Kleptomania, Fakta-Fakta Penyakit Suka Mencuri

Kleptomania adalah gangguan mental yang membuat seseorang tidak mampu menolak dorongan untuk mencuri barang yang biasanya tidak benar-benar dibutuhkan dan hanya memiliki nilai yang kecil.

Gangguan ini termasuk ke dalam gangguan kendali impuls yang ditandai dengan kesulitan mengendalikan dorongan untuk melakukan tindakan yang berlebihan atau berbahaya dan merugikan seseorang dan orang lain. Mengatasi kleptomania perlu menjadi prioritas supaya gejalanya tidak semakin menjadi-jadi.

A. Apa Sih Kleptomania Itu?

Kleptomania adalah  suatu gejala neurosis obsesif-kompulsi. Yang mana istilah obsesi menunjuk suatu ide yang mendesak kedalam pikiran seseorang yang tidak bisa dihindarinya. Dan istilah kompulsi adalah dorongan atau yang tidak dapat ditahan untuk tidak dilakukan. Perasaan harus melakukan sangat membelenggu dirinya sehingga jika ia tidakmelakukannya maka ia merasa sangat gelisah karena merasa menyalahi apa yang menurut perasaannya harus dikerjakan.

Jadi kleptomania adalah ketidakmampuan menolak dorongan yangnterjadi berulang kali untuk mencuri barang-barang yang sebenarnya tidak diperlukan untuk kegunaan pribadi atau yang dicuri bukan karena harga barang tersebut mahal atau tidaknya.

Seseorang yang mengalami kleptomania melakukan pencurian bukan untuk memenuhi kebutuhan pribadinya sendiri atau untuk memenuhi kebutuhannya sehari-hari, tetapi sebagai tanda kebanggaan atas dirinya dan untuk memenuhi rasa puas yang menguasai fikirannya, sehingga seseorang yang mengalami kleptomania setelah mencuri akan membuang begitu saja hasil curiannya atau diberikan orang lain sebagai hadiah seolah-olah itu miliknya sendiri.

Yakin ingatanmu Asli ?

Adapun beberapa hal yang bisa diketahui mengenai pengidap kleptomania adalah berupa dorongan-dorongan untuk mencuri barang milik orang lain, merasakan gejolak yang kuat saat sedang ingin mencuri, merasakan rasa puas saat mencuri, dan merasakan rasa bersalah dan malu setelah mencuri.

B. Apa Saja Faktor Yang Menjadi Penyebab Kleptomania?

ilustrasi kleptomania

Hingga kini penyebab kleptomania belum diketahui secara pasti, tetapi beberapa penelitian menunjukkan kleptomania adalah terkait dengan salah satu hormon otak yaitu pada serotonin. Hormon serotonin ini membantu
mengatur suasana hati dan emosi.

Baca Juga: Cara Meningkatan Serotonin, Hormon Mengurangi Stres Dan Depresi

Baca Juga  10 Tips Agar Tidak Mudah Di Bodohi Sosial Media

Ada juga beberapa bukti menyebutkan bahwa kleptomania adalah gangguan kecanduan yang berhubungan , atau gangguan obsesif-kompulsif. Adapula faktor-faktor resiko yang dapat meningkatkan prilaku kleptomania yaitu stres yang berlebihan, mengalami cedera otak di kepala, memiliki saudara kandung yang kleptomania, gangguan mood, kecanduan dan gangguan obsesif-kompulsif.

Baca Juga:

Pada dasarnya penderita kleptomania adalah tidak mampu mengendalikan dorongan-dorongan untuk mencuri dan tidak bisa mengontrolnya. Oleh karena itu, si penderita mencuri tidak didahului oleh suatu rencana, namun bersifat refleks dan produk dari keadaan yang tiba-tiba mendesak dirinya untuk mencuri. Dan dalam dirinya terdapat dorongan yang kuat untuk melakukan pencurian yang tidak mampu dilawannya.

Bahkan benda yang dicurinya itu tidak berharga, pencurian itu dilakukan karena desakan secara kejiwaan yang tidak mampu di kendalikan dan ini merupakan gangguan jiwa neurosis obsesi-kompulsi. Kleptomania adalah suatu gejala neurosis obsesif-kompulsif, Adapun faktor penyebab neurosis obsesif-kompulsif ini dapat terjadi karena:

  • Ada trauma mental dan trauma emosional yaitu orang mengadakan represi/penekanan pengalaman lama itu kedalam ketidaksadaran.
  • Ada konflik yang kronis antara nafsu keinginan berbuat melawan perasaan-perasaan ketakutan untuk melakukan perbuatan yang sama.
  • Ada kebiasaan-kebiasaan tertentu dan ide fixed yang keliru.

