Mungkin Anda Terkena Gejala PTSD, Segeralah Cari Pertolongan!!

Sebagian besar orang dalam hidupnya pernah melewati peristiwa traumatis mengalami, untuk sementara waktu,  kesulitan menyesuaikan diri dan mengatasi hal tersebut.

Tapi seiring berjalannya waktu dan upaya mengendalikan dan mengontrol diri sendiri, reaksi trauma tersebut biasanya berangsur menjadi lebih baik.

Meskipun demikian, pada beberapa kasus, gejala dapat menjadi lebih buruk atau berlangsung selama berbulan-bulan atau bahkan bertahun- tahun.

Bila suatu kejadian traumatis benar-benar terjadi dan mengguncang hidup Anda, maka kemungkinan anda akan menderita post-traumatic stress disorder.

Sumber: pdhealth.mil

1. Pengertian Post Traumatic Stress Disorder (PTSD)

PTSD adalah merupakan sebuah gangguan kecemasan yang berasal dari peristiwa traumatis yang mencakup kematian atau yang mengancam jiwa, luka serius atau yang mengancam keutuhan fisik seseorang atau orang lain (Beck & Coffey, 2005).

Trik membaca masa depan

Penelitian terbaru menjabarkan bahwa PTSD merupakan sebuah gangguan dengan beberapa kelompok gejala yang dapat berkembang mengikuti sebuah pengalaman traumatis yang ekstrim.

PTSD adalah kondisi psikologis yang serius yang terjadi mengikuti terjadinya peristiwa traumatis.

PTSD adalah kondisi yang kompleks yang dapat diasosiasikan dengan morbiditas, ketidakmampuan, dan kelemahan dalam fungsi kehidupan sehari – hari.

Menurut Cahill, dkk (2006), PTSD adalah gangguan ketidakmampuan secara psikiatris yang sangat lazim dan terkadang kronis yang dapat berkembang mengikuti peristiwa traumatis.

PTSD biasanya berkomorbid dengan depresi, gangguan kecemasan yang lain, gangguan obat-obatan terlarang serta diasosiasikan sebagai kualitas hidup yang rendah.

Sedangkan menurut Kaplan (Wardhani & Lestari, 2007) PTSD merupakan sindrom kecemasan, labilitas autonomik, ketidakrentanan emosional dan kilas balik dari pengalaman yang amat pedih, setelah stres fisik maupun emosi yang melampaui batas ketahanan orang biasa.

BACA JUGA: WARNING: BISA JADI ANDA STRESS!! Kenali gejala, penyebab dan cara penyembuhan!!

DEPRESI !! Kenali Gejala, Jenis Dan Cara Mengatasinya

Punya Sahabat Broken Home? WAJIB BACA!! Pengertian dan Cara Mengatasi Mental Anak Broken Home

Seberapa Tinggi Tingkat HARGA DIRI Anda? PENTING!! Pengertian Self Esteem, Aspek, Faktor dan Tingkatannya.

2. Gejala-gejala Post Traumatic Stress Disorder (PTSD)

Sumber: irishtime.com

Berdasarkan penjelasan penjabaran mengenai karakteristik gejala-gejala dari PTSD, meliputi:

Baca Juga  Gangguan Psikomatis: Gejala, Penyebab dan Cara Pencegahan

1. Merasa mengalami peristiwa tersebut secara terus menerus berulang pada hal:

  • Kekambuhan dan stres berkepanjangan dengan mengumpulkan kembali peristiwa termasuk gambaran-gambaran, pikiran-pikiran atau persepsi-persepsi.
  • Kekambuhan mimpi yang membuat stres terhadap peristiwa tersebut.
  • Bertindak atau merasa bahwa peristiwa tersebut terjadi kembali.
  • Stres psikologis secara intens yang nampak secara internal atau eksternal yang menandai sebuah aspek peristiwa traumatis.
  • Adanya reaksi fisik yang nampak yang mengisyaratkan sebuah aspek dari peristiwa traumatis.

