Tips -

15 Cara Mudah Melatih Konsentrasi Anak Pada Usia Dini

Melatih konsentrasi terutama anak-anak akan jauh lebih baik jika dilakukan sejak dini. Karena pada masa anak-anak merupakan waktu yang tepat dalam pertumbuhan organ-organ tubuh pada anak, termasuk juga konsentrasi, fokus, dan daya ingat mereka. Cara mengajari anak untuk fokus itu tidaklah mudah.

Cara mendidik anak yang baik adalah salah salah satunya harus konsisten. Sebagai orang tua memang harus sabar, konsisten dan di lakukan secara berulang-ulang agar dapat membuat si buah hati dapat mengembangkan konsentrasi, daya ingat, dan juga fokusnya. Ada 15 cara melatih konsentrasi anak yang akan di ulas disini, berikut ini penjelasannya:

1. Memainkan Game Untuk Melatih Perhatian

Anak-anak cenderung belajar lebih banyak dengan bermain,hal tersebut merupakan ide yang baik untuk mencoba dan membuat aktivitas mereka sedikit lebih menyenangkan. Jauhkan mereka dari gadget, tablet, dan komputer dan izinkan anak-anak bermain dengan mainan biasa, aktivitas yang meningkatkan perhatian dan konsentrasi, serta latihan konsentrasi. Beberapa permainannya antara lain:

  • Permainan Berpikir –  Contohnya adalah teka-teki silang permainan kartu seperti ‘Memory’ dan ‘Uno’ sebenarnya meningkatkan perhatian untuk kata-kata, angka, dan gambar, sementara teka-teki gambar dimana anak yang lebih kecil harus mencari hal-hal yang ‘salah’ dalam gambar atau cari benda-benda yang sulit ditemukan juga meningkatkan perhatian dan meningkatkan konsentrasi.
  • Sequencing – Hubungan antara belajar mengurutkan atau merangkai sesuatu dan konsentrasi sangatlah kuat. Mengikuti resep, mengatur meja, dan meletakkan segala sesuatu dalam urutan abjad adalah kegiatan yang bagus untuk anak-anak yang mengalami kesulitan konsentrasi.
  • Duduk saja (just sit) – Permainan ini menantang anak untuk duduk di kursi tanpa bergerak atau gelisah untuk melihat berapa lama dia bisa melakukannya. Permainan konsentrasi lain dalam kategori ini adalah permainan jadi patung. Dengan mengulang-ulang permainan, otak anak ‘dilatih’ dan ditantang, yang memperkuat koneksi pikiran-tubuh dan meningkatkan fokus.

 2. Ruang Bebas Gangguan

Beberapa anak dapat merespon dengan baik di lingkungan yang tenang, tetapi diantara yang lain juga dapat merespon dilingkungan yang cenderung ramai. Untuk itu usahakan memberikan ruang yang bebas gangguan bagi buah hati, antara lain:

  • Suasana – Musik instrumental lembut dan pencahayaan lembut membantu mengatur suasana hati untuk belajar.
  • Gadget – Idealnya, semua gadget termasuk televisi, tablet, ponsel harus dimatikan atau disimpan di ruangan yang berbeda untuk menghindari gangguan. Jika perlu menggunakan komputer untuk belajar, pastikan bahwa itu hanya digunakan untuk belajar dan tidak ada yang lain.
  • Bahan yang bisa dijangkau – Simpan semua yang diperlukan di tangan sehingga anak tidak perlu bangun untuk mendapatkan apa pun. Semua buku pekerjaan rumah, krayon, buku teks, pensil dan bahkan air dapat disimpan di meja atau di dekatnya. Ini juga membantu melacak berapa banyak pekerjaan yang tersisa dan dapat membantu kalian mengelola waktu dengan lebih baik. Semua ini membantu anak-anak meningkatkan fokus dan juga meningkatkan perhatian!
Baca Juga  13 Tips Ampuh Mengurangi Malas Paling Efektif

3. Makan Makanan Sehat

Makan makanan sehat memiliki hubungan langsung dengan seberapa baik dan lama anak berkonsentrasi. Makan junk food atau makanan kaya gula dapat membuat anak lamban sementara makanan kaya protein seperti almond, telur, dan daging tanpa lemak juga memiliki kemampuan untuk meningkatkan kesadaran dan meningkatkan level konsentrasi.

