Kekerasan Dalam Pacaran, Pahami 4 Jenisnya Berikut Ini

Kekerasan dalam pacaran adalah penggunaan dengan sengaja taktik kekerasan dan tekanan fisik untuk mendapatkan serta memepertahankan kekuasaan atau kontrol terhadap pasangannya. Tindakan kekerasan dalam pacaran lebih ditekankan adanya kontrol terhadap pasangannya. Cara yang digunakan dengan taktik kekerasan
(rayuan dan ancaman) dan bahkan menggunakan tekanan fisik (memukul atau menampar).

Kekerasan dalam pacaran mencakup usaha-usaha dari pasangan untuk mengintimidasi baik dengan ancaman atau melalui penggunaan kekuatan fisik pada tubuh perempuan/barang-barang miliknya. Tujuan dari serangan tersebut adalah untuk mengendalikan tingkah laku si perempuan untuk memunculkan rasa takut.

Kekerasan terhadap perempuan dalam relasi atau hubungan mencakup usaha-usaha dari pasangan untuk mengintimidasi, baik dengan ancaman atau melalui penggunaan kekuatan fisik untuk menyerang tubuh perempuan atau barang-barang miliknya.

Kekerasan yang dilakukan seseorang terhadap pasangannya dalam masa pacaran yang menimbulkan penderitaan bagi si korban, baik fisik maupun nonfisik.

Bentuk Kekerasan dalam Pacaran

bentuk kekerasan dalam pacaran

Bentuk kekerasannya terdiri atas tiga bentuk, yaitu kekerasan verbal dan emosional, kekerasan seksual dan kekerasan fisik.

Yakin ingatanmu Asli ?

a. Kekerasan Verbal dan Emosional

Kekerasan verbal dan emosional adalah ancaman yang dilakukan pasangan terhadap pacarnya dengan perkataan maupun mimik wajah.

  • Name Calling, seperti mengatakan pacarnya gendut, jelek, malas, bodoh, tidak seorangpun yang menginginkan pacarnya, mau muntah melihat pacarnya.
  • Intimidating Looks, pasangannya akan menunjukkan wajah yang kecewa tanpa mengatakan alasan mengapa ia marah atau kecewa dengan pacarnya. Jadi, pihak laki-laki atau perempuannya mengetahui
    apakah pacarnya marah atau tidak dari ekspresi wajahnya.
  • Use of pagers and cell phones, seseorang pacar ada yang memberikan ponsel kepada pacarnya, supaya dapat mengingatkan atau supaya tetap bisa menghubungi pacarnya. Alat komunikasi ini memampukan pacarnya untuk memeriksa keadaan pacarnya sesering mereka mau.
  • Making a boy / girl wait by phone, seorang pacar berjanji akan menelepon pacarnya pada jam tertentu, akan tetapi sang pacar tidak menelepon juga. Hal ini terjadi berulang kali, sehingga membuat si pacar tidak menerima telepon dari temannya, tidak berinteraksi dengan keluarganya karena menunggu telepon dari pacarnya.
  • Monopolizing a girl’s / boy’s time, cenderung menghabiskan waktu untuk melakukan aktivitas dengan teman atau untuk mengurus keperluannya, karena mereka selalu menghabiskan waktu bersama dengan pacarnya.
  • Making a girl’s / boy’s feel insecure,mengkritik, dan mereka mengatakan bahwa semua hal itu dilakukan karena mereka sayang pada pacarnya dan menginginkan yang terbaik untuk pacarnya. Padahal mereka membuat pacar mereka merasa tidak nyaman.
  • Blamming, kesalahan yang terjadi adalah perbuatan pasangannya, bahkan mereka sering mencurigai pacar mereka atas perbuatan yang belum tentu disaksikannya, seperti menuduhnya melakukan perselingkuhan.
  • Manipulation / making himself look pathetic, pria biasanya mengatakan sesuatu hal yang konyol tentang kehidupan, misalnya pacarnyalah orang yang satu-satunya mengerti dirinya atau mengatakan kepada pacarnya bahwa dia akan bunuh diri jika tidak bersama pacarnya lagi.
  • Making threats, biasanya mereka mengatakan jika kamu melakukan ini, maka saya akan melakukan sesuatu padamu. Ancaman mereka bukan hanya berdampak pada pacar mereka, tetapi kepada orangtua, dan teman mereka.
  • Interrogating, pencemburu, posesif, suka mengatur, cenderung menginterogasi pacarnya, dimana pacarnya berada sekarang, siapa yang bersama mereka, berapa orang laki-laki atau perempuan yang bersama mereka, atau mengapa mereka tidak membalas pesan mereka.
  • Humiliating her / him in public, mengatakan sesuatu mengenai organ tubuh pribadi pacarnya kepada pacarnya di depan teman-temannya. Atau mempermalukan pacarnya di depan teman-temannya.
  • Breaking treasured items, tidak memperdulikan perasaan atau barang-barang milik pacar mereka, jika pasangan mereka menangis, mereka menganggap hal itu sebuah kebodohan.
Baca Juga  Fangirling Dan Berbagai Tipe Karakternya

b. Kekerasan Seksual

Kekerasan seksual adalah pemaksaan untuk melakukan kegiatan
atau kontak seksual sedangkan pacar mereka tidak menghendakinya

