Kepribadian Impulsif Dan Cara Menguranginya

Perilaku kompulsif dan kepribadian impulsif adalah istilah yang menggambarkan dua bentuk perilaku, yang memiliki perbedaan di antara keduanya. Sikap kompulsif adalah saat seseorang memiliki dorongan yang tak tertahankan untuk melakukan sesuatu. Sikap impulsif adalah saat seseorang bertindak berdasarkan insting mereka. Perbedaan utama antara sikap impulsif dan sikap kompulsif adalah bahwa sementara perilaku kompulsif terencana, sedangkan perilaku impulsif tidak direncanakan. “Contoh dari kepribadian impulsif diantaranya adalah perilaku yag menunjukan ketidakmampuan untuk melawan agresi, pyromania, kleptomania, trichotillomania ( atau menarik rambut seseorang)

Baca Juga:

Perbedaan Kepribadian Impulsif dan Kepribadian Kompulsif

a. Kepribadian Kompulsif

Perilaku Kompulsif merupakan suatu gangguan anxeietas (kecemasan) yang mana pikiran dipenuhi dengan pikiran yang menetap dan tidak dapat dikendalikan dan seseorang dipaksa untuk terus-menerus mengulang tindakan tertentu, yang menyebabkan distress yang juga mengganggu keberfungsian sehari-hari. Seorang Psikolog mengatakan jika seseorang dapat melakukan pengulangan suatu tindakan, fisik atau mental yang luar biasa tinggi. Kemungkinan orang tersebut mengalami Gangguan Obesesif Kompulsif (Obsessive Compulsif Disorder).

Baca Juga: OCD (obsessive compulsive disorder) Gangguan Mental Yang Menarik

“Contoh umumnya adalah seseorang mungkin melakukan kompulsi untuk terus menerus mencuci tangan atau mengecek kompor yang sudah dimatikan berulang-ulang. Hal ini juga ditandai dengan kegelisahan individu untuk melakukan sesuatu yang bersifat impulsif, dimana orang tersebut menganggap setelah melakukan hal itu, kecemasannya akan berkurang. Pria maupun wanita bisa terkena penyakit perilaku kompulsif atau gangguan obsesif kompulsif dan kepribadian impulsif.

Yakin ingatanmu Asli ?

b. Kepribadian Impulsif

Kepribadian impulsif  sendiri memiliki arti bersifat cepat bertindak secara tiba-tiba menurut gerak hati seseorang. Sehingga apabila ada perilaku seseorang yang tiba-tiba berubah, tiba-tiba di luar rencana, atau mungkin sebuah sikap yang tidak di dukung alasan yang kuat. Pada umumnya sikapnya sangat irrasional. Maka disimpulkan jika seseorang tersebut memiliki kepribadian impulsif. Ciri manusia yang memiliki kepribadian impulsif adalah jika bicara atau berbuat seringkali tidak disertai alasan-alasan maupun penalaran-penalaran

Ciri-Ciri Kepribadian Impulsif

kepribadian impulsif

1. Gampang Ragu Dan Dilematis

Gejala ini mungkin saja sepintas seperti bertolak belakang dengan karakter kepribadian impulsif. Tapi faktanya membuat keputusan adalah hal yang cukup menyulitkan bagi seorang yang punya kepribadian impulsif. Butuh sekali waktu lama dan sering dilema saat akan membuat pilihan atau keputusan. Sehingga untuk menghindari dari dilema yang berlarut-larut, seorang impulsif dapat langsung memutuskan sebuah pilihan dalam satu waktu dan melakukan segera tanpa pikir terlalu panjang.

Baca Juga  Ekstrovert adalah? 4 Sifat Rahasia Yang Dimiliki

2. Apatis Terhadap Pendapat Orang Lain

Satu-satunya pendapat yang dimiliki oleh kepribadian impulsifdengarkan adalah pendapat sendiri. Tidak terlalu memikirkan atau mendengarkan pendapat orang lain. Dan jarang sekali untuk meminta saran atau masukan dari orang lain saat akan membuat sebuah keputusan.  Dalam membuat suatu pilihan tidak ingin terlalu berlarut-larut.