Yakin ingatanmu Asli ?

Sebuah penelitian menunjukkan bahwa makan roti bakar dan kacang panggang untuk sarapan meningkatkan kognisi. Para ahli mengatakan jika memakan sayuran dan buah-buahan menyuntikkan tubuh dengan antioksidan yang pada gilirannya dapat meningkatkan kekuatan otak manusia.

4. Memperbaiki Rutinitas

Sangat penting untuk menjaga jadwal untuk anak, bahkan jika itu membuatnya lebih fleksibel. Hal ini tidak hanya membantu manajemen waktu tetapi juga membantu memprogram otak anak untuk mengetahui kapan dia harus belajar. Dan pada gilirannya hal ini akan membantu meningkatkan konsentrasi dalam belajar.

5. Mempersiapkan Untuk Tugas Berikutnya

Sat anak-anak sibuk, beri tahu dia apa yang harus dia lakukan selanjutnya, tetapi biarkan beberapa menit, sampai dia berhenti dan memulai aktivitas baru. Ini membantu, terutama saat seorang anak melakukan sesuatu yang dia sukai dan senang lakukan, karena akan ada keengganan untuk menghentikan apa yang dia lakukan dan memulai sesuatu yang lain.

6. Membagi Tugas Anak Secara Sistematis

Harus belajar seluruh bab sekaligus sangat sulit bagi seorang anak. Dengan memecahnya menjadi beberapa halaman atau bahkan beberapa paragraf sangatlah membantu mereka sehingga anak merasa memiliki pencapaian karena menyelesaikan tugas kecil dan ini akan terus memotivasi mereka untuk melanjutkannya.

7. Memahami Metode Belajar Anak

konsentrasi

Semua anak belajar dengan cara berbeda. Beberapa anak mengolah informasi dengan mudah saat mereka melihatnya, beberapa ketika mereka mendengarnya dan beberapa saat mereka memiliki pengetahuan praktis dan dapat menyentuhnya. Penting untuk memahami di kategori mana anak berada, terutama karena ini akan membantu mereka memahami informasi dengan lebih baik dan pembelajaran akan lebih ke jangka panjang daripada jangka pendek.

  • Visual – Anak-anak di kategori visual memahami informasi dengan lebih baik ketika mereka dapat melihatnya. Dalam hal ini, anak akan dapat berkonsentrasi lebih baik jika dia diizinkan untuk membaca informasi dan menuliskannya juga.
  • Membuat kartu flash – Jika anak sedang mempelajari ejaan atau bahkan konsep, tuliskan pada kartu kecil dan berulang kali tunjukkan kepada dia akan membantunya memahami dan mempelajari konsep-konsep ini jauh lebih cepat.
  • Menggambar – Meminta si anak menggambar apa yang sedang dia pelajari dapat juga membantunya memvisualisasikan materi dengan lebih baik. Bonusnya adalah ini juga dapat membantu keterampilan motorik halusnya untuk berkembang.
  • Mencoret-coret – Seringkali kita melihat anak-anak mencoret-coret saat belajar dan berpikir bahwa mereka teralihkan tetapi apa yang sebenarnya terjadi adalah bahwa coretan itu membantu mereka mengingat kembali apa yang telah mereka pelajari pada saat itu sehingga mengingat sesuatu pada tahap selanjutnya menjadi lebih mudah.
  • Auditory – Anak-anak yang belajar lebih baik ketika mereka mendengar informasi bersifat pendengaran.
  • Membaca dengan keras – Anak-anak yang bersifat auditory belajar lebih baik dengan membaca materi dengan keras atau mendengarkan orang lain membaca. Dalam hal ini, mereka mungkin menemukan buku audio lebih bermanfaat daripada buku-buku sampul tipis.
  • Musik – Mendengarkan musik saat belajar juga dapat membantu anak-anak meningkatkan konsentrasi dan mengingat lebih baik.
  • Kinaesthetic – Anak-anak yang bersifat kinestetik harus mampu menyentuh dan merasakan subjek mereka untuk memahami dan memprosesnya dengan lebih baik. Untuk anak-anak ini, belajar dengan aplikasi praktis mungkin lebih bermanfaat daripada membaca dengan suara keras atau menulis.
Baca Juga  Cara Mudah Deteksi Kebohongan Lewat Mata! | Eye Accessing Cues

Baca Juga:

8. Menyempatkan Tidur Siang

Sebagian besar anak memiliki konsentrasi yang baik setelah istirahat malam yang baik. Tidur siang selama dua puluh menit setelah sekolah atau di sore hari juga merupakan salah satu cara meningkatkan konsentrasi. Waktu untuk ke kamar mandi, rasa lapa, harus diurus sebelum waktu belajar dimulai karena mereka cenderung mengganggu konsentrasi.

