yang buruk.

Mangemen Karir adalah bagian yang sangat penting untuk mengembangkan SDM ( sumber daya manusia) disebuah perusahaan. Karena langkah tersebut merupakan sebuah upaya untuk mendorong dan memotivasi para karyawan agar mampu mendapatkan jenjang karir yang lebihtinggi, baik itu dari segi posisi maupun dari segi salary (gaji).

Yakin ingatanmu Asli ?

Dengan cara memiliki rencana jenjang karir, maka diharapkan karyawan tidak cuma termotivasi dalam pekerjaannya, akan tetapi si karyawan juga dapat mampu mempunyai tingkat kepuasan kerja yang lebih tinggi dantentunya ini akan memicu prodiktifitas yang lebih baik dan tentunya meminimalisir tingkat perpindahan kerja karyawan pada sebuah perusahaan.

Manajemen karir untuk karyawan merupakan salah satu upaya untuk membuat para karyawan bisa memiliki lebih banyak wawasan dan skill yang lebih baik. Termasuk pada hal pekerjaan yang lain dengan gambaran tugas yang berbeda dengan tingkat kesulitan yang lebih tinggi daripada pekerjaan sebelumnya. Bahkan jika memang diperlukan, para karyawan tersebut dapat ditempatkan pada posisi dan tugas. 

Tetapi sayangnya, hal tersebut kadang tidak didasari dari perhatian para karyawan baru yang belum cukup memiliki pengalaman atau karyawan lulusan baru, pada akhirnya pada saat umur dan waktu kerja mereka mulai bertambah, para karyawan tersebut baru menyadari jika pekerjaann mereka tidak membawa kemana-mana.

Baca Juga  9 CARA MENJADI GURU YANG BAIK DAN PROFESSIONAL

Hal ini yang kerap menjadi pokok permasalahan pada sebuah perusahaan, dimana kepuasan dan motivasi kerja karyawan tersebut menjadi turun. Dalam kondisi ini, sebenarnya ini merupakan tugas utama para departemen HR untuk dapat membantu karyawan tersebut dalam hal career management, apalagi jika karyawan tersebut dinilai sangat potensial untuk dapat berkembang lebih baik lagi.

2. Manajemen Karir Karyawan Pada Sebuah Perusahaan

Dalam sebuah perusahaan, para departemen HR sebenarnya dapat mengusulkan beberapa program yang mampu mendorong karyawan dalam hal manajemen karir, baik itu dengan menggunakan surat pengajuan resmi yang dapat diajukan kepada pihak manajemen maupun pengajuan yang bersifat personal yang dapat disampaikan dalam sebuah forum rapat atau beberapa program pelatihan.

Misalnya saja, jika departemen HR memiliki hak untuk mengusulkan adanya program yang berhubungan dengan job shadow yang memungkinkan si karyawan dari satu departemen untuk mendapatkan pelatihan atau bisa juga belajar untuk melakukan pekerjaan yang dapat menjadi tugas departemen lainnya.

Sebagai contoh, kalian bisa mengambil bartender di sebuah hotel untuk belajar menjadi staff pelayan restoran, seorang operator produksi dilatih agar menjadi kepala unit produksi, dan sekretaris pada sebuah perusahaan dapat belajar untuk menjadi asisten administrasi, supervisor dapat mulai belajar untuk mengetahui tugas-tugas dari quality controller dan lain sebagainya.

3. Manfaat Manajemen Karir Karyawan

Dengan program pelatihan ini, selain dapat menambah wawasan dan keahlian seorang pegawai, strategi manajemen karir karyawan ini juga akan dapat mendorong karyawan untuk lebih bersemangat dalam mengembangkan jenjang karir mereka berdasarkan keahlian yang berbeda sesuai dengan passion mereka. Selain itu, pelatihan ini juga dapat berguna guna melawan kejenuhan di dalam sebuah perusahaan.

