Kesepian, 7 Tipe Kesepian Yang Banyak Dialami Orang

Kesepian dialami ketika seseorang merasa sepi dalam dirinya atau jiwanya, hal ini akan terus ia rasakan walaupun ia dalam lingkungan orang ramai.  

Seperti “tikus kelaparan dilumbung padi”. Ketika kamu sedang berada ditengah keramaian tetapi tetap merasa sepi. Ketika kamu merasa tidak ada yang bisa dilakukan dan tetap berharap ada seseorang yang akan menemanimu. 

Kesepian adalah keadaan emosi dan kognitif yang tidak bahagia yang diakibatkan oleh hasrat akan hubungan akrab tetapi tidak dapat mencapainya.

kesepian adalah
Sumber: medicalxpress.com

Dalam Psikologis dapat dikatakan bahwa Kesepian adalah pengalaman subjektif. Kesepian juga dideskripsikan sebagai kesakitan sosial – suatu mekanisme psikologis untuk memperingatkan seorang individu atas isolasi yang tidak diinginkan dan memotivasinya untuk mencari hubungan sosial.

Untuk mengetahui lebih jelas arti dari kesepian dan juga faktor yang mempengaruhinya, baca penjelasan berikut.

Yakin ingatanmu Asli ?

Baca Juga:

1. Apa sih arti dari Kesepian?

Kesepian atau  biasa disebut dengan loneliness didefinisikan sebagai perasaan kehilangan dan ketidakpuasan yang dihasilkan oleh ketidaksesuaian antara jenis hubungan sosial yang kita inginkan dan jenis hubungan sosial yang kita miliki.

Sepi merupakan hidup tanpa melakukan hubungan, tidak punya keinginan untuk melakukan hubungan interpersonal yang akrab.

Dalam suatu penelitian menemukan bahwa merasa sepi diasosiasikan dengan perasaan depresi, kecemasan, ketidakpuasan, tidak bahagia, dan kesedihan.

kesepian
Sumber: bustle.com

Merasa sepi juga diasosisikan dengan kepercayaan bahwa cinta merupakan dasar yang tidak begitu penting bagi pernikahan dimana mereka punya pandangan bahwa pernikahan seseorang akan berakhir dengan perceraian.

Yang akan disertai oleh berbagai macam emosi negatif seperti depresi, kecemasan, ketidakbahagiaan, ketidakpuasan, menyalahkan diri sendiri.

Kesepian berarti suatu keadaan mental dan emosional yang terutama dicirikan oleh adanya perasaan terasing dan kurangnya hubungan yang bermakna dengan orang lain.

Dapat disimpulkan bahwa kesepian merupakan suatu perasaan yang tidak menyenangkan yang ditandai dengan emosi-emosi negatif dan perasaan yang tidak menyenangkan yang dimiliki seseorang serta adanya ketidaksesuaian antara hubungan sosial yang diharapkan dan ketersediaan hubungan yang dimiliki.

2. Tipe- Tipe Kesepian

merasa kesepian
Sumber: psychologytoday.com

Faktanya adanya dua bentuk kesepian yang berkaitan dengan tidak tersedianya kondisi sosial yang berbeda-beda, yaitu:

  • Isolasi emosional (emotional isolation) adalah suatu bentuk kesepian yang muncul ketika seseorang tidak memiliki ikatan hubungan yang intim; orang dewasa yang lajang, bercerai, dan ditinggal mati oleh pasangannya sering mengalami kesepian jenis ini.
  • Isolasi sosial (social isolation) adalah suatu bentuk kesepian yang muncul ketika seseorang tidak memiliki keterlibatan yang terintegrasi dalam dirinya; tidak ikut berpartisipasi dalam kelompok atau komunitas yang melibatkan adanya kebersamaan, minat yang sama, aktivitas yang terorganisasi, peranperan yang berarti; suatu bentuk kesepian yang dapat membuat seseorang merasa diasingkan, bosan dan cemas.

