Gangguan Mood Pada Manusia Dan Penanganannya

Mood adalah kondisi perasaan yang terus ada dan mewarnai kehidupan psikologis seseorang. Setiap orang mengalami berbagai kondisi perasaan baik itu senang maupun sedih. Biasanya saat kita merasa diri kita sedih, kita sering menyebutnya dengan badmood atau mood yang buruk. Faktanya mood juga memiliki beberapa gangguan. Simak ulasan tentang gangguan mood di bawah ini!

A. Pengertian Gangguan Mood

Gangguan mood merupakan suatu masalah psikiatri yang muncul dari adanya gangguan depresi. Depresi adalah suatu gangguan keadaan tonus perasaan yang secara umum ditandai oleh rasa kesedihan, apatis, pesimis, dan kesepian. Gangguan mood terjadi dalam kondisi yang luar biasa parah atau berlangsung lama dan mengganggu kemampuan seseorang untuk berfungsi dalam memenuhi tanggung jawab secara normal.

B. Jenis Gangguan Mood:

1. Gangguan depresi

Gangguan depresi berat. Umumnya orang yang pernah mengalami depresi berat akan dapat kambuh lagi di antara periode normal atau kemungkinan mengalami gangguan pada fungsi-fungsi tertentu. Orang yang memiliki gangguan depresi berat akan memiliki masalah tidur, selera makan yang buruk, kehilangan atau bertambah berat badan secara mencolok, dan akan menjadi gelisah secara fisik, atau akan menunjukkan lambatnya aktivitas motorik mereka.

Baca Juga:

Ciri-ciri gangguan depresi berat:

Yakin ingatanmu Asli ?
  • sulit untuk tidur dan sulit untuk bangun yang menagkibatkan kekakuan pada motorik
  • kehilangan nafsu makan akibatnya berat badan turun drastis atau sebalikanya terlalu nafsu makan akibatnya berat badan meningkat drastis
  • kepala lemas, bahu menunduk, seolah tidak kuat berjalan akibatnya tubuh terlihat lemas, tidak semangat, kehilangan energi dan seakan tidak tertarik melakukan apapun.
  • kesulitan berpikir dan tidak bisa memutuskan suatu hal akibatnya merasa diri tidak berharga
  • muncul pikiran kematian dan bunuh diri

2. Gangguan distimik

Orang dengan gangguan distimik akan merasakan spirit yang buruk atau keterpurukan sepanjang waktu. Ciri- cirinya perasaan terpuruk sepanjang waktu, namun tidak seberat orang dengan depresi mayor. Gangguan distimik merupakan gangguan depresi yang kronis dimana seseorang yang didiagnosis mengalami gangguan distimik mengalami kondisi depresif lebih dari separuh waktu dari minimal 2 (dua) tahun. Seseorang yang memiliki gangguan ini setidaknya minimal mengalami gejala di bawah ini:

  • kehilangan nafsu makan atau meningkatnya nafsu makan
  • tidur terlalu banyak atau terlalu sedikit
  • merasa diri tidak berharga karena kesulitan berkonsentrasi dan mengambil keputusan
  • merasa kehilangan harapan
Baca Juga  Mengenal Jenis Halusinasi Dan Penyebabnya

3. Gangguan bipolar

Perubahan mood antara rasa girang dan depresi. Gangguan bipolar dibedakan menjadi 2 tipe umum, yaitu gangguan bipolar 1 dan gangguan bipolar 2. Seseorang akan mengalami evalasi atau ekspansi mood yang tiba-tiba dan merasakan kegembiraan, euforia, atau optimisme yang tidak biasa. Ciri umumnya biasanya

  • mudah terstimulasi karena sangat bersemangat dan energetik
  • terlihat sangat bahagia ,tertawa dan bercanda
  • kepercayaan diri berlebihan akibatnya memilki sifat impulsif (tidak memikirkan konsekuensi tindakannya)
  • berbicara tidak terkendali dan cepat berpindah ide
  • tidak tidur selama dua hari selama dua hari berturue-turut selama mengalami gejala mania ini.
  • Gangguan Bipolar I terjadi apabila pasien mengalami episode tunggal manik atau episode manik dan depresif tunggal . pasien yang didiagnosa mengalami Bipolar I 50 % lebih tinggi untuk berpotensi mengalami empat lebih episode.
  • Bipolar II terjadi apabila pasien mengalami minimal satu episode MDD dan satu episode hipomania (mania yang lebih ringan).
  • Gangguan siklotamia terjadi apabila pasien mengalami depresi yang ringan namun terus menerus juga mengalami gejala manik yang ringan juga. Gangguan ini biasanya terjadi pada masa akhir remaja dan masa awal dewasa

Baca Juga: Bipolar Disorder, Gangguan Mental Yang Wajib Anda Tahu

3. Gangguan siklotimik

Gangguan mood yang kronis beberapa periode mood tertekan atau hilangnya minat atau kesenangan pada kegiatan-kegiatan. Perubahan mood yang lebih ringan daripada gangguan bipolar. Gangguan siklotimik biasanya bermula pada akhir masa remaja atau awal masa dewasa dan berlangsung selama bertahun-tahun. Ciri umumnya sering kehilangan minat atau kesenangan dalam aktivitas, namun tidak pada taraf keparahan.

C. Karakteristik Gangguan Mood

Di bawah beberapa karakteristik bagaimana jenis gangguan mood yang menyerang kondisi orang, antara lain:

1. Perubahan kondisi emosional

Perubahan mood mulai dari periode saat perasaan terpuruk, depresi, sedih, atau muram penuh air mata atau menangis. Emosi bisa membentuk seseorang menjadi pribadi yang berbeda dan bisa menyebabkan seseorang berubah kepribadiannya. Ada banyak tipe emosi pada manusia yang bisa mendominansi diri yaitu khawatir, cemas, takut, sedih, senang dan lain-lain. Bila seseorang mengalami gangguan kondisi emosional, maka dia sedang mengalami gangguan mood.

