Ingin Sukses? Pahami Dulu Cara Pengembangan Aktualisasai Diri

A. Pengertian Aktualisasi Diri

Aktualisasi diri adalah kebutuhan naluriah pada manusia untuk melakukan yang terbaik dari yang dia bisa.

Aktualisasi diri adalah proses menjadi diri sendiri dan mengembangkan sifat-sifat dan potensi psikologis yang unik.

Aktualisasi diri akan dibantu atau dihalangi oleh pengalaman dan oleh belajar khususnya dalam masa anak-anak.

Aktualisasi diri akan berubah sejalan dengan perkembangan hidup seseorang.

Ketika mencapai usia tertentu (adolensi) seseorang akan mengalami pergeseran aktualisasi diri dari fisiologis ke psikologis.

Tonton Video - Cara Membaca Bahasa Tubuh

Aktualisasi diri dapat didefinisikan sebagai perkembangan yang paling tinggi dari semua bakat, pemenuhan semua kualitas dan kapasitas.

Aktualisasi juga memudahkan dan meningkatkan pematangan serta pertumbuhan.

Ketika individu makin bertambah besar, maka “diri” mulai berkembang. Pada saat itu juga, tekanan aktualisasi beralih dari segi fisiologis ke segi psikologis.

Aktualisasi diri sangat penting dan merupakan harga mati apabila ingin mencapai kesuksesan.

Aktualisasi diri adalah tahap pencapaian oleh seorang manusia terhadap apa yang mulai  disadarinya ada dalam dirinya.

Setiap manusia mengalami tahap-tahap peningkatan kebutuhan atau pencapaian dalam kehidupannya.

Kebutuhan tersebut meliputi:

  1. Kebutuhan fisiologis (physiological), meliputi kebutuhan akan pangan, pakaian, dan tempat tinggal maupun kebutuhan biologis
  2. Kebutuhan keamanan dan keselamatan (safety), meliputi kebutuhan akan keamanan kerja, kemerdekaan dari rasa takut ataupun tekanan, keamanan dari kejadian atau lingkungan yang mengancam,
  3. Kebutuhan rasa memiliki, sosial dan kasih sayang (social), meliputi kebutuhan akan persahabatan, berkeluarga, berkelompok, interaksi dan kasih sayang,
  4. Kebutuhan akan penghargaan (esteem), meliputi kebutuhan akan harga diri, status, prestise, respek, dan penghargaan dari pihak lain,
  5. Kebutuhan aktualisasi diri (self actualization), meliputi kebutuhan akan memenuhi keberadaan diri (self fulfillment) melalui memaksimumkan penggunaaan kemampuan dan potensi diri.

Baca Juga: Program Komputer Mengubah Sinyal Otak Menjadi Suara Buatan Bagi Penderita Gangguan Bicara

Memahami Gejala Anhedonia, Tidak Senang Dan Tidak Sedih Dalam Hidup

B. Faktor yang mempengaruhi aktualisasi diri

Orang yang mampu mengaktualisasikan dirinya sangat memahami bahwa ada eksistensi atau hambatan lain tinggal  di dalam atau di luar keberadaannya sendiri yang mengendalikan perilaku dan tindakannya untuk melakukan sesuatu.

a. Internal

Faktor internal ini merupakan bentuk hambatan yang berasal dari dalam diri seseorang, yang meliputi :

  1. Ketidaktahuan akan potensi diri
  2. Perasaan ragu dan takut mengungkapkan potensi diri, sehingga potensinya tidak dapat terus berkembang.
  3. Potensi diri merupakan modal yang perlu diketahui, digali dan dimaksimalkan.