9. Menetapkan Tujuan Dan Waktu

Tetapkan batas waktu untuk menyelesaikan tujuan. Jika sedang belajar, maka dapat mengatakan bahwa sejumlah halaman tertentu harus diselesaikan dalam waktu dua puluh menit. Perlu diingat bahwa waktu rata-rata orang dewasa untuk berkonsentrasi sepenuhnya adalah sekitar 42 menit sehingga rentang konsentrasi seorang anak akan jauh lebih sedikit. Oleh karena itu, lebih baik memiliki batas waktu yang lebih pendek seperti 15 menit hingga 20 menit. Sementara beberapa anak berkembang di bawah target waktu, anak-anak lain mungkin merasa tertekan dan mungkin mulai merasa cemas dan kehilangan fokus.

10. Siapkan Reward

Hadiah tidak harus berupa hal fisik seperti cokelat atau mainan namun dapat juga dalam bentuk pujian atau bahkan belajar lebih lanjut. Hal ini tentu akan membangun dan meningkatkan konsentrasi.

 11. Berikan Waktu Luang

Secara alami anak- anak energik dan bersemangat. Memberi mereka waktu untuk dapat mengeluarkan energi mereka setelah batas waktu mereka untuk tugas selesai sebenarnya dapat membantu mereka fokus lebih baik pada tugas berikutnya. Akan membantu jika anak melakukan sesuatu yang sangat berbeda selama waktu ini.

12. Gunakan Energi Yang Efektif

Sebagian anak memiliki energi tinggi di pagi hari sementara yang lain memiliki energi tinggi di malam hari. Mempelajari atau melakukan kegiatan selama waktu ini akan membantu anak lebih fokus pada tugas yang sedang dikerjakan. Selalu mulai pada kegiatan yang lebih keras saat energinya masih tinggi. Saat tingkat energi menurun, dapat mengalihkan ke aktivitas yang lebih ringan. Ini akan membantu meningkatkan kekuatan konsentrasi

Baca Juga  10 Tips Agar Tetap Jatuh Cinta Lagi Pasca Menikah

13. Belajar Relaksasi Dan Melatih Dalam Pernafasan Anak

Menggabungkan teknik relaksasi sederhana seperti pernapasan dalam dengan citra visual positif membantu otak untuk meningkatkan atau mempelajari keterampilan baru. Misalnya meminta seorang anak untuk menutup matanya dan membayangkan bahwa dia memperhatikan di kelas. Dalam imajinasinya, apa yang bisa dia lihat? Apa yang bisa dia dengar? Apa yang mengalihkan perhatiannya? Setelah itu meminta dia untuk membayangkan bagaimana dia akan mengurus gangguan-gangguan tersebut.

14. Waktu Produktif

Tidaklah bagus jika selalu belajar pada waktu mendesak. Dengan cara belajar yang seperti ini anak juga harus menggunakan dan mengenali kapan waktu produktifnya dan manfaatkan waktu tersebut untuk belajar.

 15. Menjadikan Sebuah Kebiasaan Anak

Sesuatu yang sudah menjadi kebiasaan akan membuat manusia merasa ada yang kurang bila tidak melakukannya. Cara yang paling ampuh dalam menjaga konsentrasi anak dalam belajar adalah dengan selalu mengulang pelajaran tersebut.

Jika belajar sudah menjadi kebiasaan sehari-hari, anak akan terbiasa melakukannya. Mencicil pelajaran jauh lebih efektif, bukan?

Sumber: Mengatasi Sulit Konsentrasi Anak Pada Usia Dini

Apa Pendapatmu?

Check Also

Patah Hati Bukan Berarti Dunia Berhenti

Mungkin hampir semua orang pernah merasakan sakitnya patah hati, sama dengan kenyataan bah…