Baca Juga  OCD (obsessive compulsive disorder) Gangguan Mental Yang Menarik

2. Perubahan tidak termotivasi

Perasaan perubahan tidak termotivasi ini dapat terjadi dalam beberapa hal:

  • Untuk memulai kegiatan di pagi hari atau bahkan sulit untuk bangun di tempat tidur
  • Menurunnya partisipasi sosial atau minat aktivitas sosial
  • Hilangnya kenikmatan atau minat pada aktivitas yang menyenangkan
  • Menurunnya minat pada seks
  • Gagal merespon pujian atau reward

3. Perubahan tingkah laku

Perasaan perubahan tingkah laku ini dapat terjadi dalam beberapa hal:

  • Bergerak dan berbicara dengan lebih pelan daripada biasanya
  • Perubahan dalam kebiasaan tidur (tidak terlalu banyak dan terlalu sedikit)
  • Perubahan pada selera makan (terlalu banyak atau terlalu sedikit) sehingga menimbulkan perubahan berat badan (bertambah atau kehilangan berat badan)
  • Bersikap kurang efektif di tempat kerja atau disekolah

4. Perubahan kognitif

Perasaan perubahan kognitif ini dapat terjadi dalam beberapa hal:

  • Kesulitan konsentrasi dan berpikir jenih
  • Berpikir negatif mengenai diri sendiri yakni memandang diri sendiri tak berharga, penuh kekurangan, tidak dapat dicintai dan sebagainya
  • Berpikir negatif mengenai lingkungan yakni memandang lingkungan sebagai pemaksaan tuntutan yang berlebihan dan hambatan yang menyebabkan kegagalan atau kehilangan
  • Berpikir negatif mengenai masa depan yakni memandang masa depan dengan tak ada harapan dan meyakini bahwa dirinya tidak memiliki kekuatan untuk mengubah hal-hal menjadi lebih baik. Yang ada hanya kegagalan dan kesedihan yang berlanjut serta kesulitan uang tidak pernah usai.
  • Perasaan bersalah atau menyesal atas kesalahan dimasa lalu
  • Kurangnya self-esteem
  • Berpikir akan kematian atau bunuh diri

D. Faktor-Faktor yang Menyebabkan Gangguan Mood

1. Faktor biologis

  • Predisposisi genetis,
  • Fungsi neurotransmiter yang terganggu,
  • Abnormalitas pada bagian otak yang akan mengatur kondisi mood, dan
  • Keterlibatan sistem endokrin yang memungkinkan dalam kondisi mood.

2. Faktor lingkungan-sosial

Peristiwa hidup yang penuh dengan tekanan, misalnya kehilangan seseorang yang dicintai atau lama menganggur.

3.   Faktor behavioral

  • Kurangnya reinforcement, dan
  • Interaksi yang negatif dengan orang lain sehingga dapat menghasilkan penolakan.

4.    Faktor-faktor kognitif dan emosional

  • Dalam teroi psikoanalisis klasik, kemarahan diarahkan ke dalam hati,
  • Kesulitan emosional dalam melakukan coping atas kehilangan orang yang dikasihi,
  • Kurangnya makna atau tujuan dalam hidupan,
  • Cara berpikir yang bias,  rancu atau terdistorsi secara negatif, atau suatu gaya atribusional yang cenderung ke dalam depresi.
Baca Juga  Body Shaming, Bullying Verbal Dan Dampak Psikologisnya

E. Penanganan Gangguan Mood

1. Pendekatan psikodinamika

Dalam pendekatan psikodinamika, kebanyakan yang digunakan adalah psikodinamika tradisional yang bertujuan untuk membantu orang yang depresi agar dapat memahami perasaan mereka yang ambivalen terhadap orang-orang (objek) penting dalam hidup mereka yang telah hilang atau terancam akan hilang. Psikodinamika tradisional dapat menghabiskan waktu selama bertahun-tahun untuk mengungkap dan menghadapi konflik-konflik yang tidak disadari.

2. Pendekatan behavioral

Pendekatan penanganan behavioral beranggapan bahwa perilaku depresi itu dipelajari dan dapat dihilangkan. Pendekatan behavioral bertujuan secara langsung dalam memodifikasi perilaku dan bukan untuk menumbukan kesadaran terhadap kemungkinan penyebab yang tidak disadari dari perilaku-perilaku ini. Terapi behavioral memerlukan waktu penanganan yang singkat.

3. Pendekatan kognitif-behavioral

Untuk membantu orang memperbaiki cara berpikir yang terdistorsi, mengembangkan respons coping yang lebih efektif, dan menambah tingkat reinforcement yang positif.

4.  Terapi interpersonal

Terapi interpersonal digunakan untuk menyelesaikan masalah interpersonal dari reaksi duka yang terus-menerus.

5. Pendekatan biologis

Pendekatan-pendekatan biologis yang umum untuk menangani gangguan mood melibatkan penggunaan obat-obatan antidepresan. Antidepresan cenderung memiliki efek tunda, biasanya membutuhkan beberapa minggu penanganan sebelum suatu manfaat terapeutik dapat dicapai.

 

Sumber:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Check Also

Impostor Syndrome : Si Pintar Yang Merasa Dirinya Tak Layak

Impostor syndrome merupakan kondisi psikologis dimana orang tersebut merasa bahwa dirinya …