3. Seringkali Melakukan Tindakan Yang Aneh

Orang-orang terdeatnya sering bertanya mengapa atau menanyakan alasan atas tindakan dan perilaku yang dilakukan oleh kepribadian impulsif. Bahkan orang-orang mungkin banyak yang tidak mengerti atas pilihan yang dia diambil. Karena yang dilakukan orang impulsif umumnya karena berdasarkan pilihan atau kemauannya sendiri.

4. Seringkali Menyesal Dengan Keputusannya Sendiri

Ini merupakan salah satu “efek samping” menjadi kerpribadian impulsif. Saat membuat keputusan yang tanpa mikir atau terburu-buru, setelahnya dia bisa merasa sangat menyesal atas keputusan yang dibuat. Bahkan terlalu memikirkan yang telah berlalu juga. Hatinya pun seringkali menjadi tidak tenang sendiri.

5. Bersikap Masa Bodoh dan sedikit Bebal

Bersikap masa bodoh atas tindakan yang dilakukan juga jadi salah satu ciri seorang dengan kepribadian impulsif. Di balik keputusan-keputusan yang kadang membuat menyesal dan gelisah, ada juga sikap masa bodoh karena tak ingin berlarut-larut dalam suatu kondisi yang tidak menyenangkan. Tapi di sisi lain, seorang yang impulsif juga dapat dikenal pemberani karena bisa melakukan hal-hal yang di luar dugaan atau sesuatu hal yang jarang dilakukan kebanyakan orang.

Bagaimana Mencegah Perilaku Impulsif?

Untuk mengatasi perilaku impulsif tentunya harus sering latihan self control, relaksasi progresif untuk mengatasi masalah emosinya yang juga berubah-ubah, dan Cognitive Behaviour Therapy (CBT) atau terapi kognitif dan perilaku adalah solusi yang tepat.

Jika kamu dan orang terdekatmu memiliki gangguan perilaku kompulsif ataupun kepribadian impulsif segera berkonsultasi dengan psikolog atau dokter spesialis kesehatan jiwa untuk berbagi mengenai hal-hal yang kamu rasa mengganggu agar mendapat penanganan yang tepat.

Di bawah ini ada beberapa tips yang dapat mengurangi perilaku pada kepribadian impulsif, antara lain:

Baca Juga  10 Tips Agar Tidak Mudah Di Bodohi Sosial Media

1. Menentukan sasaran

Langkah pertama untuk mengurangi sifat impulsif adalah dengan menentukan prioritas waktu kamu yang terbesar. Kemudian, sebelum bertindak impulsif, periksa lah apakah tindakan kamu sesuai dengan hal-hal yang sudah kamu tuliskan.

  • Contohnya, menuliskan daftar tugas yang harus kamu lakukan, atau rencana bisnis yang harus kamu susun. Jika kamu seorang pelajar/mahasiswa, buatlah sebuah rencana study. Kamu perlu mencatat sasaran untuk mengukur kepentingannya dibandingkan dengan hal-hal impulsif yang ingin kamu lakukan.
  • Tulisan ini dapat juga dapat kamu anggap sebagai sejenis perekam, atau sejenis pengingat, untuk menjalankan berbagai nilai, komitmen, niat dan cara terbaik melakukan sesuatu, serta tugas-tugas yang mendukung sasaran tersebut.
  • Gunakanlah buku tulis, atau memo di komputer dan ponsel atau metode lain yang dapat kamu gunakan. Yang terpenting adalah mudah diakses dan berfungsi dengan baik.