Sesungguhnya perubahan hanya bisa terjadi jika kita mengetahui potensi yang ada dalam diri kita kemudian mengarahkannya kepada tindakan yang tepat dan teruji.

b. Eksternal

Faktor eksternal merupakan hambatan yang berasal dari luar diri seseorang, seperti :

  1. Budaya masyarakat yang tidak mendukung upaya aktualisasi potensi diri seseorang karena perbedaan karakter.
  2. Faktor lingkungan. Lingkungan masyarakat berpengaruh terhadap upaya mewujudkan aktualisasi diri. Aktualisasi diri dapat dilakukan jika lingkungan mengizinkannya.
  3. Pola asuh. Pengaruh keluarga dalam pembentukan aktualisasi diri anak sangatlah besar artinya. Banyak faktor dalam keluarga yang ikut berpengaruh dalam proses perkembangan anak.
Baca Juga  Fanny J Crosby: Motivator, Lirikus, Spiritual Fenomenal Di tengah Disabilitas

Aktualisasi diri merupakan kemampuan seseorang untuk mengatur diri sendiri sehingga bebas dari berbagai tekanan, baik yangberasal dari dalam diri maupun di luar diri.

Kemampuan seseorang membebaskan diri dari tekanan internal dan eksternal dalam pengaktualisasian dirinya menunjukkan bahwa orang tersebut telah mencapai kematangan diri.

 

C. Karakteristik aktualisasi diri

Seseorang yang telah mencapai aktualisasi diri dengan optimal akan memiliki kepribadian yang berbeda dengan manusia pada umunya.

Ada beberapa karakteristik yang menunjukkan sseorang mencapai aktualisasi diri.

Karakteristik tersebut antara lain sebagai berikut:

a. Mampu melihat realitas secara lebih efisien

Karakteristik atau kapasitas ini akan membuat seseorang untuk mampu mengenali kebohongan, kecurangan, dan kepalsuan yang dilakukan orang lain, serta mampu menganalisis secara kritis, logis, dan mendalam terhadap segala fenomena alam dan kehidupan.

Karakter tersebut tidak menimbulkan sikap yang emosional, melainkan lebih objektif.

Dia akan mendengarkan apa yang seharusnya didengarkan, bukan mendengar apa yang diinginkan, dan ditakuti oleh orang lain.

Ketajaman pengamatan terhadap realitas kehidupan akan menghasilkan pola pikir yang cemerlang menerawang jauh ke depan tanpa dipengaruhi oleh kepentingan atau keuntungan sesaat.

b. Penerimaan terhadap diri sendiri dan orang lain apa adanya

Orang yang telah mengaktualisasikan dirinya akan melihat orang lain seperti melihat dirinya sendiri yang penuh dengan kekurangan dan kelebihan.

Sifat ini akan menghasilkan sikap toleransi yang tinggi terhadap orang lain serta kesabaran yang tinggi dalam menerima diri sendiri dan orang lain.

Dia akan membuka diri terhadap kritikan, saran, ataupun nasehat dari orang lain terhadap dirinya.

c. Spontanitas, kesederhaan dan kewajaran

Orang yang mengaktualisasikan diri dengan benar ditandai dengan segala tindakan, perilaku, dan gagasannya dilakukan secara spontan, wajar, dan tidak dibuat-buat.

Dengan demikian, apa yang dia lakukan tidak pura-pura.

Sifat ini akan melahirkan sikap lapang dada terhadap apa yang menjadi kebiasaan masyarakatnya asal tidak bertentangan dengan prinsipnya yang paling utama, meskipun dalam hati ia menertawakannya.

Namun apabila lingkungan/kebiasaan di masyarakat sudah bertentangan dengan prinsip yang ia yakini, maka ia tidak segan-segan untuk mengemukakannya dengan asertif.

Kebiasaan di masyarakat tersebut antara lain seperti adat-istiadat yang amoral, kebohongan, dan kehidupan sosial yang tidak manusiawi.

d. Terpusat pada persoalan

Orang yang mengaktualisasikan diri seluruh pikiran, perilaku, dan gagasannya bukan didasarkan untuk kebaikan dirinya saja, namun didasarkan atas apa kebaikan dan kepentingan yang dibutuhkan oleh umat manusia.

Dengan demikian, segala pikiran, perilaku, dan gagasannya terpusat pada persoalan yang dihadapi oleh umat manusia, bukan persoalan yang bersifat egois.

e. Membutuhkan kesendirian

Pada umumnya orang yang sudah mencapai aktualisasi diri cenderung memisahkan diri.

