Mengenal Jenis Halusinasi Dan Penyebabnya

Halusinasi adalah gangguan yang dapat membuat seseorang seolah-olah menyaksikan atau mengalami hal-hal yang tidak nyata, bahasa kerenya halu. Kalian mungkin sudah sering mendengar tentang fenomena halusinasi. Tapi, tahukah kalian mengapa dan bagaimanaah halusinasi bisa terjadi? Yuk, Simak jawabannya di bawah ini!

Apa Sih Halusinasi Itu?

Halusinasi adalah sensasi pikran seseorang yang terlihat nyata, padahal sebenarnya hanya dibuat-buat oleh pikiran manusianya sendiri. Halusinasi dapat memengaruhi kelima indra seseorang. Yah, kondisi ini tidak hanya membuat seseorang melihat hal-hal yang tidak nyata, melainkan juga dapat mendengar, menyentuh, atau bahkan mengecap sesuatu yang tidak benar-benar ada.

Halusinasi merupakan gangguan atau perubahan persepsi dimana manusia mempersepsikan sesuatu yang sebenarnya tidak terjadi. Suatu penerapan dan penghayatan yang dialami melalui panca indra tanpa ada rangsang dari luar maupun stimulus.

Halusinasi adalah gangguan persepsi panca indra tanpa adanya rangsangan dari luar yang meliputi semua sistem penginderaan dimana terjadinya pada saat kesadaran seseorang itu baik.

Apa Saja Jenis – Jenis Halusinasi?

ilustrasi otak manusia halusinasi

Halusinasi adalah hilangnya kemampuan manusia dalam membedakan rangsangan internal (pikiran) dan rangsangan eksternal (dunia luar) halusinasi terdiri dari tujuh jenis:

🤐 Bongkar Rahasia Pesulap - ▶️ Tutorial Trik Sulap Prediksi

a. Halusinasi Pendengaran

Mendengar suara atau kebisingan, paling sering suara orang. Suara berbentuk kebisingan yang kurang jelas sampai kata-kata yang jelas berbicara tentang klien, bahkan sampai pada percakapan lengkap antara dua orang yang mengalami halusinasi.

Pikiran yang terdengar dimana seseorang mendengar perkataan bahwa seseorang disuruh untuk melakukan sesuatu kadang dapat membahayakan.

b. Halusinasi Penglihatan

Stimulus visual dalam bentuk kilatan cahaya, gambar geometris, gambar kartun, bayangan yang rumit atau kompleks. Bayangan bisa yang menyenangkan atau menakutkan.

c. Halusinasi Penciuman

Membau bau-bauan tertentu seperti bau darah, urin, dan feses, parfum atau bau yang lain. Ini sering terjadi pada seseorang pasca serangan stroke, kejang atau dimensia.

d. Halusinasi Pengecapan

Merasa mengecap rasa seperti rasa darah, urin atau feses.

e. Halusinasi Perabaan

Merasa mengalami nyeri atau ketidaknyamanan tanpa stimulus yang jelas. Rasa tersetrum listrik yang datang dari tanah, benda mati atau orang lain.

f. Halusinasi Cenesthetik

Merasakan fungsi tubuh seperti aliran darah di vena atau arteri, pencernaan makan atau pembentukan urine.

Baca Juga  10 Alasan Kamu Wajib Belajar Psikologi, Meskipun Tidak Kuliah Jurusan Psikologi 

g. Halusinasi Kinestetika

Merasakan pergerakan sementara berdiri tanpa bergerak.

Baca Juga:

Apa Saja Tahapan Dalam Halusinasi?

ilustrasi halusinasi

Tahapan halusinasi adalah sebagai berikut:

a. Tahap 1 (comforting)

Memberi rasa nyaman, tingkat ansietas sedang, secara umum halusinasi adalah suatu kesenangan dengan karakteristik :

  • seseorang mengalami ansietas, kesepian, rasa bersalah dan ketakutan. Perilaku yang umum biasanya tersenyum atau tertawa sendiri, menggerakkan bibir tanpa suara, pergerakan mata yang cepat, respon verbal yang lambat serta diam dan berkonsentrasi.

b. Tahap 2 (Condeming)

Menyalahkan, tingkat kecemasan berat, secara umum halusinasi menyebabkan rasa antipasti dengan karakteristik :

