Hidup Sehat Dengan Menerapkan Health Belief Model

Dewasa ini begitu banyak penyakit yang menyerang manusia.

Faktanya, banyak sekali penyakit disekitar kita ini sebenarnya dan seharusnya bisa kita cegah dengan perilaku sehat.

Dengan kata lain kunci untuk mencapai kesehatan tubuh kita yang lebih baik adalah dengan mengembangkan berbagai strategi untuk mengabungkan pilihan sehat di dalam keseharian kita.

Health belief model dalam artikel ini akan menjadi salah satu alternatif tyang bisa diterapkan dalam membentuk perilku sehat.

Self-Healing: 5 Cara Penyembuhan Diri Sendiri Yang Bisa Kalian Terapkan

Kecerdasan Buatan (AI) Berpotensi Menghancurkan Manusia?

Mengenal Mythomania, Kelainan Psikologis Gemar Berbohong

A. Sejarah Health Belief Model

Pada tahun 1950-an penelitian kesehatan publik Amerika Serikat memulai mengembangkan suatu model yang memiliki target indikasi untuk program edukasi kesehatan.

Tapi kendala lain dihadapi, yaitu  psikolog sosial di Amerika Serikat ini mendapati masalah dengan sedikitnya orang yang berpartisipasi dalam program pencegahan dan deteksi  penyakit.

Penelitian tersebut yang terus berkembang melahirkan model kepercayaan sehat atau health belief model.

Irwin Rosenstock (1974) adalah tokoh yang mencetuskan health belief model untuk pertama kali bersama Godfrey Hochbaum (1958).

Mereka berdua mengembangkannya dengan mengemukaan kerentanan yang dirasakan untuk penyakit TBC.

Stephen Kegels (1963) menunjukkan hal yang serupa mengenai kerentanan yang dirasakan untuk masalah gigi yang parah dan perhatian untuk mengunjungi dokter gigi menjadi tindakan prefentif sebagai salah satu solusi masalah gigi.

Teori health belief model ini juga didasari oleh teori Kurt Lewin. Conner: 2003

Dalam bukunya menuliskan bahwa hubungan antara prinsip hidup sehat yang benar dengan perilaku sehat ini mengikuti terminologi konsep Lewin (1951) mengenai valensi yang menyumbangkan bahwa perilaku dapat berubah lebih atraktif atau kurang atraktif.

 

B. Pengertian Health Belief Model

Health Belief Model atau biasa (disingkat HBM) seringkali dipertimbangakan sebagai kerangka utama dalam perilaku yang berkaitan dengan kesehatan manusia dan telah mendorong penelitian perilaku kesehatan sejak tahun 1950-an.

Hal ini menjadikan Health Belief Mode sebagai model yang menjelaskan pertimbangan seseorang sebelum mereka berperilaku sehat.

Baca Juga  Katarsis Adalah? Pemahaman Istilah dan Terapinya Lengkap

Oleh karena itu, Health Belief Model memiliki fungsi sebagai model pencegahan atau preventif.

Health Belief Model ini merupakan model kognitif yang artinya  perilaku individu dipengaruhi proses kognitif dalam dirinya.

 

C. Komponen Health Belief Model

Health belief model memiliki enam komponen yaitu:

1. Perceived Susceptibility

Perceived Susceptibility adalah kepercayaan seseorang dengan menganggap menderita penyakit adalah hasil melakukan perilaku terentu.

Perceived susceptibility juga diartikan sebagai perceived vulnerability yang berarti kerentanan yang dirasakan yang merujuk pada kemungkinan seseorang dapat terkena suatu penyakit.

Perceived susceptibility ini memiliki hubungan positif dengan perilaku sehat.

Jika persepsi kerentanan terhadap penyakit tinggi maka perilaku sehat yang dilakukan seseorang juga tinggi.

Contohnya seseorang percaya kalau semua orang berpotensi terkena kanker.

2. Perceived Severity

Perceived Severity adalah kepercayaan subyektif individu dalam menyebarnya penyakit disebabkan oleh perilaku atau percaya seberapa berbahayanya penyakit sehingga menghindari perilaku tidak sehat agar tidak sakit.

Hal ini berarti perceived severity berprinsip pada persepsi keparahan yang akan diterima individu.

Perceived severity juga memiliki hubungan yang positif denga perilaku sehat.

Jika persepsi keparahan individu tinggi maka ia akan berperilaku sehat.

Contohnya individu percaya kalau merokok dapat menyebabkan kanker.  

3. Perceived Benefits

Perceived Benefits adalah kepercayaan terhadap keuntungan dari metode yang disarankan untuk mengurangi resiko penyakit.

Perceived benefits secara ringkas berarti persepsi keuntungan yang memiliki hubungan positif dengan perilaku sehat.

Individu yang sadar akan keuntungan deteksi dini penyakit akan terus melakukan perilaku sehat seperti medical check up rutin.

Contoh lain adalah kalau tidak merokok, dia tidak akan terkena kanker.

4. Perceived Barriers

Perceived barriers adalah kepercayaan mengenai harga dari perilaku yang dilakukan.

Perceived barriers secara singkat berarti persepsi hambatan aatau persepsi menurunnya kenyamanan saat meninggalkan perilaku tidak sehat.