Selain itu, departemen HR dapat menjadikan program pelatihan tersebut sebagai program rutin atau bahkan formal sebuah perusahaan yang dapat dilakukan dalam periode khusus, tentunya hal ini semua tetap harus dengan persetujuan dewan direksi. Bahkan jika diperlukan, departemen HR ini dapat menunjuk seorang karyawan yang dinilai lebih berpengalaman sebagai mentor pada program pelatihan ini.

Baca Juga  Cara Belajar Super Efisien Dengan 5 Gaya Belajar Manusia

Lebih lanjut, departemen HR juga dapat membuat usulan tentang adanya program pelatihan rutin yang berkaitan langsung dengan pengembangan keahlian dan juga pengembangan wawasan seorang karyawan dimana karyawan dari tiap departemen dapat mengikuti pelatihan tersebut dengan jadwal yang dapat diatur sedemikian rupa supaya semua departemen bisa memperoleh pelatihan dalam porsi yang sama.

Cara lain agar dapat mengembangkan karir seorang karyawan dalam sebuah perusahaan adalah dengan memberikan informasi seluas-luasnya dan pelatihan semaksimal mungkin kepada setiap pegawai yang dinilai sangat potensial dan terlihat serius untuk mengembangkan karir di perusahaan tersebut (bukan pegawai yang terlihat hanya menggunakan perusahaan ini sebagai batu loncatan untuk bisa bekerja di perusahaan yang lebih besar).

Oleh sebab itu, sudah menjadi tugas departemen HR agar memiliki sumber-sumber yang kaya dan terpercaya untuk memberikan kesempatan seorang karyawan agar mampu mengembangkan keahlian dan karir. Informasi-informasi tersebut bisa didapatkan dari seminar, study tour, in-house training atau mungkin bisa juga dengan langsung membuka program beasiswa untuk para karyawan potensial.

Baca Juga: Teori Motivasi Kerja Menurut Para Ahli Lengkap!!

Ingin Sukses? Pahami Dulu Cara Pengembangan Aktualisasai Diri

Pengen Sukses Dalam Usaha? WAJIB BACA: 7 Sifat Rahasia Entrepreneur Dunia

Bromance Beda Dengan Homo, Kenali 10 Fakta Positif Bromance

4. Bagaimana cara mengetahui calon karyawan yang potensial?

Ada banyak sekali cara yang bisa dilakukan departemen HR untuk mengetahui calon-calon karyawan potensial yang dapat diikutsertakan dalam program manajemen karir karyawan, beberapa diantaranya adalah dengan bekerjasama  para manajer agar mencoba untuk menempatkan beberapa karyawan dari suatu departemen ke dalam proyek dari departemen lainnya yang berbeda.

Hal tersebut dilakukan untuk melihat seberapa besar kemampuan pegawai tersebut dalam menyesuaikan diri dengan kondisi di luar zona nyaman yang selama ini telah mereka kerjakan. Misalnya saja, bila seorang karyawan sudah sangat ahli menjalankan mesin A, maka coba untuk meminta si karyawan itu masuk ke departemen lain dengan kondisi mesin yang berbeda.

Jika si karyawan dirasa mampu menyesuaikan diri dengan baik, maka bantlah mereka untuk mengerjakan proyek lainnya di departemen yang berbeda. Proses dan waktu adaptasipara karyawan tersebut akan menentukan bagaimana keseriusan dan kualitas karyawan tersebut.

Baca Juga  Daya Berpikir KREATIF meningkat hingga 693%, mau? Lakukan 4 Hal ini!

Pada program manajemen karir karyawan tersebut yang dilakukan dengan baik, tidak hanya dapat menguntungkan para karyawan itu sendiri, tapi juga nantinya dapat berimbas pada kemajuan perusahaan tersebut sekaligus untuk menurunkan tingkat perpindahan kerja dan tingkat ketidakpuasan pekerjaan di kalangan para karyawan. Selain itu, cara ini juga dapat digunakan untuk mempertahankan karyawan yang dinilai lebih potensial bagi perusahaan.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Check Also

PUSH PARENTING: Demi Anak atau Ambisi Orang Tua?

Push parenting, faktanya sebagian orang tua yang menerapkan hal ini berasumsi bahwa anak-a…