Homoseksualitas: Sejarah Gay Ditinjau Dari Perspektif Ilmiah

Homoseksualitas adalah istilah yang digunakan untuk orientasi seksual kepada jenis kelamin yang sama.

Homoseksual yang dilakukan sesama pria dinamakan gay, sedangkan homoseksual yang dilakukan oleh sesama wanita disebut dengan lesbian.

Kedua perilaku seksual tersebut, baik dalam ranah agama maupun ranah sosial disebut sebagai bentuk seks menyimpang.

Baca Juga:

Sejarah Gay atau Homoseksualitas

Homoseksual ada di semua budaya dan lapisan masyarakat serta di sepanjang sejarah.Homoseksual merupakan istilah yang diciptakan pada tahun 1869 oleh bidang ilmu psikiatri di Eropa untuk mengacu pada suatu fenomena yang berkonotasi klinis.

Meta Model - NLP

Homoseksual juga diartikan sebagai orang yang mengalami ketertarikan emosional, romantik, seksual atau rasa sayang terhadap sejenis.

Sedangkan biseksual merasa nyaman melakukan hubungan seksual dengan kedua jenis kelamin.

Secara sosiologis, homoseksual merupakan seseorang yang cenderung mengutamakan orang sejenis kelaminnya sebagai mitra seksual.

Homoseksualitas merupakan kecenderungan untuk tertarik kepada orang lain yang sejenis. Homoseksualitas pun diartikan sebagai sikap-tindak atau pola perilaku para homoseksual.

Perilaku homoseksual adalah hubungan seks antara orang yang berjenis kelamin sama, sedangkan orientasi homoseksual adalah sikap atau perasaan ketertarikan seseorang pada orang lain dengan jenis kelamin yang sama untuk tujuan kepuasan seksual.

Paham tentang homoseksual disebut homoseksualisme dan keadaan tertarik terhadap orang dari jenis kelamin yang sama disebut gay.

Homoseksual dapat digolongkan ke dalam tiga kategori, yakni:

  1. Golongan yang secara aktif mencari mitra kencan di tempat-tempat tertentu, seperti misalnya bar-bar homoseksual.
  2. Golongan pasif, artinya yang menunggu.
  3. Golongan situasional yang mungkin bersikap pasif atau melakukan tindakan-tindakan tertentu.

Faktor Penyebab Menjadikan Seseorang Menjadi Gay

 

homoseksualitas photo

Ada 3 faktor kemungkinan penyebab seseorang menjadi gay. Hal ini sedikit banyaknya mempengaruhi seorang gay untuk melakukan kekerasan seksual kepada pasangan gaynya, yaitu :

1. Perspektif biologis atau fisiologis

Homoseksual disebabkan oleh tiga hal yang berpengaruh yaitu gen, hormon, dan kromosom atau adanya ketidakseimbangan jumlah hormon pada diri seseorang sejak lahir.

Baca Juga  Empati Adalah? Makna Dan Berbagai Bentuknya

Banyak para ahli menyatakan bahwa homoseksual telah lahir karena beberapa jenis kekurangimbangan dari hormon-hormon yang berhubungan dengan seks.

Menurut mereka testosterone merupakan suatu faktor yang bersifat menentukan bagi perkembangan dari semua karakteristik seks yang sekunder dari manusia, seperti perubahan suara, dan sebagainya.

Sedangkan estrogen merupakan faktor yang penting bagi perempuan dalam pembentukan fisik seorang perempuan.

Laki-laki yang menjadi gay karena faktor biologis biasanya tidak akan bisa kembali menjadi laki-laki dalam arti sebenarnya, akan tetapi frekuensinya dapat menjadi berkurang.

Berbagai penemuan dan penelitian yang dilakukan oleh para ahli ini membuktikan adanya kenyataan bahwa faktor biologis memiliki pengaruh terhadap perkembangan seorang homoseks.

2. Perspektif lingkungan (Perspektif sosiokultural)

Situasi lingkungan merupakan salah satu perangkat pendorong tindakan homoseksual.

Tindakan ini tampak pada orang-orang yang telah terisolasi dengan rekan sejenis dalam waktu yang lama dan ikatan ruang yang ketat seperti penjara dan pesantren.

3. Psikologi

Penyebab seseorang menjadi homoseksual, juga banyak dilihat dari perspektif psikologi.