Sikap ini didasarkan atas persepsinya mengenai sesuatu yang ia anggap benar, tetapi tidak bersifat egois.

Baca Juga  Menguji Adrenalin Ternyata Berbahaya Dan Meningkatkan Stress

Ia tidak bergantung pada pada pikiran orang lain.

Sifat yang demikian, membuatnya tenang dan logis dalam menghadapi masalah. Ia senantiasa menjaga martabat dan harga dirinya, meskipun ia berada di lingkungan yang kurang terhormat.

Sifat memisahkan diri ini terwujud dalam otonomi pengambilan keputusan.

Keputusan yang diambilnya tidak dipengaruhi oleh orang lain.

Dia akan bertanggung jawab terhadap segala keputusan/kebijakan yang diambil.

f. Otonomi (kemandirian terhadap kebudayaan dan lingkungan)

Orang yang sudah mencapai aktualisasi diri, tidak menggantungkan diri pada lingkungannya.

Ia dapat melakukan apa saja dan dimana saja tanpa dipengaruhi oleh lingkungan (situasi dan kondisi) yang mengelilinginya.

Kemandirian ini menunjukkan ketahanannya terhadap segala persoalan yang mengguncang, tanpa putus asa apalagi sampai bunuh diri.

Kebutuhan terhadap orang lain tidak bersifat ketergantungan, sehingga pertumbuhan dan perkembangan dirinya lebih optimal.

g. Kesegaran dan apresiasi yang berkelanjutan

Ini merupakan manifestasi dari rasa syukur atas segala potensi yang dimiliki pada orang yang mampu mengakualisasikan dirinya.

Ia akan diselimuti perasaan senang, kagum, dan tidak bosan terhadap segala apa yang dia miliki.

Walaupun hal ia miliki tersebut merupakan hal yang biasa saja.

Implikasinya adalah ia mampu mengapresiasikan segala apa yang dimilikinya.

Kegagalan seseorang dalam mengapresiasikan segala yang dimilikinya dapat menyebabkan ia menjadi manusia yang serakah dan berperilaku melanggar hak asasi orang lain.

Baca Juga: WAJIB BACA!! 10 Cara Mengembangkan Kreativitas Diri

Erotomania, Gangguan Mental Merasa Dicintai dan GE-R Akut

Pengertian Motivasi, Jenis, Fungsi, Faktor Dan Ciri-Ciri Menurut Para Ahli.

h. Kesadaran sosial

Orang yang mampu mengaktualisasikan diri, jiwanya diliputi oleh perasaan empati, iba, kasih sayang, dan ingin membantu orang lain.

Perasaan tersebut ada walaupun orang lain berperilaku jahat terhadap dirinya.

Dorongan ini akan memunculkan kesadaran sosial di mana ia memiliki rasa untuk bermasyarakat dan menolong orang lain.

i. Hubungan interpersonal

Orang yang mampu mengaktualisasikan diri mempunyai kecenderungan untuk menjalin hubungan yang baik dengan orang lain.

Ia dapat menjalin hubungan yang akrab dengan penuh rasa cinta dan kasih sayang.

Hubungan interpersonal ini tidak didasari oleh tendensi pribadi yang sesaat, namun dilandasi oleh perasaan cinta, kasih sayang, dan kesabaran.

Meskipun orang tersebut mungkin tidak cocok dengan perilaku masyarakat di sekelilingnya.

j. Demokratis

Orang yang mampu mengaktualisasikan diri memiliki sifat demokratis.

Sifat ini dimanifestasikan denga perilaku yang tidak membedakan orang lain berdasarkan penggolongan, etis, agama, suku, ras, status sosial ekonomi, partai dan lain-lain.

Sifat demokratis ini lahir karena pada orang yang mengaktualisasikan diri tidak mempunyai perasaan risih bergaul dengan orang lain.

Juga karena sikapnya yang rendah hati, sehingga ia senantiasa menghormati orang lain tanpa terkecuali.

k. Rasa humor yang bermakna dan etis

Rasa humor orang yang mengaktualisasikan diri berbeda dengan humor kebanyakan orang.

