Gangguan Kepribadian Paranoid: Penyebab, Obat, Pencegahan

A. Apakah  paranoid itu?

              Sumber: stylecraze.com

Paranoid adalah suatu gangguan kepribadian di mana penderita tersebut  selalu mencurigai orang lain. seseorang yang didiagnosis menderita paranoid akan merasa  diperlakukan secara salah dan selalu dieksploitasi maupun di intimidasi oleh orang lain, akibatnya mereka menunjukkan perilaku yang misterius dan selalu waspada terhadap tanda-tanda adanya tipu daya atau pelecehan. Orang paranoid selalu neting alias negati thingking.

Individu yang mengalami gangguan paranoid akan selalu dipenuhi keraguan yang tidak beralasan terhadap kesetiaan orang lain atau dengan kata lain orang tersebut sulit dipercaya bagi dirinya.

Seseorang paranoid dapat melihat makna negatif atau ancaman pada berbagai kejadian. Contohnya, seseorang dapat merasa yakin bahwa kucing milik tetangganya sengaja mencuri lauknya di dapur dan mengganggunya makan.

Seseorang yang memiliki gangguan kepribadian paranoid bukanlah seorang Psikotik karena penderita paranoid memiliki kontak yang jelas dengan realitas. Gangguan ini paling banyak terjadi pada kaum pria dan paling banyak dialami bersamaan dengan gangguan skizotipal, ambang, dan menghindar.

Baca Juga: Fakta Tentang Down Syndrome: Penyebab, Gejala, Diagnosis dan Terapi

ANXIETY DISORDER:Gangguan Kecemasan, Penyebab, Jenis dan Penanganannya.

Gangguan Psikomatis: Gejala, Penyebab dan Cara Pencegahan

B. Bagaimana sih kriteria seseorang dengan gangguan kepribadian paranoid?

Sumber: Watchmojo.com

Ada beberapa karakteristik yang dimunculkan oleh seseorang yang menderita kepribadian paranoid, yaitu sebagai berikut:

Tonton Video - Cara Membaca Bahasa Tubuh

Bukti kecurigaan kepada orang lain yang hadir dalam setidaknya dari cara berikut :

  1. Kecurigaan dirugikan, di tipu atau dieksploitasi
  2. Keraguan yang tidak berdasar  dari teman-teman atau rekan.
  3. tidak ingin curhat kepada orang lain karena minimnya sikap keloyalan mereka
  4. merendahkan dan mengancam orang lain secara sembunyi
  5. Sering Menyimpan dendam
  6. Curiga yang tentang kesetiaan pasangan dan sangat posesif

C. Apakah penyebab gangguan kepribadian paranoid?

          Sumber: exkalibur.com

Ilmuan mengatakan jika gangguan paranoid  berasal dari faktor genetis, namun hasil pemeriksaan dari masalah ini tidak konsisten.

Transmisi genetik mungkin terjadi melalui heritabilitas tingkat tinggi antagonisme(keramahan rendah) dan neurotisisme(marah-permusuhan) yang merupakan salah satu ciri utama dalam gangguan kepribadian paranoid.

Baca Juga  Jika 12 Tanda Ini Ada di Kamu, Artinya Kamu Seorang Sosiopat

Selain itu juga terdapat faktor penyebab psikososial yang diduga berperan dalam terjadinya gangguan kepribadian paranoid, diantaranya adalah kelalaian orang tua atau pelecehan dan orang dewasa yang memperlihatkan kekerasan, meskipun setiap hubungan antara pengalaman buruk di awal kehidupan seseorang dan gangguan kepribadian paranoid ketika dewasa mungkin memainkan peran untuk gangguan lain juga.

D. Pengobatan seperti apakah yang harus dilakukan bagi penderita paranoid?

               Sumber: thenexweb.com

Seseorang dengan kepribadian paranoid jarang sekali yang ini mencari pengobatan, kemungkinan besar karenakecurigaan mereka terhadap orang lain, termasuk psikiater dan terapis.

Seseorang dengan gangguan kepribadian paranoid sangat takut membiarkan orang lain untuk melihat kerentanan mereka dan kelemahan lain. Langkah pertama yang penting adalah mendapatkan kepercayaan dari klien paranoid.

Gangguan kepribadian paranoid dianggap yang paling sedikit untuk disetujui untuk pengobatan. Alasan utamanya adalah karena kurangnya wawasan pada seseorang yang mengalami gangguan kepribadian paranoid, motivasi yang buruk dan tidak dapat membentuk hubungan yang penuh kepercayaan dengan psikoterapis, sehingga pengobatan untuk mereka menjadi sulit untuk dilakukan.

Seseorang dengan gangguan kepribadian paranoid menjadi terlibat dalam pengobatan biasanya atas desakan dari beberapa orang lain atau pasangan, anak, orang tua, pengadilan atau sosial lainnya. Terapis juga dapat menemukan penderita kepribadian paranoid dalam pengobatan untuk masalah lain. Seseorang dengan gangguan kepribadian paranoid bahkan dalam terapi memiliki pengekangan, enggan dan curiga terhadap terapi.

Faktor-faktor berikut ini penting untuk psikoterapi bagi seseorang dengan gangguan kepribadian paranoid :

  1. mengurangi kecemasan
  2. seorang terapis terpisah tapi tertarik
  3. tidak adanya argumentasi tentang kebodohan keyakinan
  4. presentasi dari sudut pandang yang berbeda tentang realitas
  5. perkembangan hubungan saling percaya

Seseorang dengan gangguan kepribadian paranoid yang sangat terganggu, dan berbahaya atau agak tidak teratur, kemungkinan akan dirawat di rumah sakit. Beberapa dokter telah memberikan ECT (Electro Convulsif Therapy) kepada individu gangguan kepribadian paranoid, mungkin dari gagasan bahwa paranoid akan melupakan isi dari delusi mereka.