Sudut pandang dari dimensi psikologis menekankan pada masa awal perkembangan seksual sebagai faktor yang patut dipertimbangkan dalam melacak penyebab homoseksual.

Menurut psikoanalisa Freud, homoseksual bermula dari pekembangan psikoseksual anak pada masa kecil.

Pengalaman hubungan orang tua dan anak pada masa kanak-kanak sangat berpengaruh terhadap kecenderungan homoseksual.

Perspektif lain adalah teori perilaku atau psikoseksual yang menekankan bahwa homoseksual secara mendasar merupakan fenomena proses belajar.

Penyebab seseorang menjadi homoseksual dapat berasal dari adanya penghargaan atau hukuman atas perilaku seksual yang dialami sejak awal perkembangan atau cenderung ke arah gangguan perkembangan psikoseksual pada masa anakanak.

Misalnya bila seseorang mendapatkan pengalaman heteroseksual yang kurang menyenangkan dan justru

mendapatkan kenikmatan dengan penglaman homoseksual maka secara bertahap orientasi seksualnya akan ke arah sesama jenis.

Ciri-ciri Gay dalam Homoseksualitas

homoseksualitas gay

  1. Sebagian besar para gay secara phisik merupakan sosok-sosok pria dengan ketampanan diatas rata-rata pria pada umumnya, bahkan tampilan cenderung macho dan gagah.
  2. Sebagian besar gay menandai dirinya dengan tindik pada bagian kuping “biasanya” yang sebelah kanan, namun sebagian lagi bahkan ada yang menindik kedua bagian kupingnya, oleh karena itu baiknya bagi pria yang berminat untuk melakukan tindik sebaiknya dipertimbangkan kembali agar jangan sampai salah memberikan simbol.
  3. Sebagian dari mereka cenderung menyukai memakai perhiasan seperti kalung (biasanya kalung emas baik kuning maupun emas putih) layaknya seorang lelaki metrosexual.
  4. Sebagian besar gay, secara sifat adalah jenis lelaki yang sopan santun, terkesan sangat rapi namun tetap menampilkan kesan feminisme dalam gerak-geriknya, tapi sebagian lagi sangat tidak kentara ketika berinteraksi.
  5. Sebagian besar gay, termasuk jenis pria-pria yang sensitif dan dalam kehidupan sehari-hari cukup supel dalam pergaulan, namun mereka sangat perfeksionis dalam bidangnya.
  6. Sebagian besar pria gay biasanya berkarier dibidang seperti artis, penyanyi, desainer, penata rambut bahkan para model, namun secara garis besarnya mereka pada umumnya bergiat dibidang yang membutuhkan detil dengan perasaan dengan tingkat perfeksionisme yang tinggi.
Baca Juga  Memahami "Quarter Life Crisis" Krisis di Usia 20-an Dalam Hidup Anda

Jenis-Jenis Gay dalam Homoseksualitas

Jenis Homoseksual digolongkan dalam beberapa jenis yakni:

1. Homoseksual tulen, yaitu gambaran streotiptik popular tentang laki -laki yang keperempuan-perempuanan atau sebaliknya perempuan yang kelelaki-lakian.

2. Homoseksual malu-malu,  yaitu kaum lelaki yang suka mendatangi kamar mandi yang tidak mampu dan tidak berani menjalin hubungan antarpersonal.

3. Homoseksual tersembunyi,  yaitu kelompok ini biasanya berasal dari kelas menengah dan memiliki status sosial yang mereka rasa perlu dengan menyembunyikan homoseksualitas mereka.

4. Homoseksual situasional,  yaitu kelompok yang dapat mendorong orangmempraktikkan homoseksualitasnya tanpa disertai komitmen yang mendalam.

5. Biseksual, yaitu orang yang mempraktikkan baik homoseksualitas maupun heteroseksualitas sekaligus.

6. Homoseksual mapan, yaitu kaum homoseksual yang menerima homoseksualitas mereka, memenuhi aneka peran kemasyarakatan secara bertanggung jawab dan mengikatkan diri dengan komunitas homoseksual setempat.

 

Sumber: Homoseksualitas Masa Kini Suatu Tinjauan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Check Also

Perempuan, Tubuh Dan Standar Kecantikan

Perempuan sangat amat memikirkan kecantikan. Bahkan sesama perempuanpu  sering menganggap …