2. Menghindar secara terus menerus terhadap stimuli yang membuka memori trauma dan mengalami mati rasa pada respon secara umum, yang harus diindikasikan paling sedikit tiga dari:

  • Berusaha menghindari pikiran, perasaan atau percakapan yang berhubungan dengan peristiwa tersebut.
  • Menghindari peristiwaperistiwa, tempat-tempat, orang-orang dan aktifitas yang membuka memori pada peristiwa tersebut.
  • Tidak mampu memutar ulang aspek penting dari peristiwa
  • Berkurangnya minat terhadap aktifitas secara signifikan.
  • Merasa sendiri dan asing
  • Emosi berkurang
  • Merasa tidak memiliki masa depan

3. Ditandai dengan gejala-gejala reaksi terhadap stimulus yang sangat tinggi, diindikasikan paling sedikit dua dari:

  • Insomnia
  • Mudah marah
  • Kurang konsentrasi
  • Waspada yang berlebihan
  • Respon mudah terkejut secara berlebihan

4. Diagnosis pada gangguan juga mengharuskan adanya stres atau menjadi lemah terhadap hubungan sosial, pekerjaan, atau area penting lainnya dari fungsi seseorang.

PTSD dapat ditegakkan bila seluruh gejala dirasakan selama lebih dari sebulan dan gejala berlangsung secara terus menerus.

Bagi kebanyakan orang, gejala-gejala tersebut bersifat sementara dan adalah respon yang normal terhadap peristiwa tidak biasa yang membutuhkan strategi koping dan jaringan pendukung

Beberapa orang akan mengalaminya tidak lama setelah terjadi kecelakaan kendaraan bermotor. Beberapa lain akan menunjukkan gejalagejala tersebut beberapa waktu kemudian.

Sebagian kecil orang akan menunjukkan gejala-gejala PTSD beberapa tahun setelah mengalami kecelakaan yang sebelumnya belum menunjukkan gejala (onset tertunda dari PTSD).

3. Tipe-tipe Stressor Post Traumatic

Sumber: emaze.com

Stress Disorder (PTSD) Menurut panduan dari National Medical Policy (2011) terdapat tipe-tipe stresor yang menyebabkan PTSD, antara lain:

  • kecelakaan kendaraan bermotor
  • kecelakaan kerja
  • bencana alam
  • serangan teroris
  • penyerangan kriminal
  • termasuk didalamnya kekerasan rumah tangga
  • korban peperangan, pelecehan seksual
  • kekerasan dan pelecehan seksual pada anak atau menelantarkan anak
  • penyandraan/kurungan/penyiksaan
  • melihat peristiwa traumatis
  • tinggal bersama teman dekat atau keluarga yang mengalami luka serius atau mengalami sakit medis dan dalam sebuah kesempatan terkadang hanya mendengarkan mengenai peristiwa traumatis dapat menyebabkan seseorang mengalami gejala-gejala PTSD.
Baca Juga  Apa Saja Mindset Yang Harus Dirubah Saat Memulai Bisnis? Baca Tips-nya!

National Medical Policy (2011) memberikan gambaran mengenai stresor dari PTSD. Gangguan berkembang setelah individu terlibat secara langsung ataupun mendengar mengenai stresor yang cukup besar yang memberi dampak pada hampir setiap orang.

Stresor harus dirasakan ekstrim, seperti: benar-benar mengalami atau terancam kematian pada diri atau orang lain, mengalami atau terancam mengalami luka serius pada diri atau orang lain, mengalami atau terancam perkosaan pada diri atau orang lain dan ancaman lain pada keutuhan fisik pada diri atau orang lain.

4. Tipe-tipe Faktor Resiko Post Traumatic Stress Disorder (PTSD)

Sumber: alorecovery.com

Terdapat tiga tipe faktor resiko yang menunjukkan seseorang mengalami PTSD.  Faktor resiko pertama terdiri dari faktor resiko pre-trauma. Berikut merupakan faktor-faktor tersebut:

1. Masalah psikologis sebelum terjadi trauma.

Orang-orang yangmemiliki sejarah mengalami stres psikologis sebelum terjadi trauma akan memiliki resiko dua kali lebih banyak untuk mengalami PTSD.