 Electro Convulsif Therapy adalah suatu tindakan terapi dengan menggunakan aliran listrik dan menimbulkan kejang pada penderita baik tonik maupun klonik. Tindakan ini adalah bentuk terapi pada klien dengan mengalirkan arus listrik melalui elektroda yang ditempelkan pada pelipis klien untuk membangkitkan kejang grandmall.

Baca Juga  5 Dampak Negatif Jika Terlalu Berprasangka Buruk

Pengobatan ini telah menunjukkan sedikit keberhasilan, hal ini tidaklah mengherankan, karena individu dengan gangguan kepribadian paranoid sangat takut kerentanan dan/atau hilangnya kontrol diri mereka akan meningkat, yang kemungkinan adalah efek ECT. Juga, tidak ada banyak bukti bahwa ECT memiliki nilai terapeutik, kecuali mungkin untuk depresi akut. Psikoterapi jangka panjang menjadi sulit, karena sifat dari kebanyakan pendekatan pengobatan adalah hal-hal yang paling ditakuti oleh orang dengan gangguan kepribadian paranoid.

E. Bagaimana pencegahan yang dapat dilakukan penderita paranoid?

Sumber: intellectualtakeout.com

1.Pencegahan Primer

Usaha pencegahan pada gangguan kepribadian paranoid sebenarnya jarang. Tetapi peneliti telah memfokuskan pada dua faktor resiko utama yang perlu menjadi fokus pada pencegahan gangguan kepribadian paranoid, yang pertama adalah penganiayaan anak.

Usaha pencegahan penganiayaan anak dapat membantu mempengaruhi perkembangan gangguan kepribadian paranoid. Keberhasilan pencegahan penganiayaan anak sering melibatkan seringnya kunjungan ke rumah, mengurangi stress ibu, meningkatkan dukungan sosial, dukungan keluarga dan pelatihan bagi orang tua.

2.Pencegahan Sekunder

Faktor resiko utama lain yang perlu menjadi fokus pencegahan adalah kurangnya kemampuan interpersonal. Kebanyakan orang dengan gangguan kepribadian paranoid mengalami kesulitan interpersonal dalam konteks hubungan keluarga, pertemanan, dan situasi kerja.

Usaha untuk meningkatkan kemampuan sosial seseorang dengan gangguan kepribadian paranoid dapat membantu mencegah masalah gaya interpersonal yang menjadi karakteristik gangguan kepribadian paranoid.

3.Pencegahan Tersier

Beberapa dokter telah memberikan ECT (Electro Convulsif Therapy) kepada individu gangguan kepribadian paranoid, mungkin dari gagasan bahwa paranoid akan melupakan isi dari delusi mereka. Electro Convulsif Therapy adalah suatu tindakan terapi dengan menggunakan aliran listrik dan menimbulkan kejang pada penderita baik tonik maupun klonik.

Tindakan ini adalah bentuk terapi pada klien dengan mengalirkan arus listrik melalui elektroda yang ditempelkan pada pelipis klien untuk membangkitkan kejang grandmall.

Selain itu juga Cognitive Therapy dapat diberikan kepada individu dengan gangguan kepribadian paranoid, dimana terapi ini difokuskan padaketerampilan belajar untuk mengatasi stress dan kecemasan dengan lebih efektif dan ketakutan pada pemeriksaan.

Salah satu contoh kasus individu dengan gangguan kepribadian paranoid dapat ditemukan pada kisah seorang pekerja konstruksi berusia 40 tahun yang percaya bahwa rekan kerjanya tidak menyukai dia dan ketakutan bahwa seseorang mungkin kelepasan untuk menyebabkan dia cedera pada pekerjaan.

Kekhawatiran ini menyusul perselisihan baru pada antrian saat makan siang ketika pasien merasa bahwa rekan kerjanya sedang menyelinap ke depan dan mengeluh kepadanya. Dia mulai memperhatikan “musuh” barunya tertawa dengan pria lain dan sering bertanya-tanya apakah ia adalah bahan ejekan mereka.

Baca Juga  Cara Belajar Super Efisien Dengan 5 Gaya Belajar Manusia

Pasien menawarkan informasi spontan kecil, duduk tegang di kursi, dengan mata lebar, dan hati-hati melacak semua gerakan di dalam ruangan. Dia membaca yang tersirat dari pertanyaan pewawancara, merasa dikritik, dan membayangkan bahwa pewawancara berpihak pada rekan kerjanya.

Dia adalah seorang penyendiri sebagai anak laki-laki dan merasa bahwa anak-anak lain akan membentuk geng dan bersikap jahat kepadanya. Dia buruk di sekolah, tapi menyalahkan gurunya, dia mengklaim bahwa gurunya lebih suka anak perempuan atau anak laki-laki yang “banci”.

Dia putus sekolah dan sejak itu menjadi pekerja keras dan efektif, tetapi ia merasa ia tidak pernah mendapatkan istirahat. Dia mengawali dengan buruk dengan bos dan rekan kerjanya, tidak mampu menghargai candaan, dan melakukan yang terbaik dalam situasi di mana ia bisa bekerja dan makan siang saja. Dia telah beralih pekerjaan berkali-kali karena dia merasa dia sedang dianiaya.

Semoga Bermanfaat!!

 

Sumber: Gangguan Penderita Paranoid

Referat Gangguan Kepribadian Paranoid

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Check Also

Regulasi Diri Dan Aspek Yang Mempengaruhi Manusia

Apa Itu Regulasi Diri? Regulasi diri berkaitan dengan bagaimana seseorang mengaktualisasik…