Menurut Psikolog (Weiten & Lloyd, 2006) kesepian dapat dibagi menjadi dua bentuk berdasarkan durasi kesepian yang dialaminya, yaitu:

  • Transcient loneliness yaitu perasaan kesepian yang singkat dan muncul sesekali, banyak dialami individu ketika kehidupan sosialnya sudah cukup layak.  transcient loneliness memiliki jangka waktu yang pendek, seperti ketika mendengarkan sebuah lagu atau ekspresi yang mengingatkan pada seseorang yang dicintai yang telah pergi jauh.
  • Transitional loneliness yaitu ketika individu yang sebelumnya sudah merasa puas dengan kehidupan sosialnya menjadi kesepian setelah mengalami gangguan dalam jaringan sosialnya (misalnya meninggalnya orang yang dicintai, bercerai atau pindah ke tempat baru).
  • Chronic loneliness adalah kondisi ketika individu merasa tidak dapat memiliki kepuasan dalam jaringan sosial yang dimilikinya setelah jangka waktu tertentu. Chronic loneliness menghabiskan waktu yang panjang dan tidak dapat dihubungkan dengan stressor yang spesifik. Orang yang mengalami chronic loneliness bisa saja berada dalam kontak sosial namun tidak memperoleh tingkat intimasi dalam interaksi tersebut dengan orang lain.

Sebaliknya, individu yang memiliki kemampuan sosial tinggi, yaitu meliputi mampu bersahabat, kemampuan komunikasi, kesesuaian perilaku nonverbal dan respon terhadap orang lain memiliki sistem dukungan sosial yang lebih baik dan tingkat kesepian yang rendah.

Baca Juga  5 Menit Menemukan Passion Dalam Diri Kalian

Pendapat lain juga mengemukakan tipe- tipe kesepian yang lain berdasarkan sifat kemenetapannya, yaitu:

  • Trait loneliness, yaitu kesepian yang cenderung menetap (stable pattern), sedikit berubah, dan biasanya dialami oleh orang yang memiliki selfesteem yang rendah, dan memiliki sedikit interaksi sosial yang berarti.
  • State loneliness, yaitu kesepian yang bersifat temporer, biasanya disebabkan oleh pengalaman-pengalaman dramatis dalam kehidupan seseorang.

3. Penyebab Kesepian

kesepian akut
Sumber: redoline.co.uk

Terdapat empat hal yang dapat menyebabkan seseorang mengalami kesepian, yaitu:

a. Ketidakadekatan dalam hubungan yang dimiliki seseorang

Hubungan seseorang yang tidak adekuat akan menyebabkan seseorang tidak puas akan hubungan yang dimiliki. Ada banyak alasan seseorang merasa tidak puas dengan hubungan yang dimiliki, merasa tidak puas dengan hubungan yang tidak dekat.

Beberapa alasan yang banyak dikemukakan oleh orang yang kesepian, yaitu sebagai berikut:

  1. Being unattached; tidak memiliki pasangan, tidak memiliki partner seksual, berpisah dengan pasangannya atau pacarnya.
  2. Alienation; merasa berbeda, merasa tidak dimengerti, tidak dibutuhkan dan tidak memiliki teman dekat.
  3. Being Alone; pulang ke rumah tanpa ada yang menyambut, selalu sendiri.
  4. Forced isolation; dikurung di dalam rumah, dirawat inap di rumah sakit, tidak bisa kemana-mana.
  5. Dislocation; jauh dari rumah (merantau), memulai pekerjaan atau sekolah baru, sering pindah rumah, sering melakukan perjalanan.

Dua kategori pertama dapat dibedakan menurut tipe kesepian yaitu isolasi emosional (being unattached) dan isolasi sosial (alienation).

Kelima kategori ini juga dapat dibedakan berdasarkan penyebabnya yaitu being unattached, alienation dan being alone disebabkan oleh karaktersitik individu yang kesepian, sedangkan forced isolation dan discolation disebabkan oleh karakteristik orang-orang yang berada di sekitar lingkungan individu yang merasa kesepian.

b. Terjadi perubahan terhadap apa yang diinginkan seseorang dari suatu hubungan

Kesepian juga dapat muncul karena terjadi perubahan terhadap apa yang diinginkan seseorang dari suatu hubungan. Pada saat tertentu hubungan sosial yang dimiliki seseorang cukup memuaskan. Sehingga orang tersebut tidak mengalami kesepian.