2. Sejarah keluarga yang memiliki penyakit psikiatrik.

Hal ini dapat mempengaruhi individu untuk mengalami PTSD karena hal ini mungkin mendasari kecenderungan seseorang untuk mengalami gangguan.

Kelompok kedua dari faktor resiko adalah peri-traumatik. Merupakan faktor resiko yang ada saat terjadi trauma, antara lain:

a. Sebuah ancaman kehidupan.

Hal ini berupa pengalaman kehidupan subjektif seseorang yang membedakan satu orang dengan orang lain. Seseorang yang memiliki ancaman kehidupan yang tertinggilah yang memiliki resiko tertinggi mengalami PTSD.

b. Benar-benar mengalami luka atau kematian.

Mengalami luka fisik atau menyaksikan seseorang terluka serius atau meninggal meningkatkan resiko seseorang mengalami PTSD.

3. Kedekatan dengan trauma.

Semakin dekat dengan peristiwa dan terlibat didalamnya, maka semakin besar resiko mengalami PTSD.

Tipe faktor resiko ketiga yang dapat mempengaruhi seseorang mengalami PTSD adalah faktor resiko setelah trauma.

Faktor yang paling mempengaruhi seseorang mengalami PTSD yaitu kurangnya dukungan dari lingkungan dan kurangnya kesatuan yang terpadu yang mengikuti saat terjadi peristiwa traumatis.

PTSD bisa terjadi pada semua usia, baik laki-laki maupun perempuan. Anak-anak dan remaja memiliki resiko mengalami PTSD lebih besar dibanding usia lain setelah mengalami paparan peristiwa traumatis, termasuk pelecehan seksual, kekerasan oleh orang lain dan kecelakaan kendaraan bermotor.

Baca Juga  Jika 12 Tanda Ini Ada di Kamu, Artinya Kamu Seorang Sosiopat

Sumber lain menyebutkan bahwa anak-anak dan orang lanjut usia memiliki resiko paling besar untuk mengalami PTSD.

Anak-anak memiliki kerentanan dibandingkan dengan orang dewasa, karena anak-anak masih tergantung dengan orang lain, kemampuan fisik dan intelektualnya masih berkembang dan masih kurangnya pengalaman hidup dalam menghadapi persoalan sehingga dapat mempengaruhi perkembangan kepribadian anak.

Anak-anak dan remaja putri lebih besar resikonya dibandingkan dengan anak-anak dan remaja putra.

Dari penjelasan diatas dapat disimpulkan bahwa gangguan stres pasca trauma (PTSD) merupakan gangguan kecemasan yang memiliki gejala yang dapat berkembang mengikuti pengalaman traumatis yang ekstrim yang menyangkut kematian atau yang mengancam jiwa, luka serius dan mengancam keutuhan fisik seseorang atau orang lain.

Gejala-gejala utamanya antara lain, pengulangan yang tidak diinginkan dari pengalaman mengenai peristiwa tersebut, reaksi terhadap stimulus yang sangat tinggi, emosi yang mati rasa, dan menghindari stimuli (termasuk pikiran) yang dapat mengingatkan pada peristiwa traumatis serta terjadinya gejala dialami lebih dari satu bulan.

Berbagai intervensi untuk mengatasi PTSD telah banyak dipublikasi diberbagai penelitian, termasuk misalnya, TFCBT (Trauma Focused Cognitive Behavior Therapy), Prolonged Exposure, Relaxation Training, Eye Movement Desensitization and Reprocessing (EMDR), dan lain-lain.

 

Sumber: Social Support Dengan PTSD

PTSD (Post Traumatic Stress Disorder) Diagnosis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Check Also

Proyeksi: Mekanisme Pertahanan Diri Manusia Dengan Kambing Hitam

 Istilah kambing hitam sudah sangat umum di telinga, dan kalian juga sudah paham jika kamb…