Baca Juga  Trik Sukses Nge-blog Dengan Konsep Psikologi (2019)

Ia tidak akan tertawa terhadap humor yang menghina, merendahkan bahkan menjelekkan orang lain.

Humor orang yang mengaktualisasikan diri bukan saja menimbulkan tertawa, tetapi sarat dengan makna dan nilai pendidikan.

Humornya benar-benar menggambarkan hakikat manusiawi yang menghormati dan menjunjumg tinggi nilai-nilai kemanusiaan.

l. Kreativitas

Sikap kreatif merupakan karakteristik lain yang dimiliki oleh orang yang mengaktualisasikan diri.

Kreativitas ini diwujudkan dalam kemampuannya melakukan inovasi-inovasi yang spontan, asli, tidak dibatasi oleh lingkungan maupun orang lain.

Baca Juga: WAJIB BACA!! 10 Cara Mengembangkan Kreativitas Diri

Cara Meditasi Ini Bisa Merubah Hidup Anda 365% Lebih Baik.

m. Independensi

Ia mampu mempertahankan pendirian dan keputusankeputusan yang ia ambil.

Tidak goyah atau terpengaruh oleh berbagai guncangan ataupun kepentingan.

n. Pengalaman puncak (peak experiance)

Orang yang mampu mengaktualisasikan diri akan memiliki perasaan yang menyatu dengan alam.

Ia merasa tidak ada batas atau sekat antara dirinya dengan alam semesta.

Artinya, orang yang mampu mengaktualisasikan diri terbebas dari sekat-sekat berupa suku, bahasa, agama, ketakutan, keraguan, dan sekat-sekat lainnya.

Oleh karena itu, ia akan memiliki sifat yang jujur, ikhlas, bersahaja, tulus hati , dan terbuka.

 

D. Langkah Pencapaian Aktualisasi Diri

Adapun beberapa langkah sederhana untuk mengaktualisasikan diri dalam mencapai sukses, yaitu:

a. Kenali potensi dan bakat unik yang ada dalam diri

Jangan pernah menyembunyikan bakat anda karena bakat diciptakan untuk digunakan, demikianlah nasehat dari Benjamin Franklin.

Oleh karena itu anda harus dan wajib mengenali bakat danpotensi unik yang ada dalam diri anda.

Ia adalah anugerah Tuhan yang tidak ternilai.

Yakinilah masing-masing kita terlahir dengan bakat dan potensi yang luar biasa.

Tugas kitalah untuk memahami, mendeteksi dan mengenali bakat dan potensi apa sajakah yang kita miliki.

b. Asah kemampuan unik anda setiap hari

Orang sukses adalah orang yang senantiasa mengasah kemampuan unik yang ada dalam dirinya, yang membedakan dirinya dengan 6 milyar orang lainnya.

Tidak perlu malu, kemampuan sekecil apapun yang anda miliki sekarang adalah modal untuk menciptakan kesuksesan di masa depan.

Petuah bijak mengatakan “Lakukanlah hal- hal kecil yang tidak anda sukai dengan disiplin tinggi, sehingga kelak anda dapat menikmati hal-hal besar yang sangat anda sukai.

c. Buat diri anda berbeda dan jadilah “One in a million kind of person”

Kita semua terlahir berbeda dan diciptakan untuk membuat perbedaan hidup.

Yakinilah anda adalah maha karya Tuhan yang luar biasa.

Anda adalah tambang emas dan berlian yang tidak ternilai harganya.

Maka buatlah diri berharga dengan menjadi yang berbeda dan bukan asal beda, tetapi harus unik.

Berikanlah perbedaan besar dalam hidup sehingga hidup anda merupakan berkah dan anugerah bagi orang lain.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Check Also

Kumpulan Cerita Motivasi Penyemangat Kerja Terbaru 2019

1. Jangan Pernah Meremehkan Pekerjaan Dua orang pemuda yang tak berpengalaman mendapatkan …