Tetapi di saat lain hubungan tersebut tidak lagi memuaskan karena orang itu telah merubah apa yang diinginkannya dari hubungan tersebut.  Perubahan itu dapat muncul dari beberapa sumber yaitu:

  1. Perubahan mood seseorang. Jenis hubungan yang diinginkan seseorang ketika sedang senang berbeda dengan jenis hubungan yang diinginkan ketika sedang sedih. Bagi beberapa orang akan cenderung membutuhkan orangtuanya ketika sedang senang dan akan cenderung membutuhkan teman-temannya ketika sedang sedih.
  2. Usia, seiring dengan bertambahnya usia, perkembangan seseorang membawa berbagai perubahan yang akan mempengaruhi harapan atau keinginan orang itu terhadap suatu hubungan.
  3. Perubahan situasi. Banyak orang tidak mau menjalin hubungan emosional yang dekat dengan orang lain ketika sedang membina karir. Ketika karir sudah mapan orang tersebut akan dihadapkan pada kebutuhan yang besar akan suatu hubungan yang memiliki komitmen secara emosional.

Pemikiran, harapan dan keinginan seseorang terhadap hubungan yang dimiliki dapat berubah. Jika hubungan yang dimiliki orang tersebut tidak ikut berubah sesuai dengan pemikiran, harapan dan keinginannya maka orang itu akan mengalami kesepian.

c. Self-esteem

Baca Juga: Seberapa Tinggi Tingkat HARGA DIRI Anda? PENTING!! Pengertian Self Esteem, Aspek, Faktor dan Tingkatannya.

Merasa sepi berhubungan dengan self-esteem yang rendah. Orang yang memiliki self-esteem yang rendah cenderung merasa tidak nyaman pada situasi yang beresiko secara sosial.

Dalam keadaan seperti ini orang tersebut akan menghindari kontak-kontak sosial tertentu secara terus menerus akibatnya akan mengalami kesepian.

d. Perilaku interpersonal kesepian

Perilaku interpersonal akan menentukan keberhasilan individu dalam membangun hubungan yang diharapkan.

Dibandingkan dengan orang yang tidak mengalami kesepian, orang yang mengalami kesepian akan menilai orang lain secara negatif, tidak begitu menyukai orang lain, tidak mempercayai orang lain, menginterpretasikan tindakan orang lain secara negatif, dan cenderung memegang sikap-sikap yang bermusuhan.

Baca Juga  10 Tips Menjaga Kesehatan Mental

Orang yang mengalami kesepian cenderung terhambat dalam keterampilan sosial, cenderung pasif bila dibandingkan dengan orang yang tidak mengalami kesepian dan ragu-ragu dalam mengekspresikan pendapat di depan umum.

Orang yang mengalami kesepian cenderung tidak responsif dan tidak sensitif secara sosial. Orang yang mengalami kesepian juga cenderung lambat dalam membangun keintiman dalam hubungan yang dimilikinya dengan orang lain.

Perilaku ini akan membatasi kesempatan orang itu untuk bersama dengan orang lain dan memiliki kontribusi terhadap pola interaksi yang tidak memuaskan.

e. Atribusi penyebab Sepi

Perasaan kesepian muncul sebagai kombinasi dari adanya kesenjangan hubungan sosial pada individu ditambah dengan atribusi penyebab. Atribusi penyebab dibagi atas komponen internal-eksternal dan stabil-tidak stabil.

Saya contohkan sebagai berikut:

  • Stabil, Pada faktor internal dicontohkan sebagai berikut. Saya kesepian karena saya tidak dicintai. Saya tidak akan pernah dicintai. Pada faktor eksternal dicontohkan sebagai berikut. Orang-orang di sini tidak menarik. Tidak satupun dari mereka yang mau berbagi. Saya rasa saya akan pindah.
  • Tidak stabil, Pada faktor internal dicontohkan sebagai berikut. Saya kesepian saat ini, tapi tidak akan lama. Saya akan menghentikannya dengan pergi dan bertemu orang baru. Pada faktor eksternal dicontohkan sebagai berikut. Semester pertama memang selalu buruk,saya yakin segalanya akan menjadi baik di waktu yang akan datang.

Individu yang memandang kesepian secara internal dan stabil menganggap dirinya adalah penyebab kesepian sehingga individu lebih sulit untuk keluar dari perasaan kesepian tersebut.

Individu yang memandang kesepian secara internal dan tidak stabil menganggap kesepian yang dialaminya hanya bersifat sementara dan berkeinginan menemukan orang lain untuk mengatasi kesepian yang dialaminya.

Individu yang memandang kesepian secara eksternal dan stabil menganggap hanya karena keadaan lingkunganlah yang menyebabkannya merasakan kesepian.

