Kepribadian Ganda, Gejala Dan Penanganan

Kepribadian ganda adalah suatu keadaan terpecahnya kepribadian seseorang yang memicu akan kehadiran kepribadian yang lain, jadi dengan kata lain adalah seseorang yang memiliki kepribadian lebih dari satu. Kepribadian ganda juga dikenal dengan sebutan gangguan identitas disosiatif (dissociative identity disorder). Sebenarnya,kebanyakan orang pernah mengalami disosiatif ringan, misalnya melamun atau hilang arah ketika sedang mengerjakan sesuatu

A. Pengertian Kepribadian Ganda

Kepribadian ganda dapat dicontohkan dan terbentuk dari rasa traumatik masa kecil yang biasanya terjadi antara umur 4-6 tahun. Penderita menghibur diri sendiri dari sesuatu yang menyakitkan dengan menciptakan kepribadian lain buat menampung semua perasaannya. Dengan kata lain anak berusaha melindungi dirinya dari hal yangkurang mengenakan yang pernah dialami.
Agar lebih jelas contohnya seperti ini ada kepribadian yang tahu soal peristiwa traumatik itu, dan ada kepribadian yang sama sekali tidak mengetaui. Akhirnya mereka terbiasa saling melindungi diri dari masalah dengan menggonta ganti kepribadiannya hingga mereka tumbuh dewasa. Kepribadian ganda dapat juga didefinisikan sebagai kelainan mental dimana seseorang yang mengidapnya akan menunjukkan adanya dua atau lebih kepribadian(alter) yang masing-masing memiliki nama dan karakter yang berbeda. 
Mereka yang memiliki kelainan ini sebenarnya hanya memiliki satu kepribadian, namun si penderita akan merasa kalau ia memiliki banyak identitas yang memiliki cara berpikir, temperamen, tata bahasa, ingatan dan interaksi  terhadap lingkungan yang berbeda-beda. Biasanya kepribadian ganda di sebabkan karena berbagai faktor,  diantaranya yaitu dari yang terdekat seperti keluarga, lingkungan sekitar, dan masyarakat.
Penderita biasanya mendapat perlakuan kasar sejak kecil (kekerasan, pelecehan, dll). Ada juga sumber yang mengatakan bahwa seorang yang berkepribadi ganda akan terus mendebat akan pendapatnya, namun pada umumnya mereka bersikap normal. Perlu diperhatikan, bahwa seorang yang berkepribadi ganda biasanya tidak pernah menyadari akan kelainannya. 
Baca Juga:
Baca Juga  LGBT Dalam Perspektif Psikologi Sosial

B. Proses Terbentuknya Kepribadian Ganda

Ketika kita dewasa, kita memiliki karakter dan kepribadian yangcukup kuat dalam menghadapi masalah-masalah kehidupan. Namun,pada anak yang masih berusia di bawah tujuh tahun, kekuatan itu belum muncul sehingga mereka akan mencari cara lain untukbertahan terhadap sebuah pengalaman traumatis, yaitu dengan Disosiasi.
Dengan menggunakan cara ini, seorang anak dapa tmembuat pikiran sadarnya terlepas dari pengalaman mengerikan yang menimpanya. Menurut Colin Ross yang menulis buku The Osiris Complex (1995),proses disosiasi pada anak yang mengarah kepada kelainan DIDterdiri dari dua proses psikologis. Contohnya anak perempuan yang mengalami pelecehan seksual.
Proses Pertama: anak perempuan yang berulang-ulang mengalamipenganiayaan seksual akan berusaha menyangkal pengalaman ini didalam pikirannya supaya bisa terbebas dari rasa sakit yang luar biasa Dia bisa mengalami “out of body experience” yang membuat ia“terlepas” dari tubuhnya dan dari pengalaman traumatis yang sedang berlangsung.
Ia mungkin bisa merasakan rohnya melayang hingga kelangit-langit dan membayangkan dirinya sedang melihat kepada anak perempuan lain yang sedang mengalami pelecehan seksual. Dengankata lain, identitas baru yang berbeda telah muncul. 
Proses Kedua, sebuah penghalang memori kemudian dibangun antara anak perempuan itu dengan identitas baru yang telah diciptakan. Dengan begitu anak tersebut mempunyai dua kepribadian,dan identitas baru yang telah diciptakan tersebut akan berbeda namaataupun karakter dari kepribadian yang sebelumnya.
Apabila pelecehan seksual terus berlanjut, maka proses ini akan terus berulang sehingga ia akan kembali menciptakan banyak identitas baru untuk mengatasinya. Salah satu kasus kepribadian ganda yang ternama, yaitu Sybil, disebut memiliki 16 identitas yang berbeda. Menurut psikolog, jumlah identitas berbeda ini bisa lebih banyak pada beberapa kasus, bahkan hingga mencapai 100.
 