  • Seseorang mengalami sensori menakutkan, merasa dilecehkan oleh pengalaman sensori tersebut, mulai merasa kehilangan kontrol serta menarik diri dari orang lain. Perilaku yang umum biasanya terjadi peningkatan denyut jantung, pernafasan dan tekanan darah, perhatian dengan lingkungan berkurang, konsentrasi terhadap pengalaman sensorinya sampai pada kehilangan kemampuan membedakan halusinasi dengan realitas.

c.  Tahap 3 (Controlling)

Mengontrol, tingkat kecemasan berat, pengalaman halusinasi tidak dapat ditolak lagi dengan karakteristik :

  • Menyerah dan menerima pengalaman sensorinya (halusinasi), isi halusinasi menjadi atraktif dan kesepian bila pengalaman sensori berakhir. Perilakuyang umum biasanya terjadi yaitu perintah halusinasinya harus ditaati, sulit berhubungan dengan orang lain, perhatian terhadap lingkungan berkurang, hanya beberapa detik serta tidak mampu mengikuti perintah dari perawat, tampak tremor dan berkeringat.

d. Tahap 4 (Conquering)

Seseorang sudah sangat dikuasai oleh halusinasi dan tampak panik. Karakteristiknya yaitu suara atau ide yang datang mengancam apabila tidak diikuti. Perilaku pada umumnya adalah perilaku panik, resiko tinggi mencederai, tidak mampu berespon terhadap lingkungan.

Apa Saja Penyebab Halusinasi?

ilustrasi halusinasi

Halusinasi adalah gerakan penyerapan (persepsi) panca indera tanpa ada rangsangan dari luar yang dapat meliputi semua sistem panca indera terjadi pada saat kesadaran individu penuh atau baik. Halusinasi adalah terjadi dari beberapa dimensi, antara lain, yaitu :

a. Dimensi fisik

Halusinasi dapat meliputi kelima indera, tetapi yang paling sering ditemukan adalah halusinasi pendengar, halusinasi dapat ditimbulkan dari beberapa kondisi seperti kelelahan yang luar biasa. Pengguna obat- obatan, demam tinggi hingga terjadi delirium intoksikasi, alkohol dan kesulitan-kesulitan untuk tidur dan dalam jangka waktu yang lama.

Baca Juga  Model Pembelajaran Inquiry, Pengertian dan Penerapannya Menurut Ahli

b. Dimensi emosional

Terjadinya halusinasi adalah karena ada perasaan cemas yang berlebih yang tidak dapat diatasi. Isi halusinasi berupa perintah memaksa dan menakutkan yang tidak dapat dikontrol dan menentang, sehingga menyebabkan seseorang berbuat sesuatu terhadap ketakutan tersebut.

c. Dimensi intelektual

Penunjukkan penurunan fungsi ego. Awalnya halusinasi merupakan usaha ego sendiri melawan implus yang menekan dan menimbulkan kewaspadaan mengontrol perilaku dan mengambil seluruh perhatian seseorang.

d. Dimensi sosial

Halusinasi dapat disebabkan oleh hubungan interpersonal yang tidak memuaskan sehingga koping yang digunakan untuk menurunkan kecemasan akibat hilangnya kontrol terhadap diri, harga diri, maupun interaksi sosial dalam dunia nyata sehingga klien cenderung menyendiri dan hanya bertuju pada diri sendiri.

e. Dimensi spiritual

Seseorang yang mengalami halusinasi yang merupakan makhluk sosial, mengalami ketidakharmonisan berinteraksi. Penurunan kemampuan untuk menghadapi stress dan kecemasan serta menurunnya kualitas untuk menilai keadaan sekitarnya.

Akibat saat halusinasi menguasai dirinya, seseorang akan kehilangan kontrol terhadap kehidupanya. Selain itu terjadinya halusinasi disebabkan karena:

a. Teori psikoanalisa

Halusinasi adalah pertahanan ego untuk melawan rangsangan dari luar yang mengancam, ditekan untuk muncul akan sabar.

b. Teori biokimia

Halusinasi terjadi karena respon metabolisme terhadap stress yang mengakibatkan dan melepaskan zat halusinogenik neurokimia seperti bufotamin dan dimetyltransferase.