Sedangkan, individu yang memandang kesepian secara eksternal dan tidak stabil berharap sesuatu dapat merubah keadaan menjadi lebih baik sehingga memungkinkan untuk keluar dari perasaan tersebut.

4. Perasaan Seseorang Saat Kesepian

hkasiatatler.com

Ketika mengalami perasaan sepi, individu akan merasakan ketidakpuasan, kehilangan, dan distress, namun hal ini tidak berarti bahwa perasaan ini sama di setiap waktu.

Faktanya menunjukkan bahwa orang-orang yang berbeda bisa saja memiliki perasaan sepi yang berbeda dalam situasi yang berbeda pula

Berdasarkan survei mengenai kesepian  diuraikan bahwa empat jenis perasaan yang dialami oleh orang yang merasa sepi, yaitu:

a. Desperation (Pasrah)

Desperation merupakan perasaan keputusasaan, kehilangan harapan, serta perasaan yang sangat menyedihkan sehingga mampu melakukan tindakan nekat.

Beberapa perasaan yang spesifik dari desperation adalah:

  • Putus asa, yaitu memiliki harapan sedikit dan siap melakukan sesuatu tanpa memperdulikan bahaya pada diri sendiri maupun orang lain.
  • Tidak berdaya, yaitu membutuhkan bantuan orang lain tanpa kekuatan mengontrol sesuatu atau tidak dapat melakukan sesuatu
  • Takut, yaitu ditakutkan atau dikejutkan oleh seseorang atau sesuatu, sesuatu yang buruk akan terjadi
  • Tidak punya harapan, yaitu tidak mempunyai pengalaman, tidak menunjukkan harapan
  • Merasa ditinggalkan, yaitu ditinggalkan/dibuang seseorang, serta
  • Mudah mendapat kecaman atau kritik, yaitu mudah dilukai baik secara fisik maupun emosional.

b. Impatient Boredom (Tidak Sabar dan Bosan)

Impatient boredom yaitu rasa bosan yang tidak tertahankan, jenuh, tidak suka menunggu lama, dan tidak sabar. Beberapa indikator impatient boredom seperti

  • Tidak sabar, yaitu menunjukkan perasaan kurang sabar, sangat menginginkan sesuatu
  • Bosan, yaitu merasa jemu
  • Ingin berada di tempat lain, yaitu seseorang yang merasa dirinya di tempat yang berbeda dari tempat individu tersebut berada saat ini
  • Kesulitan, yaitu khawatir atau cemas dalam menghadapi suatu keadaan
  • Sering marah, yaitu filled with anger
  • Tidak dapat berkonsentrasi, yaitu tidak mempunyai keahlian, kekuatan, atau pengetahuan dalam memberikan perhatian penuh terhadap sesuatu.

c. Self-Deprecation (Mengutuk Diri Sendiri)

Self-deprecation yaitu suatu perasaan ketika seseorang tidak mampu menyelesaikan masalahnya, mulai menyalahkan serta mengutuk diri sendiri.

Indikator self-deprecation diantaranya:

  1. Tidak atraktif, yaitu suatu perasaan ketika seseorang tidak senang atau tidak tertarik terhadap suatu hal
  2. Terpuruk, yaitu sedih yang mendalam, lebih rendah dari sebelumnya
  3. Bodoh, yaitu menunjukkan kurangnya inteligensi yang dimiliki
  4. Malu, yaitu menunjukkan perasaan malu atau keadaan yang sangat memalukan terhadap sesuatu yang telah dilakukan
  5. Merasa tidak aman, yaitu kurangnya kenyamanan, tidak aman.
Baca Juga  5 Alasan Kenapa Kamu Diwajibkan Konsultasi Psikologis

d. Depression (Depresi)

Depression menurut  merupakan tahapan emosi yang ditandai dengan kesedihan yang mendalam, perasaan bersalah, menarik diri dari orang lain, serta kurang tidur. Indikator depression yaitu:

  • Sedih, yaitu tidak bahagia atau menyebabkan penderitaan
  • Depresi, yaitu murung, muram, sedih
  • Hampa, yaitu tidak mengandung apa-apa atau tidak ada sama sekali, tidak memiliki nilai atau arti
  • Terisolasi, yaitu jauh dari orang lain
  • Menyesali diri, yaitu perasaan kasihan atau simpati pada diri sendiri
  • Melankolis, yaitu perasaan sedih yang mendalam dan dalam waktu yang lama
  • Mengasingkan diri, yaitu menjauhkan diri sehingga menyebabkan seseorang menjadi tidak bersahabat, serta
  • berharap memiliki seseorang yang spesial, yaitu individu mengharapkan memiliki seseorang yang dekat dengan individu dengan lebih intim.