C. Bagaimanakah Perilaku Penderita Kleptomania?

Ilustrasi Kleptomania

Kleptomania adalah penyait mental yang bisa terjadi kepada siapa saja dan dimanapun berada. Ada beberapa hal yang bisa kita ketahui mengenai pengidap kleptomani seperti:

  • Mereka mempunyai perasaan yang sangat ingin memiliki barang tanpa diketahui harga barang itu, karena tidak peduli dengan harga maka kadang mereka melakukannya bukan karena tidak bisa membeli tetapi karena tertarik saja.
  • Bila melihat sesuatu barang yang ingin dimilikinya atau sedang diincarnya kelihatan akan berkeringat dan tidak bias konsentrasi bila diajak bicara, matanya jelalatan mengawasi barang yang diincarnya.
  • Mereka akan merasa lega dan bahagia bila keinginannya berhasil, dan timbul perasaan untuk mengulanginya kembali (ketagihan).
  • Bagi mereka mencuri adalah bukan karena dendam atau cemburu atau marah terhadap yang punya barang dan juga bukan khayalan atau halusinasi tetapi karena refleksi otak yang tidak terkendali.
  • Mencuri untuk pengidap kleptomania adalah tidak lain karena gangguan prilaku atau gangguan kejiwaan antisosial.
  • Mencuri bagi mereka adalah seperti halnya mereka sedang jatuh cinta, keinginan untuk memiliki dan mendekatinya semakin menggebu bila melihatnya sehingga segala cara terus dipikirkan.
Baca Juga  Perceraian, Dampak Fisik Dan Psikologisnya Bagi Anak

D. Bagaimanakah Cara Mengatasi Dan Menyembuhkan Kleptomania?

Kleptomania adalah penyait mental yang sangat sulit diatasi sendiri tanpa bantuan ahli. Biasanya, gangguan mental ini bisa diatasi dengan berbagai pilihan pengobatan, salah satunya dengan melaukan psikoterapi ke psikolog.

Jenis psikoterapi yang digunakan untuk mengatasi kleptomania adalah dengan terapi perilaku kognitif.  Cara ini membantu kalian untuk mengenali dorongan dan perilaku negatif yang tidak sehat (dalam kasus ini yaitu mengutil barang) dan menggantikannya dengan cara yang lebih sehat dan positif. Terapi kognitif perilaku biasanya dilakukan dengan berbagai teknik seperti:
  • Covert sensitization, yaitu teknik yang dilakukan dengan cara meminta kalian untuk membayangkan diri Anda menghadapi konsekuensi terburuk seperti masuk penjara akibat mencuri.
  • Aversion therapy, dilakukan dengan menahan napas hingga kalian merasa tidak nyaman setiap kali muncul dorongan untuk mencuri.
  • Systematic desensitization, teknik relaksasi dan penggambaran diri untuk mengendalikan dorongan mencuri.

Selain terapi di atas, ada beberapa terapi lain yang dapat digunakan seperti terapi perilaku yang dimodifikasi, terapi keluarga dan terapi psikodinamik. Konseling atau terapi tersebut dapat dilakukan secara individu (sendiri-sendiri) maupun dalam kelompok.

Untuk membantu menghindari kekambuhan pascapengobatan pada penderita kleptomania adalah pastikan untuk tetap melaksanakan rencana perawatan yang direkomendasikan dokter hingga tuntas. Jangan sungkan untuk kembali konsultasi ke ahli kesehatan mental kalian saat berbagai pengobatan yang dilakukan tak kunjung membuahkan hasil.

Meski tidak bisa disembuhkan secara total, pengobatan diharapkan dapat mengurangi gejala dan kecenderungan seseorang untuk mengambil barang yang bukan miliknya.

 

Sumber: Kleptomania

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Check Also

Balas Dendam: Tips Sehat Melakukan Pembalasan

Balas dendam yang paling baik adalah hidup dengan baik. Entah itu kutipan dari siapa, saya…