c. Teori psikofisiologi

Terjadi akibat ada fungsi kognitik yang menurun karena terganggunya fungsi luhur otak, oleh karena kelelahan, karacunan dan penyakit.

d. Teori psikodinamik

Terjadi karena ada isi alam sadar dan akan tidak sadar yang masuk dalam alam tak sadar merupakan sesuatu atau respon terhadap konflik psikologi dan kebutuhan yang tidak terpenuhi sehingga halusinasi adalah gambaran atau proyeksi dari rangsangan keinginan dan kebutuhan yang dialami oleh klien.

c. Teori interpersonal

Teori ini menyatakan seseorang yang mengalami kecemasan berat dalam situasi yang penuh dengan stress akan berusaha untuk menurunkan kecemasan dengan menggunakan koping yang biasa digunakan.

Bagaimana Cara Menyembuhkan Halusinasi?

Halusinasi adalah salah satu gejala gangguan jiwa pada seseorang yang ditandai dengan perubahan sensori persepsi; halusinasi merasakan sensasi palsu berupa suara, penglihatan, penciuman, perabaan atau penghidungan.

Baca Juga  Intuisi Adalah : Pengertian Lengkap dan Cara Mempertajam Insting Anda

Untuk membantu seseorang agar mampu mengontrol halusinasi, dapat melatih pasien dalam 4 cara yang dapat mengendalikan halusinasi, diantaranya adalah :

a. Menghardik halusiasi

Merupakan upaya mengendalikan diri terhadap halusinasi dengan cara menolak halusinasi yang muncul. Seseorang dilatih untuk mengatakan tidak terhadap halusinasi yang muncul atau tidak memperdulikan halusinasinya. Jika ini dapat dilakukan, seseorang akan mampu mengendalikan dan tidak mengikuti halusinasi yang muncul.

Kemungkinan halusinasi yang muncul kembali tetap ada, namun dengan kemampuan ini seseorang tidak akan larut untuk mengikuti apa yang ada dalam halusinasinya. Tahap tindakan keperawatan meliputi menjelaskan cara menghardik,  memperagakan cara menghardik, meminta pasien memperagakan ulang, memamtau penerapan cara ini, menguatkan perilaku pasien.

b. Bercakap-cakap dengan orang lain

Untuk mengontrol halusinasi dapat juga dengan bercakap-cakap dengan orang lain. Saat seseorang bercakap-cakap dengan orang lain maka terjadi distraksi. Fokus perhatian seseorang akan beralih dari halusinasi ke percakapan yang dilakukan dengan orang lain tersebut, sehingga salah satu cara yang efektif untuk mengontrol halusinasi adalah dengan menganjurkan seseorang untuk bercakap-cakap dengan orang lain.

c. Melakukan aktivitas yang terjadwal

Dengan beraktivitas secara terjadwal, seseorang tidak akan memiliki bayak waktu luang untu sendiri yang dapat mencetuskan halusinasi. Seseorang menyusun jadwal dari bangun pagi sampai tidur malam. Tahapannya adalah menjelaskan pentingnya beraktivitas, yang teratur untuk mengatasi halusinasi.

Mendiskusikan aktivitas yang biasa dilakukan oleh seseorang yang halu, melatih melakukan aktivitas, menyusun jadwal aktivitas sehari-hari, membantu pelaksanaan jadwal kegiatan, memberi penguata pada perilaku yang positif.

d. Menggunakan obat secara teratur

Untuk menghindari kekambuhan atau muncul kembali halusinasi, seseorang perlu memgkonsumsi obat secara teratur dengan tindakan menjelaskan manfaat obat, menjelaskan akibat putus obat, menjelaskan cara mendapatkan obat atau berobat dan jelaskan cara menggunakan dengan 5 benar (benar obat, benar pasien, benar cara, benar waktu, benar dosis).

e. Dukungan Keluarga

Support keluarga merupakan faktor yang menentukan keberhasilan penyembuhan halusinasi. Dukungan keluarga selama seseorang dirawat baik di rumah atau di rumah sakit sangat dibutuhkan sehingga pasien termotivasi untuk sembuh.

 

Sumber: Halusinasi

Proses Terjadinya Halusinasi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Check Also

Regulasi Diri Dan Aspek Yang Mempengaruhi Manusia

Apa Itu Regulasi Diri? Regulasi diri berkaitan dengan bagaimana seseorang mengaktualisasik…