2. Evaluasi Diri

Agar sistem organisasi kamu tetap terjaga dan mendapatkan hasil maksimal, kamu juga perlu mengevaluasi efektivitas sistem kamu serta merencanakan perubahan apa pun yang sangat diperlukan.
  • Misalnya, luangkan waktu sehari seminggu untuk memperhatikan berbagai hal yang kamu lakukan di minggu yang sudah lalu. Apakah kamu mengikuti semua prioritas yang sudah kamu daftar? Tulislah apa saja yang berhasil, atau apa saja yang sulit, dan juga apa saja yang sekiranya perlu diperbaiki.
  • Kamu juga harus mengevaluasi lebih sering sehingga menemukan masalah yang tepat. Sebaiknya kamu meluangkan waktu sebentar saja untuk evaluasi diri secara harian. Adakan juga evaluasi bulanan yang lebih intensif.

3. Menyusun Jadwal Harian

Kalau kamu punya banyak waktu yang tak terjadwal, kamu akan cenderung mengisinya dengan berbagai kegiatan yang impulsif. Susunlah dan ikuti suatu jadwal harian yang kamu tuliskan sendiri. Susun jadwal ini dalam ruang waktu 30 menit. Tidak masalah jika kamu butuh lebih dari 30 menit untuk melakukan sesuatu, tetapi jangan sampai ada ruang yang kosong dan tidak terjadwal.

  • Jika kamu tak tahu bagaimana merencanakan aktivitas, tulislah sebagai pilihan. Misalnya, apabila kamu  tak yakin jika temanmu akan jadi datang atau tidak, tulislah: “teman atau……..”
  • Waktu untuk bersosialisasi dan waktu luang juga harus terdaftar dalam jadwal harian kamu. Jadwal harian yang tak termasuk kedua waktu tersebut umumnya tak terlaksana dengan baik.
Baca Juga  5 Dampak Negatif Jika Terlalu Berprasangka Buruk

4. Buat List Atau Daftar Kegiatan Yang Akan Kamu Lakukan

Jika kamu punya kepribadian impulsif dalam mengganti aktivitas saat sedang melakukan sesuatu, daftar list ini cukup membantu kamu menjaga fokus. Dengan daftar ini, kamu punya kesempatan untuk melakukan aktivitas lain secara impulsif menjadi lebih kecil karena tidak ada yang terlupakan. Selain itu, kamu juga takkan menambahkan langkah-langkah yang tak perlu saat melakukan suatu pekerjaan.

  • Metode ini ini sudah terbukti dapat meningkatkan fokus bahkan bagi para dokter. Banyak dokter bedah yang diwajibkan mengikuti daftar centang tertentu agar mereka dapat tetap menjaga fokus pada tugas yang sedang dihadapi.
  • Daftar ini dapat juga kamu gunakan dalam berbagai situasi yang berbeda. Saat hendak bepergian, gunakanlah daftar centang perjalanan agar barang-barang yang kamu kemas semuanya tepat guna. Saat akan berbelanja, gunakanlah daftar centang agar kamu hanya membeli barang yang sudah ditentukan sebelumnya. Dengan daftar centang belajar, kamu takkan melupakan bagian-bagian tertentu dari tugas sekolah kamu.
  • Coret kegiatan setelah selesai dikerjakan. Dengan demikian, kamu akan termotivasi untuk mengerjakan kegiatan berikutnya.

5. Menandai Kalender

Setiap orang yang punya kepribadian impulsif harus punya kalender. Kalender ini harus dapat dilihat secara harian, mingguan, dan jug bulanan agar bisa memprioritaskan perhatian pada hal yang penting. Gunakan warna yang berbeda-beda untuk setiap kategori demi memudahkan dan menentukan tugas apa yang harus kamu selesaikan
  • Contohnya, untuk siswa, gunakan tinta merah untuk menandai ujian yang akan datang, tinta biru untuk kegiatan jangka panjan dan tinta hitam untuk pekerjaan rumah sehari-hari, serta tinta hijau untuk aktivitas bermain atau sosial.
  • Gunakanlah kalender portabel seperti aplikasi di ponsel kamu. Kalender portabel lebih efisien dan juga lebih mudah diakses.

 

Sumber: Arti Kata Impulsif

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Check Also

POSESIF: 10 Tips Mengurangi Sifat Posesif Paling Efektif

Setiap manusia tentunya memiliki karakteristik dan sikap yang berbeda beda dari manusia la…