Gangguan Somatoform, Sakit Akibat Stress

Gangguan somatoform adalah kondisi psikologis yang dapat menyebabkan satu atau banyak gejala pada tubuh. Kondisi ini dapat menyebabkan seseorang kesulitan dan mengganggu aktivitas sehari-harinya!

Apa Itu Gangguan Somatoform?

Gangguan somatik atau bisa disebut gangguan somatoform adalah serangkaian kondisi psikologis yang bisa menyebabkan satu atau lebih gejala pada tubuh, seperti rasa sakit dan kelelahan. Gejala ini dapat sangat menyusahkan dan dapat dikaitkan atau tidak dengan kondisi medis, gangguan mental atau kondisi penyalahgunaan zat.

Gangguan somatoform dapat ditandai dengan fokus berlebihan terhadap gejala fisik yang dialami. Gejala somatoform disorder bisa menyebabkan stress dan kecemasan serta membuat penderitanya menghabiskan banyak waktu untuk berpikir atau bertindak sebagai respons terhadap gejala yang dialaminya.

Kondisi ini bisa mempengaruhi hubungan seseorang terhadap lingkungan sekitarnya mulai dari keluarga, lingkungan, sekolah, pekerjaan, dan pertemanannya.

Baca Juga:

Yakin ingatanmu Asli ?

Penyebab Gangguan Somatoform

gangguan somatoform

Penyebab gangguan somatoform sampai saat ini tidak diketahui dengan jelas, namun beberapa faktor dapat menjadi pemicunya. Berikut ini adalah beberapa faktor yang mungkin menjadi pemicu gangguan gejala somatik atau somatoform disorder:

  1. Faktor genetik atau biologis, seperti hipersensitivitas terhadap rasa sakit.
  2. Pengaruh lingkungan keluarga, dapat bersifat genetik atau bisa disebabkan faktor lingkungan, atau kombinasi dari keduanya.
  3. Sifat kepribadian yang negatif, kondisi ini bisa memengaruhi cara seseorang mengidentifikasikan dan merasakan penyakit dan juga gejala tubuh.
  4. Penurunan kesadaran atau berbagai masalah dalam memproses emosi yang menyebabkan fokus pada gejala fisik dibandingkan masalah emosional.
  5. Perilaku yang bisa dipelajari, usaha untuk mendapatkan perhatian lebih dan manfaat lain dari gejala penyakit yang penderita dialami, contohnya tidak harus melakukan kegiatan tertentu karena dianggap dapat memperparah gejala.

Jenis Gangguan Somatoform

Gangguan somatoform sendiri terbagi menjadi beberapa jenis, antara lain:

  1. Gangguan somatisasi: Gangguan ini berkembang sebelum seseorang berusia 30 dan berlangsung selama bertahun-tahun. Kondisi ini yang menyebabkan banyak gejala dan biasanya merupakan kombinasi dari rasa sakit, gangguan pencernaan, masalah neurologis, sampai disfungsi seksual.
  2. Melibatkan gejala fisik yang tidak dapat dijelaskan yang berlangsung paling tidak selama 6 bulan, namun tidak memenuhi ambang diagnostik untuk gangguan somatisasi.
  3. Gangguan nyeri: Nyeri merupakan gejala utama pada gangguan ini. Faktor psikologis juga berkontribusi dalam serangan, keparahan, dan kelanjutannya.
  4. Hipokondriasis: Kondisi ini menyebabkan seseorang merasa ketakutan akan memiliki penyakit serius tertentu hanya karena satu atau dua gejala yang dirasakannya.
  5. Body dysmorphic disorder: Fokus yang berlebihan pada cacat yang dirasakan pada penampilan fisik atau bagian tubuh tertentu.
  6. Gangguan gejala somatik tidak spesifik terkait lainnya: Gangguan yang diagnosisnya  banyak ditemukan gejala, tetapi tidak dapat memenuhi gangguan somatoform. Contohnya seperti gangguan gejala somatik singkat, gangguan kecemasan penyakit singkat, dan gangguan kecemasan penyakit tanpa perilaku yang berhubungan dengan kesehatan yang berlebihan.
Baca Juga  Psikologi Klinis: Teori Dan Gambaran Keilmuannya

Gejala Gangguan Somatoform

Gejala gangguan somatoform tidak dapat dijelaskan dengan kondisi medis atau neurologis yang pasti. Gejala ini juga bisa muncul sebagai gejala tunggal maupun banyaknya gejala. Tingkat keparahan gejala juga beragam mulai dari yang ringan sampai berat.

Nyeri merupakan gejala gangguan somatoform yang paling umum sekali. Kondisi ini umumnya juga disertai dengan pikiran, emosi, atau tindakan yang terakit dengan rasa sakit tersebut.