Masing-masing identitas itu memiliki nama, umur, jenis kelamin,ras, gaya, cara berbicara dan karakter yang berbeda. Setiap karakter ini bisa mengambil alih pikiran sang penderita hanya dalam tempo beberapa detik. Proses pengambilalihan ini disebut switching dan biasanya dipicu oleh kondisi stres.

C. Ciri-Ciri 

Penderita kepribadian ganda tentu memiliki ciri-ciri khusus,tetapi ciri-ciri tersebut tidak terlalu menonjol. Ciri ciri tersebut ditandai dengan perubahan emosi yang begitu cepat, dan juga perubahan karakter disertai suara yang agak berbeda. Tetapi tidak semua orang yang memiliki ciri-ciri tersebut menderita kepribadian ganda, jika ada individu yang berperilaku tersebut tetapi masih bisa mengenali dirinya sendiri dan memakai nama yang sebenarnya, maka individu tersebut bukanlah penderita kepribadian ganda,karena penderita kepribadian ganda akan memakai nama yang berbeda dari nama aslinya.
Untuk mengerti lebih dalam bagaimana cara membedakannya, lihat empat ciri di bawah ini. Jika di dalam diri seseorang terdapat empat ciri ini, maka bisa dipastikan kalau ia mengidap kepribadian ganda. Ciri-ciri tersebut adalah:
  1. Harus ada dua atau lebih identitas atau kesadaran yang berbeda di dalam diri orang tersebut.
  2. Kepribadian-kepribadian ini secara berulang mengambil alih perilaku orang tersebut (Switching).
  3. Ada ketidakmampuan untuk mengingat informasi penting yang berkenaan dengan dirinya yang terlalu luar biasa untuk dianggap hanya sebagai lupa biasa.
  4. Gangguan-gangguan yang terjadi ini tidak terjadi karena efekpsikologis dari substansi seperti alkohol atau obat-obatan ataukarena kondisi medis seperti demam

E. Penanganan Terhadap Penderita 

Kepribadian ganda biasanya bermula dari saat kecil, tapi jarang ter-diagnosa sampai saat dewasa. Penyakit ini jauh lebih rumit dibandingkan penyakit kepribadian yang lain, dan kadang tidak bisa disembuhkan secara total. Penyakit ini lebih sering terjadi pada wanita dibandingkan pria. Cukup sering penyakit ini disertai penyakit lain, misalnya depression, borderline personality disorder,dan samatization disorder.
Penderita juga biasanya mengalami sakit kepala, substance abuse, fobia, halusinasi, percobaan bunuh diri, begitu juga dengan gejala dissociative lainnya seperti amnesia dan depersonalization. Orang di sekitar penderita kepribadian ganda dibuat bingung oleh tingkah laku si penderita yang selalu berubah-ubah. Pada akhir kasusnya, penderita kepribadian ganda bisa disatukan kembali menjadi satu kepribadian yang utuh meskipun membutuhkan waktu yang cukup lama, dengan dibantu oleh seorang psikiater handal. 
Adapun upaya-upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasinya yaitu:
  1. Kuatkan niat untuk mempunyai kepribadian utuh
  2. Introspeksi diri dengan memilih dan memilah mana yangberkepribadian baik.
  3. Cobalah sedikit demi sedikit mengurangi kebiasaan buruk.
  4. Teratur berkonsultasi dengan psikiater.
  5. Santai dan yakinlah bahwa kepribadian utama adalah kepribadian baik.

Sebelum melakukan penanganan terhadap gangguan ini, biasanya terlebih dahulu dilakukan diagnosa dengan memperhatikan secara seksama gejala, tingkat ketakutan, angka waktu, dan frekuensi. Dan gejala yang paling mudah untuk dikenali adalah gejala peralihan mood yang tinggi (dari yang tinggi ke rendah) yang tidak berpola.

Biasanya psikoterapi berupa terapi perilaku-kognitif menjadi pilihan. Perhatian ekstra harus dilakukan bila hendak merencanakan pemberian antipsikotik jangka panjang terutama generasi pertama atau golongan tipikal karena dapat menimbulkan beberapa efek samping. Bila sudah terkena gangguan bipolar ini, kontrol secara teratur, minum obat secara teratur, dan kemampuan mengenali gejala-gejala merupakan kunci utama pencegahannya.

Baca Juga  5 Menit Menemukan Passion Dalam Diri Kalian

 

Sumber:

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Check Also

Regulasi Diri Dan Aspek Yang Mempengaruhi Manusia

Apa Itu Regulasi Diri? Regulasi diri berkaitan dengan bagaimana seseorang mengaktualisasik…