Hubungan perceived barriers dengan perilaku sehat adalah negatif.

Jika persepsi hambatan terhadap perilaku sehat tinggi maka perialu sehat tidak akan dilakukan.

Contohnya, kalau tidak merokok tidak enak, mulut terasa asam.

Baca Juga  Penjelasan Lengkap Efek PLASEBO Dan Efek Nosebo

Contoh lain SADARI(periksa payudara sendiri) untuk perempuan yang dirasa agak susah dalm menghitung masa subur membuat perempuan enggan SADARI.

5. Cues to Action

Cues to action adalah mempercepat tindakan yang membuat seseorang merasa butuh mengambil tindakan atau melakukan tindakan nyata untuk melakukan perilaku sehat.

Cues to action juga berarti dukungan atau dorongan dari ligkungan terhadap individu yang melakukan perilaku sehat.

Saran dokter atau rekomendasi telah ditemukan utnuk menjadi cues to action untuk bertindak dalam konteks berhenti merokok.

6. Self Efficacy

Hal yang berguna dalam memproteksi kesehatan adalah self efficacy.

Self efficacy dalam istilah umum adalah kepercayaan diri seseorang dalam menjalankan tugas tertentu.

Self Efficacy adalah kepercayaan seseorang mengenai kemampuannya untuk mempersuasi keadaan atau merasa percaya diri dengan perilaku sehat yang dilakukan.

Self efficcay dibagi menjadi dua yaitu outcome expectancy seperti menerima respon yang baik dan outcome value seperti menerima nilai sosial.

 

D. Penerapan Health Belief Model

  1. Preventive health behaviour, yang termasuk promosi kesehatan (seperti olahraga dan perilaku mengurangi resiko kesehatan seperti pemberian vaksinasi dan penggunaan alat kontrasepsi.
  2. Sick role behaviour yang artinya menuruti rekomendasi dari medis, biasanya diikuti oleh diagnosi dari profesional tentang penyakit.
  3. Clinic use, termasuk kunjungan dengan alasan yang bervariasi.

Contoh aplikasi penerapan Health Belief Model dalam beberapa penyakit, antara lain:

1. Health Belief Model untuk Pencegahan HIV

a. Perceived Susceptibility

Remaja memiliki presepsi bahwa mereka dapat menderita HIV

b. Perceived Severity

Percaya bahwa HIV adalah penyakit menular sehingga remaja menghindari aktifitas yang dapat menyebabkan HIV

c. Perceived Benefits

Remaja percaya tentang penggunaan kondom dapat melindungi diri HIV. Mereka akan mendapat keuntungan karana menggunanakan kondom mencegah penularan HIV

e. Perceived Barriers

Persepsi menggunakan kondom menurunkan ‘kenyamanan’ saat berhubungan seks. Mengidentifikasi bagaimana dapat berhubungan seks dengan ‘nyaman’ walaupun menggunakan kondom

f. Cues to action

Melakukan tindakan nyata untuk meggunakan kondom saat berhubungan seksual.

Menerima isyarat atau pesan pengingingat misalnya, 25% remaja aktif seksual tertular HIV. Apakah anda salah satu dari mereka?

g. Self Efficacy

Merasa percaya diri dalam menggunakan kondom

Baca Juga  Cara Menahan Lapar Saat Puasa? Pakai 7 Rahasia Pikiran ini

2.  Health Belief Model untuk Pencegahan Kanker Payudara

a. Perceived Susceptibility

Perempuan memiliki presepsi bahwa mereka dapat menderita kanker payudara.

b. Perceived Severity

Perempuan percaya bahwa kanker payudara adalah penyakit yang membahayakan dan menyakitkan sehingga diperlukan langkah pencegahan.

c. Perceived Benefits

Perempuan percaya dengan melakukan SADARI (periksa payudara sendiri) adalah upaya preventif yang menguntungkan.

d. Perceived Barriers

Perempuan harus menghitung masa subur terlebih dahulu sebelum melakukan SADARI (periksa payudara sendiri) sehingga muncul keengganan dalam melakukannya.

e. Cues to action

Melakukan tindakan nyata SADARI (periksa payudara sendiri) dan membuat jadwal masa mentruasi sehingga mengetahui masa subur.

f. Self Efficacy

Merasa percaya diri setelah melakukan  SADARI (periksa payudara sendiri)

 

E. Kelebihan Health Belief Model

  • Health Belief Model mudah dan murah.
  • Health Belief Model adalah bentuk intervensi praktis untuk peneliti dan perawat kesehatan  khususnya yang berhubungan dengan perilaku pencegahan penyakit (misal screening, imunisasi, vaksinasi).
  • Health Belief Model adalah analisator perilaku yang beresiko terhadap kesehatan.

 

F. Kelemahan Health Belief Model 

  • Health Belief Model mungkin lebih berlaku untuk masyarakat kelas menengah saja.
  • kuesioner Health Belief Model tidak random dan dapat dengan mudah ‘dibaca’ oleh responden sehingga validasinya diragukan.

 

Sumber: Health Belief Model

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Check Also

4 Dampak Buruk Eksistensi Budaya Patriarki di Indonesia Bagi Perempuan

A. Apa Itu Budaya Patriarki? Patriarki merupakan sebuah sistem sosial yang menempatkan pri…