Unik -

Grave of The Fireflies Sinopsis Lengkap Bahasa Indonesia

Grave of The Fireflies merupakan  salah satu animasi film yang digarap oleh Ghibli Studio. Rilis pada tahun 1988, anime ini ternyata masih banyak di sukai dan juga ditonton oleh masyarakat sampai saat ini. Meskipun sudah menjadi salah satu movie yang paling banyak ditonton orang Grave of The Firefliestidak pernah ada kata expied alias kaluarsanya untukuntuk ditonton kembali sebanyak apapun.

Grave of The Fireflies, isi cerita dalam film ini tidaklah sama sekali rumit. Berlatar pada tahun 1945, pemeran utama Seita dan Setsuko, dua bersaudara yaitu kakak laki-kali dan juga adik perempuan, terpaksa harus kehilangan tempat tinggal mereka dan juga ibunya karena desa diserang oleh pihak Amerika.

Pada hari-hari menjelang Perang Dunia II, pembom Amerika menjatuhkan tabung napalm di kota-kota Jepang, menciptakan badai api. Bom-bom ini, lebih panjang dari kaleng besi, jatuh ke bumi mengikuti jejak kain yang berkibar di belakangnya. Setelah mengenai tanah jepang, ada keheningan sesaat, dan kemudian mereka meledak, menyemprotkan api ke sekeliling mereka. Lingkungan perumahan Jepang, terbuat dari kayu tipis dan rumah-rumah kertas, tidak ada lagi cara untuk melawan api.

Baca Juga :

“Grave of the Fireflies” (1988) adalah film animasi yang menceritakan tentang dua anak dari kota pelabuhan Kobe, yang kehilangan tempat tinggal akibat bom. Seita adalah seorang remaja, dan saudara perempuannya Setsuko berusia sekitar 5 tahun. Ayah mereka melayani di angkatan laut Jepang, dan ibu mereka adalah korban bom. Seita berlutut di samping tubuhnya, ditutupi dengan luka bakar, di rumah sakit darurat. Rumah mereka, tetangga, sekolah semuanya hilang.

Tonton ini, dan ingatan anda akan meningkat seketika

Dua saudara ini pun akhirnya menumpang tempat tinggal di rumah bibi mereka. Saat Setsuko merindukan Ibunya, Seita sang kakak senantiasa menghibur sang adik Setsuko dengan menunjukkan kunang-kunang yang banyak di sekitar rumah bibi mereka. Saat Setsuko sedang sedih, Seita sang kakak akan memberinya permen buah yang telah disimpankan ibu untuk mereka.

Baca Juga  Patah Hati Bukan Berarti Dunia Berhenti

Untuk sementara waktu seorang bibi mau menampung mereka, tetapi dia kejam tentang perlunya memberi makan mereka, dan akhirnya Seita menemukan sebuah gua di lereng bukit tempat mereka bisa tinggal. Dia melakukan apa yang dia bisa untuk mencari makanan, dan untuk menjawab pertanyaan Setsuko tentang orang tua mereka.

Grave of The Fireflies images

Selanjutnya keduanya tinggal di tempat penampungan yang tidak terpakai dan berpenghuni. Hidup ala adarnya, makan seadanya. Mereka juga menjual barang-barang peninggalan Ibu mereka untuk bertahan hidup. Pada saat uang mereka habis, Seita mulai mencuri bahan makanan di kebun para petani. Mirisnya, setiap kali ada serangan, dan saat masyarakat sedang sibuk mencari tempat perlindungan.  Seita malah berbalik menuju desa dan tempat serangan untuk mencuri barang-barang yang telah ditinggalkan oleh masyarakat untuk mengungsi. Semua itu Seita lakukan hanya untuk sang adik Setsuko.

Seiring berjalannya waktu karena pola hidup yang kurang sehat dan makanan yang kurang bergizi, Setsuko si adik mulai sakit-sakitan. Tubuh Setsuko banyak ruam-ruam dan pada akhirnya terjangkit diare dan juga malnutrisi. Seita akhirnya menarik uang dari tabungan ibunya untuk bisa membelikan makanan untuk si adik Setsuko. Tetapi, Seita terlambat, Setsuko ternyata sudah terlalu lemah dan pada akhirnya dia meninggal dunia. Seita juga mengremasi jasad sang adik Setsuko, dan segera meninggalkan tempat penampungan tersebut. Seiring berjalannya waktu, Seita meninggal juga sebagai gelandangan di sebuah stasiun, Sita meninggal sambil memeluk kaleng permen yang berisi abu adiknya Setsuko.

Grave of The Fireflies meskipun dengan kualitas dan penggambaran dan masih sesuai dengan tahun rilisnya. Namun tidak akan mengurangi kenikmatan menyelami alur setiap ceritanya. Interaksi dan kedekatan Seita dan Satsuko sungguh sangat menyentuh ke hati penonton.

Pada beberapa adegan keduanya sangat hidup, saling percaya satu sama lainnya. Seita sang kakak selalu ada buat sang adik Setsuko. Selain itu sang adik Setsuko juga tidak pernah nakal kepada Seita. Karakter-karakter tersebut tentunya menarik simpai penonton dan langsung mencintai film tersebut. Hubungan kaka beradik Seita dan Setsuko serta dinamika kehidupan mereka memang digambarkan dan menjadi kekuatan dari film ini.

Baca Juga  Cek di sini apakah Kamu termasuk Generasi Micin!!

Menonton film ini akan membuat kalian membenci peperangan dan kerusuhan. Selain itu juga melatih kepekaan dan empati kalian terhadap sesama manusia yang dicontohkan oleh bibi dan beberapa orang lain yang tidak mau membantu kakak beradik Seita serta Setsuko.

Tetapi, saat melihat dari sudut pandang lain, juga tidak bisa disalahkan karena memang kondisinya sedang peperangan. Namun, tetap nila- nilai kemanusiaan harus dimunculkan.

Tindakan Seita pergi dari rumah bibinya juga merupakan penggambaran anak laki-laki yang selalu punya ego dan harga diri yang tinggi.

Jika perang itu sangat merugikan, mengapa masih saja terus ada peperangan? Memang, obsesi manusia tak pernah padam. Ambisi pemimpin dan manusia serakah selalu ada dan berkuasa. Dan faktanya memang ada saja yang menginginkan kericuhan dan peperangan terus terjadi demi epentingan pribadi.
Grave of The Fireflies merupakan film yang setidaknya harus kalian tonton sekali seumur hidup kalian. Berapapun umur kalian, film ini tidak akan bosan dan basi. Cerita tentang keluarga dan perjuangan kehidupan, kondisi peperangan yang selalu menarik empati dan nurani manusia. Selamat menonton!!

Apa Pendapatmu?

Check Also

Patah Hati Bukan Berarti Dunia Berhenti

Mungkin hampir semua orang pernah merasakan sakitnya patah hati, sama dengan kenyataan bah…