Ada dua hal yang memicu munculnya perasaan merasa sepi, yaitu:

  1. Sifat dan taraf hubungan sosial seseorang dapat berubah. Misalnya adalah perceraian, putus cinta, perpisahan secara fisik, meninggalnya orang yang dicintai, pengangguran, pensiun, atau ketika opname di rumah sakit. Semua ini dapat memunculkan perasaan kesepian.
  2. Kebutuhan seseorang untuk persahabatan dan keintiman dan dapat barubah. Misalnya pasangan yang anaknya sudah dewasa dan pergi meninggalkan rumah, akan mencari kesenangan yang baru dan membina hubungan yang baru.

5. Faktor Yang Mempengaruhi Kesepian

Faktor-faktor yang mempengaruhi diantaranya:

a. Usia

Orang yang berusia tua memiliki stereotip tertentu di dalam masyarakat. Banyak orang yang menganggap semakin tua seseorang semakin merasa sepi.

b. Status Perkawinan

Secara umum, orang yang tidak menikah lebih merasa sepi bila dibandingkan dengan orang menikah. Lebih merupakan reaksi terhadap kehilangan hubungan perkawinan (marital relationship) dan ketidakhadiran dari pasangan suami/isteri pada diri seseorang.

c. Gender

Studi menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan antara laki-laki dan perempuan. Laki-laki lebih sulit menyatakan kesepian secara tegas bila dibandingkan dengan perempuan.

Hal ini disebabkan oleh stereotip peran gender yang berlaku dalam masyarakat. pengekspresian emosi kurang
sesuai bagi laki-laki bila dibandingkan dengan perempuan.

d. Status sosial ekonomi

Individu dengan tingkat penghasilan rendah cenderung mengalami kesepian lebih tinggi daripada individu dengan tingkat penghasilan tinggi.

e. Karakteristik latar belakang yang lain

Karakteristik latar belakang seseorang yang kuat sebagai prediktor kesepian. Individu dengan orang tua yang bercerai akan lebih kesepian bila dibandingkan dengan individu dengan orang tua yang tidak bercerai.

Semakin muda usia seseorang ketika orang tuanya bercerai semakin tinggi tingkat kesepian yang akan dialami orang tersebut ketika dewasa.

Tetapi hal ini tidak berlaku pada individu yang orangtuanya meninggal ketika individu tersebut masih kanak-kanak, individu tersebut tidak lebih kesepian ketika dewasa bila dibandingkan dengan individu dengan orang tua yang berpisah semasa kanak-kanak atau remaja.

Proses perceraian meningkatkan kesepian ketika anak-anak tersebut dewasa.

6. Reaksi terhadap Kesepian

Berdasarkan hasil survei yang dilakukan disimpulkan beberapa reaksi terhadap kesepian, yaitu:

a. Melakukan kegiatan aktif

Reaksi  berupa kegiatan-kegiatan aktif dan membangun terhadap diri sendiri seperti: belajar atau bekerja, menulis, mendengarkan musik, melakukan olahraga, melakukan hobi, pergi ke bioskop, membaca atau memainkan alat musik, menggunakan internet.

b. Membuat kontak sosial

Reaksi berupa membuat kontak sosial dengan orang lain seperti: menelepon teman, chatting, dan mengunjungi seseorang.

c. Melakukan kegiatan pasif

Reaksi yang sifatnya pasif seperti: menangis, tidur, duduk, dan berpikir, tidak melakukan apapun, makan berlebihan, memakan obat penenang, menonton televisi, mabuk.

d. Kegiatan selingan yang kurang membangun

Reaksi berupa menghabiskan uang dan berbelanja.

 

Semoga Bermanfaat!!

 

Sumber: Teori Kesepian, Loneliness Pada Remaja

 

Apa Pendapatmu?

Check Also

Tanda-Tanda Hamil Yang di Alami Wanita Secara Psikologis

Tanda-tanda hamil yang ditunjukkan melalui perubahan fisik, umumnya para wanita akan langs…