  • Perkosaan, melakukan hubungan seks tanpa ijin pasangannya atau dengan kata lain disebut dengan pemerkosaan. Biasanya pasangan mereka tidak mengetahui apa yang akan dilakukan pasangannya saat itu.
  • Sentuhan yang tidak diinginkan, sentuhan yang dilakukan tanpa persetujuan pasangannya, sentuhan ini kerap kali terjadi di bagian dada, bokong, dan lainnya.
  • Ciuman yang tidak diinginkan, mencium pasangannya tanpa persetujuan pasangannya, hal ini
    terjadi di area publik atau tempat yang tersembunyi.

c. Kekerasan Fisik

Perilaku yang mengakibatkan pacar terluka secara fisik, seperti memukul, menampar, menendang dan sebagainya.

  • Memukul, mendorong, membenturkan. Merupakan tipe abuse, yang dapat dilihat dan diidentifikasi, perilaku ini diantaranya adalah memukul, manmpar, menggigit, mendorong ke dinding dan mencakar baik dengan menggunakan tangan maupun dengan menggunakan alat.
  • Mengendalikan, menahan. Perilaku ini dilakukan pada saat menahan pasangan mereka tidak pergi meninggalkan mereka, misalnya menggenggam tangan atau lengannya terlalu kuat.

d. Kekerasan Ekonomi

Seperti memaksa agar diberi uang, barang, meminjam uang pasangan tanpa mengembalikan dan lain – lain. Kekerasan finansial (ekonomi), mengambil uang korban, mengatur pengeluaran dari hal sekecil-kecilnya dengan maksud mengendalikan tindakan korban, memaksa korban untuk membiayai kebutuhannya sehari-hari.

Faktor penyebab Kekerasan dalam Pacaran

kekerasan dalam pacaran image

a. Pengertian yang salah tentang makna pacaran

Pacaran sering dianggap sebagai bentuk pemilikan atau penguasaan atas diri pasangannya. Sehingga ketika telah menjadi pacar seseorang, maka dianggap milik seseorang itu.

b. Adanya upaya untuk mengendalikan perempuan

Perempuan dibatasi hak dan wewenangnya untuk mengembangkan diri. Ada anggapan bahwa perempuan harus dikendalikan sebab jika tidak maka akan “nglunjak” terhadap laki-laki.

c. Adanya mitos yang berkembang seputar pacaran

Mitos adalah keyakinan yang salah mengenai sesuatu hal yang disebabkan kurangnya informasi ataupun kesalahan pengertian, misalnya laki-laki punya dorongan seks yang lebih besar daripada perempuan, sehingga bisa dimaklumi jika laki-laki bersifat agresif.

Selanjutnya perasaan cinta harus dibuktikan dengan berhubungan seksual, tidak mau berhubungan seksual berarti akan kehilangan pacar, laki-laki yang mengajak hubungan seksual pasti akan menikahi.

Baca Juga  Diskriminasi: Pengertian, Jenis, Tipe dan Dampak, Lengkap!!

d. Gangguan Kepribadian

Penelitian di Canada menunjukkan bahwa laki-laki yang menyerang pasangannya cenderung mengalami emotionally dependent, insecure dan rendahnya self-esteem sehingga sulit mengontrol dorongan-dorongan yang ada dalam diri mereka. Mereka juga memiliki skor yang tinggi pada skala personality disorder termasuk diantaranya antisocial, aggressive and borderline personality disorders.

Baca Juga:

e.  Faktor dalam Hubungan

Kurangnya kepuasan dalam hubungan semakin banyaknya konflik yang terjadi dalam hubungan tersebut akan meningkatkan terjadinya kekerasan dalam pacaran. Penelitiannya mengatakan bahwa semakin lama durasi suatu hubungan, maka kekerasan dalam pacaran dalam hubungan tersebut semakin meningkat.

 

Sumber: Kekerasan Dalam Pacaran Pada Remaja

Apa Pendapatmu?

Check Also

Perempuan, Tubuh Dan Standar Kecantikan

Perempuan sangat amat memikirkan kecantikan. Bahkan sesama perempuanpu  sering menganggap …