Pikiran, emosi, serta perilaku yang terkait gangguan somatoform antara lain:

  • Ketakutan dan kecemasan terus-menerus tentang kemungkinan penyakit.
  • Melihat sensasi fisik yang normal sebagai tanda penyakit fisik parah.
  • Khawatir jika gejala yang dialami adalah gejala serius, bahkan saat tidak terbukti.
  • Menganggap sensasi fisik itu mengancam atau berbahaya.
  • Merasa evaluasi medis dan perawatan medis yang dijalani tidak memadai.
  • Khawatir aktivitas fisik bisa menyebabkan kerusakan pada tubuh.
  • Seringkali memeriksakan kelainan tubuhnya
  • Perawatan kesehatan sering tidak menghilangkan kekhawatiran atau malah memperburuk kondisi.
  • Tidak respon terhadap perawatan medis dan terlalu sensitif terhadap efek samping obat.
  • Memiliki gangguan yang lebih parah daripada yang biasanya ada pada kondisi medis tertentu

Diagnosis Gangguan Somatoform

Dokter akan melakukan pemeriksaan fisik penderita dan merekomendasikan pemeriksaan lainnya yang juga akan mendukung diagnosis gangguan somatoform. Dokter juga akan membantu penderita menentukan apakah terdapat kondisi kesehatan yang memerlukan perawatan,

Dokter juga dapat merujuk pada profesional mental  dan akan melakukan tindakan:

  1. Evaluasi psikologis untuk membicarakan gejala, ketakutan atau kekhawatiran, situasi penuh tekanan, masalah hubungan, situasi yang penderita hindari, dan riwayat keluarga.
  2. Bertanya tentang sudahkan penderita mengisi penilaian diri atau kuesioner psikologis.
  3. Menanyakan tentang alkohol, narkoba, atau penggunaan obat terlarang lainnya.
  4. Penderita memiliki satu atau lebih gejala somatik, seperti rasa sakit atau kelelahanyang menyedihkan dan menyebabkan masalah dalam kehidupan sehari-hari penderita.
  5. Penderita memiliki pikiran yang berlebihan dan terus-menerus tentang betapa serius gejala yang penderita alami, memiliki tingkat kecemasan yang tinggi tentang kecemasan atau gejala penderita, atau penderita menghabiskan terlalu banyak waktu dan energi untuk gejala atau masalah kesehatan penderita.
  6. Penderita terus memiliki gejala yang membuat penderita khawatir, biasanya selama lebih dari enam bulan, gejalanya bisa bervariasi.
Baca Juga  Self-Healing: 5 Cara Penyembuhan Diri Sendiri Yang Bisa Kalian Terapkan

Pengobatan Gangguan Somatoform

Berikut adalah pengobatan gangguan somatoform yang umumnya mungkin dilakukan:

1. Psikoterapi

Psikoterapi, khususnya melakukan terapi perilaku kognitif akan dapat membantu untuk meringankan gejala. Berikut ini adalah yang dapat dilakukan dalam terapi perilaku kognitif:

  • Memeriksa dan menyesuaikan keyakinan dan harapan penderita tentang kesehatan dan gejala fisik.
  • Belajar cara mengurangi stres.
  • Belajar cara mengatasi gejala fisik.
  • Mengurangi kesibukan dengan gejala- gejala
  • Mengurangi penghindaran situasi dan aktivitas karena sensasi fisik yang tidak nyaman bagi penderita
  • Mengurangi depresi dan gangguan kesehatan mental lainnya.

Selain terapi perilaku kognitif, bisa dilakukan juga terapi keluarga untuk membantu memeriksa hubungan keluarga dan meningkatkan dukungan dan fungsi suatu keluarga.

2. Obat-obatan

Dokter biasanya akan meresepkan obat-obatan antidepresan yang dapat membantu meringankan gejala yang berhubungan dengan depresi dan rasa sakit. Apabila satu obat tidak begitu bekerja, dokter mungkin akan meresepkan obat lain atau bisa juga mengombinasikan dengan obat lain untuk meningkatkan efektivitas obat.

Obat-obatan mungkin baru akan menunjukkan hasil setelah beberapa minggu penggunaan. Penderita bisa berdiskusi dengan dokter tentang efek samping dan risiko dari penggunaan obat.

 

Sumber: Gangguan Somatoform: Penyebab, Jenis, Gejala, Pengobatan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Check Also

Psikologi Sosial: Teori, Metode dan Pendekatan Lengkap!

Psikologi Sosial adalah Ilmu yang mempelajari dan menyelidiki tingkah laku individu dalam …